2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Otot dan Rahasia Bugar di Usia Senja

Putu Lina Kamelia by Putu Lina Kamelia
August 15, 2024
in Esai
Otot dan Rahasia Bugar di Usia Senja

Dokter Lina Kamelia

JIKA ada kemewahan sejati yang kita dambakan sebagai manusia di usia senja tentu jawabannya tidak lain tidak bukan adalah kesehatan. Bisa dibayangkan jika di usia senja kita masih mampu berjalan naik turun tangga tanpa keluhan yang berarti, mampu bersepeda, berlari, mengangkat belanjaan, menggendong cucu. Sungguh suatu kemewahan yang tak terbeli dengan apapun!

Sayangnya, sebagai makhluk hidup yang dibekali kecerdasan, sikap kita tidak serta merta mendukung untuk mendapatkan kemewahan itu. Sedari muda kita terlampau biasa menomorduakan segala sesuatu yang justru bisa menjamin kesehatan di hari tua secara sadar atau tidak. Kita mengorbankan waktu tidur kita untuk hang out dan party atau sekedar begadang menonton pertandingan.

Kita juga menyia-nyiakan ¾ kebutuhan tubuh kita untuk mendapat makanan sehat. Lebih dari 6 jam kita larut dalam duduk, mengorbankan waktu aktif kita untuk suatu sedentary life style. Tapi kita menaruh harapan terlalu tinggi di saat menua, lebih dari apapun kita berharap bisa hidup sehat sentosa di kala tua tanpa ada upaya memadai untuk mencapai tujuan tersebut. Sungguh ironis memang sapiens ini.

Untuk mencapai kehidupan berkualitas secara fisik dan mental, sapiens yang telah menempuh evolusi berjuta tahun lamanya sehingga menjadi rupa dan fungsi seperti saat ini tentunya memiliki pijakan-pijakan kuat. Terciptanya produk evolusi yang sukses tidak lepas dari terpenuhinya empat pilar dasar wellbeing.

Pilar itu sederhana saja, eat well, sleep right, move, stress management. Namun seolah hanya sebagai quote pemanis hidup, ada saja alasan kita untuk menunda. Entah kita terjebak di mode kemalasan atau suatu procrastination.  Kita selalu meng-excuse diri untuk mengamini semua kealpaan kita tapi cenderung menuntut banyak pada tubuh agar selalu sehat tanpa perlu berkorban apapun.

Dan, boom..terciptalah ledakan-ledakan penyakit metabolik yang seakan sengaja diciptakan oleh kita sendiri. Revolusi industri mempermudah hidup manusia dalam mendapatkan barang dan jasa telah berjalan sesuai matlamatnya, namun seolah ada harga yang dibayar untuk semua kemudahan itu, dan tentu saja terlalu mahal. Kesehatan kita!

Satu hal yang pasti, untuk dapat melaksanakan aktivitas harian dengan nyaman dibutuhkan kekuatan motorik yang optimal. Salah satu penjamin aktivitas motorik, baik tenaga maupun tonus yang baik adalah optimalnya struktur anatomi dan fisiologi otot-otot kita. Baik itu otot lurik, polos maupun otot jantung kita sebagai manusia. Fungsi jantung yang baik, demikian pula dengan fungi pencernaan serta organ-organ dalam lainnya sangat bergantung dari seberapa aktif kita bergerak. Dalam artian, gerakan yang dibentuk oleh otot rangka/lurik menjadi salah satu parameter baik buruknya homeostasis (baca: keseimbangan fungsi) tubuh.

Otot adalah kunci pergerakan, pernapasan, dan catat; postur tubuh yang baik. Otot pun menyimpan energi yang bisa kita gunakan untuk melakukan semua aktivitas tubuh secara berdaya guna.

Otot rangka adalah organ terbesar dalam tubuh manusia. Terdapat sekitar 600 otot yang menyumbang hampir 50% dari total berat badan. Agar organ vital yang sering dianak tirikan ini berfungsi dengan semestinya tentunya memiliki term and condition tertentu yang sejalan dengan nature tapi sekali lagi, sebagai sapiens yang cenderung manipulatif, kita seringkali hanya ingin hasil maksimal dengan usaha secukupnya saja. Kita malas bergerak, olahraga menjadi momok, bukan lagi disadari sebagai kebutuhan.

Menurut perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran saat ini, otot diyakini pula sebagai organ endokrin. Otot rangka menghasilkan suatu protein yaitu myokines yang telah dibuktikan oleh berbagai research memiliki efek positif pada proses metabolisme tubuh, jantung dan pembuluh darah, otak dan mental, serta imunologi (kekebalan tubuh).

Pada saat kita berolahraga, sebagian besar otot akan berkontraksi, menghasilkan myokines yang nantinya merangsang otot-otot tersebut mengalami hipertrofi atau pembesaran ukuran. Jadi jika kita ingin tubuh lebih muskular dan lean, upaya untuk menjaga massa otot harus terus dipelihara dengan bertambahnya usia.

Age ‘destroy’ almost everything, karena hingga saat ini belum ada obat atau metode yang dapat memutar balik proses penuaan. Untuk menunda agar penuaan tak progresif, masih dimungkinkan. Scientist yang mendalami antiaging medicine memahami hal ini dengan sebaik-baiknya. Kita masih berpola lama dengan menganggap bahwa penuaan identik dengan uban, keriput, pikun, keropos tulang, masalah jantung dan gejala popular lainnya.

Kita alpa menyadari bahwa salah satu gejala utama penuaan dini adalah hilangnya massa otot rangka. Pada orang normal, massa otot akan bertambah secara mantap sejak lahir hingga dewasa dan mencapai puncak di usia 30-35 tahun. Setelah itu kinerja otot akan menurun perlahan dan berkurang progresif di usia di atas 60 tahun untuk wanita, 70 tahun untuk pria. Jika diakumulasikan, manusia akan mengalami penurunan massa otot sekitar 30% sepanjang hidupnya.

Selain ukuran, komposisi otot pun semakin mengalami perubahan. Semakin tua kita semakin akrab jaringan lemak menyelimuti sebagian besar otot kita. Tidak terbilang bagian tubuh seperti perut, paha, muka, lengan atas merupakan tempat bergelantungan paling favorit dari lemak yang sejatinya merupakan semacam survival armor bagi tubuh.

“If you don’t use it, you lose it!” Sebuah quote yang patut direnungkan mendalam. Semakin tua kita semakin lelah dan enggan untuk banyak beraktivitas sehingga atrofi (pengecilan ukuran) ototlah ganjarannya. Penuaan juga identik dengan menurunnya kekuatan.

Proses ini menyebabkan manusia semakin rentan. terhadap kondisi stres fisik maupun psikis. Lansia cenderung lebih mudah sakit karena kemampuan menghadapi stres berkurang (lack of resilient). Secara klinis peningkatan kerentanan terjadi karena cadangan dan fungsi zat mengalami degradasi pula. Hormon berkurang, utamanya pada wanita, terjadi degradasi estrogen yang nyata, meningkatnya hormon stres yang akhirnya memicu penurunan massa otot. Kerentanan ini merupakan frailty syndrome. Suatu kondisi yang dimanifestasikan sebagai suatu kondisi kurangnya kemampuan bergerak, poor strength, poor endurance dan seperti yang kita pahami bahwa otot rangkalah yang memegang peranan dalam frailty syndrome ini.

Seiring dengan bertambahnya usia perubahan hormon diduga menyebabkan beberapa masalah yang terlihat pada yang menimbulkan kelemahan otot. Jika estrogen menurun pada wanita, maka testosteronpun demikian, ia akan menurun pada laki-laki. Testosteron berkurang karena penuaan maka penurunan massa otot pasti terjadi. Kortisol (hormone stres) dan penurunan kadar vitamin D yang memiliki peran krusial dalam regenerasi otot rangka serta mempertahankan metabolisme dalam mitondria yang merupakan cell powerhouse.

Penurunan massa otot fisiologis yang mencapai 2-3% per tahun semenjak kita berusia sekitar 50 tahunan itu merupakan fakta yang mencengangkan sekaligus mengerikan.  Kehilangan massa otot tentunya akan mempengaruhi performa dan resilliance kita dalam melakukan aktivitas harian. Pada begitu banyak orang dengan habit buruk, sedentary life style sehingga bahkan berjalan pun menjadi suatu hal yang sulit dilakukan di usia senja.

Beberapa pertanyaan berikut perlu diajukan pada diri sendiri Apakah terdapat rasa lelah yang lebih cepat jika beraktivitas dibanding sebelumnya?Apakah terdapat kesulitan berjalan? Apakah sulit melakukan kegiatan yang berhubungan dengan weight bearing misalnya bangun dari tempat duduk, bangun dari posisi berbaring?Apakah ada gangguan keseimbangan? Apakah berat badan cenderung bertambah dan sulit turun? Jika jawaban semuanya iya maka sangat mungkin kita mengalami sarcopenia.

Penurunan fungsi otot linier dengan konsep sarcopenia. Istilah ini berasal dari kata Yunani, “Sarcos” berarti daging, dan “penia” berarti kekurangan. Sarcopenia berakibat turunnya kemampuan ambulasi, mobilitas, dan kemandirian fungsional. Kekurangan gizi, minimnya fungsi fisik dituding sebagai penyebab fenomena ini. Hilangnya massa otot selama proses penuaan penting secara klinis karena mengurangi kekuatan dan kapasitas exercise seseorang. Per definisi sarcopenia merupakan hilangnya massa dan fungsi otot rangka terkait usia, dikaitkan dengan meningkatnya beban kelemahan, kemampuan dan kematian pada lansia. Pergerakan tubuh secara aktif termasuk misalnya olahraga adalah salah satu faktor yang mendukung potensi kekuatan otot yang berguna untuk mencegah sarcopenia.

Bisa dikatakan bahwa semakin kita aktif menggunakan otot untuk bergerak maka akan semakin tinggi peluang untuk mencapai longevity (umur panjang). Otot yang terjaga mempermudah adaptasi sistemik tubuh terhadap semua kemunduran fungsi sel akibat penuaan. Kita tak hanya diberi harapan hidup lebih lama tapi juga wellbeing karena tujuan hidup paripurna tak hanya mengejar panjangnya usia semata.

Menariknya, pada individu lanjut usia yang baru memulai olahraga pada usia lanjut menunjukkan progresifitas respon terjaganya massa otot yang baik. Bukan suatu yang luar biasa jika dikatakan bahwa olahraga adalah metode yang mumpuni yang berkontribusi untuk mencapai harapan hidup lebih lama.

Pentingnya massa otot tidaklah hanya hiperbola semata. Otot tidak hanya melulu mengenai kebugaran atau kekuatan fisik. Namun jauh lebih penting dari semua itu, massa otot memainkan peranan penting dalam fungsi kognitif manusia. Sebuah studi yang menarik menunjukkan bahwa olahraga yang dilakukan secara rutin oleh warga senior akan memberikan efek baik yang signifikan pada hipokampus orang yang bersangkutan.

Hipokampus adalah bagian kecil dari otak yang merupakan salah satu pembentuk sistem limbik, generator animal instinc manusia, yang berperanan dalam menyimpan memori dan pengolahan memori jangka panjang, pembelajaran. Tak lupa juga fungsi terpenting lainnya adalah regulasi emosi. Sederhananya, jika massa otot kita terjaga dengan keaktifan tubuh melalui Latihan maka demikian pula fungsi otak kita dalam berbagi proses penting. Tidak berlebihan jika ditarik suatu kesimpulan massa otot yang preserve dan optimal akan mencegah kita mengalami kemunduran memori (early onset dementia).

Tidak ada istilah terlalu tua untuk bergerak! Latihan dalam bentuk apapun yang dapat menguatkan massa otot menjadi semacam investasi luar biasa yang kita tabung sedikit demi sedikit sebelum usia kita mencapai sekitar 50 tahunan. Saat usia sudah sangat menu akita akan sulit menabung massa otot karena secara fisiologis karena berbagai faktor termasuk hormonal, massa otot kita semakin berkurang dan digantikan oleh lemak.

Bagi lansia yang terlambat menyadari pentingnya massa otot sebagai salah satu rahasia umur panjang maka tidak ada kata terlambat untuk memulai. Fakta membuktikan bahwa lansia yang baru aktif, di kemudian hari mereka menunjukkan peningkatan fisik dan mental yang lebih besar daripada rekan-rekan mereka yang lebih muda tapi mager.

Latihan atau exercise tidak selalu harus dimaknai dengan aktivitas di gym, gerakan sulit dan menantang dan segala aktivitas instagramable lainnya. Aktivitas fisik sedang seperti berjalan, berkebun, naik turun tangga memberi pengaruh yang baik untuk status kesehatan seorang lansia.

Mengapa aktivitas ini seakan-akan tidak penting dan tidak pernah di endorse oleh health professional? Menawarkan sesuatu tidak popular dan tidak instan tentunya jauh lebih memerlukan perjuangan dan effort yang berkesinambungan. Suatu hal yang tidak disukai oleh kita semua. Tidak disukai berarti tidak menjual dan tidak akan laku. Sungguh ironi yang kesekiankalinya.

Hal penting lain yang layak diketahui dan diperbincangkan adalah adanya hubungan antara Gut Brain Axis (GBA), suatu jaras yang dibentuk olah persarafan enterik di usus halus dengan otak. Mikrobiota usus yang ada dalam tubuh host (dalam hal ini manusia) berperanan sangat besar dalam meregulasi sistem kekebalan tubuh, metabolisme berbagai fungsi tubuh, menghasilkan neurotransmitter (misalnya dopamin, serotonin, dan sebagainya), dan dalam perkembangan otot rangka melalui komunikasi bidireksional melalui GBA tadi. Bahkan digadang-gadang ada tambahan aksis lain dari jalur tersebut yang melibatkan otot rangka, The Brain-Gut-Muscles axis. Myokine, yang sudah disinggung sebelumnya, merupakan mediator yang diperlukan dalam kelangsungan hubungan komunikasi organ-organ itu. Koloni mikrobiota baik akan mempengaruhi pula massa otot rangka kita sehingga menghasilkan otot yang berkualitas secara anatomi dan fungsi.

Entah bagaimana E.C Segar di tahun 1929 terinspirasi dengan konsep Gut Brain Muscle axis yang saat itu belum ditemukan sehingga bisa menciptakan tokoh kartun Popeye yang mendapat manfaat kekuatan dan hipertrofi otot dengan makan bayam. Dari kartun sarat nostalgia tersebut kita dapat memetik hikmah bahwa dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi protein serta tinggi serat adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk pemebentukan lean muscles.

Makanan-makanan ramah mikrobiota usus termasuk pula prebiotik dan probiotik merupakan asupan yang dapat melawan sarcopenia. Hal ini tentu saja karena mikrobiota usus juga terlibat dalam perkembangan kehilangan otot selama penuaan. Kombinasi program latihan yang tepat dan intervensi diet yang ditujukan untuk memodifikasi mikrobiota usus sangat menjanjikan untuk menangkal sarcopenia.

Olahraga dalam bentuk apapun adalah tantangan bagi fisik juga mental manusia. Rasa malas memulai, ketidakkonsistenan merupakan batu sandungan utama untuk mencapai habituasi tubuh. Latihan fisik dalam bentuk apapun adalah cara yang cukup ‘berbahaya’ (karena sesungguhnya dengan berlatih/berolahraga kita menempatkan fisik di situasi tidak nyaman dan dalam kadar tertentu menyebabkan luka pada jaringan otot (microtears) sehingga terjadi inflamasi (keradangan) lokal.  Saat luka mikro itu menyembuh kita mendapatkan massa otot dan kekuatan. Fase penyembuhan microtears pasca inflamasi memerlukan waktu 24-48 jam pasca latihan otot optimal.

Bagaimana orang tua bisa mulai berolahraga dengan aman? Mulailah secara bertahap untuk memberi tubuh kita waktu untuk menyesuaikan diri dengan rutinitas latihan baru. Bisa dicoba dengan aktivitas jangka pendek, intensitas rendah selama beberapa minggu. Berusaha membuat rutinitas fisik hingga sekitar 30 menit setiap hari.

Jika tidak sanggup, bahkan beberapa menit aktivitas saja sudah mendatangkan manfaat ketika kita berusaha memulai. Selalu biasakan untuk memulai dengan pemanasan yang cukup dan tak lupa pendinginan sesudah latihan inti. Bagi lansia dengan gangguan keseimbangan penting untuk memperhatikan sekitar, apakah ada benda yang membahayakan. Lantai licin dan barang-barang yang bisa mencederai sebaiknya disingkirkan.

Minumlah air sebelum, selama, dan setelah sesi latihan bahkan jika tidak merasa haus. Tidak lupa berilah dukungan terhadap gaya hidup sehat yang dipilih oleh lansia kita. Dukungan dalam bentuk apresiasi, pujian, dan menjadi number one supporter amat bermakna sebagai placebo effect bagi lansia kita untuk mencapai sekali lagi, longevity dan wellbeing. [T]

Sumber :

  • Srikanthan, P., Karlamangla,AS. 2014. Muscle Mass Index As a Predictor of Longevity in Older Adults. The American Journal of Medicine. 127(6) http://dx.doi.org/10.1016/j.amjmed.2014.02.007
  • Batsis, JA., Buscemi, S. Sarcopenia. 2011. Sarcopenic Obesity and Insulin Resistance in Medical Complications of Type 2 Diabetes. http://dx.doi.org/10.5772/22008
Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis
Tags: gaya hidup sehatkesehatanlansiaLina Kameliaotot
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menghidupkan Kembali Gending Sanghyang Dedari: Upaya Repatriasi Budaya

Next Post

Pilkada Serentak, Harapan dan Tantangan Rakyat Pemilih

Putu Lina Kamelia

Putu Lina Kamelia

Luh Putu Lina Kamelia, atau dengan happy bisa dipanggil Lina atau Putu Lina. Penyuka puisi dan berbagai genre tulisan sejak kecil. Kegemarannya terhadap buku sama hebatnya dengan kecintaannya terhadap musik dan menyanyi. Ia yang selalu bangga menjadi wanita biasa ini sehari-hari, mengisi waktu luang (menurutnya) sebagai dokter spesialis neurologi di RSUD Kabupaten Buleleng, tempat kerja yang merupakan ‘dream come true’ baginya. Di waktu luang lainnya, dengan senang hati ia mengajar, menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Undiksha. Keinginan terbesarnya untuk berbagi informasi tentang healthy life style, kesehatan secara holistik maupun tingkah polah manusia dari perspektif neurosains menghantarkannya untuk menekuni lagi hobi lama yang terpendam selama belasan tahun yaitu, menulis. Wanita pemuja Rumi dan Maya Angelou ini selalu meyakini bahwa selayaknya wanita dapat menerima dan mencintai diri sendiri dahulu kemudian menularkan kecintaan itu pada orang lain. “Falling in love with your ownself first then spreading the love and taking care of others!”

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Perjanjian Pengalihan dan Komersialisasi Paten dalam Teori dan Praktek

Pilkada Serentak, Harapan dan Tantangan Rakyat Pemilih

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co