4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
in Dongeng
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

Ilustrasi tatkala.co

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura Dalem1. Akar-akarnya menjuntai seperti tirai, daunnya rimbun menutupi tanah di bawahnya. Pohon itu dibalut kain poleng2, di bawahnya ada pelinggih3 kecil yang selalu dipenuhi sesajen saat upacara atau hari suci.

 Orang-orang desa jarang mendekatinya, kecuali saat upacara di Pura Dalem, atau hari suci tertentu. Mereka percaya pohon beringin itu angker. Anak-anak dilarang bermain di bawahnya, orang dewasa pun hanya lewat sambil menunduk hormat.

“Jangan macam-macam di sana, itu tempat para penunggu desa!” Begitu kata orang tua mereka.

Namun sesungguhnya, beringin tua itu tidak jahat. Ia pohon penjaga yang setia. Sejak ratusan tahun lalu ia berdiri, menjadi saksi lahirnya anak-anak Desa Kerta Harum, doa-doa yang naik ke langit, dan upacara yang tak terhitung jumlahnya. Ia hanya kesepian. Tak ada yang mau duduk di akarnya, tak ada yang mau bercerita. Suaranya hanya berupa desiran daun yang tak pernah didengar.

Suatu hari, dari arah hutan, terbanglah seekor Jalak Bali. Bulunya putih bersih berkilau seperti kapas, ujung sayapnya hitam, dan lingkar matanya biru cerah seperti laut. Burung itu langka, dilindungi, dan menjadi simbol keindahan pulau Bali.

Tapi hari itu ia terbang tertatih, sayapnya terluka oleh peluru pemburu. Nafasnya tersengal, ia mencari tempat aman. Jalak itu pun melihat pohon beringin di pinggir jalan dekat Pura Dalem, dengan sisa tenaga ia hinggap di salah satu dahan rendahnya.

Beringin tua merasa getar halus di dahannya. “Siapa yang datang padaku?” desisnya pelan.

Jalak terkejut. Ia tidak pernah mendengar pohon bicara. “Aku… aku hanya mencari tempat berteduh. Tolong, jangan usir aku. Mereka mengejarku,” ucap Jalak dengan suara lemah.

“Tenanglah, Jalak. Aku tidak akan menyakitimu. Aku sudah lama menunggu teman. Istirahatlah di sini,” sahut Beringin dengan suara berat namun lembut. Akar-akar gantung Beringin turun lebih rendah, menutupi tubuh Jalak seperti tirai.

Hari-hari berikutnya, Jalak tinggal di dahan Beringin. Luka di sayapnya perlahan sembuh. Ia pun berkicau setiap pagi, kicauannya menenangkan hati Beringin, ia mendengarkan dengan bahagia.

“Suaramu indah sekali, aku sudah ratusan tahun berdiri di sini, tapi baru kali ini ada yang bernyanyi untukku,” kata Beringin.

Jalak tersenyum. “Aku pun baru kali ini punya sahabat yang tak bisa terbang,” candanya menyahuti Beringin.

Mereka tertawa bersama. Setiap sore, Beringin bercerita tentang desa: tentang upacara di Pura Dalem, tentang anak-anak yang dulu suka bermain di bawahnya, atau tentang sungai kecil yang mengalir di balik sawah dekat pura. Jalak mendengarkan dengan penuh rasa ingin tahu. Ia belajar bahwa Beringin bukan tempat angker, melainkan tempat suci yang penuh kisah.

Sementara itu, pemburu yang melukai Jalak tidak menyerah. Ia masih mencari sampai ke desa. Ia tahu Jalak Bali mahal harganya. Warga desa melihat ada orang asing berkeliaran membawa senapan. Mereka khawatir. Pada suatu siang, pemburu itu mendengar kicau Jalak dari pohon beringin. Tak berpikir Panjang, ia pun mendekati Beringin.

Beringin melihat dan merasakan niat jahat pemburu itu. “Cepat, sembunyi di akar gantungku!” bisiknya pada Jalak.

Jalak pun masuk ke sela-sela akar yang rimbun. Ketika pemburu mendekat, beringin menggoyangkan dahan-dahannya keras-keras.

Akar-akar gantungnya menjuntai turun seperti cambuk. Angin bertiup kencang seolah-olah badai datang tiba-tiba.

Pemburu terkejut, lututnya gemetar. “Astaga, penunggu pohon marah!” pemburu itu pun lari terbirit-birit meninggalkan desa.

Warga desa yang melihat kejadian itu pun keluar. Mereka menemukan bulu-bulu putih di akar Beringin. Mereka terdiam. “Itu bulu Jalak Bali, berarti burung itu bersembunyi di pohon ini,” ucap seorang tetua desa.

Para warga kemudian duduk jauh di ujung halaman Pura, mengintip dari balik pagar sambil menunggu Jalak muncul. Ketika Jalak muncul, mereka mulai memperhatikan bagaimana burung itu berkicau dan bermain, warga pun perlahan menyadari bahwa Beringin tua tidak menakutkan, melainkan pelindung yang meneduhkan.

Hari demi hari, keberanian warga bertambah. Suatu ketika, seorang tetua mengajak anak-anak desa untuk menabur biji jagung di dekat akar Beringin, menaruh air untuk Jalak, dan membersihkan daun-daun kering di sekitar Beringin.

Jalak pun mulai nyaman dengan kehadiran manusia, hinggap di dahan lebih rendah, bahkan sesekali membiarkan anak-anak menyentuh bulunya dengan lembut. Suasana di sekitar Pura Dalem Desa Kerta Harum menjadi lebih teduh. Daun Beringin berdesir riang, akar-akarnya terasa hangat, dan udara pagi dipenuhi kicau Jalak.

Perlahan, warga desa mulai rutin merawat Beringin dan Jalak. Anak-anak belajar menghargai alam sambil bermain di bawah cabang raksasa itu.

Jalak pun sembuh sempurna. Ia masih sering terbang ke hutan, tetapi setiap sore kembali ke Beringin. Ia tahu di sanalah rumah keduanya. Beringin tidak lagi kesepian. Ia punya sahabat, dan Desa Kerta Harum punya semangat baru.

“Terima kasih telah memercayaiku, kau telah mengajarkan mereka bahwa yang mereka takuti bukan musuh, melainkan pelindung,” kata Beringin pada suatu senja.

“Ah, sepertinya itu berlebihan. Kau juga mengajarkanku bahwa kekuatan tidak selalu berupa sayap atau senjata. Kadang kekuatan bisa berupa akar yang kokoh,” sahut Jalak mengangguk pelan.

Sejak itu, Desa Kerta Harum dikenal sebagai desa yang ramah pada alam. kawanan Jalak mulai sering datang karena merasa aman. Beringin tua di dekat Pura Dalem menjadi tempat bermain yang teduh bagi anak-anak, bukan lagi tempat angker yang menakutkan. [T]

Glosarium:

  1. Pura Dalem1: Pura pemujaan Dewa Siwa, bagian dari Kahyangan Tiga.
  2. Poleng2: Kain kotak-kotak hitam putih khas Bali.
  3. Pelinggih3: Bangunan suci.

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: dongengdongeng pendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Penyusup di Taman Kita

Next Post

“Sukawati Menyala, Wi!” — Euforia Lomba Baleganjur Ngarap HUT LPD Sukawati

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails

Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 11, 2025
0
Kuda Laut Jatuh Cinta | Dongeng Pendidikan

LAUT menyambut senyum mentari pagi. Taman terumbu karang mengiringi nyanyian riang canda tawa ikan-ikan. Ada ikan warna-warni bermain petak umpet...

Read moreDetails
Next Post
“Sukawati Menyala, Wi!” — Euforia Lomba Baleganjur Ngarap HUT LPD Sukawati

"Sukawati Menyala, Wi!" -- Euforia Lomba Baleganjur Ngarap HUT LPD Sukawati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co