23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kelinci Rupawan | Dongeng Pendidikan

Wayan Purne by Wayan Purne
October 6, 2021
in Dongeng
Kelinci Rupawan | Dongeng Pendidikan

Ilustrasi gambar: Fuse art

Seekor kelinci bernama Lansa. Lansa hidup di sebuah gua yang berada di tengah hutan rimba yang sangat besar. Lansa, seekor kelinci yang selalu ingin menjaga penampilannya tetap menawan dan rupawan. Lansa merasa yang paling rupawan di antara binatang-binatang yang ada di hutan itu.

“Apa yang harus aku pakai agar aku semakin menawan dan bercahaya?” pikir Lansa.

Lansa mulai membuka lemari pakaian dan memperhatikan semua koleksi pakaiannya. Lansa hanya bengong, ia kebingungan tidak tahu harus memakai pakaian yang mana. Lansa merasa kesulitan memilih pakaian yang cocok dengan dirinya.

“Ahh, aku pakai topi ini,” gumam Lansa tersenyum senang.

Lansa memakai topi itu. Topi yang berwarna merah. Ia keluar dari gua memakai topi merah itu. Ia ingin menunjukkan keindahan topi merahnya. Ia mulai menelusuri hutan mencari teman-temannya.

“Pada kemana tema-temaku? Mengapa hari ini sepertinya mereka menghilang tiba-tiba?” pikir Lansa bingung.

Si Lansa melanjutkan perjalanannya.

“Mau kemana, Lansa?” sapa Beruang mengagetkan Lansa. Beruang asik bersandar di bawah pohon menikmati madu.

“Ternyata kamu di sini, Beruang,” ucap Lansa.

“Kenapa memangnya Lansa?” sahut Beruang tanpa memperhatikan Lansa.

“Beruang, coba lihat topi di kepalaku! Cocok gak denganku yang rupawan?” ucap Lansa tersenyum.

Beruang mulai memperhatikan topi yang dipakai oleh Lansa. Ia bengong melihat kepala Lansa.

“Beruang, cocok gak topiku ini?” tanya lagi Lansa.

“Cooocok-cocok, kamu pakai topi itu,” sahut Beruang tergagap akan desakan Lansa.

“Ah, pasti kamu bohong, Beruang!” ucap Lansa tak percaya.

“Benar, aku tak bohong Lansa,” jawab Beruang menahan tawanya.

Lansa percaya dengan ucapan Beruang. Ia merasa semakin yakin dengan topi yang ia pakai sangat cocok.

“Beruang, lebih baik aku pulang saja. Aku lihat teman-teman lainnya tidak ada,” ucap Lansa bahagia.

Beruang hanya mengangguk saja sambil masih menahan tawanya. Lansa pergi semakin  menjauh dari Beruang. Beruang juga lari berlawanan menjauhi Lansa karena sudah tidak kuat menahan tawanya.

“Haaa, sangat lucu melihat Lansa sebagai seekor kelinci memakai topi. Ia hanya memakai topi menutupi telinga panjangnya dan tidak memakai apa-apa,” gumam Beruang tertawa.

Beruang terus tertawa sampai binatang lain yang baru datang dari menjelajah terheran-heran. Mereka heran melihat Beruang terus tertawa. Akan tetapi, mereka juga ikut tertawa ketika mendengar cerita Beruang.

Lansa sudah sampai rumah. Ia merasa ada yang kurang dalam dirinya. Ia lantas berdiri di depan cermin. Ia memperhatikan dirinya.

“Oh, ternyata aku hanya memakai topi. Aku harus pakai sepatu dan sandal agar semakin terlihat tampan,”pikir Lansa.

Lansa mengambil sepasang sepatu dan sepasang sandal dari dalam lemari. Ia memakai sepatu di kaki belakangnya dan sandal di kaki depannya. Ia kembali ke cermin memperhatikan penampilannya.

“Sungguh sempurna penampilanku ini. Aku sungguh tampan,” ucap Lansa memuji-muji dirinya sendiri.

Lansa sudah puas memuji dirinya sendiri sebagai seekor kelinci yang menawan di depan cermin. Ia keluar dari rumahnya.

“Lebih baik aku menemui Beruang. Pasti ia setuju dengan penampilanku sekarang. Mungkin ia sekarang sudah di rumah,” pikir Lansa tersenyum.

Sedangkan di rumah Beruang, ada banyak teman-temannya berkumpul sedang asyik mendengar cerita tentang Lansa memakai topi merah.

“Tok tok tok,” Lansa mengetuk pintu rumah Beruang.

Seketika suasana di dalam rumah Beruang menjadi hening ketika mereka mendengar ketukan pintu.

“Mungkin itu Lansa yang datang. Jika itu Lansa, kalian tidak boleh ada yang tertawa,” ucap Beruang.

Mereka yang ada di dalam rumah Beruang hanya mengangguk melihat kearah pintu penuh rasa penasaran. Beruang melangkah ke arah pintu dan mengintip melalui lubang kecil yang ada di pintu. Benar saja, Lansa dengan topi merah di kepalanya berdiri di depan pintu. Beruang segera membuka pintu rumahnya.

“Bagaima penampilanku, Beruang?” tanya Lansa.

“Cocok cocok cocok,” jawab Beruang memperhatikan kaki Lansa.

Beruang bengong melihat kaki Lansa, tetapi sontak tawa terbahak-bahak riuh di ruang tamu mengagetkan Lansa. Lansa tidak tahu ada teman-teman yang sedang berkumpul di rumah Beruang.

“Mengapa kalian tertawa?” ucap Lansa kecewa.

“Tidak ada apa-apa, Lansa. Mereka hanya senang melihat topi merah mu,” ucap Beruang mewakili teman-temannya.

“Ah, lebih baik pulang saja. Aku pasti terlihat aneh,” ucap Lansa marah.

Lansa pulang berlari kencang, tetapi ia tidak menyadari berpapasan dengan Kelinci cantik yang juga akan ke rumah Beruang. Kelinci cantik itu bernama Kelen. Kelen mengenakan dress pink yang membuatnya semakin cantik bercahaya.

Kelen sampai ke rumah Beruang. Ia terheran-heran dengan keriuhan yang telah terjadi.

“Apa terjadi di sini? Mengapa aku lihat Lansa tampan itu berlari sedih?” tanya Kelen bingung.

“Sebenarnya tidak ada apa-apa, tetapi mereka hanya tertawa karena Lansa memakai topi merah dan sepatu sandal yang berbeda sehingga terlihat lucu,” jawab Beruang tersenyum.

“Mengapa karena yang ia kenakan terlihat lucu, kalian tertawakan. Semestinya, kalian memberi tahu dia kalau yang dipakainya tidak cocok,” kata Kelen terlihat kesal.

Beruang dan teman-temanya hanya tertunduk diam mendengarkan ucapan kekesalan Kelen. Mereka merasa bersalah telah mertawakanya.

Kelen meninggalkan rumah Beruang. Ia berkeinginan menemui dan menghibur Lansa.

“Semoga Lansa ada di rumah,” pikir Kelen.

Sampailah Kelen di rumah  Lansa. Ia berdiri di depan pintu rumahnya. Ia mengetuk-ngetuk pintu rumah itu, tetapi tidak ada yang membukakan pintu. Karena tidak ada yang membukakan pintu, Kelen mengintip melalui lubang kecil pintu, tetapi tidak terlihat ada Lansa.

“Siapa kamu? Mengapa ada di depan rumahku?” ucap Lansa mengaget Kelen.

Kelen menoleh kebelakang. Sontak Lansa kaget melihat Kelen.

“Wau, sungguh sangat anggun,” pikir Lansa.

“Aku ingin membantumu,” ucap Kelen memperhatikan penampilan Lansa.

“Membatu apa?” tanya Lansa terlihat tak bersemangat.

“Lihatlah dirimu! Kamu memakai topi merah yang menutupi semua telinga panjang indahmu. Kamu memakai sepatu yang berbeda ukuran di kaki belakangmu, tetapi kaki depanmu memakai sandal yang berbeda ukuran. Di tambah lagi, kamu tidak pakai baju dan celana. Itu menyebabkan kamu ditertawai oleh teman-temanmu karena terlihat lucu,” ucap Kelen.

Lansa hanya mengangguk sambil memperhatikan penampilannya sendiri.

“Mengapa kamu hanya diam saja? Ayo masuk ke rumahmu! Kita cari pakaian yang cocok,” ucap Kelen menarik tangan Lansa. Lansa hanya mengangguk mengikutinya.

 Lansa menunjukkan lemari pakaiannya. Kelen memilih pakaian yang cocok untuk Lansa

“Nah, ini baru pakaian yang cocok untuk mu dan semua kakimu memakai sepatu,” kata Kelen.

Kelen menjelaskan cara memilih pakaian yang cocok kepada Lansa agar tidak salah lagi memakai pakaian. Lansa dengan serius mendengarkan penjelasan Kelen.

“Ya, aku mengerti sekarang,” sahut Lansa.

Mereka memilih semua pakaian dan sepatu maupun sandal yang cocok. Kemudian, menempatkannya kembali dalam lemari. Kini, Lansa memiliki kepercayaan diri dalam berpakaian. [T]

Tags: dongengdongeng pendidikanPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memikirkan Seorang Remaja yang Bercita-cita jadi Antropolog

Next Post

Chef Competition di Adiwana Arkara Resort | Lestarikan Kuliner Nusantara

Wayan Purne

Wayan Purne

Lulusan Undiksha Singaraja. Suka membaca. Kini tinggal di sebuah desa di kawasan Buleleng timur menjadi pendidik di sebuah sekolah yang tak konvensional.

Related Posts

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails

Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 11, 2025
0
Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

LAUT menyambut senyum mentari pagi. Taman terumbu karang mengiringi nyanyian riang canda tawa ikan-ikan. Ada ikan warna-warni bermain petak umpet...

Read moreDetails
Next Post
Chef Competition di Adiwana Arkara Resort | Lestarikan Kuliner Nusantara

Chef Competition di Adiwana Arkara Resort | Lestarikan Kuliner Nusantara

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co