24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pilkada Serentak, Harapan dan Tantangan Rakyat Pemilih

I Made Pria Dharsana by I Made Pria Dharsana
August 15, 2024
in Opini
Perjanjian Pengalihan dan Komersialisasi Paten dalam Teori dan Praktek

Made Pria Dharsana | Foto: Ist

PADA intinya, pemimpin hebat adalah orang yang bertindak. Mereka cenderung mencari penyelesaian.  Seperti yang dijelaskan Margaret Thatcher bahwa pemimpin hebat selalu medapatkan hasil. Mereka tidak menyalahkan keadaan atau orang lain. (4 Leadership  Lessons From  Margaret Thatcher, Roshan Thiran, 2018).

Juga dikatakan, “nothing is easy to do, but nothing is impossible.”

Mengutip lagi pernyataan Perdana Menteri wanita pertama yang menjabat paling lama di Inggris pasca perang (1925–2013),  bahwa salah satu kekuatan utama pemimpin itu adalah komunikasi.

Seorang pemimpin itu harus selalu berhasil berkomunikasi dengan sangat baik dengan humor dan kejujuran. Ketika ditanya apa pendapatnya tentang menjadi orang yang kuat, Margaret Thatcher mengungkapkan bahwa menjadi kuat itu seperti menjadi seorang wanita. Jika Anda harus memberi tahu orang lain bahwa Anda kuat, Anda tidak kuat.

Thatcher percaya bahwa pemimpin hebat tidak perlu menyatakan kehebatan mereka. Orang-orang tahu bahwa mereka hebat melalui tindakan mereka. Salah satu hal tersulit yang harus dilakukan adalah melakukan hal yang benar. Lebih mudah melakukan hal yang populer atau hal yang mudah. Sebagai pemimpin daerah melakukan apa yang benar-benar diyakini bisa jadi dirasa menakutkan dan sulit. Biasanya, ini adalah hal-hal yang tidak ingin didengar siapa pun. 

Bicara soal kepemimpinan Indonesia yang akan berkonteatasi di pilkada serentak dan khususnya di Bali, menurut pandangan saya, saat ini Bali sebagai daerah distinasi pariwisata dunia, bukan hanya membutuhkan pemimpin yang memiliki keyakinan kuat dalam merealisasikan gagasannya tapi juga tapi juga bisa bekerja efektif dengan menempatkan orang-orang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas serta profesional dan rekam jejak yang jelas. Bukan pula dipilih karena membagikan sesuatu untuk dapat dipilih.

Tantangan pembangunan masyarakat Bali ke depan sudah siap menghadang di mana Bali akan dihadapkan pada perkembangan revolusi industri 4.0 dan era 5.0, bonus demografi serta persaingan dunia usaha khususnya sektor pariwisata yang akan semakin sengit.

Beralihnya aset tanah di sepanjang pesisir Bali selatan sampai ke ujung Pantai Soka, ke timur sampai Pantai Amed tidak dapat diabaikan begitu saja. Belum lagi semakin terdesaknya pangsa kerja masyarakat lokal harus jadi perhatian para pemimpin Bali di tingkat lokal kabupaten, kota, dan propinsi.

Bali membutuhkan banyak pemimpin yang berpandangan politik benar, yang konsisten menentang ketidakadilan dan tetap teguh pendiriannya sekalipun harus melawan deras arus kepentingan politik tertentu demi kepentingan masyarakat Bali. Harus berani menolak program pembangunan yang merusak tatanan ekosistem Bali yang sangat terbatas.

Bali bukan membutuhkan pemimpin yang hebat dan gagah berani, tapi tidak memiliki kejelasan visi dan keyakinan untuk memastikan dampak dari kebijakan yang dibawanya.

Menurut saya, saat seorang pemimpin yakin akan visi mereka, jalan untuk mencapai visinya tentu menjadi lebih jelas tapi jangan lupa bahwa jalan itu perlu terus-menerus disegarkan tetapi tetap menguatkan pondasi budaya yang dipayungi Tri Hita Karena dan local genius.

Resolusi dan tekad untuk mencapai visi pemimpin harus selalu sama, namun seiring dunia berubah, jalan menuju ke sana tentu juga harus berubah disesuaikan dengan perkembangan jaman yang sudah mengarah kepada era 5.0 di mana teknologi informasi dan komunikasi begitu cepat tanpa tercerabut dari akar budaya Bali..

Banyak pemimpin daerah  yang berhasil memanfaatkan kekuatan mereka dan berasumsi bahwa kekuatan yang sama dapat digunakan dalam semua konteks. Dalam situasi yang berbeda, kekuatan kelompoknya itu justru dapat berubah menjadi kelemahan baginya.

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak merupakan sebuah arena baru bagi rakyat Indonesia termasuk masyarakat Bali. Memilah dan memilih pemimpin yang benar benar berani satya membela, mengelola, memanfaatkan potensi Bali untuk mencapai kesejahteraan Bali secara merata dan adil.

Ke depan, bukan hanya pada persoalan berbeda waktu pelaksanaan, sistem pelaksanaan, prosedur dan mekanisme pemilihannya, tetapi juga soal, yang oleh Brian C. Smith dan Robert Dahi katakan adalah untuk menciptakan local accountability, political equity dan local responsiveness (akuntabilitas lokal, keadilan politik, dan daya tanggap lokal).

Menurut hemat saya, bahwa ada beberapa prinsip dalam pelaksanaan pilkada serentak yang harus dijalankan pemerintah jika ingin pelaksanaan pilkada serentak bisa dikatakan akan berjalan dengan baik.

Pertama, partisipasi. Partisipasi dimaksud merupakan kesempatan bagi setiap orang untuk menyuarakan pendapatnya melalui lembaga atau perwakilan. Selain itu, setiap orang, tanpa kecuali, memiliki hak atas kebebasan berserikat dan berekspresi.

Kedua, aturan hukum. Untuk melaksanakan pilkada yang baik, kerangka hukum di negara meliputi tingkat propinsi dan juga daerah harus ditegakkan secara tidak memihak, terutama yang menyangkut pelaksanaan pemilu yang jurdil (jujur dan adil).

Ketiga, transparansi. Transparansi berarti bahwa setiap kebijakan yang diambil dan dilaksanakan oleh pemerintah harus dijalankan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Selain itu, harus ada jaminan bahwa setiap informasi yang terkait dengan dengan hasil pilkada tersebut dapat diakses oleh semua orang, terutama mereka yang secara langsung terkena dampak dari kebijakan tersebut seperti para calon Pemimpin Daerah.

Keempat, daya tanggap. Pemerintah ke depan seharus bisa membentuk lembaga independen guna melayani keluhan dan masukan terhadap  hasil dari proses pilkada serentak yang semata-mata demi penegakan hukum dan keadilan masyarakat

Prinsip kelima, keadilan dan inklusivitas. Pilkada serentak yang baik pastinya menjamin keadilan bagi masyarakat. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memelih calon pemimpinnya guna meningkatkan kesejahteraannya.

Ketujuh, efektivitas dan efesiensi. Setiap proses pengambilan keputusan dan kelembagaannya Pilkada serentak harus mampu menghasilkan keputusan yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sumber daya masyarakat juga harus dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah agar tidak timbul kecurangan dimana-mana.

Delapan, akuntabilitas. Semua lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkada Serentak  mempunyai tanggung jawab penuh kepada publik demi keadilan masyarakat dan kepastian hukum.

Rabu 14 Februari 2024, kita semua disajikan dengan pemahaman menyeluruh tentang pelaksanaan pemilu yang terindikasi tidak jujur di mana banyak kecurangan,  sekarang mari kita bicarakan tentang bagaimana pilkada terentak  dimanfaatkan di tingkat lokal Bali dan bagaimana peran pemerintah daerah Bali akan sangat penting bagi pembangunan di masa depan yang sebagaimana disebut di atas akan menghadapi tantangan besar.

Menurut pendapat saya, dan harapan masyarakat Bali, Bali membutuhkan pemimpin yang paham betul seperti apa Bali, dan apa yang dibutuhkan masyarakatnya yang kini sudah banyak kaum urban di dalamnya.

Pemimpin Bali ke depan harus mampu menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang bisa menjadi panutan untuk masyarakatnya serta menjaga dan merawat adat istiadat dan keberagamaan masyarakat Bali merealisasikan beberapa budaya lokal yang masih relevan dan diterapkan dalam praktek kehidupan sosial sehari-harinya. Salah satu budaya yang berkembang di Bali adalah Tri Hita Karana dan menyama braya.

Pemimpin Bali harus memiliki cara berpikir dan cara bersikap masyarakat Bali, sehingga mampu menjaga kehidupan harmonis dalam keberagaman. Masyarakat Bali mempercayai bahwa tradisi menyama braya ini akan tetap selalu diterapkan oleh masyarakat Bali karena melihat bahwa manusia merupakan mahluk sosial yang seharusnya menjaga hubungan baik antar sesama umat beragama dan tidak menjadikan perbedaan sebagai penghalang untuk tetap menciptakan masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling menghormati.

Tapi utamanya, bagiamana kemudian tetap mempertahankan keunggulan tradisi Bali  bahwa tata kelola daerah yang efektif dapat menjadi jalur utama untuk memecahkan berbagai tantangan dalam pembangunan di tingkat global. Contoh terbesarnya tentu saja menuju pencapaian Agenda 2030 atau yang kita kenal sebagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, serta mengatasi isu-isu penting seperti perubahan iklim yang menyebabkan persoalan air, sampah, kemacetan, adanya bunuh diri orang Bali yang terbesar di Indonesia harus di tangani dangan baik.

Oleh karena itu, sebagai yang paling dekat dengan masyarakatnya, pemerintah daerah dan regional memiliki keuntungan karena menempatkan masyarakat di pusat setiap proses pengambilan keputusan.

Pemerintah daerah dan regional menunjukkan potensi tindakan berdasarkan kedekatan untuk berkontribusi dalam memecahkan tantangan global utama.

Menurut pendapat saya, bahwa pengembangan dan peningkatan kondisi kehidupan masyarakat harus dilakukan terutama di tingkat lokal. Maka penting bagi pemimpin daerah berupaya mencapai desentralisasi sebagai cara untuk mendemokratisasi tata kelola publik di semua tingkatan. [T]

BACA artikel lain tentang kenotarisan dari penulis I MADE PRIA DHARSANA

Demokrasi, Politik Dinasti Ataukah Dinasti Politik?
Tergerusnya Demokrasi Indonesia
Peringatan Hari Lahir Pancasila | Tantangan Menjaga Kemuliaan Demokrasi Pancasila
Tags: demokrasiPilkadaPilkada 2024Pilkada Balipilkada serentakPolitikpolitik bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Otot dan Rahasia Bugar di Usia Senja

Next Post

Mengenal “Body Massage” dan Manfaat untuk Kesehatan

I Made Pria Dharsana

I Made Pria Dharsana

Praktisi, akademisi dan penggiat Prabu Capung Mas

Related Posts

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails

Singkong dan Dosa Orde Baru

by Jaswanto
April 9, 2026
0
Singkong dan Dosa Orde Baru

RASANYA gurih, meski hanya dibubuhi garam. Teksturnya lembut sekaligus sedikit lengket di lidah. Tampilannya sederhana saja, mencerminkan masyarakat yang mengolah...

Read moreDetails

Rekonstruksi Status Tanah ‘Ex Eigendom Verponding’: Antara Legalitas Formal dan Penguasaan Fisik dalam Perspektif Keadilan Agraria

by I Made Pria Dharsana
April 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH bekas hak barat berupa eigendom verponding menyisakan persoalan hukum yang tidak pernah sepenuhnya selesai sejak berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria....

Read moreDetails

Notaris di Ujung Integritas: Ketika Etika Gagal Menyelamatkan Moral

by I Made Pria Dharsana
April 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Kepercayaan publik terhadap notaris tidak runtuh dalam satu peristiwa besar, ia retak perlahan, dari satu kompromi kecil ke kompromi berikutnya....

Read moreDetails

Cybernotary, UUJN, dan UU ITE 2025:  Payung Hukum Ada, Notaris Masih di Persimpangan Digital

by I Made Pria Dharsana
April 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital telah mengguncang hampir seluruh praktik hukum di Indonesia, termasuk jabatan notaris. Konsep cybernotary kini bukan sekadar wacana akademik,...

Read moreDetails

Bunga, Denda, dan Moralitas Kreditur: Ketika Kontrak Menjadi Alat Tekanan

by I Made Pria Dharsana
March 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Ada satu pertanyaan yang jarang disentuh secara jujur dalam praktik perbankan: apakah kreditur selalu berada dalam posisi beritikad baik, bahkan...

Read moreDetails

Bali: Destinasi Wisata Dunia atau Simpul Energi Nasional? —Sebuah Persimpangan Peradaban

by I Made Pria Dharsana
March 25, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PULAU Bali hari ini tidak sekadar berdiri sebagai ruang geografis, tetapi sebagai simbol. Ia adalah representasi wajah Indonesia di mata...

Read moreDetails
Next Post
Mengenal “Body Massage” dan Manfaat untuk Kesehatan

Mengenal “Body Massage” dan Manfaat untuk Kesehatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co