2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis

Jaswanto by Jaswanto
May 31, 2022
in Khas
Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis

Dokter Putu Arya Nugraha

Republik Singaraja tentu sudah tak asing lagi dengan sosok yang satu ini. Seorang dokter, aktivis kemanusiaan cum penulis esai. Jika ingin meneroka dan sekaligus melihat bagaimana seorang dokter mengetahui sepenuh hati ilmu pengetahuan–terutama khasanah kesehatan–perlu menyebut nama sosok ini.

Laki-laki yang lahir pada 1975 ini bukan dokter biasa. Kecintaannya kepada ilmu pengetahuan, kepada sastra dan tulisan pada umumnya, tidak bisa disepelekan. Beberapa tulisannya pernah dimuat di Bali Post, Denpost, dan Jawa Pos. Penulis yang dikaguminya juga bukan penulis sembarangan: Pramudya Ananta Toer, Gunawan Muhammad, dan YB Mangunwijaya.

Namanya Putu Arya Nugraha. Direktur utama RSUD Buleleng. Ia seorang akademisi, pengajar di Universitas Udayana dan Universitas Pendidikan Ganesha. Kecintaannya pada menulis telah menelurkan tiga buah buku: Merayakan Ingatan, Obat bagi Orang Sehat, dan Filosofi Sehat. Dan masih puluhan esai yang dimuat di media tatkala.co. dr. Arya adalah penulis esai yang produktif, sampai hari ini.

Pada hari Minggu, 22 Mei 2022, dalam acara Tatkala May May May 2022, Republik Tatkala.co menghadirkannya untuk memberi ceramah tentang “Belajar Bersama: Menulis Esai Kesehatan dan Masalah-Masalah Sosial”. dr. Arya didampingi Kadek Sonia Piscayanti, tuan rumah Mahima, sebagai moderator.

Foto: Dokter Arya dan Kadek Sonia Piscayanti

dr. Arya menulis banyak esai yang secara spesifik membahas tentang kesehatan, obat, penyakit, kemanusiaan dan semacamnya, namun ia mampu menuliskannya dengan sangat menarik dan ringan, menghindari idiom-idiom ilmu kesehatan yang berat. Bahkan tak sedikit tulisannya memiliki unsur-unsur sastra.

Tokoh yang membidani Yayasan SeSama ini sangat kagum dengan sastra. Ia sangat bersyukur dengan adanya dunia sastra. “Bagi saya sastra ini ajaib, karena dia bisa membuat hal-hal sulit bisa menjadi gampang. Tapi bisa juga sesuatu yang sederhana jadi sangat terhormat; sangat mulia. Hanya sastra yang bisa membuat hal seperti itu,” katanya dalam membuka diskusi.

Menulis bagi Arya, khususnya di dunia kesehatan, adalah kerja untuk mendudukkan persoalan pada tempatnya. Ia mencontohkan narasi covid dan konspirasi. Sebagai seorang dokter profesional, yang tahu betul bahwa covid itu nyata, ia berpendapat bahwa memang harus ada yang menyampaikan hal-hal semacam itu. Artinya, dalam hal ini, seorang dokter juga tak ada salahnya menjadi seorang penulis, yang bertujuan untuk menyampaikan informasi (kesehatan) yang benar kepada masyarakat di tengah “tsunami informasi” seperti hari ini.

“Dengan menulis, kita bisa mengkritik suatu situasi sosial dengan sangat indah. Itu penting. Misalnya dari dulu saya pengen mengkritik soal kasta di desa saya. Di desa saya itu banyak Dayu, cantik,mapan, tapi dia tak dapat pasangan hidup karena mencari yang se-kasta. Untuk mengkritik hal ini saya menulis cerpen. Cerpen berjudul Rahim yang Kelu.Saya sampaikan (kritik) di sana. Tak perlu ribut-ribut,” ujarnya.

Menurut Arya, esai kesehatan harus mewakili dunia sastra. Penulisan esai harus mengandung unsur sastra. Kalau pun mengutip data ilmiah, tetap harus disederhanakan. Output-nya supaya masyarakat paham dunia kesehatan yang kaya akan bahasa-bahasa asing itu. Dalam kata lain, menulis esai kesehatan harus menggunakan bahasa yang sangat sederhana, membumi, dan mudah dipahami. Pendapat ini berangkat dari pertanyaan seorang mahasiswa Undiksha¾yang tergabung dalam Pers Mahasiswa Visi.

Foto: Dokter Arya dan peserta diskusi

Kadek Sonia menambahkan bahwa menulis dengan menggunakan bahasa sehari-hari itu sangat penting. “Kenapa Donal Trump bisa menjadi Presiden Amerika padahal tak pintar-pintar amat, karena saat kampanye Trump menggunakan bahasa sehari-hari yang dipahami masyarakat Amerika, yang kebanyakan dari low class,” jelas Sonia.

Sonia juga berpendapat bahwa penulis itu harus membaca sastra. “Karena sastra itulah yang membentuk kita memiliki originalitas. Menurut saya, kalau kita hanya menulis ilmiah, (sedangkan) di ilmiah itu perlu rujukan; bahasanya orang lain yang kita pinjam untuk kita bahasakan lagi.”

Dokter Arya berpesan kepada mahasiswa kedokteran–yang berkesempatan hadir dalam diskusi yang berjalan hampir dua jam itu. Sebagai seorang calon dokter yang bakal banyak menggunakan otak kiri dalam bekerja, ia juga harus menggunakan otak kanan dalam hal kreativitas. Hal itu sangat berguna saat berinteraksi dengan pasien. Kalau otak kiri penuh dengan data-data yang kaku, baku, otak kanan menyimpan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang luwes, dinamis. “Untuk itu, kalian juga harus baca sastra.”

Pertanyaan menarik lahir dari mahasiswa kedokteran, Edi Sukarma. Ia bertanya, “Bagaimana cara merubah data-data penelitian sains yang baku menjadi bahasa yang sederhana dan bagaimana caranya agar supaya tetap produktif dalam menulis?”

“Untuk bisa keluar dari dunia keilmiahan, ya itu tadi, kita harus masuk ke dunia “kanan”, ke kreativitas. Dengan latihan, sering membaca sastra. Karena dari sana kita bisa mengubah-ubah atau menerjemahkan bahasa medis ini menjadi bahasa masyarakat,” jawab dr. Arya.

Rahim yang Kelu | Cerpen Putu Arya Nugraha

Sementara itu, Sonia menambahkan bahwa “…kenapa kadang kita bingung mau menulis apa karena kita kurang membaca. Kita harus mengakui bahwa menulis itu adalah produk membaca.”

Dan soal membagi waktu atau agar tetap produktif menulis, menurut Arya, itu bukan soal kekurangan waktu atau kesibukan, tapi ini persoalan passion. Itu pulalah sebabnya, ia selalu meluangkan waktu di sela-sela kesibukannya yang  padat untuk menulis.

Terakhir, dr. Arya adalah sosok yang langka. Ia memiliki pengetahuan yang luas berkat kesukaannya membaca buku. Tak hanya membaca buku-buku kedokteran, ia juga suka membaca buku sastra, ilmu sosial, ilmu agama, filsafat, pusi dan lainnya. Muara dari semua pengetahuan itu menjelma menjadi kebijaksanaan.

“Kapan kita terakhir kali memeluk seorang pasien dengan hati yang dalam? atau pernahkah kita menggratiskan biaya berobat seorang pasien yang tak mampu? atau bersediakah kita hadir kembali saat seorang pasien yang kita rawat dalam keadaan kritis?” sebuah renungan yang dalam di tengah dunia yang serba pragmatis ini. Terimakasih, Pak Dokter. [T]

Lihat video selengkapnya:

Tags: dokterDokter Arya NugrahasastraTatkala May May May 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dhianita Kusuma Pertiwi: Meneliti, Menulis, dan Mengabadikan Orde Baru

Next Post

Tanah, Pijakan, dan Kegelisahan pada yang Asing | Catatan dari Temu Seni di Kutai

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Tanah, Pijakan, dan Kegelisahan pada yang Asing | Catatan dari Temu Seni di Kutai

Tanah, Pijakan, dan Kegelisahan pada yang Asing | Catatan dari Temu Seni di Kutai

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co