3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dhianita Kusuma Pertiwi: Meneliti, Menulis, dan Mengabadikan Orde Baru

Jaswanto by Jaswanto
May 30, 2022
in Khas
Dhianita Kusuma Pertiwi: Meneliti, Menulis, dan Mengabadikan Orde Baru

Dhianita Kusuma Pertiwi

Harmoko. Generasi Orde Baru pasti sangat familiar dengan nama tokoh satu ini. Di televisi, terutama siaran TVRI, hampir tidak pernah ada hari tanpa kemunculan wajahnya. Di masa Orde Baru, sebagai seorang politisi, ia pernah benar-benar mencapai kejayaan kariernya dengan menjadi Ketua Umum Golkar, Menteri Penerangan, Ketua DPR dan Ketua MPR–walaupun namanya juga dijadikan guyonan masyarakat Indonesia sebagai akronim dari HARI-HARI OMONG KOSONG.

Tahun lalu, seorang perempuan muda bernama Dhianita Kusuma Pertiwi, menulis buku tebal berjudul Mengenal Orde Baru (2021)¾buku yang disusun dalam bentuk ensiklopedis yang mencakup 167 entri, buku ini serupa kamus yang mendedah kata-kata kunci pembentuk Orde Baru.

Buku yang ditujukan kepada generasi muda yang memiliki jarak cukup jauh dengan Orde Baru ini, memuat di antaranya: lembaga pemerintahan, organisasi masyarakat, kelembagaan ABRI, nama-nama penting di lingkar kekuasaan (termasuk Harmoko, tentu saja), kebijakan, tragedi kemanusiaan, istilah-istilah khas Orba untuk stigma atau penghalusan makna. Sebuah buku yang berguna untuk menelanjangi kekuasaan.

Dalam acara Tatkala May May May, pada Senin, 16 Mei 2022, di Rumah Belajar Mahima, Singaraja, Dhianita Kusuma Pertiwi, ditemani tuan rumah Mahima, Kadek Sonia Piscayanti, berkesampatan untuk menyampaikan proses penulisan bukunya dengan tema diskusi: Diskusi Proses Riset dan Proses Menuliskannya.

Foto: Dhianita Kusuma Pertiwi bersama peserta diskusi dalam acara Tatkala May May May 2022 di Singaraja

Dhianita Kusuma Pertiwi lahir di Malang pada 26 Februari 1993. Akademisi muda lulusan studi Bahasa dan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris melalui program gelar ganda di Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang; dan Magister Ilmu Susastra, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia ini, pernah meraih Nusantara Academic Award 2020 untuk tesisnya yang mengkaji naskah lakon wayang purwa Sesaji Raja Suya.

Sebelum menerbitkan buku Mengenal Orde Baru, Tenaga Ahli Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media at Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini, lebih dulu menerbitkan buku kumpulan naskah drama Pasar Malam untuk Brojo (2016), novel fiksi sejarah Buku Harian Keluarga Kiri (2019), prosa spekulatif Menanaman Gamang (2020), dan kajian lakon wayang Sesaji Raja Suya: Kuasa dan Rasa (2020).

Sejumlah tulisannya dimuat dalam kumpulan esai, cerita pendek, puisi, dan jurnal ilmiah. Beberapa naskah dramanya telah dipentaskan dan dipublikasikan dalam Bahasa Inggris. Saat ini menjadi redaktur Footnote Press, penerbit yang dirintisnya bersama tiga kawan di samping menerbitkan artikel tentang sejarah dan isu sosial-politik Indonesia setiap akhir pekan di situs pribadinya, dhiandharti.com.

Buku terbaru Dhianita ini lahir, selain dari kajian pustaka, juga dari memorinya sebagai seorang cucu dari eks-tapol (PKI).

“Mungkin memori saya bukan memori empiris, tapi memori generasi ke tiga, yang tidak merasakan langsung dan menggerak saya untuk membuat buku ini (Mengenal Orde Baru). Sebelumnya ada juga novel Buku Harian Keluarga Kiri (2019), yang menceritakan tentang peristiwa yang dialami oleh kakek saya, dan juga keluarga saya, menghadapi situasi pada saat itu 12 tahun tanpa seorang ayah di rumah¾karena dituduh berhubungan dengan kelompok kiri (PKI). Dan akhirnya dipenjara,” kata Dhianita dalam membuka diskusi.

Dhianita juga berpendapat bahwa sastra mampu menjadi kanal dalam menyampaikan ingatkan dan menyembuhkan diri sendiri dari ingatan-ingatan masa lalu yang kelam.

Fakta dan Fiksi Tentang Fakta dan Fiksi

Buku Mengenal Orde Baru ini ditulis dengan gaya bahasa yang sangat ringan, enak, mengalir, dan tentu saja tidak kaku seperti layaknya naskah-naskah penelitian pada umumnya. Hal ini yang membuat buku non-fiksi ini sangat menarik untuk dibaca.

Seorang Kadek Sonia Piscayanti, tuan rumah Mahima, tokoh teater Bali, penyair, bahkan mengagumi karya ini. “Sesuatu yang besar seperti Orde Baru, isunya, itu bisa dibuat sedikit ringan, meskipun tidak seringan yang kalian bayangkan juga kalau berbicara pengerjaannya,” kesan Sonia atas buku Mengenal Orde Baru.

Dalam hal riset, Dhianita berpendapat, bahwa riset tak harus selalu ke perpustakaan, duduk di balik tumpukan buku-buku tebal. “Sebenarnya itu terkait dengan kepekaan kita. Melihat diri sendiri; melihat sekitar kita; melihat teman kita sendiri. Misalnya seperti sekarang ini, harga minyak goreng naik sekali. Itu tidak mungkin kita temukan di perpustakaan¾atau di dalam kelas. Tapi nemunya dari teman-teman, atau ibu-ibu yang menceritakan pengalamannya. Itu bisa menjadi satu hal yang bisa kita riset lagi apa sih penyebabnya? Baru kita tuliskan.”

Tidak sampai di situ, Dhianita juga menyampaikan pendapatnya tentang bagaimana seorang peneliti menyampaikan atau mengkomunikasikan hasil penelitiannya.

“Salah satu yang menjadi PR bagi ilmuan dan para peneliti adalah mengkomunikasikan pengetahuan yang dia peroleh; dia gali. Jadi, seringkali anggapan akademisi itu pasti ‘beda kelas, lah’, susah dijangkau. Cara bahasanya susah dimengerti. Nah, itu menjadi refleksi kita bersama.”

“Buku ini (Mengenal Orde Baru) dikonsep untuk anak muda,” tambah Dhianita.

Kenapa Orde Baru? Kita tahu bahwa, selama 32 tahun berkuasa, Orde Baru telah mengorganisasikan semua lini kehidupan orang Indonesia, dari politik, sosial ekonomi, pendidikan, kebudayaan¾bentuk keluarga yang baik. Semua gerak diatur dan diawasi, kata Dhianita dalam bukunya. Kejatuhannya pada 1998, yang disusul Reformasi, tidak benar-benar menghapuskan seluruh unsur dan karakteristik pemerintahan Soeharto. Oleh sebab itu, menurutnya, pengetahuan mengenai Orde Baru akan selalu berguna untuk membaca kondisi Indonesia saat ini.

Menulis Berita Kisah: Merdeka Menjadi Wartawan

Mengenal Orde Baru menyampaikan banyak hal menarik di masa Orde Baru. Narasi-narasi seperti Gestapu, HAM, Genjer-Genjer, Golongan Putih (GOLPUT), Genosida, Hantu Komunisme, GERWANI, G30S, Eks-Tapol, Eksil, Dibon, Cendana, Harmoko, dsb. Buku yang berisi pengetahuan sejarah ini, harusnya, seperti pendapat Made Adnyana Ole, pendiri tatkala.co, penyair, sastrawan, “Bisa masuk ke ranah formal seperti sekolah-sekolah dan universitas.”

Buku ini mengajak kita untuk kembali belajar sejarah. Sebab sejarah adalah serupa tetumbuhan makna, kita ditantang untuk merawatnya agar kehidupan tidak lantas menjadi pasak-pasak dengan pucuk yang serat beban hingga kita mungkin saja tergopoh memikulnya.

Babad-babad klasik mengajarkan pada kita: melalui sabda pandita serta fatwa resi-resi nan bijaksana. Tambo–karya sastra sejarah yang merekam kisah-kisah legenda-legenda yang berkaitan dengan asal-usul suku bangsa, negeri, tradisi dan alam–mengisahkan buramnya masa silam agar kita tak kembali terperosok dalam hitam yang serupa. Belajar sejarah, apa pun itu, sangatlah penting. [T]

Simak video selengkapnya:

Tags: BukuOrde BaruTatkala May May May 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dogtooth (2009): Abnormalitas yang Menegaskan Jati Diri Sinema-Sinema Yorgos Lanthimos

Next Post

Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis

Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co