14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Buda-Kembang”: Candra-Pertiwi

I Ketut Sumarta by I Ketut Sumarta
October 20, 2021
in Esai
Akar Pohon Keheningan | Renungan Nyepi

TRADISI KEWAKTUAN Bali memberi perhatian dan makna istimewa kepada hari Buda (Rabu/Wednes-day), sehingga ada momentum jeda khusus manakala Buda datang, seperti saat Buda Umanis, Buda Paing, Buda Pon, Buda Wage, hingga yang paling istimewa Buda Kliwon. Kenapa Buda begitu penting?

Pertama, karena Buda merupakan hari yang pas tepat berada pada posisi pertengahan di antara siklus tujuh harian (saptawara). Ada tiga hari mendahului sebelumnya (Redite/Minggu/Sun-day), Soma/Senin/Moon-day, Anggara/Selasa/Tues-day), ada pula tiga hari menyusul sesudahnya (Wrehaspati/Kamis/Thurs-day, Sukra/Jumat/Fri-day), Saniscara/Sabtu/Satur-day). Posisi ini seakan menjadi titik equilibrium, keseimbangan nan prima.

Kedua, secara kosmologis maupun geomitologis Bali, hari Buda dikaitkan dengan posisi di arah barat dengan pangurip (neptu) 7. Barat berarti posisi Matahari tenggelam. Keteraturan hukum kosmik meniscayakan, usai Matahari tenggelam maka datanglah malam. Malam identik dengan gelap. Malam juga bersahabat dengan Candra/Rembulan. Karena itu, gelap lantas dikaitkan dengan elemen dasar Pertiwi, yang padat, berupa tanah.

Apakah Pertiwi, tanah, atau yang padat itu? Tradisi kesadaran kerohanian Bali memberi jawaban: Tanah adalah elemen yang mengandung segala inti-sari-hakikat elemen lainnya: udara/akasa yang tenang hening, angin/bayu/yang berembus, teja/yang bersinar, dan air/yang cair. Karena itu, tanah dibahasakan sebagai sarwa-tattwa, serba-hakikat, hakikat-serba-segalanya. Artinya, dari Pertiwi, tanah, yang padat inilah dapat dipahami serba-hakikat, inti-sari-pati-maknawi keberadaan yang lain-lain. Tiada akan terpahami inti-sari-pati-hakikat-maknawi yang lain, bila tattwa Pertiwi, tanah, yang padat belum terpahami. Hakikat keberadaan Langit Angkasa Raya dapat dipahami utuh manakala tattwa Pertiwi telah terpahami dan terkuasai seluruhnya dan seutuhnya.

Tiada bakal tercapai titik equilibrium, keseimbangan prima, harmoni, apalagi damai-bahagia bila tidak santun pada Pertiwi, tanah. Tanah memang kunci pembuka awal segala pemahaman. Paham artinya tahu, dan tahu berarti di-alam-i langsung. Di-alam-i langsung berarti di-SADAR-i. Sadar itu ingat. Ingat itu tidak lupa.

Paham Pertiwi, berarti tidak melupakan tanah, apalagi mengabaikan dan menyembarangkan tanah. Ketika tanah dilupakan, diabaikan, diperlakukan sembarangan, kehidupan pun menjadi teracuni, sehingga yang gelap menjadi kian gulita. Sebaliknya, ketika Pertiwi, tanah, di-SADAR-i, maka di titik itu pula tanah yang semula gelap berubah menjadi sinar terang cemerlang gilang-gemilang. Secara spiritual dinamakan: Mahadewa. Artinya: Mahacahaya sinar terang cemerlang gilang-gemilang…

Apakah Pertiwi, tanah, yang padat itu dalam diri manusia? Tradisi susastra kesadaran Bali menuturkan: tubuh-ragawi inilah Pertiwi. Badan inilah tanah, sehingga dianjurkan: manakala tak punya karang sawah, maka sepatutnya olahlah karang awak, tanah-tubuh sendiri. Gali-gali, tanamilah badan-ragawi ini sendiri dengan benih-benih kebaikan demi kebaikan yang membaikkan hidup dan kehidupan bersama. Sayangilah tubuh agar sehat segar bugar, pahamilah tubuh agar paham keberadaan sang Jiwa yang menghidupi tubuh.

Tak heran manakala Buda pas bertepatan dengan Purnama Raya di langit, seperti Buda Wage, Warigadean, 20-10-2021 ini, tradisi pelaku olah jiwa Bali pun memaknainya dengan superkhusus-istimewa. Ini dinamakan Buda Kembang. Ada pula menyebut Buda Nadi.

Kembang berarti mekar, merekah, cerah ceria. Layaknya bunga: mekar merekah, cerah ceria, begitu tenang nan damai dan bahagia muncul alamiah dari dalam kedalamannya sendiri. Yang mekar merekah, cerah ceria, tenang nan damai dan bahagia muncul alami dari dalam kedalamannya sendiri itu dinamakan: Buddha. Tiada ubahnya dengan Bulan Purnama Sempurna.

Begitulah dikira-kirakan transformasi Buda Kembang atau Buda Nadi itu: tenang nan damai dan bahagia cemerlang gilang gemilang. Bagi para penekun penempuh ”jalan sunyi”, momentum Buda Kembang ini sungguh dimaknai sebagai kesempatan emas pas tepat buat menyadari sambungan tali-rasa kalbu-hati: antara Pertiwi-Tanah-Tubuh-dan Candra/Rembulan.

Selamat menyempurna dalam pelukan teduh Purnama, Sahabat. Rahayu selalu.[T]

  • Detak detik Buda Wage, Warigadean, Buda Kembang, Purnama Kalima, 20.10.2021
Tags: filosofifilsafatfilsafat balihindurenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Syakieb Sungkar, Kolektor yang Melukis, Lukisan yang Banyak Cerita

Next Post

Semut Pekerja dan Dengung Nyamuk

I Ketut Sumarta

I Ketut Sumarta

Pejalan sunyi

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Penyesalan Kelelawar

Semut Pekerja dan Dengung Nyamuk

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co