19 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Gading Ganesha by Gading Ganesha
March 24, 2026
in Khas
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 | Foto: Tuanphotobali

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 dimulai. Alih-alih disambut oleh kesibukan yang meyakinkan, suasana justru tampak lengang, hanya ada sedikit aktivitas. Panggung memang sudah terpasang, tapi masih tanpa suara tanpa cahaya. Persiapannya terasa belum mencapai sepuluh persen. Rasa panik sempat muncul, meski saya berusaha menenangkan diri.

Saya kemudian kembali pada tugas yang diberikan: mengikuti persembahyangan di Pura Padmasana sekolah dan Ganapati Jagatnata, memohon kelancaran acara. Dalam situasi yang belum pasti, doa kadang menjadi penenang pertama.

Memasuki pukul sepuluh malam, keadaan belum banyak berubah. Para petugas teknis masih terlihat santai, seolah waktu masih panjang. Baru sound system di panggung yang mulai terpasang, diiringi lantunan lagu-lagu Bagus Wirata yang terdengar dari panggung yang belum benar-benar “hidup”. Dibawakan oleh kru mereka saat cek sound. Saya tetap mencoba tenang, meski kegelisahan belum sepenuhnya hilang.

Namun tepat pukul dua belas malam, suasana mulai berubah. Seperti ada tombol yang seakan ditekan tiba-tiba. Para pekerja teknis bergerak lebih cepat. Tim produksi Belakang Layar di bawah komando Agus Wiriawan—yang akrab disapa Agus AW—mulai menunjukkan ritme kerja sesungguhnya. Bersama mereka, tim teknis running di bawah kendali Race Director Arief Billah juga tampak sibuk keluar-masuk area SMA Negeri 1 Singaraja.

Di tengah rasa kantuk, saya masih disana bersama panitia lain, alumni angkatan 2005 hingga 2009. Mendampingi ketua panitia, Putu Dedy Saputra. Ia terlihat tenang, meski mungkin itu hanya di permukaan. Sambil mengamati jalannya persiapan, ia sempat berkata, “Kita hanya bisa pasrah dan menunggu keajaiban datang.” kalimat yang menggantung antara pasrah dan percaya.

Sementara itu, Gede Dedy Aryawan—rekan panitia yang seminggu terakhir kerap membuat saya kesal karena tugas-tugas mendadak—justru terlihat paling yakin. Menurutnya bahwa pola kerja seperti ini adalah hal biasa bagi tim teknis. Ia menyiratkan bahwa semuanya akan selesai tepat waktu. Entah keyakinan atau sekadar penghiburan, saya masih diliputi keraguan, terlebih dengan waktu tersisa hanya tiga jam. Dinginnya malam pun membuat kepercayaan terasa mahal.

Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 | Foto: Tuanphotobali

Hingga akhirnya terjawab menjelang pukul tiga pagi, Minggu 22 Maret. Perlahan namun pasti, seluruh elemen acara mulai tampak siap. Panggung berdiri sempurna, sound system berfungsi, tenda kesehatan, area refreshment, stan UMKM, hingga gate spesial tertata rapi. Ternyata semuanya benar-benar selesai. Barangkali memang begitulah cara kerjanya.

Saya pun bergegas pulang sejenak untuk bersiap—mencuci muka, makan roti, dan berganti pakaian lari—lalu kembali ke lokasi pukul empat pagi lebih lima belas menit. Beberapa panitia sudah hadir lebih dulu. Gede Kajeng Eka dan Dodik Swadiyasa Putra dari alumni 2005, Desi Parlina dan Harie Mahendra alumni 2006, serta Putu Ari Sadhu Permana dan Komang Hary Subariana alumni 2008 tampak bersemangat, berbagi peran menyambut peserta, tamu undangan, hingga menyapa pecalang yang membantu parkir. Sementara itu, Gede Alit Wijaya alumni 2009 fokus mempersiapkan hiburan di Pelabuhan Buleleng untuk memberi semangat para pelari. Sayapun akhirnya sudah mulai bisa tersenyum.

Pukul setengah enam pagi. Halaman sekolah berubah, lebih dari 800 peserta telah memenuhi ruang yang tadi serasa kosong. Suasana menjadi meriah dan penuh energi. Kolonel Eka Wira Dharmawan, yang dikenal sebagai “King of Sparco,” memandu sesi pemanasan dengan penuh semangat. Kehadiran Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, Sekretaris Daerah Gede Suyasa, Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Dandim 1609 Buleleng Letkol Achmad Setiawan, serta Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Singaraja Made Sri Astiti semakin menambah semarak acara, diiringi dentuman energik para drummer muda dari Member Musik Asik.

Rute lari sejauh lima kilometer membawa peserta menyusuri berbagai sudut Kota Singaraja—mulai dari Jalan Pramuka, Udayana, Kartini, Ahmad Yani, Diponegoro, kawasan Pelabuhan Buleleng, hingga melewati jembatan ikonik Buleleng. Perjalanan berlanjut ke Jalan Hasanudin, Gajah Mada, Letkol Wisnu, dan kembali ke Jalan Pramuka. Sepanjang rute, para pelari disambut sorakan semangat, terutama dari siswa OSIS SMA Negeri 1 Singaraja yang berjaga di beberapa titik strategis. Setiap langkah menapaki rute seakan membawa ingatan masa lalu.

Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 | Foto: Tuanphotobali

Sesampainya di garis finis, para peserta disambut medali bergambar ikon sekolah. Gedung tiga lantai bergaya kolonial. Serta suguhan yang tidak biasa: air kelapa muda asli. Seorang pelari bahkan mengungkapkan bahwa ia sudah beberapa kali mengikuti event lari, termasuk skala nasional, namun belum pernah menemukan sajian seperti ini—dan menurutnya, rasanya benar-benar menyegarkan.

Menariknya, pilihan air kelapa muda bukanlah rencana awal. Panitia tidak mencapai kesepakatan dengan penyedia air minum dalam kemasan, sehingga harus mencari alternatif yang tetap baik untuk pemulihan. Beruntung, beberapa panitia memiliki relasi dengan penjual kelapa muda di Singaraja. Keputusan ini menjadi nilai tambah: mengurangi sampah plastik, membantu pelaku usaha lokal, sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi peserta. Segar dan membumi.

Setelah berlari, acara berubah bentuk. menjadi hangat dan akrab. Para alumni berkumpul dengan teman seangkatan, mengabadikan momen, saling menyapa, dan saling “olah-olahan” gaya bercanda khas Buleleng—Di angkatan saya, misalnya, ada seorang teman yang menjadi sasaran, karena mendapat medali 100 finisher pertama, padahal ini adalah event lari pertamanya, bahkan tidak  tampak berkeringat. Dicurigai ia salah rute. Meski begitu ia tetap percaya diri.

Suasana semakin penuh nostalgia ketika beberapa peserta kembali menyusuri ruang kelas, bertemu guru-guru, termasuk yang telah pensiun dan memang diundang oleh panitia. Momen ini menjadi ruang untuk mengenang sekaligus memberi apresiasi.

Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 | Foto: Tuanphotobali

Sejak awal, kegiatan ini memang dirancang bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga aksi sosial. Dalam kesempatan tersebut, donasi yang terkumpul, secara simbolis diserahkan kepada Yayasan Kaki Kita Senusantara untuk Pengadaan Kaki Palsu.  Kemudian penyerahan beasiswa bagi siswa berprestasi kurang mampu di SMA Negeri 1 Singaraja. Selain itu, diserahkan pula Wastra untuk Padmasana sekolah dan Pura Ganapati Jagatnata.

Sebelumnya, donasi dari peserta dan donatur juga telah disalurkan kepada korban bencana alam di Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Sebulan sebelumnya kegiatan ini juga diawali dengan penanaman puluhan bibit pohon beringin di kawasan hutan Desa Panji, Kecamatan Sukasada.

Mungkin itu yang membuat antusiasme peserta jadi luar biasa. Bahkan mereka yang tidak pernah berlari sebelumnya. Termasuk Alit Yusi, teman saya, alumni 2007 yang kini menetap di Denpasar. Ia mengaku belum pernah mengikuti event lari sebelumnya, tetapi terdorong oleh keinginan untuk bertemu teman dan berbagi.

Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 | Foto: Tuanphotobali

Setelah mengikuti acara hingga selesai, ia menulis kalimat singkat pada laman media sosialnya. “Acara fun run yang super fun” dilengkapi dengan foto-foto terbaik, yang sepertinya ia pilih dari sebuah marketplace dokumentasi berbasis aplikasi.

Saya mengerti maksudnya, Ada ratusan peserta lain dengan cerita serupa—menjadikan ini sebagai event lari pertama mereka, dengan motivasi utama bertemu teman-teman lama.

Wajah lelah hampir tidak terlihat. Yang ada hanyalah canda, tawa, dan kehangatan pertemuan. Masa putih abu-abu seakan hidup kembali dalam kebersamaan itu.

Jumlah peserta mungkin tidak ribuan, pun rutenya hanyalah lima kilometer. Namun, gelaran sederhana yang digagas oleh panitia dengan sumber daya terbatas dan minim pengalaman ini justru membuktikan sesuatu yang bermakna.

Acara yang ditutup dengan bernyanyi bersama Bagus Wirata itupun akhirnya jadi ajang yang bukan hanya sekadar berlari. Alumni Smansa Charity Fun Run 2026 ini menjadi ruang untuk berbagi dan merayakan kenangan, pun jadi alasan untuk kembali pulang.

Bagi saya pribadi, berlari bersama teman-teman ternyata bukan hanya menyehatkan, tetapi juga menyenangkan. Jika sudah seperti ini, bukan tidak mungkin akan ada cerita lanjutan— ya, selama semuanya tetap membawa dampak baik. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengolahragareuniSingarajaSMAN 1 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Next Post

AI: Alat Bantu, Bukan Pembantu

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Lomba Cerpen Festival Seni Bali Jani 2026 Diikuti 172 Peserta, Juri Soroti Orisinalitas Karya di Era AI

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Lomba Cerpen Festival Seni Bali Jani 2026 Diikuti 172 Peserta, Juri Soroti Orisinalitas Karya di Era AI

MINAT masyarakat terhadap dunia sastra kembali menunjukkan geliat yang menggembirakan. Lomba Menulis Cerpen dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ)...

Read moreDetails

Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

MEMASUKI penyelenggaraan ke-48, Pesta Kesenian Bali (PKB) telah menempuh perjalanan panjang sebagai festival seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Selama...

Read moreDetails

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar...

Read moreDetails

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot...

Read moreDetails

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
0
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

Read moreDetails

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
0
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

Read moreDetails

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

Read moreDetails

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

Read moreDetails

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails
Next Post
AI: Alat Bantu, Bukan Pembantu

AI: Alat Bantu, Bukan Pembantu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membaca Alam yang Tersimpan dalam Serat —Menafsir Barik Karya Dr. Sn. Inty Nahari
Ulas Rupa

Membaca Alam yang Tersimpan dalam Serat —Menafsir Barik Karya Dr. Sn. Inty Nahari

ADA kecenderungan menarik dalam perkembangan seni kriya beberapa tahun terakhir. Para perupa tidak lagi hanya berbicara tentang keterampilan mengolah bahan,...

by Angga Wijaya
July 19, 2026
Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?
Esai

Dari Stres Jadi Rileks: Menjadikan Musik Sebagai Pertolongan Pertama Emosi

MENGINGAT banyaknya pengguna media sosial saat ini, orang-orang gemar membagikan musik yang mereka dengarkan di platform seperti Instagram, WhatsApp, dan...

by Muhammad Syahrul Wafda
July 19, 2026
Lomba Cerpen Festival Seni Bali Jani 2026 Diikuti 172 Peserta, Juri Soroti Orisinalitas Karya di Era AI
Khas

Lomba Cerpen Festival Seni Bali Jani 2026 Diikuti 172 Peserta, Juri Soroti Orisinalitas Karya di Era AI

MINAT masyarakat terhadap dunia sastra kembali menunjukkan geliat yang menggembirakan. Lomba Menulis Cerpen dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ)...

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

RASA rindu terhadap lagu-lagu Bali yang sempat mewarnai awal dekade 2000-an terobati dalam Pergelaran Musik "Bintang 5 Musik Jani" persembahan...

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan
Panggung

Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan

TAWA penonton sesekali pecah mengikuti dialog-dialog jenaka yang menghidupkan panggung. Namun perlahan suasana berubah. Musik mengalun semakin sendu, puisi dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026

SUASANA Citta Kelangen Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Jumat, 17 Juli 2026, terasa berbeda. Tak terdengar dentuman gamelan atau hingar-bingar...

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye
Ulas Buku

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

by Azwar
July 17, 2026
“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia
Panggung

“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia

MALAM itu Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, dipenuhi penonton dari berbagai penjuru. Kamis, 16 Juli 2026, kursi-kursi tribun tak...

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
“Kera Wuhan”, Ketika Sun Go Kong dan Hanoman Menertawakan Ego Manusia
Panggung

“Kera Wuhan”, Ketika Sun Go Kong dan Hanoman Menertawakan Ego Manusia

GELAK tawa pecah bahkan sebelum adegan pertama benar-benar usai. Di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Rabu malam, 15 Juli 2026,...

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
Panggung Teater Modern Festival Seni Bali Jani 2026 Dipenuhi Tafsir Kreatif
Panggung

Panggung Teater Modern Festival Seni Bali Jani 2026 Dipenuhi Tafsir Kreatif

KEMAJUAN seni teater di Bali kembali menemukan panggungnya melalui Pawimba (Lomba) Teater Modern Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru
Khas

Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

MEMASUKI penyelenggaraan ke-48, Pesta Kesenian Bali (PKB) telah menempuh perjalanan panjang sebagai festival seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Selama...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi
Khas

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co