24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pohon Lateng Mengalahkan Leak

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
March 18, 2023
in Dongeng
Penyesalan Kelelawar

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

SETIAP HARI MINGGU warga kerja bakti. Untuk hari Minggu ini, warga banjar semuanya laki-laki itu berencana memangkas dan mencabuti pohon-pohon yang dianggap mengganggu pemandangan.

Kerja bakti dan gotong royong itu, selain bertujuan membersihkan lingkungan, juga menciptakan lingkungan yang asri dan terlihat indah. Tak heran jika para wanita akan teriak-teriak protes pada saat pohon jepun dipangkas bagian bawahnya agar tegak dan nampak lebih indah.

“Aduh dasar laki-laki tidak pernah membuat canang, bunga-bunga itu kami tanam untuk keperluan kami, jangan asal main pangkas, asal kelihatan indah!” Begitu biasa teriakan para perempuan, terucapkan atau hanya dalam hati.

Para lelaki bisanya tetap kukuh dengan pendiriannya, yaitu demi kebersihan dan keindahan nusa dan bangsa, pokoknya semua harus bersih sih sih sih. Juga pohon-pohon kecil yang ada di pinggir-pinggir jalan dan gang-gang, semuanya harus bersih.

“Hehehe rasain kamu, habis dicabutin deh kamu,” ejek pohon besar kepada pohon-pohon kecil.

Di antara pohon-pohon kecil itu ada pohon kemeniran, rumput-rumputan, pohon lateng dan pohon kecil lainnya.

Pohon lateng adalah pohon yang paling ditakuti dan dimusuhi oleh para pekerja itu. Biasanya kalau melihat tempat yang ada pohon lateng-nya, langsung dicangkul sampai akar-akarnya, agar tidak tumbuh lagi.

Hal itulah yang selalu dijadikan bahan ejekan oleh para pohon besar. Diejek sekeras apapun lateng tetap santai.

“Makanya jadi pohon kecil jangan buat masalah, jangan kegatelan dan bikin gatel orang-orang, rasain habis kamu dicabuti, lama-lama keluargamu akan punah, ” ejek pohon-pohon lain.

“Biarin aja, hanya orang bodoh yang mencabutiku, hanya yang tak berpengetahuan, yang tidak mengetahui apa manfaatku. Coba mereka tahu mereka akan sibuk mencariku, terutama itu para lelaki tua yang mengeluh encok itu hihihi, emang gue pikirin, ” kata pohon lateng cuek.

“Kamu sih keterlaluan, bulu-bulu daun dan bungamu membuat gatel orang-orang,” tambah pohon-pohon lagi.

“Ya, mau gimana lagi, adaku memang begitu. Kalau ada yang dekat denganku, yang pemarah, jengkel, kesal dan hati yang panas pasti bulu-bulu daun dan bungaku akan bangun. Tapi kalau ada yang mendekatiku dengan lembut dan penuh kasih sayang, apalagi dengan bunyi kasih sayang frekwensi tinggi seperti memanggil ayam untuk diberi makan pasti bulu-buluku akan tidur. Karena itu aku sering disebut lateng siap atau ayam, ” kata pohon lateng.

Pohon-pohon lain masih tak terlalu peduli.

“Lagi pula kalau gatel terkena bulu-buluku, gampang kok meredakannya, oleskan saja minyak kelapa, pasti racunku akan tawar kok,” jelas pohon lateng lagi.

Pohon-pohon itu hanya melirik dan mendesah, “Ohh… “

Pada saat warga kerja bakti, lateng-lateng memang dicabuti. Tetapi ada seorang gadis yang diam-diam selalu memunggut dan menyimpan lateng-lateng itu, dan menyebarkan bunga-bunganya agar tumbuh lagi. Gadis itu adalah anak Pak Kelian Banjar yang sudah agak tua.

Suatu hari Bapak Kelian mengeluh sakit dan tak bisa berjalan. Kedua telapak kakinya merah-merah dan bengkak.

“Dasar leak pengecut, beraninya menyerang dari belakang, ayoo nampakkan dirimu, lawan aku, di mana, di kuburan? Aku tidak takut, ” kata Pak Kelian kesal dan menantang.

Anak gadisnya hanya tersenyum melihat itu. Kemudian membuatkan Pak Kelian teh.

“Sabar, Pak, jangan marah-marah, ” hibur anak gadisnya.

“Bagaimana tidak kesal, ini menjelang Kajeng Kliwon, leak-leak mendapat kekuatan besar untuk melakukan kejahatannya,” omel Pak Kelian lagi.

“Ya, sabar, Pak, ingatlah kepada Tuhan, berserahlah kepada Tuhan,” saran anak Pak Kelian lagi.

Keesokan harinya, Pak Kelian sudah terlihat jalan-jalan lagi sambil berjemur di bawah sinar matahari. Wajahnya terlihat cerah. Kakinya tidak bengkak lagi.

“Bagaimana, Pak, kakinya sudah sehat ya?” tanya anak Pak Kelian.

Pak Kelian menggangguk dan tersenyum, anak Pak Kelian juga tersenyum.

“Hihihi ternyata leaknya kalah melawan 10 lembar teh daun lateng ya, Pak. Daun lateng itu ternyata sakti lho. Bulu-bulu daun lateng itu mengandung zat yang dapat menghancurkan zat yang menyumbat pembuluh darah sehingga membuat asam urat dan rematik. Jadi kalau pas gotong royong jangan semuanya dibabat habis ya, Pak?! Hihihi,” kata anak Pak Kelian sambil menggoda bapaknya.

Sejak saat itu, pada saat gotong royong, warga banjar tidak sembarangan lagi membabat pohon. Pohon-pohon lateng itu dibiarkan hidup, hanya dipotong pucuknya sehingga tetapi hidup, agar bisa tetap dicari untuk dijadikan teh dan sayur. [T]

[][][] BACA dongeng-dongeng lain

Kupa, Seekor Kupu-kupu Pemarah
Semut Pekerja dan Dengung Nyamuk
Kelinci Rupawan | Dongeng Pendidikan
Tags: dongengdongeng pendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Mettarini | Sebentar Lagi Gelap Gulita

Next Post

Dian Dharmaningsih, Gadis Muda di Dunia Pemilu | Dulu Berseragam KPU, Kini Bawaslu

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails
Next Post
Dian Dharmaningsih, Gadis Muda di Dunia Pemilu | Dulu Berseragam KPU, Kini Bawaslu

Dian Dharmaningsih, Gadis Muda di Dunia Pemilu | Dulu Berseragam KPU, Kini Bawaslu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co