2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Fakta dan Fiksi Tentang Fakta dan Fiksi

Jaswanto by Jaswanto
May 24, 2022
in Khas
Fakta dan Fiksi Tentang Fakta dan Fiksi

Yahya Umar dan Made Sujaya

Pada masa sekarang ini, dengan informasi yang memenuhi setiap ruang media kita, kemampuan untuk membedakan⸺atau perbedaan⸺antara fakta dan fiksi menjadi persoalan tersendiri. Tak banyak orang mampu membedakan kedua hal tersebut. Justru banyak yang kadang salah menafsirkan atau salah menganggap bahwa fiksi dianggap fakta, sedangkan fakta dianggap fiksi.

Barangkali atas latar belakang tersebut, Tatkala May May May 2022, pada Sabtu, 14 Mei 2022 di Rumah Belajar Komunitas Mahima Jl. Pantai Indah, menghadirkan dua pembicara yang expert di bidangnya untuk mengungkap, menjelaskan apa itu fakta dan fiksi⸻dan bagaimana caranya kita dapat membedakan keduanya. Sebenarnya ini lanjutan dari diskusi “Belajar Menulis Berita Kisah”.

Pembicara pertama, seorang jurnalis senior, penulis cerpen, dan penulis novel, Yahya Umar. Dan kedua, seorang akademisi (doktor), jurnalis, dan pengamat sastra, Made Sujaya. Kedua narasumber memiliki latar belakang yang lengkap dan tentu memenuhi syarat dalam pembahasan fakta dan fiksi pada diskusi kali ini. Ditambah lagi yang menjadi moderator tuan rumah Tatkala sendiri, Made Adnyana Ole⸻yang memiliki latar belakang tak kalah lengkap dari kedua narasumber kita.

Dalam membuka diskusi, Yahya Umar menyampaikan fakta dan fiksi dalam novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata dan cerpen Made Adnyana Ole, Terumbu Tulang Istri. Menurut pembacaan Yahya, ada fakta dalam novel dan cerpen-cerpen tersebut. Artinya, Yahya handak menyampaikan bahwa fakta itu bisa difiksikan, tetapi fiksi tidak dapat difaktakan.

“Fakta itu kejadian atau peristiwa yang benar-benar ada. Sedangkan fiksi, bagi saya, serangkaian fakta yang oleh pengaranganya dimodifikasi sedemikian rupa, diberi perasaan, ditambah karakter-karakter tertentu di dalamnya, jadilah dia karya fiksi,” kata wartawan senior yang kerap dipanggil “Yum” ini.

Memang ada perbedaan besar antara fakta dan fiksi dalam hal pemaknaannya, seseorang harus dapat mengetahui masing-masing makna secara terpisah. Fakta adalah kejadian nyata sedangkan fiksi adalah kejadian imajinatif. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa apa pun yang benar⸻dan terjadi atau benar-benar aja⸻adalah fakta. Di sisi lain, apa pun yang fiktif dan imajinatif bisa disebut fiksi. Inilah alasan mengapa novel dan cerita pendek (cerpen) disebut fiksi⸻walaupun banyak cerita fiksi yang diangkat dari kejadian atau kisah nyata (fakta).

Foto: sebagian peserta diskusi fakta dan fiksi di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja

Secara teoritis, Made Sujaya menjelaskan bahwa secara etimologi fakta itu berasal dari bahasa Latin. “Sekarang ini kita sulit untuk membedakan antara fakta dan fiksi. Makna fakta itu kurang lebih adalah tindakan yang sudah benar-benar terjadi. Baru bisa dia disebut sebagai fakta. Dalam bahasa Inggris tidak ada kata yang representatif untuk menggambarkan kata fakta dalam bahasa Latin. Sedangkan fiski juga berasal dari bahasa Latin. Makna asilnya adalah lebih kepada apa yang sekarang disebut sebagai kontruksi. Jadi sesuatu yang dikontruksi. Di situ ada unsur kreasi. Maka fiksi itu tidak bisa disamakan dengan khayalan,” jelasnya.

Makna dikontruksi maksudnya fiksi (baca; karya sastra) tidak lagi murni ke-fiksi-an-nya, fiksi tersebut telah dirangkai, dibungkus dan mengandung fakta. Fakta di dalam karya sastra bukanlah fakta yang telanjang, ia hadir dengan pakaian majasi (metafora, satir, ironi, dll.), dalam rangkaian fiksi, tepatnya ia hadir dalam ke-sastra-an. Bukankah adalah tidak pada alamatnya bila fakta dalam pakaian imajasi di dalam karya sastra dilihat dan diperlakukan bahwa ia adalah fakta yang murni. Akan tetapi, mungkin inilah kesalahan fatal yang sering terjadi, bahwa fakta di dalam karya sastra diperlakukan sebagaimana fakta murni, sebagaimana yang dilakukan para penggemar Pram terhadap karya Pram. Seandainya memang ia merupakan fakta yang murni fakta, maka karya tersebut mustahil, jika dikatakan karya tulis sejarah.

“Pernyataan Rocky Gerung, misalnya, yang mengatakan ‘kitab suci itu fiksi’. Kenapa hal itu dipersoalkan, karena masyarakat kita masih menganggap bahwa kata ‘fiksi’ itu sama dengan khayalan, padahal tidak sesederhana itu.”

Menulis Berita Kisah: Merdeka Menjadi Wartawan

Fiksi berhubungan dengan pikiran itu iya. Fiksi lahir dari kreativitas penulis itu iya. Dan kreativitas adalah kekuatan di dalam pikiran yang membuat penulis memilih kata yang paling cocok dan rasa yang diperlukan untuk membangun puisi, novel, atau cerpen.

Sedangkan fakta tidak ada hubungannya dengan pikiran. Ini adalah peristiwa atau fenomena yang sudah ada. Misalnya, terbitnya matahari di timur adalah peristiwa yang dirasakan dan dialami dan tidak ada hubungannya dengan pikiran. Apalagi ada beberapa frasa yang menggunakan kata fakta. Misalnya, fakta dan angka, fakta kehidupan, dll.

Untuk memahami lebih dalam persoalan antara fakta dan fiksi ini, Made Sujaya menyebut satu tulisan berjudul Fakta dan Fiksi Tentang Fakta dan Fiksi karya Ignas Kleden⸺budayawan yang dikenal kedalaman ilmunya di bidang filsafat, sosiologi, dan politik.

Analisis Kleden paling jernih memang muncul ketika tegangan antara fakta dan fiksi dalam berbagai teks, puisi, cerpen, novel yang diuraikannya dengan konsep yang lebih sederhana: membandingkan “makna referensial” (hubungan teks dengan dunia luar) dan “makna tekstual” (hubungan teks ke dalam)”. Semakin tinggi makna referensialnya, semakin kuat sifat teks sebagai komentar sosial yang menekankan pada peristiwa (fakta). Semakin tinggi makna tekstualnya, semakin kental sifat teks sebagai karya simbolik (fiksi). Fakta mengarah pada generalisasi, makna denotatif dan informasi. Fiksi menekankan keunikan, ambivalensi makna dan penghayatan.

“Hari ini, sebenarnya kita tidak perlu lagi mempertentangkan antara fakta dan fiksi, tapi mengambil nilai atau pesan-pesan yang terkandung di dalamnya,” ucap jurnalis sekaligus akademisi ini. “Kalau tingkat literasi masyarakat masih tertinggal, maka fakta dan fiksi ini masih akan terus dipertentangkan.”

Memadupadankan Kehumasan dan Jurnalistik, Memeriksa Hubungan Pemerintah dan Wartawan

Perbedaan utama antara fakta dan fiksi adalah fakta adalah kejadian yang sebenarnya sedangkan fiksi adalah ciptaan (realitas) yang imajinatif. Fiksi didasarkan pada realitas dan imajinasi sedangkan fakta hanya didasarkan pada kebenaran.

Dengan demikian ada satu lagi persoalan pokok yang perlu didudukan sebagai gambaran dasar dalam paradigma baru ilmu pengetahuan dan kebudayaan dalam konteks sejarah dan sastra. Persoalan pokok itu adalah kata “imajinasi” keseluruhannya dimaknai dengan artinya yang salah oleh kebudayaan otoriter dan feodal. Bahkan kata itu dikukuhkan menjadi “hina” dalam masyarakat tersebut. Kata itu tidak mengandung gengsi, apalagi akan memberi guna. Pada dunia pendidikan sejak dari dini sudah ditanamkan tentang apa yang disebut dengan dunia imajinasi, dunia fiksi; sebagai suatu dunia yang tidak mulia dan tidak mengandung ilmu pengetahuan.

“Sebuah karya⸺walau bagaimana pun imajinasinya⸺pasti mengandung fakta. Ada fakta yang mengawali. Pembaca pun dapat memahami itu karena memiliki refrensi fakta. Tanpa fakta tak bisa orang memahami karya itu,” kata Sujaya. “Seperti novel George Orwell, 1984. Novel ini ditulis tahun ’60-an, tapi menggambarkan tahun ’80-an. Tetapi bukan berarti novel ini sepenuhnya fiksi, ia tetap mengandung residu fakta⸺yang lahir dari pengalaman. Jadi, nyaris tak ada karya yang tak mengandung fakta. Dalam pengertian fakta itu tidak hanya kita maknai sekadar sebagai suatu tindakan yang terjadi.”

Nah, dalam hal ini, karena diskusi ini masih ada kaitannya dengan diskusi berita kisah, Made Adnyana Ole, selalu moderator, mencoba menyinggung sedikit tentang fakta dan fiksi dari sudut pandang jurnalistik. “Fakta dalam berita itu kadang tidak memiliki logika. Misalnya ada batu yang memiliki kuatan bisa mengobati penyakit⸺dan ini diberitakan sebagai fakta. Tetapi kadang pembaca malah mempertanyakan hal itu, ‘masa, si?’. Fakta dalam berita itu tidak berurusan dengan logika. Sedangkan cerita itu selalu berkutat pada logika,” jelas pendiri Tatkala.co ini.

Yahya Umar menyampaikan pengalamannya sebagai seorang jurnalis kriminal yang merasa kesusahan dalam menulis cerita. “Karena wartawan kriminal, misalnya, masih terkungkung soal-soal penulisan berita yang baku dan kaku. Tak memiliki banyak diksi dalam menulis cerita. Makanya cerpen-cerpen saya setelah saya baca kembali rasanya malah seperti berita, bukan cerpen.”

Pendapat lain datang dari seorang akademisi, penyair, sastrawan perempuan pendiri Mahima, Kadek Sonia Piscayanti. Pendapat ini makin meramaikan suasana diskusi. Menurut Sonia, “ada yang lebih penting dari persoalan pertentangan antara fakta dan fiksi, yaitu kesadaran kenapa kita harus menulisnya. Dan kesadaran menulis fakta atau fiksi itu berawal dari why?. Why factor ini yang harus besar dulu sebelum menulis fakta atau fiksi.”

Ruang yang Cair Tanpa Kelekatan Bentuk | Catatan Menonton Srayamurtikanti di Potato Head

Pada akhirnya, kebenaran yang ada di dalam fiksi tidaklah harus sama dan memang tidak selalu perlu disamakan dengan kebenaran yang berlaku di dunia nyata. Karena di dalam dunia fiksi yang penuh dengan imajinatif dan dunia nyata memiliki sistem hukumnya tersendiri yang bisa saja dapat berbeda-beda.

Ada perbedaan antara kebenaran yang ada di dalam dunia fiksi dengan kebenaran yang ada di dunia nyata. Kebenaran yang ada di dalam dunia fiksi adalah kebenaran yang sesuai dengan sudut pandang sang penulis, dan kebenaran yang telah diyakinin benar sesuai dengan pandangannya terhadap masalah-masalah dalam tulisannya. [T]

Simak video selengkapnya:

Tags: jurnalismejurnalistiksastraTatkala May May May 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menulis Berita Kisah: Merdeka Menjadi Wartawan

Next Post

Rajah Rasa di Teba Kangin Pemanis | Bertemunya Seni, Alam Pedesaan, dan Gairah Berbagi

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Rajah Rasa di Teba Kangin Pemanis | Bertemunya Seni, Alam Pedesaan, dan Gairah Berbagi

Rajah Rasa di Teba Kangin Pemanis | Bertemunya Seni, Alam Pedesaan, dan Gairah Berbagi

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co