23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menulis Berita Kisah: Merdeka Menjadi Wartawan

Jaswanto by Jaswanto
May 23, 2022
in Khas
Menulis Berita Kisah: Merdeka Menjadi Wartawan

Made Adnyana Ole, Made Sujaya dan Yahya Umar dalam acara Belajar Bersama Menulis Berita Kisah

Berita kisah, bukan hanya sekadar berita biasa, atau dalam bahasa kerennya disebut straight news. Berita kisah adalah karangan khas yang diolah dari berita atau berbagai aspek kehidupan masyarakat. Berita kisah ditulis berdasarkan fakta dengan akurat. Data yang dikemukakan bukan fiktif, tapi nyata. Hanya cara menulisnya menggunakan seni. Emosi dan pikiran penulis boleh dimasukkan sehingga tulisan bisa menghibur atau menggugah rasa.

Dalam kesempatan kali ini, Tatkala May May May, menghadirkan dua pembicara top, pilih tanding, untuk menyampaikan materi⸺atau berbagi pengalaman⸺tentang berita kisah. Pembicara pertama, Made Sujaya, seorang jurnalis sekaligus pengamat sastra; dan yang kedua, Made Adnyana Ole, tuan rumah Tatkala.co sendiri⸺yang juga seorang wartawan, sastrawan, dan penyair (atau mungkin ia lebih senang dikenal sebagai “tukan cerita, tukang berita”). Diskusi kali ini dipandu oleh seorang wartawan (wayah) senior, Yahya Umar.

Diskusi diawali statement Made Sujaya yang menjelaskan perbedaan antara berita kisah dengan straight news.

“Straight news itu formatnya terlalu kaku dan terbatas. Berbeda dengan berita kisah yang agak berbau sastra,” katanya.

Ya, berita kisah adalah artikel yang kreatif, walaupun kadang-kadang subjektif, dengan maksud membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan. Berita kisah memang orisinal dan bersifat deskriptif. Bisa saja dalam sebuah berita kisah dipenuhi dengan orisinalitas dan deskripsi penulis yang menghibur, dan sedikit informasi. Atau, penulisnya lebih banyak menginformasikan amatannya dengan sedikit menghibur. Tulisan berita kisah yang bagus tentu saja yang mampu mengkombinasikan segala aspeknya dengan baik dan proporsional.

Foto: Para peserta acara Belajar Bersama Menulis Berita Kisah

Seperti apa yang dikatakan Made Sujaya, bahwa berita kisah, dalam teknik menulisnya, mengadopsi teknik menulis sastra.

“Yang diadopsi berita kisah dari fiksi itu ada tiga komponen,” jelasnya. “Pertama, konfilk. Kisah itu menjadi menarik kalau di dalamnya terdapat konflik. Selain konflik ada karakter. Karakter itu memuat figur-figurnya, tokoh-tokohnya⸺dan seorang penulis berita kisah harus mampu menuliskan sisi-sisi humanis dari setiap tokoh yang terlibat. Kemudian yang ketiga, kronologi. Hal ini menjelaskan urut-urutan suatu kejadian,” lanjutnya.

Menurut Sujaya, menulis berita kisah itu adalah jalan pembebasan dari seorang jurnalis. “Karena jurnalis bisa keluar dari pakem berita yang kaku dan baku⸺dan boleh memasukkan subjektivitas.”

Benar. Beberapa berita kisah ditulis dalam bentuk “aku”, sehingga memungkinkan reporter, jurnalis, memasukkan emosi dan pikirannya sendiri. Meskipun banyak jurnalis, yang dididik dalam reporting objektif, hanya memakai teknik ini bila tidak ada pilihan lain, hasilnya bisa enak dibaca. Tetapi, tulisan berita kisah tetap memberikan penekanan besar pada fakta-fakta yang penting⸺fakta-fakta yang mungkin merangsang emosi (menghibur, memunculkan empati, di samping tetap tidak meninggalkan unsur informatifnya). Karena penakanan itu, tulisan berita kisah sering disebut kisah human interest atau kisah yang berwarna.

Memadupadankan Kehumasan dan Jurnalistik, Memeriksa Hubungan Pemerintah dan Wartawan

Selain berpendapat mengenai subjektivitas dalam berita kisah, Sujaya juga mengatakan bahwa berita kisah itu “awet”. Berita kisah tidak terikat waktu. Ia bisa bertahan. Tekanan deadline jarang, sehingga jurnalis bisa punya waktu cukup untuk mengadakan riset secara cermat dan menulisnya kembali sampai mempunyai mutu yang tertinggi.

Sedangkan menurut Made Adnyana Ole, ada dua jenis dalam penulisan jurnalistik, yaitu menulis berita dan menulis cerita. Menulis berita kisah menggunakan rumus-rumus menulis cerita. Seperti cerpen yang menggunakan diksi-diksi, dalam berita kisah pun demikian. “Idiom-idiom atau metafora itu diperbolehkan dalam berita kisah,” kata penulis kumpulan cerpen Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci ini.

Meski bercerita, sekali lagi, penulisan berita kisah bukanlah fiksi, ia tetap berpijak pada fakta meski mungkin saja ceritanya seperti sebuah “cerita pendek”. Nah, sebab itu pulalah, penulis berita kisah dalam bentuk narasi harus memiliki kemampuan yang tak jauh beda dengan penulisan fiksi.

Dengan begitu, berita kisah memberikan variasi terhadap berita-berita rutin seperti pembunuhan, skandal, bencana dan pertentangan yang selalu menghiasi kolom-kolom berita. Seorang wartawan bisa menulis “cerita berwarna-warni” untuk menangkap perasaan dan suasana dari sebuah peristiwa. Dalam setiap kasus, sasaran utamanya adalah bagaimana menghibur pembaca dan memberikan kepadanya hal-hal baru dan segar.

Struktur penulisan berita kisah sangat berbeda dengan stright news (berita lugas) yang menggunakan struktur piramida terbalik. Semua bagian tulisan terjalin erat dari awal tulisan hingga ending. Paragraf pertama sebuah berita kisah adalah sebuah pertaruhan; pada lead (pembuka) berita kisah sangat menentukan minat membaca untuk melanjutkan membacanya hingga selesai. Pembaca juga tetap harus mampu dipikat dengan bahan yang dijadikan tulisan, dan judul.

“Stright news itu memiliki nilai berita. Misalnya, berita tentang kecelakaan. Kalau hanya keserempet, tidak ada yang meninggal, berarti tidak masuk dalam berita. Itu bedanya dengan berita kisah. Berita kisah itu terkadang membahas soal-soal yang ‘kecil’,” jelas pendiri Tatkala.co ini.

Belajar Bersama Minikino | Apa Saja yang Perlu Diketahui Saat Menulis Ulasan Film Pendek?

Berita kisah biasanya memang seringkali berbicara hal-hal “biasa” yang terkadang luput dari perhatian kita. Made Adnyana Ole mecontohnya misalnya kegiatan penanaman pohon. “Dalam berita kisah kegiatan penanaman pohon, yang menarik untuk ditulis bukan bupati, atau kepala dinas yang dijadikan narasumber, tapi misalnya ada anak kecil yang ikut serta di dalam kegiatan itu,” katanya.

Di dalam berita kisah memerlukan keterampilan menulis dan penggunaan bahasa, sebab itulah sajian berita kisah terkadang mampu memberikan pencerahan, meski yang ditulis hanyalah berupa hal-hal yang remeh atau keseharian yang terasing dari benak kita, meski pada mata sekali waktu kita pernah menyaksikannya. Banyak ragam kalimat pembuka yang bisa digunakan pada berita kisah ini demi mengail perhatian pembaca; bisa menggunakan anekdot, penggalan dialog, paragraf deskripsi, sebuah narasi, kutipan langsung, atau malah pantun.

Foto: Para peserta acara Belajar Bersama Menulis Berita Kisah

Penulis berita kisah harus mampu menjaga kontinuitas yang tinggi dalam alur ceritanya dari awal hingga akhir. Bagian-bagian dalam berita kisah harus tetap koheren dalam jalinan tema utama cerita yang hendak disampaikan, meski memang peralihan atau lanturan-lanturan cerita seringkali tak bisa dihindari. Namun, bila peralihan atau lanturan itu tetap merupakan bagian dari keseluruhan tema utama cerita, justru akan bisa lebih memperkaya tulisan itu sendiri.

Sebelum diskusi diakhiri, salah seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Genesha, Kumala Sari, bertanya tentang apa tantangan dalam menulis berita kisah.

“Semua pekerjaan itu sebenarnya ada tantangannya,” jawab Made Adnyana Ole. “Tantangan dalam berita kisah itu ada di gagasan, ide, kepekaan. Artinya, untuk menjawab soal itu, kita harus memperluas itu⸺memperluas pengetahuan kita pada suatu hal.”

Pada akhirnya, seperti yang sudah dituliskan di awal, bahwa berita kisah bukan hanya sekadar berita biasa. Tetapi, meski bercerita, sekali lagi, penulisan berita kisah bukanlah fiksi, ia tetap berpijak pada fakta. Untuk dapat menulis berita kisah dengan baik dan benar, seorang wartawan, selain banyak tanya, ia juga harus memperbanyak membaca, bukan hanya membaca buku, tetapi juga membaca situasi, fenomena, kondisi, dsb. Sulit membayangkan seorang wartawan dapat menulis berita kisah jika tak banyak membaca. [T]

Simak video selengkapnya:

Tags: Berita Kisahjurnalismejurnalisme wargajurnalistikTatkala May May May 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah 8000 Kepal Tanah dari Gusti Dalem: Temuan-temuan Pada Jajan Suci

Next Post

Fakta dan Fiksi Tentang Fakta dan Fiksi

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Fakta dan Fiksi Tentang Fakta dan Fiksi

Fakta dan Fiksi Tentang Fakta dan Fiksi

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co