27 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dian Dharmaningsih, Gadis Muda di Dunia Pemilu | Dulu Berseragam KPU, Kini Bawaslu

Gading Ganesha by Gading Ganesha
March 18, 2023
in Persona
Dian Dharmaningsih, Gadis Muda di Dunia Pemilu | Dulu Berseragam KPU, Kini Bawaslu

Putu Dian Dharmaningsih

PERKARA BERGANTI SERAGAM ternyata tidak hanya terjadi di klub-klub sepak bola. Di dunia penyelenggara Pemilu juga banyak ditemukan orang berganti seragam. Salah satunya adalah gadis muda, Putu Dian Dharmaningsih.

Berganti seragam artinya, ya, berganti tempat pengabdian. Awalnya, Dian bekerja pada pihak penyelenggara teknis, KPU. Kini ia ganti seragam dan bekerja pada pihak penyelenggara yang bertugas mengawasi Pemilu, yakni Bawaslu.

Penyelengara Pemilu sendiri menurut undang-undang Pemilu terdiri dari tiga lembaga yakni Komisi Pemilihan Umun (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP).

Berganti seragam di penyenggara Pemilu memang tidak dilarang oleh ketentuan. Maka fenomena berganti seragam ini sering ditemukan. Bahkan komisioner pun banyak ganti seragam. Dulu anggota komisioner KPU, belakangan, eh, bisa saja jadi anggota Bawaslu.

Dian Dharmaningsih, adalah seorang gadis asal Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Perempuan manis dengan rambut sebahu yang akrab disapa Dian itu, kini sudah matanp berganti seragam, menjadi tenaga pelaksana teknis di jajaran Pengawas Pemilu, tepatnya staf pelaksana teknis Bawaslu di tingkat Kecamatan.

Sebelumnya, gadis kelahiran 28 tahun lalu ini pernah menjadi pekerja pada jajaran sekretariat KPU Buleleng, dan juga di KPU Denpasar.

Dian mengikuti rapat bersama di Bawaslu Buleleng | Foto: Gading Ganesha

***

Bagaimana Dian mulai terlibat dalam dunia Pemilu? Begini kisahnya.

Dian, diwisuda dari Fakultas Ekonomi di Undiksha pada 24 Maret 2017. Lima bulan setelah lulus, ia mencoba melamar di KPU Buleleng. Waktu itu jelang akhir tahun 2017, dibuka lowongan pekerjaaan sebagai tenaga pendukung keuangan KPU Buleleng, dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018.

“Aku hanya coba-coba saja melamar,” kata gadis  penikmat bakso ini.

Ia berpikir, bekerja di KPU akan sama seperti di kantor pada dinas-dinas milik pemerintah. Ia pun lolos seleksi. Perjalanannya dimulai, menjadi bagian dari Penyelenggara Pemilu.

“Bekerja di lembaga KPU ternyata sangat berbeda dari apa yang saya bayangkan. Pekerjaannya banyak sekali, setiap hari selalu pulang malam, tapi seru sebenarnya pengalaman pertama bekerja itu,” kata anak pertama dari pasangan I Ketut Sukadana dan Putu Budiasih ini.

Bekerja di KPU memang sangat berbeda dibandingkan bekera di kantor-kantor pemerintahan. Selain kontrak kerja yang berdasarkan lama tahapan pelaksanaan pemilihan, waktu kerjanya sangat tidak tentu.

Selain sering pulang malan, bahkan pagi, pernah sekali Dian sampai harus tidur di Gudang KPU Buleleng. Gara-garanya waktu itu, ia bersama srekan-rekannya sedang melakukan pelipatan surat suara. Karena pekerjaanya harus segera selesai, ia pun memilih tidak pulang bersama rekan-rekan kerjanya di KPU.

Bagaimana reaksi orang tua dan pacar waktu itu, melihat ia bekerja sampai malam?

Dian katakan ibunya cukup khawatir, karena memang jarak rumah dan kantor lumayan jauh dan sepi, sehingga sangat berisiko jika harus pulang malam. Sedangkan ayahnya tidak banyak tahu, karena ayahnya bekerja di Denpasar.

“Ibu di awal memang sedikit cemas, setiap hari ditungguin di rumah, gak tidur sampai aku pulang, tapi ya karena sudah seringnya pulang malem dan anaknya baik-baik saja, jadi ya, dia tidak galau lagi sama anaknya,” ujar Dian.

Sementara disinggung reaksi pacarnya, Dian nampak hanya senyum-senyum saja. Gadis penyuka warna hitam dan navy ini mengiyakan, ketika ditebak bahwa hubungan dengan pacar kala itu menjadi renggang.

“Iya mau gimana, Bli. Karena sering pulang malam, pekerjaan banyak, itensitas ketemu jadi berkurang. Saya kalau sudah kerja juga jarang balas WA,” cerita Dian sambil tersenyum.

Setelah selesai Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018, tanpa pikir panjang Dian melanjutkan Kontrak di KPU Buleleng pada Pemilu Tahun 2019. Meski pekerjaanya memang berat, dia mengakui menikmati masa-masa bekerja di KPU.

“Gara-gara kerja di KPU Buleleng, saya jadi tahu desa-desa di Buleleng. Karena kita sering keliling desa kalau di KPU. Seperti bawa logistik atau sekedar mengirim surat. Kalau gak kerja di sini (KPU) saya mungkin gak pernah tahu Desa Bongancina itu di mana,” kata gadis pemilik tinggi 159 cm ini.

Karena menikmati bekerja di KPU itu pula yang membuat Dian berani merantau ke Denpasar. Setelah selesai Pemilu 2019, ia melanjutkan pertualangan di dunia kepemiluan di ibukota. Ia melamar di KPU Denpasar yang waktu itu sedang menyelenggarakan  Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020.

***

Bekerja di KPU Denpasar jadi pengalaman pertama Dian merantau di Denpasar. Ia juga begitu penuh ceria menuturkan pengalaman di KPU Denpasar. Selain karena honor yang lebih besar, tempat hiburan untuk anak muda seusianya juga banyak.

Pekerjaan di KPU Denpasar tidak berbeda jauh dengan di KPU Buleleng. Bahkan, kata Dian, malah lebih mudah dijalani, karena di Denpasar jumlah desa lebih sedikit dan juga jarak antar desa tidak begitu jauh.

Ia katakan di KPU Denpasar lebih mudah dijalanin. Cuma yang berbeda tempat nokrongnya lebih banyak di Denpasar.

“Waktu di sana juga jarang pulang ke Singaraja. Apalagi di Denpasar banyak godaan, jadi kalau libur seringnya nongkrong,” ujar Dian yang waktu di ibukota banyak menghabiskan waktu menonton film di bioskop.

Lalu bagaimana ceritanya ia bisa berganti seragam di Lembaga Pengawas Pemilu.

Selesai tugas di KPU Denpasar, ia sempat tidak berkerja dan pulang ke Singaraja. Setelah beberapa lama, di bulan Oktober 2022, ia lihat ada lowongan Staf Pelaksana Teknis Panwaslu Kecamatan di Bawaslu Buleleng dalam rangka Pemilu Tahun 2024. Ia tertarik melamar.

Dian menerangkan tidak ada alasan khusus pindah bekerja di jajaran Bawaslu Buleleng. Daripada menunggu informasi lowongan di KPU Buleleng atau Denpasar, dirinya hanya kembali ingin mencoba-coba saja, melamar di Bawaslu.

Apalagi, menurutnya, KPU dan Bawaslu sama-sama penyelenggara Pemilu. Terlebih ia memilih melamar menjadi Staf di Panwaslu Kecamatan Sukasada yang jarak kantor dan rumah sangatlah dekat.

“Pingin nyoba juga jadi pengawas, Bli. Kalau dulu ngurusin teknis pelaksanaan, sekarang ingin tahu gimana jadi pengawas,” terang Dian

Lalu bagaimana pekerjaanya setelah ia diterima menjadi Staf Pelaksana di Panwaslu Kecamatan Sukasada?

“Ada sedikit perbedaan,” kata Dian.

Dian mengikuti rapat bersama di Bawaslu Buleleng | Foto: Gading Ganesha

Dulu bekerja di KPU dengan banyak orang, sementara di Panwaslu Kecamatan jumlah staf hanya lima orang. Tiga Pelaksana teknis, dua tenaga pendukung, ditambah tiga orang komisioner dan tiga PNS, yang diperbantukan dari Kantor Camat.  Hanya sebelas orang.

Selain jumlah orang yang diajak bekerja lebih sedikit, pekerjaannya juga berubah dari membuat laporan keuangan di KPU, jadi ngurus laporan pengawasan di Bawaslu.

“Terpaksa harus belajar lagi, Bli.  Jenis pekerjaannya sangat berbeda. Dulu laporan keuangan, sekarang setiap hari buat laporan pengawasan. Yang sama hanya satu, sama-sama sering pulang malam,” ungkap kakak dari Kadek Diah Dharmiasih ini sembari tertawa.

Tapi meskipun berbeda, Dian mengungkapkan ia menikmati bekerja di Pengawas Pemilu, menurutnya sama-sama membanggakan,  karena bisa terlibat langsung dalam Pemilu atau Pemilihan. Apalagi kalau tepat di hari pemungutan, menjadi penyelenggara membuat ia bisa menggunakan hak pilih lebih awal dan didahulukan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Senangnya pas hari H, Bli. Kan kita penyelenggara jadi tidak perlu ikut antre, karena kita bertugas juga, jadi didahulukan kalau di TPS,” cerita Dian tentang salah satu hal spesial yang ia dapat sebagai Penyelenggara Pemilu.

Menurut Dian di KPU atau di Bawaslu seberanya sama saja. Sama-sama menyenangkan. Bisa bertemu banyak orang, jadi menambah teman. Bisa keliling dan mengenal desa-desa yang ada.

Alumni SMA  4 Singaraja ini berharap Pemilu serentak Tahun 2024 yang akan dilaksanakan 14 Februari 2024 dan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Serentak pada 27 November 2024, bisa ia lalui dengan lancar dan damai.

***

Meski menikmati, Dian sendiri masih belum tahu, apakah nanti setelah selesai Pemilu dan Pemilihan di Tahun 2024 ia akan kembali melamar menjadi penyelenggara pada Pemilu/Pemilihan yang akan datang. Karena kedua orang tuannya sudah meminta ia mencari kerja yang lebih tetap. Ya memang, di Penyelenggara Pemilu pekerjaannya tidak tetap.

Itu mengapa, pergantian seragam mungkin tidak hanya terjadi pada Dian. Sepengetahuan saya ada banyak kisah penyelenggara yang juga memilih berganti baju. Terutama para pimpinan atau istilahnya Komisioner KPU dan Bawaslu. Keterbatasan waktu menjabat dua periode atau hanya sepuluh tahun. Setelahnya, kalau tidak naik tingkat ke jajaran di atasnya.

Pilihannya pindah kamar, berganti seragam, atau pilihan lain, misalnya mungkin hanya bisa jadi Peserta Pemilu. Haha. [T]

Bawaslu dan Pers Sama-sama Berperan dalam Pengawasan
Juni Widiantari, Mahasiswi Akhir Undiksha, Jadi Pengawas Pemilu di Desa Tigawasa
Ni Luh Sinta Yani | Mulai dari Desa, Belajar Mengurus Pemilu
Tags: BawasluPemilu 2024Perempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pohon Lateng Mengalahkan Leak

Next Post

Bicara Kesehatan Mental Lewat Buku “Introvert”

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails
Next Post
Bicara Kesehatan Mental Lewat Buku “Introvert”

Bicara Kesehatan Mental Lewat Buku “Introvert”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kunang-Kunang yang Menghilang di Bali —Ketika Cahaya Kecil Padam, Apa yang Sesungguhnya Sedang Hilang dari Kesadaran Kita?
Esai

Kunang-Kunang yang Menghilang di Bali —Ketika Cahaya Kecil Padam, Apa yang Sesungguhnya Sedang Hilang dari Kesadaran Kita?

"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar...

by Agung Sudarsa
June 27, 2026
Melepas Dunia, Mengetuk Langit
Ulas Musik

Melepas Dunia, Mengetuk Langit

DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s...

by Ahmad Sihabudin
June 27, 2026
Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

Rasa penasaran tampak jelas dari raut wajah ribuan penonton yang memadati Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Kamis 25 Juni 2026....

by Nyoman Budarsana
June 26, 2026
Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’
Esai

Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’

"Di mata Sang Guru, tidak ada dosa yang tidak dapat ditebus, tidak ada jiwa yang berada di luar pelukan kasih-Nya."...

by Agung Sudarsa
June 26, 2026
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro
Cerpen

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu
Puisi

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali
Kritik Seni

Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali

“Tradisi tidak mati karena berubah; ia mati ketika berhenti dipikirkan.” PELESTARIAN seni tradisional di Bali tidak dapat berhenti pada estetika...

by Wayan Gde Yudane
June 26, 2026
Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali
Esai

Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) memerlukan media massa untuk publikasi dan dokumentasi, sedangkan media massa memerlukan PKB untuk menunjukkan tanggung jawab...

by I Nyoman Darma Putra
June 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Negeri Pesugihan

SIDANG pembaca yang budiman, coba anda buka Netflix atau platform streaming apa pun yang sedang populer. Tidak perlu menggulir lama-lama,...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 26, 2026
Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?
Khas

Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

 “Karya sampah ini. Kok bisa muncul di PKB?" KALIMAT itu masih diingat betul oleh Agung Rahma Putra. Sekitar satu dekade...

by Dede Putra Wiguna
June 26, 2026
Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co