23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semut Pekerja dan Dengung Nyamuk

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
October 20, 2021
in Dongeng
Penyesalan Kelelawar

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Semut dan Nyamuk adalah dua binatang kecil. Keduanya belajar pada guru yang sama, dan mendapatkan pelajaran yang sama. Sebagai guru Kunang-Kunang mengajari kedua muridnya itu untuk selalu bekerja dan bekerja.

“Semua mahluk hidup harus bekerja. Kalau tidak bekerja kita akan gelisah. Dengan bekerja hidup menjadi bermakna,” pesan Kunang-Kunang kepada kedua muridnya sebelum mereka berpisah.

Semut dan Nyamuk menanggapi berbeda pesan gurunya. Semut yang tak bisa terbang berusaha melakukan pekerjaan di tanah dan di dalam tanah. Kalau tidak bisa melakukan pekerjaan sendiri-sendiri Semut tak segan-segan untuk memanggil teman-temannya agar membantu. Pada teman-teman yang membantunya, Semut berbagi makanan yang didapatnya. Itulah sebabnya Semut selalu disayang oleh teman-temannya, selalu tampak gembira dan bersemangat.

Sebagai mahluk kecil, Semut memang tak bisa melakukan pekerjaan yang besar dan hebat. Semut hanya mencari makanan, mengolah makanan, membantu memberikan semut lain yang kekurangan makanan. Hal itu dilakukannya secara terus menerus dengan semangat.

“Dasar semut bodoh, tidak cerdas. Kamu bilang dirimu bekerja, mana hasil pekerjaanmu, jangan-jangan kamu hanya tidur bermalas-malasan. Guru Kunang-Kunang pasti akan sangat malu mempunyai murid bodoh sepertimu,” ejek Nyamuk dengan suara dengung yang keras di telinganya.

Semut menengadah berusaha melihat wajah Nyamuk teman sekelasnya itu. Tubuh temannya itu memang kini sudah besar, perutnya menggelembung.

“Nyamuk kini nampak berbeda, tubuhnya kuat dan terbangnya tinggi, pasti ia pekerja yang ulet, kuat dan cerdas, sehingga bisa memenuhi semua makanan yang diperlukan tubuhnya,” pikir Semut sambil tersenyum. Semut merasa bangga mempunyai teman seperti Nyamuk. Semut ingin belajar bekerja kepada Nyamuk. Sambil mendongakkan kepalanya, Semut berusaha mendekati Nyamuk, tapi Nyamuk malah mengejeknya.

“Jangan mendongak seperti itu, nanti kepalamu sakit. Kamu memang ditakdirkan sebagai mahluk rendahan, terimalah takdirmu, bekerja dan bekerjalah terus di dalam tanah sampai kau mampus, tapi tetap tak akan ada yang mengenalmu, tak akan ada yang memujimu, mengagumimu. Kau tak akan terkenal sepertiku, karena kau tak bisa bersuara,” kata Nyamuk dengan suara ejekan yang bergema. Semut bengong, ia diam, tak tahu maksud dari kata-kata Nyamuk.

Setelah pertemuannya dengan Nyamuk, Semut tetap melanjutkan pekerjaannya seperti biasa. Mencari makanan, membersihkan lantai dari remah-remah makan, membagikan makanan bagi yang memerlukannya. Semakin banyak Semut bekerja, Semut merasakan kekuatannya semakin besar. Dengan kekuatan yang semakin besar, Semut bisa mengumpulkan makanan yang makin banyak, dan makin banyak yang bisa dibantunya. Semutpun kini semakin banyak memiliki teman dan saudara, dan Semut merasa sangat bahagia.

Nyamuk seringkali datang untuk mengejeknya. Dengan suara dengungnya Nyamuk mengabarkan pada mahluk lain bahwa Semut tidak bisa bekerja. Tidak saja dirinya, mahluk hidup yang lainpun diprotes oleh Nyamuk. Ada saja kekurangan mahluk lain yang dilihat dan dibicarakan oleh Nyamuk. Gurunya, Kunang-kunang juga tak luput dari kritikan Nyamuk.

“Sebagai Guru, Kunang-Kunang tidak berhasil mengajarkan muridnya untuk bisa bercahaya seperti dirinya,” dengung Nyamuk yang disetujui oleh mahluk kecil lainnya.

Semut tahu Nyamuk sangat cerdas. Semut juga tahu Nyamuk juga sangat pandai berkata-kata, suaranya lantang dan tajam. Nyamuk sangat pandai mencari kata-kata yang pas untuk bisa meyakinkan mahluk-mahluk lain.

“Apakah Nyamuk juga bekerja, apakah pekerjaannya sehingga tubuhnya menjadi sebesar itu. Kalau dia tidak bekerja dari mana dia mendapatkan makanan…,” pikir Semut.

Tanpa sepengetahuan Semut, Kunang-Kunang berdiri di sampingnya, seolah-olah mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Semut.

“Makanannya adalah darah. Nyamuk hidup dengan mengisap darah manusia dan mahluk lain. Dia tidak mau bekerja dengan tubuhnya. Makanya Nyamuk gelisah. Kegelisahan itu membuatnya mencari-cari pekerjaan, salah satunya dengan mencari-cari kelemahan mahluk lain, membicarakannya dan mengumumkannya pada mahluk lain. Itulah yang Nyamuk kerjakan, agar ia merasa bekerja. Tetapi karena Nyamuk tak sungguh-sungguh bekerja, Nyamuk akan selalu merasa tak puas, akan selalu gelisah dan tak bahagia, Itulah sebabnya kenapa usia Nyamuk sangat singkat, berbeda dengan Semut yang bisa berusia sampai 30 tahun,” jelas Kunang-Kunang. [T]

Tags: dongengdongeng pendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Buda-Kembang”: Candra-Pertiwi

Next Post

“The Lost Of Equilibrium” | Kita Akan Mengenang Penari Nyoman Sura di Festival Seni Bali Jani 2021

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails
Next Post
“The Lost Of Equilibrium” | Kita Akan Mengenang Penari Nyoman Sura di Festival Seni Bali Jani  2021

“The Lost Of Equilibrium” | Kita Akan Mengenang Penari Nyoman Sura di Festival Seni Bali Jani 2021

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co