13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis

Jaswanto by Jaswanto
May 31, 2022
in Khas
Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis

Dokter Putu Arya Nugraha

Republik Singaraja tentu sudah tak asing lagi dengan sosok yang satu ini. Seorang dokter, aktivis kemanusiaan cum penulis esai. Jika ingin meneroka dan sekaligus melihat bagaimana seorang dokter mengetahui sepenuh hati ilmu pengetahuan–terutama khasanah kesehatan–perlu menyebut nama sosok ini.

Laki-laki yang lahir pada 1975 ini bukan dokter biasa. Kecintaannya kepada ilmu pengetahuan, kepada sastra dan tulisan pada umumnya, tidak bisa disepelekan. Beberapa tulisannya pernah dimuat di Bali Post, Denpost, dan Jawa Pos. Penulis yang dikaguminya juga bukan penulis sembarangan: Pramudya Ananta Toer, Gunawan Muhammad, dan YB Mangunwijaya.

Namanya Putu Arya Nugraha. Direktur utama RSUD Buleleng. Ia seorang akademisi, pengajar di Universitas Udayana dan Universitas Pendidikan Ganesha. Kecintaannya pada menulis telah menelurkan tiga buah buku: Merayakan Ingatan, Obat bagi Orang Sehat, dan Filosofi Sehat. Dan masih puluhan esai yang dimuat di media tatkala.co. dr. Arya adalah penulis esai yang produktif, sampai hari ini.

Pada hari Minggu, 22 Mei 2022, dalam acara Tatkala May May May 2022, Republik Tatkala.co menghadirkannya untuk memberi ceramah tentang “Belajar Bersama: Menulis Esai Kesehatan dan Masalah-Masalah Sosial”. dr. Arya didampingi Kadek Sonia Piscayanti, tuan rumah Mahima, sebagai moderator.

Foto: Dokter Arya dan Kadek Sonia Piscayanti

dr. Arya menulis banyak esai yang secara spesifik membahas tentang kesehatan, obat, penyakit, kemanusiaan dan semacamnya, namun ia mampu menuliskannya dengan sangat menarik dan ringan, menghindari idiom-idiom ilmu kesehatan yang berat. Bahkan tak sedikit tulisannya memiliki unsur-unsur sastra.

Tokoh yang membidani Yayasan SeSama ini sangat kagum dengan sastra. Ia sangat bersyukur dengan adanya dunia sastra. “Bagi saya sastra ini ajaib, karena dia bisa membuat hal-hal sulit bisa menjadi gampang. Tapi bisa juga sesuatu yang sederhana jadi sangat terhormat; sangat mulia. Hanya sastra yang bisa membuat hal seperti itu,” katanya dalam membuka diskusi.

Menulis bagi Arya, khususnya di dunia kesehatan, adalah kerja untuk mendudukkan persoalan pada tempatnya. Ia mencontohkan narasi covid dan konspirasi. Sebagai seorang dokter profesional, yang tahu betul bahwa covid itu nyata, ia berpendapat bahwa memang harus ada yang menyampaikan hal-hal semacam itu. Artinya, dalam hal ini, seorang dokter juga tak ada salahnya menjadi seorang penulis, yang bertujuan untuk menyampaikan informasi (kesehatan) yang benar kepada masyarakat di tengah “tsunami informasi” seperti hari ini.

“Dengan menulis, kita bisa mengkritik suatu situasi sosial dengan sangat indah. Itu penting. Misalnya dari dulu saya pengen mengkritik soal kasta di desa saya. Di desa saya itu banyak Dayu, cantik,mapan, tapi dia tak dapat pasangan hidup karena mencari yang se-kasta. Untuk mengkritik hal ini saya menulis cerpen. Cerpen berjudul Rahim yang Kelu.Saya sampaikan (kritik) di sana. Tak perlu ribut-ribut,” ujarnya.

Menurut Arya, esai kesehatan harus mewakili dunia sastra. Penulisan esai harus mengandung unsur sastra. Kalau pun mengutip data ilmiah, tetap harus disederhanakan. Output-nya supaya masyarakat paham dunia kesehatan yang kaya akan bahasa-bahasa asing itu. Dalam kata lain, menulis esai kesehatan harus menggunakan bahasa yang sangat sederhana, membumi, dan mudah dipahami. Pendapat ini berangkat dari pertanyaan seorang mahasiswa Undiksha¾yang tergabung dalam Pers Mahasiswa Visi.

Foto: Dokter Arya dan peserta diskusi

Kadek Sonia menambahkan bahwa menulis dengan menggunakan bahasa sehari-hari itu sangat penting. “Kenapa Donal Trump bisa menjadi Presiden Amerika padahal tak pintar-pintar amat, karena saat kampanye Trump menggunakan bahasa sehari-hari yang dipahami masyarakat Amerika, yang kebanyakan dari low class,” jelas Sonia.

Sonia juga berpendapat bahwa penulis itu harus membaca sastra. “Karena sastra itulah yang membentuk kita memiliki originalitas. Menurut saya, kalau kita hanya menulis ilmiah, (sedangkan) di ilmiah itu perlu rujukan; bahasanya orang lain yang kita pinjam untuk kita bahasakan lagi.”

Dokter Arya berpesan kepada mahasiswa kedokteran–yang berkesempatan hadir dalam diskusi yang berjalan hampir dua jam itu. Sebagai seorang calon dokter yang bakal banyak menggunakan otak kiri dalam bekerja, ia juga harus menggunakan otak kanan dalam hal kreativitas. Hal itu sangat berguna saat berinteraksi dengan pasien. Kalau otak kiri penuh dengan data-data yang kaku, baku, otak kanan menyimpan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang luwes, dinamis. “Untuk itu, kalian juga harus baca sastra.”

Pertanyaan menarik lahir dari mahasiswa kedokteran, Edi Sukarma. Ia bertanya, “Bagaimana cara merubah data-data penelitian sains yang baku menjadi bahasa yang sederhana dan bagaimana caranya agar supaya tetap produktif dalam menulis?”

“Untuk bisa keluar dari dunia keilmiahan, ya itu tadi, kita harus masuk ke dunia “kanan”, ke kreativitas. Dengan latihan, sering membaca sastra. Karena dari sana kita bisa mengubah-ubah atau menerjemahkan bahasa medis ini menjadi bahasa masyarakat,” jawab dr. Arya.

Rahim yang Kelu | Cerpen Putu Arya Nugraha

Sementara itu, Sonia menambahkan bahwa “…kenapa kadang kita bingung mau menulis apa karena kita kurang membaca. Kita harus mengakui bahwa menulis itu adalah produk membaca.”

Dan soal membagi waktu atau agar tetap produktif menulis, menurut Arya, itu bukan soal kekurangan waktu atau kesibukan, tapi ini persoalan passion. Itu pulalah sebabnya, ia selalu meluangkan waktu di sela-sela kesibukannya yang  padat untuk menulis.

Terakhir, dr. Arya adalah sosok yang langka. Ia memiliki pengetahuan yang luas berkat kesukaannya membaca buku. Tak hanya membaca buku-buku kedokteran, ia juga suka membaca buku sastra, ilmu sosial, ilmu agama, filsafat, pusi dan lainnya. Muara dari semua pengetahuan itu menjelma menjadi kebijaksanaan.

“Kapan kita terakhir kali memeluk seorang pasien dengan hati yang dalam? atau pernahkah kita menggratiskan biaya berobat seorang pasien yang tak mampu? atau bersediakah kita hadir kembali saat seorang pasien yang kita rawat dalam keadaan kritis?” sebuah renungan yang dalam di tengah dunia yang serba pragmatis ini. Terimakasih, Pak Dokter. [T]

Lihat video selengkapnya:

Tags: dokterDokter Arya NugrahasastraTatkala May May May 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dhianita Kusuma Pertiwi: Meneliti, Menulis, dan Mengabadikan Orde Baru

Next Post

Tanah, Pijakan, dan Kegelisahan pada yang Asing | Catatan dari Temu Seni di Kutai

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Tanah, Pijakan, dan Kegelisahan pada yang Asing | Catatan dari Temu Seni di Kutai

Tanah, Pijakan, dan Kegelisahan pada yang Asing | Catatan dari Temu Seni di Kutai

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co