10 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Gading Ganesha by Gading Ganesha
March 24, 2026
in Khas
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 | Foto: Tuanphotobali

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 dimulai. Alih-alih disambut oleh kesibukan yang meyakinkan, suasana justru tampak lengang, hanya ada sedikit aktivitas. Panggung memang sudah terpasang, tapi masih tanpa suara tanpa cahaya. Persiapannya terasa belum mencapai sepuluh persen. Rasa panik sempat muncul, meski saya berusaha menenangkan diri.

Saya kemudian kembali pada tugas yang diberikan: mengikuti persembahyangan di Pura Padmasana sekolah dan Ganapati Jagatnata, memohon kelancaran acara. Dalam situasi yang belum pasti, doa kadang menjadi penenang pertama.

Memasuki pukul sepuluh malam, keadaan belum banyak berubah. Para petugas teknis masih terlihat santai, seolah waktu masih panjang. Baru sound system di panggung yang mulai terpasang, diiringi lantunan lagu-lagu Bagus Wirata yang terdengar dari panggung yang belum benar-benar “hidup”. Dibawakan oleh kru mereka saat cek sound. Saya tetap mencoba tenang, meski kegelisahan belum sepenuhnya hilang.

Namun tepat pukul dua belas malam, suasana mulai berubah. Seperti ada tombol yang seakan ditekan tiba-tiba. Para pekerja teknis bergerak lebih cepat. Tim produksi Belakang Layar di bawah komando Agus Wiriawan—yang akrab disapa Agus AW—mulai menunjukkan ritme kerja sesungguhnya. Bersama mereka, tim teknis running di bawah kendali Race Director Arief Billah juga tampak sibuk keluar-masuk area SMA Negeri 1 Singaraja.

Di tengah rasa kantuk, saya masih disana bersama panitia lain, alumni angkatan 2005 hingga 2009. Mendampingi ketua panitia, Putu Dedy Saputra. Ia terlihat tenang, meski mungkin itu hanya di permukaan. Sambil mengamati jalannya persiapan, ia sempat berkata, “Kita hanya bisa pasrah dan menunggu keajaiban datang.” kalimat yang menggantung antara pasrah dan percaya.

Sementara itu, Gede Dedy Aryawan—rekan panitia yang seminggu terakhir kerap membuat saya kesal karena tugas-tugas mendadak—justru terlihat paling yakin. Menurutnya bahwa pola kerja seperti ini adalah hal biasa bagi tim teknis. Ia menyiratkan bahwa semuanya akan selesai tepat waktu. Entah keyakinan atau sekadar penghiburan, saya masih diliputi keraguan, terlebih dengan waktu tersisa hanya tiga jam. Dinginnya malam pun membuat kepercayaan terasa mahal.

Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 | Foto: Tuanphotobali

Hingga akhirnya terjawab menjelang pukul tiga pagi, Minggu 22 Maret. Perlahan namun pasti, seluruh elemen acara mulai tampak siap. Panggung berdiri sempurna, sound system berfungsi, tenda kesehatan, area refreshment, stan UMKM, hingga gate spesial tertata rapi. Ternyata semuanya benar-benar selesai. Barangkali memang begitulah cara kerjanya.

Saya pun bergegas pulang sejenak untuk bersiap—mencuci muka, makan roti, dan berganti pakaian lari—lalu kembali ke lokasi pukul empat pagi lebih lima belas menit. Beberapa panitia sudah hadir lebih dulu. Gede Kajeng Eka dan Dodik Swadiyasa Putra dari alumni 2005, Desi Parlina dan Harie Mahendra alumni 2006, serta Putu Ari Sadhu Permana dan Komang Hary Subariana alumni 2008 tampak bersemangat, berbagi peran menyambut peserta, tamu undangan, hingga menyapa pecalang yang membantu parkir. Sementara itu, Gede Alit Wijaya alumni 2009 fokus mempersiapkan hiburan di Pelabuhan Buleleng untuk memberi semangat para pelari. Sayapun akhirnya sudah mulai bisa tersenyum.

Pukul setengah enam pagi. Halaman sekolah berubah, lebih dari 800 peserta telah memenuhi ruang yang tadi serasa kosong. Suasana menjadi meriah dan penuh energi. Kolonel Eka Wira Dharmawan, yang dikenal sebagai “King of Sparco,” memandu sesi pemanasan dengan penuh semangat. Kehadiran Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, Sekretaris Daerah Gede Suyasa, Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Dandim 1609 Buleleng Letkol Achmad Setiawan, serta Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Singaraja Made Sri Astiti semakin menambah semarak acara, diiringi dentuman energik para drummer muda dari Member Musik Asik.

Rute lari sejauh lima kilometer membawa peserta menyusuri berbagai sudut Kota Singaraja—mulai dari Jalan Pramuka, Udayana, Kartini, Ahmad Yani, Diponegoro, kawasan Pelabuhan Buleleng, hingga melewati jembatan ikonik Buleleng. Perjalanan berlanjut ke Jalan Hasanudin, Gajah Mada, Letkol Wisnu, dan kembali ke Jalan Pramuka. Sepanjang rute, para pelari disambut sorakan semangat, terutama dari siswa OSIS SMA Negeri 1 Singaraja yang berjaga di beberapa titik strategis. Setiap langkah menapaki rute seakan membawa ingatan masa lalu.

Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 | Foto: Tuanphotobali

Sesampainya di garis finis, para peserta disambut medali bergambar ikon sekolah. Gedung tiga lantai bergaya kolonial. Serta suguhan yang tidak biasa: air kelapa muda asli. Seorang pelari bahkan mengungkapkan bahwa ia sudah beberapa kali mengikuti event lari, termasuk skala nasional, namun belum pernah menemukan sajian seperti ini—dan menurutnya, rasanya benar-benar menyegarkan.

Menariknya, pilihan air kelapa muda bukanlah rencana awal. Panitia tidak mencapai kesepakatan dengan penyedia air minum dalam kemasan, sehingga harus mencari alternatif yang tetap baik untuk pemulihan. Beruntung, beberapa panitia memiliki relasi dengan penjual kelapa muda di Singaraja. Keputusan ini menjadi nilai tambah: mengurangi sampah plastik, membantu pelaku usaha lokal, sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi peserta. Segar dan membumi.

Setelah berlari, acara berubah bentuk. menjadi hangat dan akrab. Para alumni berkumpul dengan teman seangkatan, mengabadikan momen, saling menyapa, dan saling “olah-olahan” gaya bercanda khas Buleleng—Di angkatan saya, misalnya, ada seorang teman yang menjadi sasaran, karena mendapat medali 100 finisher pertama, padahal ini adalah event lari pertamanya, bahkan tidak  tampak berkeringat. Dicurigai ia salah rute. Meski begitu ia tetap percaya diri.

Suasana semakin penuh nostalgia ketika beberapa peserta kembali menyusuri ruang kelas, bertemu guru-guru, termasuk yang telah pensiun dan memang diundang oleh panitia. Momen ini menjadi ruang untuk mengenang sekaligus memberi apresiasi.

Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 | Foto: Tuanphotobali

Sejak awal, kegiatan ini memang dirancang bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga aksi sosial. Dalam kesempatan tersebut, donasi yang terkumpul, secara simbolis diserahkan kepada Yayasan Kaki Kita Senusantara untuk Pengadaan Kaki Palsu.  Kemudian penyerahan beasiswa bagi siswa berprestasi kurang mampu di SMA Negeri 1 Singaraja. Selain itu, diserahkan pula Wastra untuk Padmasana sekolah dan Pura Ganapati Jagatnata.

Sebelumnya, donasi dari peserta dan donatur juga telah disalurkan kepada korban bencana alam di Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Sebulan sebelumnya kegiatan ini juga diawali dengan penanaman puluhan bibit pohon beringin di kawasan hutan Desa Panji, Kecamatan Sukasada.

Mungkin itu yang membuat antusiasme peserta jadi luar biasa. Bahkan mereka yang tidak pernah berlari sebelumnya. Termasuk Alit Yusi, teman saya, alumni 2007 yang kini menetap di Denpasar. Ia mengaku belum pernah mengikuti event lari sebelumnya, tetapi terdorong oleh keinginan untuk bertemu teman dan berbagi.

Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 | Foto: Tuanphotobali

Setelah mengikuti acara hingga selesai, ia menulis kalimat singkat pada laman media sosialnya. “Acara fun run yang super fun” dilengkapi dengan foto-foto terbaik, yang sepertinya ia pilih dari sebuah marketplace dokumentasi berbasis aplikasi.

Saya mengerti maksudnya, Ada ratusan peserta lain dengan cerita serupa—menjadikan ini sebagai event lari pertama mereka, dengan motivasi utama bertemu teman-teman lama.

Wajah lelah hampir tidak terlihat. Yang ada hanyalah canda, tawa, dan kehangatan pertemuan. Masa putih abu-abu seakan hidup kembali dalam kebersamaan itu.

Jumlah peserta mungkin tidak ribuan, pun rutenya hanyalah lima kilometer. Namun, gelaran sederhana yang digagas oleh panitia dengan sumber daya terbatas dan minim pengalaman ini justru membuktikan sesuatu yang bermakna.

Acara yang ditutup dengan bernyanyi bersama Bagus Wirata itupun akhirnya jadi ajang yang bukan hanya sekadar berlari. Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 ini menjadi ruang untuk berbagi dan merayakan kenangan, pun jadi alasan untuk kembali pulang.

Bagi saya pribadi, berlari bersama teman-teman ternyata bukan hanya menyehatkan, tetapi juga menyenangkan. Jika sudah seperti ini, bukan tidak mungkin akan ada cerita lanjutan— ya, selama semuanya tetap membawa dampak baik. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengolahragareuniSingarajaSMAN 1 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Next Post

AI: Alat Bantu, Bukan Pembantu

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
AI: Alat Bantu, Bukan Pembantu

AI: Alat Bantu, Bukan Pembantu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas
Pendidikan

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

SEBANYAK 490 mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali memulai kehidupan kampus melalui Malam Kreativitas Kampus dan Pembukaan Pengenalan...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”
Pop

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Tubuh yang Saya Suruh Begadang
Esai

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

by Angga Wijaya
September 9, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

by Chusmeru
September 9, 2026
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional
Khas

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co