24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bicara Kesehatan Mental Lewat Buku “Introvert”

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
March 19, 2023
in Ulas Buku
Bicara Kesehatan Mental Lewat Buku “Introvert”

Buku "Introvert" | Dok. Teddy

GURU BAHASA BALI, menulis buku berbahasa Bali. Kiranya hal itu menjadi capaian ideal bagi seorang guru bahasa Bali. Memang tidak banyak guru dapat meraihnya. Tapi, seorang I Nyoman Sutarjana, guru bahasa Bali di SMAN Bali Mandara ini berhasil meraih capaian tersebut.

Lewat pupulan satua cutet “Introvert” ia menunjukkan bahwa guru memang harus dekat dengan aktivitas menulis, dan tentu saja, mempublikasikannya. Namun, sebelum jauh berbicara soal isinya, saya mau sedikit menceritakan perkenalan saya dengan penulis buku ini.

I Nyoman Sutarjana adalah guru bahasa Bali yang pernah mengajar di SMKN 1 Denpasar, sekolah tempat saya menempuh pendidikan sekitar tahun 2010 s.d 2013. Sudah cukup lama memang, tapi tentu kenangannya tidak mudah dilupakan. Hahaha.

Seingat saya, bapak satu ini lebih akrab disapa dengan “Pak Bintang Laut”—sapaan itu datang dari nama akun Facebooknya pada masa itu. Tidak hanya sebagai guru bahasa Bali, ia juga sempat dipercaya menjadi Pembina Pramuka, dan kebetulan, saya pun aktif di Pramuka. Meski berada dalam ruang lingkup serupa, tidak jamak komunikasi yang terbangun antara saya dan Pak Bintang Laut. Sekadar tahu saja, tidak lebih.

Setelah sekian lama, saya kembali bertemu Pak Bintang Laut di Universitas Udayana. Tepatnya pada saat saya menjadi panitia di salah satu kegiatan lomba cerdas cermat, dan saat itu Pak Bintang Laut mendampingi siswanya yang berlomba—saat itu ia sudah menjadi guru di SMAN Bali Mandara, mungkin sekitar tahun 2015.

Sejak saat itu, komunikasi pun mulai terjalin kembali, meski hanya lewat sosial media.

“Introvert” Karya Berbahasa Bali yang Ngepop

Lama tak berjumpa, pada akhirnya saya kembali berjumpa dengan Pak Bintang Laut melalui karyanya. Kumpulan cerita pendek berbahasa Bali berjudul “Introvert” menjadi karya pertamanya. Tentu ini menjadi sebuah kabar yang menggembirakan.

Dalam bagian pengantarnya, penulis sudah mengatakan bahwa buku ini mengambil genre komedi dan banyak mengadaptasi gaya tulisan dari Raditya Dika. Sketsa-sketsa komedi banyak ditampilkan oleh penulis di setiap ceritanya. Hal tersebut bisa dilihat di bagian ini:

“Kopi ané ngingetang titian sareng bapa. Bapa ané ngajahin tiang ngaé kopi. Gulané duang séndok, kopiné a séndok apang manisan dik idupé.” (Introvert, hlm. 4)

“Suba léwat tahun baru né Man. Dingeh-dingeh tahunné ené gubernuré ngelah program baru. Nyén ané umur sasur tiban kéwala enu jomblo lakar kasuntik mati,” (Truna Wayah, hlm. 7)

“Cara nebag lampu sign ibuk-ibuk negakin motor. Sign kanan bisa ia méngkol kiri. Woman is always right. Anak luh selalu benar.” (Tresnané Nutur (Tusing) Sadarana di Pasih Purnama, hlm. 13)

Lelucon-lelucon semacam itu kerap kali kita dengar, bahkan kita gunakan dalam percakapan sehari-hari atau menggambarkan situasi hidup yang sedang dihadapi. Tentu lelucon tersebut bertujuan untuk mencairkan suasana dalam percakapan—atau mungkin untuk sekadar menghibur diri saja.

Saya pikir, memberikan bumbu-bumbu komedi dalam sebuah tulisan adalah upaya untuk memudahkan pembaca dalam menerima pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Selain itu komedi juga bermanfaat untuk memangkas jarak antara karya dan pembaca.

Selain ditulis dengan gaya yang ngepop, penulis juga mengangkat tema yang sedang hangat diperbincangkan oleh generasi muda hari ini, yaitu kesehatan mental. Pelbagai istilah kesehatan mental, seperti skizofrenia, bipolar, introvert, dan lainnya. Ungkapan-ungkapan tersebut dapat dilihat pada bagian:

“Kurenan tiang suba bisa nérima kawéntenan tiang, diastun di kénkéné taén tiang orina pindah ka Koréa Utara di gumi ané terkenal ulian introvert ento.” (Introvert, hlm. 5)

“Luh Puji kocap kena gangguan kepribadian sané mawasta gangguan Bipolar. Gangguan punika makada Luh Puji tusing bisa ngundukang kenehné ané sriat-sriut buka ayunané.” (Luh Puji, hlm. 25)

“Buduhné kasambat és tabia, nyem lalah. Di ngentah pesu buduhné mamunyi uli semeng ngantos sanja. Yén sing ada ajake ngorta, ia mamunyi ajak didiané. Kemak-kemik nuturang keadaan ékonominé jani. Yén istilah médis gelemné kasambat Skizofrenia.” (Skizofrenia, hlm. 49)

Mengikuti perkembangan informasi. Itulah yang tercermin dari setiap tulisan yang hadir dalam buku ini. Setiap fenomena yang dihadirkan terasa begitu nyata. Fenomena Luh Puji, misalnya, tentu jamak kita melihat orang-orang semacam Luh Puji ini.

Luh Panji adalah individu yang memiliki kepribadian ganda—sehingga menyebabkan orang sekitar begitu sulit mengidentifikasi suasana hati seseorang yang menderita bipolar tersebut.

Begitu pula dengan lainnya. Jamak pula kita melihat bagaimana lingkungan sosial si penderita kesehatan mental ini abai. Alih-alih memberi perhatian dan perlakuan khusus, lingkungan sosialnya justru menganggap apa yang diderita hanyalah hal remeh—kemudian berdampak pada semakin buruknya kondisi si penderita.

Luh Puji adalah penggambaran sempurna dari buruknya situasi lingkungan di sekitarnya.

“Introvert” Adalah Potret Fenomena Hari Ini

Saat pertama kali melihat poster buku ini, saya berpikir, “Kenapa penulis memilih untuk menggunakan istilah introvert sebagai judul cerpen sekaligus judul bukunya?” Pikiran tersebut sempat terlintas dan berkelindan cukup lama di kepala saya, karena saya rasa penulis dapat memilih diksi yang kesan “Bali”-nya bisa dirasakan.

Hal ini terbukti, ketika saya mengunggah foto buku ini sebagai cerita di sosial media Instagram, sebagian besar tidak menyangka bahwa buku ini adalah kumpulan cerita berbahasa Bali. Sebagian mengira bahwa buku ini adalah buku bergenre pengembangan diri (self improvement).

Pemilihan diksi apalagi judul menurut saya penting, mengingat judul menjadi pintu gerbang awal dalam memberi kesan awal kepada calon pembaca.

Bagi saya, karya sastra sedikit banyak berangkat dari fenomena masyarakat yang berlangsung. Karya sastra sendiri memiliki fungsi untuk mendokumentasikan laku hidup manusia pada zamannya.

Apabila banyak karya sastra yang menyuguhkan laku manusia Bali seperti yang disampaikan dalam buku Introvert, maka hal ini dapat menjadi refleksi bagi manusia hari ini. Merefleksikan dan mengelola diri, karena hal utama yang harus dilakukan oleh manusia di zaman ini adalah berdamai dengan diri sendiri.[T]

Kesehatan Mental, Pandemi, Bunuh Diri
Ayo Kolaborasi Untuk Layanan Kesehatan Mental yang Lebih Baik
Mendengar “Haunted Psycho Notes” dari Kanekuro | Dari Kesehatan Mental ke Kesehatan yang Lain
Alasan Mengapa Sampai Detik Ini Indonesia Masih Begini-Begini Saja
Jatuh dan Berharap Kembali ke Titik Lebih Tinggi | Ulasan Buku “Bali Berlayar di Tengah Badai Covid-19”
Tags: Bahasa BaliBukubuku kumpulan cerpenkesehatan mental
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dian Dharmaningsih, Gadis Muda di Dunia Pemilu | Dulu Berseragam KPU, Kini Bawaslu

Next Post

GELUNG

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails
Next Post
Nglanyig

GELUNG

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co