24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dian Dharmaningsih, Gadis Muda di Dunia Pemilu | Dulu Berseragam KPU, Kini Bawaslu

Gading Ganesha by Gading Ganesha
March 18, 2023
in Persona
Dian Dharmaningsih, Gadis Muda di Dunia Pemilu | Dulu Berseragam KPU, Kini Bawaslu

Putu Dian Dharmaningsih

PERKARA BERGANTI SERAGAM ternyata tidak hanya terjadi di klub-klub sepak bola. Di dunia penyelenggara Pemilu juga banyak ditemukan orang berganti seragam. Salah satunya adalah gadis muda, Putu Dian Dharmaningsih.

Berganti seragam artinya, ya, berganti tempat pengabdian. Awalnya, Dian bekerja pada pihak penyelenggara teknis, KPU. Kini ia ganti seragam dan bekerja pada pihak penyelenggara yang bertugas mengawasi Pemilu, yakni Bawaslu.

Penyelengara Pemilu sendiri menurut undang-undang Pemilu terdiri dari tiga lembaga yakni Komisi Pemilihan Umun (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP).

Berganti seragam di penyenggara Pemilu memang tidak dilarang oleh ketentuan. Maka fenomena berganti seragam ini sering ditemukan. Bahkan komisioner pun banyak ganti seragam. Dulu anggota komisioner KPU, belakangan, eh, bisa saja jadi anggota Bawaslu.

Dian Dharmaningsih, adalah seorang gadis asal Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Perempuan manis dengan rambut sebahu yang akrab disapa Dian itu, kini sudah matanp berganti seragam, menjadi tenaga pelaksana teknis di jajaran Pengawas Pemilu, tepatnya staf pelaksana teknis Bawaslu di tingkat Kecamatan.

Sebelumnya, gadis kelahiran 28 tahun lalu ini pernah menjadi pekerja pada jajaran sekretariat KPU Buleleng, dan juga di KPU Denpasar.

Dian mengikuti rapat bersama di Bawaslu Buleleng | Foto: Gading Ganesha

***

Bagaimana Dian mulai terlibat dalam dunia Pemilu? Begini kisahnya.

Dian, diwisuda dari Fakultas Ekonomi di Undiksha pada 24 Maret 2017. Lima bulan setelah lulus, ia mencoba melamar di KPU Buleleng. Waktu itu jelang akhir tahun 2017, dibuka lowongan pekerjaaan sebagai tenaga pendukung keuangan KPU Buleleng, dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018.

“Aku hanya coba-coba saja melamar,” kata gadis  penikmat bakso ini.

Ia berpikir, bekerja di KPU akan sama seperti di kantor pada dinas-dinas milik pemerintah. Ia pun lolos seleksi. Perjalanannya dimulai, menjadi bagian dari Penyelenggara Pemilu.

“Bekerja di lembaga KPU ternyata sangat berbeda dari apa yang saya bayangkan. Pekerjaannya banyak sekali, setiap hari selalu pulang malam, tapi seru sebenarnya pengalaman pertama bekerja itu,” kata anak pertama dari pasangan I Ketut Sukadana dan Putu Budiasih ini.

Bekerja di KPU memang sangat berbeda dibandingkan bekera di kantor-kantor pemerintahan. Selain kontrak kerja yang berdasarkan lama tahapan pelaksanaan pemilihan, waktu kerjanya sangat tidak tentu.

Selain sering pulang malan, bahkan pagi, pernah sekali Dian sampai harus tidur di Gudang KPU Buleleng. Gara-garanya waktu itu, ia bersama srekan-rekannya sedang melakukan pelipatan surat suara. Karena pekerjaanya harus segera selesai, ia pun memilih tidak pulang bersama rekan-rekan kerjanya di KPU.

Bagaimana reaksi orang tua dan pacar waktu itu, melihat ia bekerja sampai malam?

Dian katakan ibunya cukup khawatir, karena memang jarak rumah dan kantor lumayan jauh dan sepi, sehingga sangat berisiko jika harus pulang malam. Sedangkan ayahnya tidak banyak tahu, karena ayahnya bekerja di Denpasar.

“Ibu di awal memang sedikit cemas, setiap hari ditungguin di rumah, gak tidur sampai aku pulang, tapi ya karena sudah seringnya pulang malem dan anaknya baik-baik saja, jadi ya, dia tidak galau lagi sama anaknya,” ujar Dian.

Sementara disinggung reaksi pacarnya, Dian nampak hanya senyum-senyum saja. Gadis penyuka warna hitam dan navy ini mengiyakan, ketika ditebak bahwa hubungan dengan pacar kala itu menjadi renggang.

“Iya mau gimana, Bli. Karena sering pulang malam, pekerjaan banyak, itensitas ketemu jadi berkurang. Saya kalau sudah kerja juga jarang balas WA,” cerita Dian sambil tersenyum.

Setelah selesai Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018, tanpa pikir panjang Dian melanjutkan Kontrak di KPU Buleleng pada Pemilu Tahun 2019. Meski pekerjaanya memang berat, dia mengakui menikmati masa-masa bekerja di KPU.

“Gara-gara kerja di KPU Buleleng, saya jadi tahu desa-desa di Buleleng. Karena kita sering keliling desa kalau di KPU. Seperti bawa logistik atau sekedar mengirim surat. Kalau gak kerja di sini (KPU) saya mungkin gak pernah tahu Desa Bongancina itu di mana,” kata gadis pemilik tinggi 159 cm ini.

Karena menikmati bekerja di KPU itu pula yang membuat Dian berani merantau ke Denpasar. Setelah selesai Pemilu 2019, ia melanjutkan pertualangan di dunia kepemiluan di ibukota. Ia melamar di KPU Denpasar yang waktu itu sedang menyelenggarakan  Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020.

***

Bekerja di KPU Denpasar jadi pengalaman pertama Dian merantau di Denpasar. Ia juga begitu penuh ceria menuturkan pengalaman di KPU Denpasar. Selain karena honor yang lebih besar, tempat hiburan untuk anak muda seusianya juga banyak.

Pekerjaan di KPU Denpasar tidak berbeda jauh dengan di KPU Buleleng. Bahkan, kata Dian, malah lebih mudah dijalani, karena di Denpasar jumlah desa lebih sedikit dan juga jarak antar desa tidak begitu jauh.

Ia katakan di KPU Denpasar lebih mudah dijalanin. Cuma yang berbeda tempat nokrongnya lebih banyak di Denpasar.

“Waktu di sana juga jarang pulang ke Singaraja. Apalagi di Denpasar banyak godaan, jadi kalau libur seringnya nongkrong,” ujar Dian yang waktu di ibukota banyak menghabiskan waktu menonton film di bioskop.

Lalu bagaimana ceritanya ia bisa berganti seragam di Lembaga Pengawas Pemilu.

Selesai tugas di KPU Denpasar, ia sempat tidak berkerja dan pulang ke Singaraja. Setelah beberapa lama, di bulan Oktober 2022, ia lihat ada lowongan Staf Pelaksana Teknis Panwaslu Kecamatan di Bawaslu Buleleng dalam rangka Pemilu Tahun 2024. Ia tertarik melamar.

Dian menerangkan tidak ada alasan khusus pindah bekerja di jajaran Bawaslu Buleleng. Daripada menunggu informasi lowongan di KPU Buleleng atau Denpasar, dirinya hanya kembali ingin mencoba-coba saja, melamar di Bawaslu.

Apalagi, menurutnya, KPU dan Bawaslu sama-sama penyelenggara Pemilu. Terlebih ia memilih melamar menjadi Staf di Panwaslu Kecamatan Sukasada yang jarak kantor dan rumah sangatlah dekat.

“Pingin nyoba juga jadi pengawas, Bli. Kalau dulu ngurusin teknis pelaksanaan, sekarang ingin tahu gimana jadi pengawas,” terang Dian

Lalu bagaimana pekerjaanya setelah ia diterima menjadi Staf Pelaksana di Panwaslu Kecamatan Sukasada?

“Ada sedikit perbedaan,” kata Dian.

Dian mengikuti rapat bersama di Bawaslu Buleleng | Foto: Gading Ganesha

Dulu bekerja di KPU dengan banyak orang, sementara di Panwaslu Kecamatan jumlah staf hanya lima orang. Tiga Pelaksana teknis, dua tenaga pendukung, ditambah tiga orang komisioner dan tiga PNS, yang diperbantukan dari Kantor Camat.  Hanya sebelas orang.

Selain jumlah orang yang diajak bekerja lebih sedikit, pekerjaannya juga berubah dari membuat laporan keuangan di KPU, jadi ngurus laporan pengawasan di Bawaslu.

“Terpaksa harus belajar lagi, Bli.  Jenis pekerjaannya sangat berbeda. Dulu laporan keuangan, sekarang setiap hari buat laporan pengawasan. Yang sama hanya satu, sama-sama sering pulang malam,” ungkap kakak dari Kadek Diah Dharmiasih ini sembari tertawa.

Tapi meskipun berbeda, Dian mengungkapkan ia menikmati bekerja di Pengawas Pemilu, menurutnya sama-sama membanggakan,  karena bisa terlibat langsung dalam Pemilu atau Pemilihan. Apalagi kalau tepat di hari pemungutan, menjadi penyelenggara membuat ia bisa menggunakan hak pilih lebih awal dan didahulukan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Senangnya pas hari H, Bli. Kan kita penyelenggara jadi tidak perlu ikut antre, karena kita bertugas juga, jadi didahulukan kalau di TPS,” cerita Dian tentang salah satu hal spesial yang ia dapat sebagai Penyelenggara Pemilu.

Menurut Dian di KPU atau di Bawaslu seberanya sama saja. Sama-sama menyenangkan. Bisa bertemu banyak orang, jadi menambah teman. Bisa keliling dan mengenal desa-desa yang ada.

Alumni SMA  4 Singaraja ini berharap Pemilu serentak Tahun 2024 yang akan dilaksanakan 14 Februari 2024 dan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Serentak pada 27 November 2024, bisa ia lalui dengan lancar dan damai.

***

Meski menikmati, Dian sendiri masih belum tahu, apakah nanti setelah selesai Pemilu dan Pemilihan di Tahun 2024 ia akan kembali melamar menjadi penyelenggara pada Pemilu/Pemilihan yang akan datang. Karena kedua orang tuannya sudah meminta ia mencari kerja yang lebih tetap. Ya memang, di Penyelenggara Pemilu pekerjaannya tidak tetap.

Itu mengapa, pergantian seragam mungkin tidak hanya terjadi pada Dian. Sepengetahuan saya ada banyak kisah penyelenggara yang juga memilih berganti baju. Terutama para pimpinan atau istilahnya Komisioner KPU dan Bawaslu. Keterbatasan waktu menjabat dua periode atau hanya sepuluh tahun. Setelahnya, kalau tidak naik tingkat ke jajaran di atasnya.

Pilihannya pindah kamar, berganti seragam, atau pilihan lain, misalnya mungkin hanya bisa jadi Peserta Pemilu. Haha. [T]

Bawaslu dan Pers Sama-sama Berperan dalam Pengawasan
Juni Widiantari, Mahasiswi Akhir Undiksha, Jadi Pengawas Pemilu di Desa Tigawasa
Ni Luh Sinta Yani | Mulai dari Desa, Belajar Mengurus Pemilu
Tags: BawasluPemilu 2024Perempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pohon Lateng Mengalahkan Leak

Next Post

Bicara Kesehatan Mental Lewat Buku “Introvert”

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

by Angga Wijaya
February 22, 2026
0
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

Read moreDetails
Next Post
Bicara Kesehatan Mental Lewat Buku “Introvert”

Bicara Kesehatan Mental Lewat Buku “Introvert”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co