Luh Putu Lina Kamelia, atau dengan happy bisa dipanggil Lina atau Putu Lina. Penyuka puisi dan berbagai genre tulisan sejak kecil. Kegemarannya terhadap buku sama hebatnya dengan kecintaannya terhadap musik dan menyanyi. Ia yang selalu bangga menjadi wanita biasa ini sehari-hari, mengisi waktu luang (menurutnya) sebagai dokter spesialis neurologi di RSUD Kabupaten Buleleng, tempat kerja yang merupakan ‘dream come true’ baginya. Di waktu luang lainnya, dengan senang hati ia mengajar, menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Undiksha.
Keinginan terbesarnya untuk berbagi informasi tentang healthy life style, kesehatan secara holistik maupun tingkah polah manusia dari perspektif neurosains menghantarkannya untuk menekuni lagi hobi lama yang terpendam selama belasan tahun yaitu, menulis.
Wanita pemuja Rumi dan Maya Angelou ini selalu meyakini bahwa selayaknya wanita dapat menerima dan mencintai diri sendiri dahulu kemudian menularkan kecintaan itu pada orang lain.
“Falling in love with your ownself first then spreading the love and taking care of others!”
SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...
Read moreDetailsFilsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...
Read moreDetailsIJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...
Read moreDetails

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...
SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...
GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...
"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....
Copyright © 2016-2025, tatkala.co