21 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pohon Lateng Mengalahkan Leak

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
March 18, 2023
in Dongeng
Penyesalan Kelelawar

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

SETIAP HARI MINGGU warga kerja bakti. Untuk hari Minggu ini, warga banjar semuanya laki-laki itu berencana memangkas dan mencabuti pohon-pohon yang dianggap mengganggu pemandangan.

Kerja bakti dan gotong royong itu, selain bertujuan membersihkan lingkungan, juga menciptakan lingkungan yang asri dan terlihat indah. Tak heran jika para wanita akan teriak-teriak protes pada saat pohon jepun dipangkas bagian bawahnya agar tegak dan nampak lebih indah.

“Aduh dasar laki-laki tidak pernah membuat canang, bunga-bunga itu kami tanam untuk keperluan kami, jangan asal main pangkas, asal kelihatan indah!” Begitu biasa teriakan para perempuan, terucapkan atau hanya dalam hati.

Para lelaki bisanya tetap kukuh dengan pendiriannya, yaitu demi kebersihan dan keindahan nusa dan bangsa, pokoknya semua harus bersih sih sih sih. Juga pohon-pohon kecil yang ada di pinggir-pinggir jalan dan gang-gang, semuanya harus bersih.

“Hehehe rasain kamu, habis dicabutin deh kamu,” ejek pohon besar kepada pohon-pohon kecil.

Di antara pohon-pohon kecil itu ada pohon kemeniran, rumput-rumputan, pohon lateng dan pohon kecil lainnya.

Pohon lateng adalah pohon yang paling ditakuti dan dimusuhi oleh para pekerja itu. Biasanya kalau melihat tempat yang ada pohon lateng-nya, langsung dicangkul sampai akar-akarnya, agar tidak tumbuh lagi.

Hal itulah yang selalu dijadikan bahan ejekan oleh para pohon besar. Diejek sekeras apapun lateng tetap santai.

“Makanya jadi pohon kecil jangan buat masalah, jangan kegatelan dan bikin gatel orang-orang, rasain habis kamu dicabuti, lama-lama keluargamu akan punah, ” ejek pohon-pohon lain.

“Biarin aja, hanya orang bodoh yang mencabutiku, hanya yang tak berpengetahuan, yang tidak mengetahui apa manfaatku. Coba mereka tahu mereka akan sibuk mencariku, terutama itu para lelaki tua yang mengeluh encok itu hihihi, emang gue pikirin, ” kata pohon lateng cuek.

“Kamu sih keterlaluan, bulu-bulu daun dan bungamu membuat gatel orang-orang,” tambah pohon-pohon lagi.

“Ya, mau gimana lagi, adaku memang begitu. Kalau ada yang dekat denganku, yang pemarah, jengkel, kesal dan hati yang panas pasti bulu-bulu daun dan bungaku akan bangun. Tapi kalau ada yang mendekatiku dengan lembut dan penuh kasih sayang, apalagi dengan bunyi kasih sayang frekwensi tinggi seperti memanggil ayam untuk diberi makan pasti bulu-buluku akan tidur. Karena itu aku sering disebut lateng siap atau ayam, ” kata pohon lateng.

Pohon-pohon lain masih tak terlalu peduli.

“Lagi pula kalau gatel terkena bulu-buluku, gampang kok meredakannya, oleskan saja minyak kelapa, pasti racunku akan tawar kok,” jelas pohon lateng lagi.

Pohon-pohon itu hanya melirik dan mendesah, “Ohh… “

Pada saat warga kerja bakti, lateng-lateng memang dicabuti. Tetapi ada seorang gadis yang diam-diam selalu memunggut dan menyimpan lateng-lateng itu, dan menyebarkan bunga-bunganya agar tumbuh lagi. Gadis itu adalah anak Pak Kelian Banjar yang sudah agak tua.

Suatu hari Bapak Kelian mengeluh sakit dan tak bisa berjalan. Kedua telapak kakinya merah-merah dan bengkak.

“Dasar leak pengecut, beraninya menyerang dari belakang, ayoo nampakkan dirimu, lawan aku, di mana, di kuburan? Aku tidak takut, ” kata Pak Kelian kesal dan menantang.

Anak gadisnya hanya tersenyum melihat itu. Kemudian membuatkan Pak Kelian teh.

“Sabar, Pak, jangan marah-marah, ” hibur anak gadisnya.

“Bagaimana tidak kesal, ini menjelang Kajeng Kliwon, leak-leak mendapat kekuatan besar untuk melakukan kejahatannya,” omel Pak Kelian lagi.

“Ya, sabar, Pak, ingatlah kepada Tuhan, berserahlah kepada Tuhan,” saran anak Pak Kelian lagi.

Keesokan harinya, Pak Kelian sudah terlihat jalan-jalan lagi sambil berjemur di bawah sinar matahari. Wajahnya terlihat cerah. Kakinya tidak bengkak lagi.

“Bagaimana, Pak, kakinya sudah sehat ya?” tanya anak Pak Kelian.

Pak Kelian menggangguk dan tersenyum, anak Pak Kelian juga tersenyum.

“Hihihi ternyata leaknya kalah melawan 10 lembar teh daun lateng ya, Pak. Daun lateng itu ternyata sakti lho. Bulu-bulu daun lateng itu mengandung zat yang dapat menghancurkan zat yang menyumbat pembuluh darah sehingga membuat asam urat dan rematik. Jadi kalau pas gotong royong jangan semuanya dibabat habis ya, Pak?! Hihihi,” kata anak Pak Kelian sambil menggoda bapaknya.

Sejak saat itu, pada saat gotong royong, warga banjar tidak sembarangan lagi membabat pohon. Pohon-pohon lateng itu dibiarkan hidup, hanya dipotong pucuknya sehingga tetapi hidup, agar bisa tetap dicari untuk dijadikan teh dan sayur. [T]

[][][] BACA dongeng-dongeng lain

Kupa, Seekor Kupu-kupu Pemarah
Semut Pekerja dan Dengung Nyamuk
Kelinci Rupawan | Dongeng Pendidikan
Tags: dongengdongeng pendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Mettarini | Sebentar Lagi Gelap Gulita

Next Post

Dian Dharmaningsih, Gadis Muda di Dunia Pemilu | Dulu Berseragam KPU, Kini Bawaslu

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails

Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 11, 2025
0
Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

LAUT menyambut senyum mentari pagi. Taman terumbu karang mengiringi nyanyian riang canda tawa ikan-ikan. Ada ikan warna-warni bermain petak umpet...

Read moreDetails

Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 5, 2025
0
Capung dan Daun Teratai | Dongeng dari Papua

ADA satu danau  berbentuk hati. Danau itu punya air biru jernih. Di sekitar danau tinggallah seekor capung bersama keluarga serangga:...

Read moreDetails
Next Post
Dian Dharmaningsih, Gadis Muda di Dunia Pemilu | Dulu Berseragam KPU, Kini Bawaslu

Dian Dharmaningsih, Gadis Muda di Dunia Pemilu | Dulu Berseragam KPU, Kini Bawaslu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026
Gaya

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

by Julio Saputra
May 20, 2026
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”
Panggung

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

"Memasuki tahap akhir inkubasi, Bang Dance merumuskan struktur dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebagai praktik koreografi kontemporer berbasis...

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?
Khas

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital
Esai

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

ERA digital ini, kemarahan hampir selalu bergerak lebih cepat daripada proses memahami, seperti sebuah judul yang diadili sebelum karya itu...

by Lailatus Sholihah
May 20, 2026
Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana
Ulas Musik

Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana

Citta-Vrittis dan Fenomena 'Sending' Dalam Psikologi Kognitif dan Filosofi Hindu, gejolak pikiran yang tak menentu disebut sebagai Citta-Vrittis. Fenomena sending...

by Ida Ayu Made Dwi Antari
May 20, 2026
Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’
Ulas Buku

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel...

by Inno Koten
May 20, 2026
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius
Tualang

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

by Julio Saputra
May 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

SETIAP tanggal 20 Mei bangsa Indonesia seolah menyetel ulang kompas tentang nasionalisme. Dari mana nasionalisme dimulai, dan kini hendak dibawa...

by Chusmeru
May 20, 2026
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026
Persona

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi
Esai

Sudut Pandang, Cinta, dan Manusia yang Terlalu Cepat Menghakimi

DUNIA modern melahirkan manusia-manusia yang semakin pandai berbicara, tetapi perlahan kehilangan kemampuan memahami. Hari ini, orang terlalu cepat membuat kesimpulan...

by Emi Suy
May 19, 2026
Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik
Bahasa

Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik

Pernahkah Anda mendengar seseorang kecewa dan mengeluh bahwa ia sedang patah hati kepada sebuah negara? Saya sendiri kerap mendengar orang...

by I Made Sudiana
May 19, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Setelah Tari Pembuka, Apa yang Tersisa dari Diplomasi Budaya Indonesia?

JUMAT malam, 8 Mei 2026, di Mactan Expo, Cebu, Filipina, dalam jamuan santap malam KTT ke-48 ASEAN, budaya tampil lagi...

by Early NHS
May 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co