21 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Gading Ganesha by Gading Ganesha
March 24, 2026
in Khas
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 | Foto: Tuanphotobali

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 dimulai. Alih-alih disambut oleh kesibukan yang meyakinkan, suasana justru tampak lengang, hanya ada sedikit aktivitas. Panggung memang sudah terpasang, tapi masih tanpa suara tanpa cahaya. Persiapannya terasa belum mencapai sepuluh persen. Rasa panik sempat muncul, meski saya berusaha menenangkan diri.

Saya kemudian kembali pada tugas yang diberikan: mengikuti persembahyangan di Pura Padmasana sekolah dan Ganapati Jagatnata, memohon kelancaran acara. Dalam situasi yang belum pasti, doa kadang menjadi penenang pertama.

Memasuki pukul sepuluh malam, keadaan belum banyak berubah. Para petugas teknis masih terlihat santai, seolah waktu masih panjang. Baru sound system di panggung yang mulai terpasang, diiringi lantunan lagu-lagu Bagus Wirata yang terdengar dari panggung yang belum benar-benar “hidup”. Dibawakan oleh kru mereka saat cek sound. Saya tetap mencoba tenang, meski kegelisahan belum sepenuhnya hilang.

Namun tepat pukul dua belas malam, suasana mulai berubah. Seperti ada tombol yang seakan ditekan tiba-tiba. Para pekerja teknis bergerak lebih cepat. Tim produksi Belakang Layar di bawah komando Agus Wiriawan—yang akrab disapa Agus AW—mulai menunjukkan ritme kerja sesungguhnya. Bersama mereka, tim teknis running di bawah kendali Race Director Arief Billah juga tampak sibuk keluar-masuk area SMA Negeri 1 Singaraja.

Di tengah rasa kantuk, saya masih disana bersama panitia lain, alumni angkatan 2005 hingga 2009. Mendampingi ketua panitia, Putu Dedy Saputra. Ia terlihat tenang, meski mungkin itu hanya di permukaan. Sambil mengamati jalannya persiapan, ia sempat berkata, “Kita hanya bisa pasrah dan menunggu keajaiban datang.” kalimat yang menggantung antara pasrah dan percaya.

Sementara itu, Gede Dedy Aryawan—rekan panitia yang seminggu terakhir kerap membuat saya kesal karena tugas-tugas mendadak—justru terlihat paling yakin. Menurutnya bahwa pola kerja seperti ini adalah hal biasa bagi tim teknis. Ia menyiratkan bahwa semuanya akan selesai tepat waktu. Entah keyakinan atau sekadar penghiburan, saya masih diliputi keraguan, terlebih dengan waktu tersisa hanya tiga jam. Dinginnya malam pun membuat kepercayaan terasa mahal.

Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 | Foto: Tuanphotobali

Hingga akhirnya terjawab menjelang pukul tiga pagi, Minggu 22 Maret. Perlahan namun pasti, seluruh elemen acara mulai tampak siap. Panggung berdiri sempurna, sound system berfungsi, tenda kesehatan, area refreshment, stan UMKM, hingga gate spesial tertata rapi. Ternyata semuanya benar-benar selesai. Barangkali memang begitulah cara kerjanya.

Saya pun bergegas pulang sejenak untuk bersiap—mencuci muka, makan roti, dan berganti pakaian lari—lalu kembali ke lokasi pukul empat pagi lebih lima belas menit. Beberapa panitia sudah hadir lebih dulu. Gede Kajeng Eka dan Dodik Swadiyasa Putra dari alumni 2005, Desi Parlina dan Harie Mahendra alumni 2006, serta Putu Ari Sadhu Permana dan Komang Hary Subariana alumni 2008 tampak bersemangat, berbagi peran menyambut peserta, tamu undangan, hingga menyapa pecalang yang membantu parkir. Sementara itu, Gede Alit Wijaya alumni 2009 fokus mempersiapkan hiburan di Pelabuhan Buleleng untuk memberi semangat para pelari. Sayapun akhirnya sudah mulai bisa tersenyum.

Pukul setengah enam pagi. Halaman sekolah berubah, lebih dari 800 peserta telah memenuhi ruang yang tadi serasa kosong. Suasana menjadi meriah dan penuh energi. Kolonel Eka Wira Dharmawan, yang dikenal sebagai “King of Sparco,” memandu sesi pemanasan dengan penuh semangat. Kehadiran Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, Sekretaris Daerah Gede Suyasa, Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Dandim 1609 Buleleng Letkol Achmad Setiawan, serta Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Singaraja Made Sri Astiti semakin menambah semarak acara, diiringi dentuman energik para drummer muda dari Member Musik Asik.

Rute lari sejauh lima kilometer membawa peserta menyusuri berbagai sudut Kota Singaraja—mulai dari Jalan Pramuka, Udayana, Kartini, Ahmad Yani, Diponegoro, kawasan Pelabuhan Buleleng, hingga melewati jembatan ikonik Buleleng. Perjalanan berlanjut ke Jalan Hasanudin, Gajah Mada, Letkol Wisnu, dan kembali ke Jalan Pramuka. Sepanjang rute, para pelari disambut sorakan semangat, terutama dari siswa OSIS SMA Negeri 1 Singaraja yang berjaga di beberapa titik strategis. Setiap langkah menapaki rute seakan membawa ingatan masa lalu.

Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 | Foto: Tuanphotobali

Sesampainya di garis finis, para peserta disambut medali bergambar ikon sekolah. Gedung tiga lantai bergaya kolonial. Serta suguhan yang tidak biasa: air kelapa muda asli. Seorang pelari bahkan mengungkapkan bahwa ia sudah beberapa kali mengikuti event lari, termasuk skala nasional, namun belum pernah menemukan sajian seperti ini—dan menurutnya, rasanya benar-benar menyegarkan.

Menariknya, pilihan air kelapa muda bukanlah rencana awal. Panitia tidak mencapai kesepakatan dengan penyedia air minum dalam kemasan, sehingga harus mencari alternatif yang tetap baik untuk pemulihan. Beruntung, beberapa panitia memiliki relasi dengan penjual kelapa muda di Singaraja. Keputusan ini menjadi nilai tambah: mengurangi sampah plastik, membantu pelaku usaha lokal, sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi peserta. Segar dan membumi.

Setelah berlari, acara berubah bentuk. menjadi hangat dan akrab. Para alumni berkumpul dengan teman seangkatan, mengabadikan momen, saling menyapa, dan saling “olah-olahan” gaya bercanda khas Buleleng—Di angkatan saya, misalnya, ada seorang teman yang menjadi sasaran, karena mendapat medali 100 finisher pertama, padahal ini adalah event lari pertamanya, bahkan tidak  tampak berkeringat. Dicurigai ia salah rute. Meski begitu ia tetap percaya diri.

Suasana semakin penuh nostalgia ketika beberapa peserta kembali menyusuri ruang kelas, bertemu guru-guru, termasuk yang telah pensiun dan memang diundang oleh panitia. Momen ini menjadi ruang untuk mengenang sekaligus memberi apresiasi.

Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 | Foto: Tuanphotobali

Sejak awal, kegiatan ini memang dirancang bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga aksi sosial. Dalam kesempatan tersebut, donasi yang terkumpul, secara simbolis diserahkan kepada Yayasan Kaki Kita Senusantara untuk Pengadaan Kaki Palsu.  Kemudian penyerahan beasiswa bagi siswa berprestasi kurang mampu di SMA Negeri 1 Singaraja. Selain itu, diserahkan pula Wastra untuk Padmasana sekolah dan Pura Ganapati Jagatnata.

Sebelumnya, donasi dari peserta dan donatur juga telah disalurkan kepada korban bencana alam di Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Sebulan sebelumnya kegiatan ini juga diawali dengan penanaman puluhan bibit pohon beringin di kawasan hutan Desa Panji, Kecamatan Sukasada.

Mungkin itu yang membuat antusiasme peserta jadi luar biasa. Bahkan mereka yang tidak pernah berlari sebelumnya. Termasuk Alit Yusi, teman saya, alumni 2007 yang kini menetap di Denpasar. Ia mengaku belum pernah mengikuti event lari sebelumnya, tetapi terdorong oleh keinginan untuk bertemu teman dan berbagi.

Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 | Foto: Tuanphotobali

Setelah mengikuti acara hingga selesai, ia menulis kalimat singkat pada laman media sosialnya. “Acara fun run yang super fun” dilengkapi dengan foto-foto terbaik, yang sepertinya ia pilih dari sebuah marketplace dokumentasi berbasis aplikasi.

Saya mengerti maksudnya, Ada ratusan peserta lain dengan cerita serupa—menjadikan ini sebagai event lari pertama mereka, dengan motivasi utama bertemu teman-teman lama.

Wajah lelah hampir tidak terlihat. Yang ada hanyalah canda, tawa, dan kehangatan pertemuan. Masa putih abu-abu seakan hidup kembali dalam kebersamaan itu.

Jumlah peserta mungkin tidak ribuan, pun rutenya hanyalah lima kilometer. Namun, gelaran sederhana yang digagas oleh panitia dengan sumber daya terbatas dan minim pengalaman ini justru membuktikan sesuatu yang bermakna.

Acara yang ditutup dengan bernyanyi bersama Bagus Wirata itupun akhirnya jadi ajang yang bukan hanya sekadar berlari. Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 ini menjadi ruang untuk berbagi dan merayakan kenangan, pun jadi alasan untuk kembali pulang.

Bagi saya pribadi, berlari bersama teman-teman ternyata bukan hanya menyehatkan, tetapi juga menyenangkan. Jika sudah seperti ini, bukan tidak mungkin akan ada cerita lanjutan— ya, selama semuanya tetap membawa dampak baik. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengolahragareuniSingarajaSMAN 1 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Next Post

AI: Alat Bantu, Bukan Pembantu

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
AI: Alat Bantu, Bukan Pembantu

AI: Alat Bantu, Bukan Pembantu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
Lampu Merah dan Mental Menerabas
Esai

Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

by Angga Wijaya
August 20, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Ajian Jaran Goyang

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

by Chusmeru
August 20, 2026
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia
Budaya

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

by tatkala
August 19, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [2]: Pintu yang Terbuka, Pagar yang Runtuh

PADA tahun 1999, Seno Gumira Ajidarma menerbitkan kumpulan essay Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara. Judulnya adalah pernyataan sekaligus pengakuan,...

by Andre Syahreza
August 19, 2026
Penjaga Rupa Utara, Jejak Perjalanan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa
Buku Tatkala

Penjaga Rupa Utara, Jejak Perjalanan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa

Judul: PENJAGA RUPA UTAR, Jejak Warisan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa Penerbit: PT Tatkala Sekala...

by Buku Tatkala
August 19, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
UPMI Bali Lepas 237 Wisudawan, Rektor Ingatkan Gelar Bukan Sekadar untuk Dipajang
Pendidikan

UPMI Bali Lepas 237 Wisudawan, Rektor Ingatkan Gelar Bukan Sekadar untuk Dipajang

 “Gelar ini bukan untuk dipajang tapi untuk dibuktikan dengan karya.” Pesan Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta,...

by Dede Putra Wiguna
August 19, 2026
Merawat Warisan Budaya Kolonial…
Esai

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

by Pande Susan
August 19, 2026
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         
Khas

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

by Agung Sudarsa
August 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co