18 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sugianto Membongkar Bali

Wayan Esa Bhaskara by Wayan Esa Bhaskara
March 8, 2026
in Ulas Buku
Sugianto Membongkar Bali

Buku kumpulan cerpen Aib

  • Judul Buku    : Aib
  • Penulis          : I Made Sugianto
  • Penerbit        : Pustaka Ekspresi
  • Cetakan         : Pertama, Januari 2026
  • Tebal              : 103 halaman
  • ISBN               : 978-634-7225-55-9

I Made Sugianto membuka kumpulan cerpen Aib dengan cerpen berjudul sama dengan judul bukunya. Cerpen pertama yang konon ditulis dua puluh enam tahun lalu merupakan cerpen pertamanya yang menggunakan Bahasa Indonesia. Secara strategi penceritaan memang layaknya cerpen pertama. Untuk sebelas cerpen berikutnya, barulah terlihat kematangan bercerita. Meski bisa dikatakan, Aib merupakan cerpen yang paling buruk bagi saya. Akan tetapi, bagi saya cerpen inilah yang menjadi pijakan penting bagi seluruh isi buku kumpulan ini. Sugianto membongkar Bali, serta memaparkan ‘aib’ Bali melalui 12 cerpen yang ada di dalamnya.

Saya katakan aib sebab mengangkat bagian-bagian Bali yang mungkin saja bagi sebagian orang sengaja disembunyikan untuk menjaga ‘wajah’ Bali. Menulis cerpen-cerpen demikian tentu ada riset sebelumnya. Bahkan, isu yang diangkat masih begitu relevan hingga hari ini. Pembaca sudah ‘diteror’ sejak cerpen pertama, Aib (hal 1). Kita diajak mendengarkan kisah Devi, tokoh utama yang depresi lalu gantung diri. Setelah tidak kuat menanggung segala ‘dosa’ yang disematkan kepadanya. Ia dituntut untuk aborsi janin yang ada di perutnya oleh ayahnya sendiri. Oleh ayahnya, yang memiliki karakter keras, menganggap anaknya telah melanggar agama dan norma. Pandangan aborsi dari tokoh ayah, tentu atas dasar norma dan moral yang digunakan bukan kemanusiaan. Topik depresi atau kesehatan mental sudah ada dan masih terjadi di Bali. ‘Devi membongkar lemari. Selendang warna putih digenggamnya. Pintu kamar dikunci rapat. Sehelai selendang dililitkan. Matanya memejam.’

Pada cerpen-cerpen berikutnya, Sugianto kembali menyajikan kisah-kisah pilu nan lucu yang hadir dalam kehidupan sehari-hari orang Bali. Cerpen ‘Balian Sakti’ (hal 6) dan ‘Kajeng Kliwon’ (hal 36) menceritakan perihal fenomena pengobatan tradisional yang masih diyakini serta keberadaan dukun versi Bali yang masih eksis hingga hari ini. Memang, fakta masih adanya balian di tengah begitu majunya peralatan medis menunjukkan bahwa kearifan lokal di Bali masih terjaga. Melalui tokoh balian pada dua cerpen tesebut suasana dan plot terbentuk. Ending yang humorin sekaligus kritis pada cerpen ‘Balian Sakti’ menjadi daya tarik tersendiri. ‘Made kau lihat di pintu masuk kantor itu, di sanalah letak kekuatan itu. Ia seakan mengejek kita’

 Hanya saja cerpen-cerpen di kumpulan ini minim dialog, maupun interaksi dalam suatu peristiwa. Pernak-pernik kehidupan masyarkaat Bali disajikan dengan gamblang. Kita diajak seperti mendengarkan orang tua sedang bercerita. Cerita menjadi pelan namun bagi sebagian pembaca akan menemukan kenikmatan tersendiri.

Ada pula berdebatan tentang tradisi pada cerpen ‘Krematorium’ (hal 45) dan ‘Ngaben Sederhana’ (hal 51). Cerpen ini menggambarkan pro dan kontra masyarakat tentang melaksanakan upacara Yadnya. Debat yang tidak akan ada ujung pangkalnya sebab masih adanya dua pemikiran yang berseberangan; konservatif dan adaptif. Topik yang diambil, meski bukan jadi yang pertama dengan tema serupa diolah dengan baik oleh Sugianto. Cerpen ini ditutup dengan kalimat tokoh Ibu yang bernas. ‘Jika tidak dapat restu dari Siwa, kita pamit dan cari Siwa yang lain.’ Kalimat yang membuat semua tokoh terkejut, dan saya sebagai pembaca seperti mendapat sebuah jalan keluar dari benang kusut pelaksanaan ngaben selama ini. Bali seharusnya memang tidak disajikan hanya dalam bingkai ‘yang baik-baik’ saja. Cerpenis Made Sugianto berani ‘membongkar Bali’ dalam buku terbarunya, sekaligus buku kumpulan cerpen berbahasa Indonesia pertamanya ini.

Pada cerpen ‘Biarkan Saya Tetap Tinggal di Rumah’ (hal 12) cukup menohok sebab menyajikan fenomena tradisi yang kuat diakhiri dengan ending tak terduga. Dalam perihal ending, Sugianto memang juaranya. Cerpen ini menghadirkan fenomena menikah nyentana dan budaya patriarki yang kuat pada masyarakat Bali. Tokoh Luh Putu (Aku), memutuskan untuk menikah dengan cara nyentana meskipun telah memiliki kakak laki-laki sebagai pewaris, sebagaimana tradisi dan kebiasaan masyarakat Bali. Selain itu, isu yang menarik lain pada cerpen ini adalah pasangan yang berbeda budaya dan latar belakang. Sebagaimana cerita-cerita lain yang bermotif sama, cerpen-cerpen pada Aib tidak terjebak pada wilayah normatif-konvensional.

Dalam pengantar di buku ini, Sugianto berharap agar buku kumpulan cerpen Aib bermanfaat, selain memperluas wawasan, Memang benar adanya, bagi saya cerpen-cerpen ini akan menjadi arsip bagi masyarakat. Ciri khas Sugianto pada cerpen di kumpulan ini tetap dipertahankan yaitu muncul sisi humor serta tetap berdaya kritis. Untungnya juga, ia tidak terjebak pada penceritaan monoton. Misalnya menumpuk narasi atau bahkan menambahkan koda di sana-sini.

Membaca Aib, seperti diajak mendengar narator yang serba tahu. Sebab dominasi dilakukan narator baik dalam memperkenalkan karakter tokoh serta membangun suasana. Meski begitu, tetap ada kenikmatan sendiri dengan format penceritaan seperti ini. Hal ini karena, cerita bukan hanya apa (isi, substansi) yang terjadi, melainkan bagaimana (strategi, mekanisme dia diceritakan). Meskipun dalam beberapa cerpen, terasa sangat panjang ditambah akhir cerita yang menggantung. Beruntung pada cerpen ‘Guru Abdi’ (hal 28), ‘Made Jadi Hakim’ (hal 58), ‘Salah Tangkap’ (hal 67), dan ‘Tumbal Politik’ (hal 80) tidak kehilangan daya kritisnya.

Cerpen ‘Guru Abdi’ adalah fenomena kusut pendidikan yang bahkan hingga detik inipun belum terselesaikan. Cerpen ini diakhiri dengan kalimat dari tokoh Kepala Sekolah. ‘’Jika Kadek tetap mengajar di sini, bapak kena mutasi!’ begitu kira-kira. Hal yang diambil kepala sekolah setelah mendapatkan intimidasi/intervensi dari pimpinan. Melalui bahasa yang lugas, suasana dan adegan di dalamnya tetap hidup. Sugianto cukup berhasil membuat cerpen-cerpen ini menarik untuk dibaca. Selain itu, aib yang diangkat dalam kumpulan cerpen ini sangat layak kemudian menjadi arsip. Bahwa kehidupan masyarakat Bali pernah seperti ini dan masih seperti ini. [T]

Penulis: Wayan Esa Bhaskara
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bukubuku cerpenCerpenMade SugiantoPustaka EkspresiSastra Indonesiasastra indonesia di Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Senja di Kawasan Catur Muka, 16 Ogoh-Ogoh Terbaik Denpasar Buka ‘Kasanga Festival 2026’

Next Post

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

Wayan Esa Bhaskara

Wayan Esa Bhaskara

Menulis esai, puisi, dan cerpen disela-sela pekerjaannya sebagai guru

Related Posts

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails
Next Post
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

Desember yang Tak Pernah Usai ---Catatan Harian 1982

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”
Pop

Dari Kehilangan hingga Memulai Kembali, Dialog Dini Hari Hadirkan “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi”

RUMAH tidak selalu berupa tempat. Ia bisa menjadi ruang untuk beristirahat, menjadi diri sendiri, atau sekadar merasa aman. Namun, rumah...

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”
Pop

Jangar Kembali Bersuara Melawan Represi Lewat “Air Keras”

KATA-kata bisa lebih menggentarkan kekuasaan ketimbang pedang atau senjata api. Gagasan itulah yang menjadi denyut utama “Air Keras”, single terbaru...

by Dede Putra Wiguna
September 18, 2026
Menulis Kok Seperti Muntah?
Esai

Menulis Kok Seperti Muntah?

SEJAK kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masuk semakin jauh ke dalam kehidupan sehari-hari, semua orang tampaknya bisa menulis. Tidak...

by Angga Wijaya
September 18, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Lalat Pengganggu Kebijakan MBG

SIDANG pembaca yang budiman, pernahkah singgah ke kedai makanan sederhana di pinggir jalan atau pojok pasar? Kadang banyak lalat ya?...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 18, 2026
Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali
Esai

Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali

TEATER Bali adalah pertunjukan kesenian-kesenian, tempat para penjual es ganefo, kacang rebus, rokok eceran, serta permen pedas cap Semar tetap...

by Nanoq da Kansas
September 18, 2026
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara
Pameran

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

by tatkala
September 17, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Suara dari Dalam Lemari

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

by Chusmeru
September 17, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

Oleh Sugi Lanus BUKTI perkawinan pengelana India kuno dan perempuan-perempuan Bali tidak hanya tertulis dalam prasasti Bali kuno, tetapi juga...

by Sugi Lanus
September 17, 2026
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar
Khas

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan
Panggung

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium
Gaya

Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium

SAAT ini, banyak pemilik rumah mewah di Indonesia memilih menggunakan lift rumah mewah Indonesia dari Kalea karena lift ini dapat...

by tatkala
September 16, 2026
Membaca Naga Agus Kama Loedin
Ulas Rupa

Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

by I Wayan Westa
September 16, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co