2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Fakta dan Fiksi Tentang Fakta dan Fiksi

Jaswanto by Jaswanto
May 24, 2022
in Khas
Fakta dan Fiksi Tentang Fakta dan Fiksi

Yahya Umar dan Made Sujaya

Pada masa sekarang ini, dengan informasi yang memenuhi setiap ruang media kita, kemampuan untuk membedakan⸺atau perbedaan⸺antara fakta dan fiksi menjadi persoalan tersendiri. Tak banyak orang mampu membedakan kedua hal tersebut. Justru banyak yang kadang salah menafsirkan atau salah menganggap bahwa fiksi dianggap fakta, sedangkan fakta dianggap fiksi.

Barangkali atas latar belakang tersebut, Tatkala May May May 2022, pada Sabtu, 14 Mei 2022 di Rumah Belajar Komunitas Mahima Jl. Pantai Indah, menghadirkan dua pembicara yang expert di bidangnya untuk mengungkap, menjelaskan apa itu fakta dan fiksi⸻dan bagaimana caranya kita dapat membedakan keduanya. Sebenarnya ini lanjutan dari diskusi “Belajar Menulis Berita Kisah”.

Pembicara pertama, seorang jurnalis senior, penulis cerpen, dan penulis novel, Yahya Umar. Dan kedua, seorang akademisi (doktor), jurnalis, dan pengamat sastra, Made Sujaya. Kedua narasumber memiliki latar belakang yang lengkap dan tentu memenuhi syarat dalam pembahasan fakta dan fiksi pada diskusi kali ini. Ditambah lagi yang menjadi moderator tuan rumah Tatkala sendiri, Made Adnyana Ole⸻yang memiliki latar belakang tak kalah lengkap dari kedua narasumber kita.

Dalam membuka diskusi, Yahya Umar menyampaikan fakta dan fiksi dalam novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata dan cerpen Made Adnyana Ole, Terumbu Tulang Istri. Menurut pembacaan Yahya, ada fakta dalam novel dan cerpen-cerpen tersebut. Artinya, Yahya handak menyampaikan bahwa fakta itu bisa difiksikan, tetapi fiksi tidak dapat difaktakan.

“Fakta itu kejadian atau peristiwa yang benar-benar ada. Sedangkan fiksi, bagi saya, serangkaian fakta yang oleh pengaranganya dimodifikasi sedemikian rupa, diberi perasaan, ditambah karakter-karakter tertentu di dalamnya, jadilah dia karya fiksi,” kata wartawan senior yang kerap dipanggil “Yum” ini.

Memang ada perbedaan besar antara fakta dan fiksi dalam hal pemaknaannya, seseorang harus dapat mengetahui masing-masing makna secara terpisah. Fakta adalah kejadian nyata sedangkan fiksi adalah kejadian imajinatif. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa apa pun yang benar⸻dan terjadi atau benar-benar aja⸻adalah fakta. Di sisi lain, apa pun yang fiktif dan imajinatif bisa disebut fiksi. Inilah alasan mengapa novel dan cerita pendek (cerpen) disebut fiksi⸻walaupun banyak cerita fiksi yang diangkat dari kejadian atau kisah nyata (fakta).

Foto: sebagian peserta diskusi fakta dan fiksi di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja

Secara teoritis, Made Sujaya menjelaskan bahwa secara etimologi fakta itu berasal dari bahasa Latin. “Sekarang ini kita sulit untuk membedakan antara fakta dan fiksi. Makna fakta itu kurang lebih adalah tindakan yang sudah benar-benar terjadi. Baru bisa dia disebut sebagai fakta. Dalam bahasa Inggris tidak ada kata yang representatif untuk menggambarkan kata fakta dalam bahasa Latin. Sedangkan fiski juga berasal dari bahasa Latin. Makna asilnya adalah lebih kepada apa yang sekarang disebut sebagai kontruksi. Jadi sesuatu yang dikontruksi. Di situ ada unsur kreasi. Maka fiksi itu tidak bisa disamakan dengan khayalan,” jelasnya.

Makna dikontruksi maksudnya fiksi (baca; karya sastra) tidak lagi murni ke-fiksi-an-nya, fiksi tersebut telah dirangkai, dibungkus dan mengandung fakta. Fakta di dalam karya sastra bukanlah fakta yang telanjang, ia hadir dengan pakaian majasi (metafora, satir, ironi, dll.), dalam rangkaian fiksi, tepatnya ia hadir dalam ke-sastra-an. Bukankah adalah tidak pada alamatnya bila fakta dalam pakaian imajasi di dalam karya sastra dilihat dan diperlakukan bahwa ia adalah fakta yang murni. Akan tetapi, mungkin inilah kesalahan fatal yang sering terjadi, bahwa fakta di dalam karya sastra diperlakukan sebagaimana fakta murni, sebagaimana yang dilakukan para penggemar Pram terhadap karya Pram. Seandainya memang ia merupakan fakta yang murni fakta, maka karya tersebut mustahil, jika dikatakan karya tulis sejarah.

“Pernyataan Rocky Gerung, misalnya, yang mengatakan ‘kitab suci itu fiksi’. Kenapa hal itu dipersoalkan, karena masyarakat kita masih menganggap bahwa kata ‘fiksi’ itu sama dengan khayalan, padahal tidak sesederhana itu.”

Menulis Berita Kisah: Merdeka Menjadi Wartawan

Fiksi berhubungan dengan pikiran itu iya. Fiksi lahir dari kreativitas penulis itu iya. Dan kreativitas adalah kekuatan di dalam pikiran yang membuat penulis memilih kata yang paling cocok dan rasa yang diperlukan untuk membangun puisi, novel, atau cerpen.

Sedangkan fakta tidak ada hubungannya dengan pikiran. Ini adalah peristiwa atau fenomena yang sudah ada. Misalnya, terbitnya matahari di timur adalah peristiwa yang dirasakan dan dialami dan tidak ada hubungannya dengan pikiran. Apalagi ada beberapa frasa yang menggunakan kata fakta. Misalnya, fakta dan angka, fakta kehidupan, dll.

Untuk memahami lebih dalam persoalan antara fakta dan fiksi ini, Made Sujaya menyebut satu tulisan berjudul Fakta dan Fiksi Tentang Fakta dan Fiksi karya Ignas Kleden⸺budayawan yang dikenal kedalaman ilmunya di bidang filsafat, sosiologi, dan politik.

Analisis Kleden paling jernih memang muncul ketika tegangan antara fakta dan fiksi dalam berbagai teks, puisi, cerpen, novel yang diuraikannya dengan konsep yang lebih sederhana: membandingkan “makna referensial” (hubungan teks dengan dunia luar) dan “makna tekstual” (hubungan teks ke dalam)”. Semakin tinggi makna referensialnya, semakin kuat sifat teks sebagai komentar sosial yang menekankan pada peristiwa (fakta). Semakin tinggi makna tekstualnya, semakin kental sifat teks sebagai karya simbolik (fiksi). Fakta mengarah pada generalisasi, makna denotatif dan informasi. Fiksi menekankan keunikan, ambivalensi makna dan penghayatan.

“Hari ini, sebenarnya kita tidak perlu lagi mempertentangkan antara fakta dan fiksi, tapi mengambil nilai atau pesan-pesan yang terkandung di dalamnya,” ucap jurnalis sekaligus akademisi ini. “Kalau tingkat literasi masyarakat masih tertinggal, maka fakta dan fiksi ini masih akan terus dipertentangkan.”

Memadupadankan Kehumasan dan Jurnalistik, Memeriksa Hubungan Pemerintah dan Wartawan

Perbedaan utama antara fakta dan fiksi adalah fakta adalah kejadian yang sebenarnya sedangkan fiksi adalah ciptaan (realitas) yang imajinatif. Fiksi didasarkan pada realitas dan imajinasi sedangkan fakta hanya didasarkan pada kebenaran.

Dengan demikian ada satu lagi persoalan pokok yang perlu didudukan sebagai gambaran dasar dalam paradigma baru ilmu pengetahuan dan kebudayaan dalam konteks sejarah dan sastra. Persoalan pokok itu adalah kata “imajinasi” keseluruhannya dimaknai dengan artinya yang salah oleh kebudayaan otoriter dan feodal. Bahkan kata itu dikukuhkan menjadi “hina” dalam masyarakat tersebut. Kata itu tidak mengandung gengsi, apalagi akan memberi guna. Pada dunia pendidikan sejak dari dini sudah ditanamkan tentang apa yang disebut dengan dunia imajinasi, dunia fiksi; sebagai suatu dunia yang tidak mulia dan tidak mengandung ilmu pengetahuan.

“Sebuah karya⸺walau bagaimana pun imajinasinya⸺pasti mengandung fakta. Ada fakta yang mengawali. Pembaca pun dapat memahami itu karena memiliki refrensi fakta. Tanpa fakta tak bisa orang memahami karya itu,” kata Sujaya. “Seperti novel George Orwell, 1984. Novel ini ditulis tahun ’60-an, tapi menggambarkan tahun ’80-an. Tetapi bukan berarti novel ini sepenuhnya fiksi, ia tetap mengandung residu fakta⸺yang lahir dari pengalaman. Jadi, nyaris tak ada karya yang tak mengandung fakta. Dalam pengertian fakta itu tidak hanya kita maknai sekadar sebagai suatu tindakan yang terjadi.”

Nah, dalam hal ini, karena diskusi ini masih ada kaitannya dengan diskusi berita kisah, Made Adnyana Ole, selalu moderator, mencoba menyinggung sedikit tentang fakta dan fiksi dari sudut pandang jurnalistik. “Fakta dalam berita itu kadang tidak memiliki logika. Misalnya ada batu yang memiliki kuatan bisa mengobati penyakit⸺dan ini diberitakan sebagai fakta. Tetapi kadang pembaca malah mempertanyakan hal itu, ‘masa, si?’. Fakta dalam berita itu tidak berurusan dengan logika. Sedangkan cerita itu selalu berkutat pada logika,” jelas pendiri Tatkala.co ini.

Yahya Umar menyampaikan pengalamannya sebagai seorang jurnalis kriminal yang merasa kesusahan dalam menulis cerita. “Karena wartawan kriminal, misalnya, masih terkungkung soal-soal penulisan berita yang baku dan kaku. Tak memiliki banyak diksi dalam menulis cerita. Makanya cerpen-cerpen saya setelah saya baca kembali rasanya malah seperti berita, bukan cerpen.”

Pendapat lain datang dari seorang akademisi, penyair, sastrawan perempuan pendiri Mahima, Kadek Sonia Piscayanti. Pendapat ini makin meramaikan suasana diskusi. Menurut Sonia, “ada yang lebih penting dari persoalan pertentangan antara fakta dan fiksi, yaitu kesadaran kenapa kita harus menulisnya. Dan kesadaran menulis fakta atau fiksi itu berawal dari why?. Why factor ini yang harus besar dulu sebelum menulis fakta atau fiksi.”

Ruang yang Cair Tanpa Kelekatan Bentuk | Catatan Menonton Srayamurtikanti di Potato Head

Pada akhirnya, kebenaran yang ada di dalam fiksi tidaklah harus sama dan memang tidak selalu perlu disamakan dengan kebenaran yang berlaku di dunia nyata. Karena di dalam dunia fiksi yang penuh dengan imajinatif dan dunia nyata memiliki sistem hukumnya tersendiri yang bisa saja dapat berbeda-beda.

Ada perbedaan antara kebenaran yang ada di dalam dunia fiksi dengan kebenaran yang ada di dunia nyata. Kebenaran yang ada di dalam dunia fiksi adalah kebenaran yang sesuai dengan sudut pandang sang penulis, dan kebenaran yang telah diyakinin benar sesuai dengan pandangannya terhadap masalah-masalah dalam tulisannya. [T]

Simak video selengkapnya:

Tags: jurnalismejurnalistiksastraTatkala May May May 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menulis Berita Kisah: Merdeka Menjadi Wartawan

Next Post

Rajah Rasa di Teba Kangin Pemanis | Bertemunya Seni, Alam Pedesaan, dan Gairah Berbagi

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Rajah Rasa di Teba Kangin Pemanis | Bertemunya Seni, Alam Pedesaan, dan Gairah Berbagi

Rajah Rasa di Teba Kangin Pemanis | Bertemunya Seni, Alam Pedesaan, dan Gairah Berbagi

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co