23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis

Jaswanto by Jaswanto
May 31, 2022
in Khas
Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis

Dokter Putu Arya Nugraha

Republik Singaraja tentu sudah tak asing lagi dengan sosok yang satu ini. Seorang dokter, aktivis kemanusiaan cum penulis esai. Jika ingin meneroka dan sekaligus melihat bagaimana seorang dokter mengetahui sepenuh hati ilmu pengetahuan–terutama khasanah kesehatan–perlu menyebut nama sosok ini.

Laki-laki yang lahir pada 1975 ini bukan dokter biasa. Kecintaannya kepada ilmu pengetahuan, kepada sastra dan tulisan pada umumnya, tidak bisa disepelekan. Beberapa tulisannya pernah dimuat di Bali Post, Denpost, dan Jawa Pos. Penulis yang dikaguminya juga bukan penulis sembarangan: Pramudya Ananta Toer, Gunawan Muhammad, dan YB Mangunwijaya.

Namanya Putu Arya Nugraha. Direktur utama RSUD Buleleng. Ia seorang akademisi, pengajar di Universitas Udayana dan Universitas Pendidikan Ganesha. Kecintaannya pada menulis telah menelurkan tiga buah buku: Merayakan Ingatan, Obat bagi Orang Sehat, dan Filosofi Sehat. Dan masih puluhan esai yang dimuat di media tatkala.co. dr. Arya adalah penulis esai yang produktif, sampai hari ini.

Pada hari Minggu, 22 Mei 2022, dalam acara Tatkala May May May 2022, Republik Tatkala.co menghadirkannya untuk memberi ceramah tentang “Belajar Bersama: Menulis Esai Kesehatan dan Masalah-Masalah Sosial”. dr. Arya didampingi Kadek Sonia Piscayanti, tuan rumah Mahima, sebagai moderator.

Foto: Dokter Arya dan Kadek Sonia Piscayanti

dr. Arya menulis banyak esai yang secara spesifik membahas tentang kesehatan, obat, penyakit, kemanusiaan dan semacamnya, namun ia mampu menuliskannya dengan sangat menarik dan ringan, menghindari idiom-idiom ilmu kesehatan yang berat. Bahkan tak sedikit tulisannya memiliki unsur-unsur sastra.

Tokoh yang membidani Yayasan SeSama ini sangat kagum dengan sastra. Ia sangat bersyukur dengan adanya dunia sastra. “Bagi saya sastra ini ajaib, karena dia bisa membuat hal-hal sulit bisa menjadi gampang. Tapi bisa juga sesuatu yang sederhana jadi sangat terhormat; sangat mulia. Hanya sastra yang bisa membuat hal seperti itu,” katanya dalam membuka diskusi.

Menulis bagi Arya, khususnya di dunia kesehatan, adalah kerja untuk mendudukkan persoalan pada tempatnya. Ia mencontohkan narasi covid dan konspirasi. Sebagai seorang dokter profesional, yang tahu betul bahwa covid itu nyata, ia berpendapat bahwa memang harus ada yang menyampaikan hal-hal semacam itu. Artinya, dalam hal ini, seorang dokter juga tak ada salahnya menjadi seorang penulis, yang bertujuan untuk menyampaikan informasi (kesehatan) yang benar kepada masyarakat di tengah “tsunami informasi” seperti hari ini.

“Dengan menulis, kita bisa mengkritik suatu situasi sosial dengan sangat indah. Itu penting. Misalnya dari dulu saya pengen mengkritik soal kasta di desa saya. Di desa saya itu banyak Dayu, cantik,mapan, tapi dia tak dapat pasangan hidup karena mencari yang se-kasta. Untuk mengkritik hal ini saya menulis cerpen. Cerpen berjudul Rahim yang Kelu.Saya sampaikan (kritik) di sana. Tak perlu ribut-ribut,” ujarnya.

Menurut Arya, esai kesehatan harus mewakili dunia sastra. Penulisan esai harus mengandung unsur sastra. Kalau pun mengutip data ilmiah, tetap harus disederhanakan. Output-nya supaya masyarakat paham dunia kesehatan yang kaya akan bahasa-bahasa asing itu. Dalam kata lain, menulis esai kesehatan harus menggunakan bahasa yang sangat sederhana, membumi, dan mudah dipahami. Pendapat ini berangkat dari pertanyaan seorang mahasiswa Undiksha¾yang tergabung dalam Pers Mahasiswa Visi.

Foto: Dokter Arya dan peserta diskusi

Kadek Sonia menambahkan bahwa menulis dengan menggunakan bahasa sehari-hari itu sangat penting. “Kenapa Donal Trump bisa menjadi Presiden Amerika padahal tak pintar-pintar amat, karena saat kampanye Trump menggunakan bahasa sehari-hari yang dipahami masyarakat Amerika, yang kebanyakan dari low class,” jelas Sonia.

Sonia juga berpendapat bahwa penulis itu harus membaca sastra. “Karena sastra itulah yang membentuk kita memiliki originalitas. Menurut saya, kalau kita hanya menulis ilmiah, (sedangkan) di ilmiah itu perlu rujukan; bahasanya orang lain yang kita pinjam untuk kita bahasakan lagi.”

Dokter Arya berpesan kepada mahasiswa kedokteran–yang berkesempatan hadir dalam diskusi yang berjalan hampir dua jam itu. Sebagai seorang calon dokter yang bakal banyak menggunakan otak kiri dalam bekerja, ia juga harus menggunakan otak kanan dalam hal kreativitas. Hal itu sangat berguna saat berinteraksi dengan pasien. Kalau otak kiri penuh dengan data-data yang kaku, baku, otak kanan menyimpan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang luwes, dinamis. “Untuk itu, kalian juga harus baca sastra.”

Pertanyaan menarik lahir dari mahasiswa kedokteran, Edi Sukarma. Ia bertanya, “Bagaimana cara merubah data-data penelitian sains yang baku menjadi bahasa yang sederhana dan bagaimana caranya agar supaya tetap produktif dalam menulis?”

“Untuk bisa keluar dari dunia keilmiahan, ya itu tadi, kita harus masuk ke dunia “kanan”, ke kreativitas. Dengan latihan, sering membaca sastra. Karena dari sana kita bisa mengubah-ubah atau menerjemahkan bahasa medis ini menjadi bahasa masyarakat,” jawab dr. Arya.

Rahim yang Kelu | Cerpen Putu Arya Nugraha

Sementara itu, Sonia menambahkan bahwa “…kenapa kadang kita bingung mau menulis apa karena kita kurang membaca. Kita harus mengakui bahwa menulis itu adalah produk membaca.”

Dan soal membagi waktu atau agar tetap produktif menulis, menurut Arya, itu bukan soal kekurangan waktu atau kesibukan, tapi ini persoalan passion. Itu pulalah sebabnya, ia selalu meluangkan waktu di sela-sela kesibukannya yang  padat untuk menulis.

Terakhir, dr. Arya adalah sosok yang langka. Ia memiliki pengetahuan yang luas berkat kesukaannya membaca buku. Tak hanya membaca buku-buku kedokteran, ia juga suka membaca buku sastra, ilmu sosial, ilmu agama, filsafat, pusi dan lainnya. Muara dari semua pengetahuan itu menjelma menjadi kebijaksanaan.

“Kapan kita terakhir kali memeluk seorang pasien dengan hati yang dalam? atau pernahkah kita menggratiskan biaya berobat seorang pasien yang tak mampu? atau bersediakah kita hadir kembali saat seorang pasien yang kita rawat dalam keadaan kritis?” sebuah renungan yang dalam di tengah dunia yang serba pragmatis ini. Terimakasih, Pak Dokter. [T]

Lihat video selengkapnya:

Tags: dokterDokter Arya NugrahasastraTatkala May May May 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dhianita Kusuma Pertiwi: Meneliti, Menulis, dan Mengabadikan Orde Baru

Next Post

Tanah, Pijakan, dan Kegelisahan pada yang Asing | Catatan dari Temu Seni di Kutai

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Tanah, Pijakan, dan Kegelisahan pada yang Asing | Catatan dari Temu Seni di Kutai

Tanah, Pijakan, dan Kegelisahan pada yang Asing | Catatan dari Temu Seni di Kutai

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co