25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pilkada Serentak, Harapan dan Tantangan Rakyat Pemilih

I Made Pria Dharsana by I Made Pria Dharsana
August 15, 2024
in Opini
Perjanjian Pengalihan dan Komersialisasi Paten dalam Teori dan Praktek

Made Pria Dharsana | Foto: Ist

PADA intinya, pemimpin hebat adalah orang yang bertindak. Mereka cenderung mencari penyelesaian.  Seperti yang dijelaskan Margaret Thatcher bahwa pemimpin hebat selalu medapatkan hasil. Mereka tidak menyalahkan keadaan atau orang lain. (4 Leadership  Lessons From  Margaret Thatcher, Roshan Thiran, 2018).

Juga dikatakan, “nothing is easy to do, but nothing is impossible.”

Mengutip lagi pernyataan Perdana Menteri wanita pertama yang menjabat paling lama di Inggris pasca perang (1925–2013),  bahwa salah satu kekuatan utama pemimpin itu adalah komunikasi.

Seorang pemimpin itu harus selalu berhasil berkomunikasi dengan sangat baik dengan humor dan kejujuran. Ketika ditanya apa pendapatnya tentang menjadi orang yang kuat, Margaret Thatcher mengungkapkan bahwa menjadi kuat itu seperti menjadi seorang wanita. Jika Anda harus memberi tahu orang lain bahwa Anda kuat, Anda tidak kuat.

Thatcher percaya bahwa pemimpin hebat tidak perlu menyatakan kehebatan mereka. Orang-orang tahu bahwa mereka hebat melalui tindakan mereka. Salah satu hal tersulit yang harus dilakukan adalah melakukan hal yang benar. Lebih mudah melakukan hal yang populer atau hal yang mudah. Sebagai pemimpin daerah melakukan apa yang benar-benar diyakini bisa jadi dirasa menakutkan dan sulit. Biasanya, ini adalah hal-hal yang tidak ingin didengar siapa pun. 

Bicara soal kepemimpinan Indonesia yang akan berkonteatasi di pilkada serentak dan khususnya di Bali, menurut pandangan saya, saat ini Bali sebagai daerah distinasi pariwisata dunia, bukan hanya membutuhkan pemimpin yang memiliki keyakinan kuat dalam merealisasikan gagasannya tapi juga tapi juga bisa bekerja efektif dengan menempatkan orang-orang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas serta profesional dan rekam jejak yang jelas. Bukan pula dipilih karena membagikan sesuatu untuk dapat dipilih.

Tantangan pembangunan masyarakat Bali ke depan sudah siap menghadang di mana Bali akan dihadapkan pada perkembangan revolusi industri 4.0 dan era 5.0, bonus demografi serta persaingan dunia usaha khususnya sektor pariwisata yang akan semakin sengit.

Beralihnya aset tanah di sepanjang pesisir Bali selatan sampai ke ujung Pantai Soka, ke timur sampai Pantai Amed tidak dapat diabaikan begitu saja. Belum lagi semakin terdesaknya pangsa kerja masyarakat lokal harus jadi perhatian para pemimpin Bali di tingkat lokal kabupaten, kota, dan propinsi.

Bali membutuhkan banyak pemimpin yang berpandangan politik benar, yang konsisten menentang ketidakadilan dan tetap teguh pendiriannya sekalipun harus melawan deras arus kepentingan politik tertentu demi kepentingan masyarakat Bali. Harus berani menolak program pembangunan yang merusak tatanan ekosistem Bali yang sangat terbatas.

Bali bukan membutuhkan pemimpin yang hebat dan gagah berani, tapi tidak memiliki kejelasan visi dan keyakinan untuk memastikan dampak dari kebijakan yang dibawanya.

Menurut saya, saat seorang pemimpin yakin akan visi mereka, jalan untuk mencapai visinya tentu menjadi lebih jelas tapi jangan lupa bahwa jalan itu perlu terus-menerus disegarkan tetapi tetap menguatkan pondasi budaya yang dipayungi Tri Hita Karena dan local genius.

Resolusi dan tekad untuk mencapai visi pemimpin harus selalu sama, namun seiring dunia berubah, jalan menuju ke sana tentu juga harus berubah disesuaikan dengan perkembangan jaman yang sudah mengarah kepada era 5.0 di mana teknologi informasi dan komunikasi begitu cepat tanpa tercerabut dari akar budaya Bali..

Banyak pemimpin daerah  yang berhasil memanfaatkan kekuatan mereka dan berasumsi bahwa kekuatan yang sama dapat digunakan dalam semua konteks. Dalam situasi yang berbeda, kekuatan kelompoknya itu justru dapat berubah menjadi kelemahan baginya.

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak merupakan sebuah arena baru bagi rakyat Indonesia termasuk masyarakat Bali. Memilah dan memilih pemimpin yang benar benar berani satya membela, mengelola, memanfaatkan potensi Bali untuk mencapai kesejahteraan Bali secara merata dan adil.

Ke depan, bukan hanya pada persoalan berbeda waktu pelaksanaan, sistem pelaksanaan, prosedur dan mekanisme pemilihannya, tetapi juga soal, yang oleh Brian C. Smith dan Robert Dahi katakan adalah untuk menciptakan local accountability, political equity dan local responsiveness (akuntabilitas lokal, keadilan politik, dan daya tanggap lokal).

Menurut hemat saya, bahwa ada beberapa prinsip dalam pelaksanaan pilkada serentak yang harus dijalankan pemerintah jika ingin pelaksanaan pilkada serentak bisa dikatakan akan berjalan dengan baik.

Pertama, partisipasi. Partisipasi dimaksud merupakan kesempatan bagi setiap orang untuk menyuarakan pendapatnya melalui lembaga atau perwakilan. Selain itu, setiap orang, tanpa kecuali, memiliki hak atas kebebasan berserikat dan berekspresi.

Kedua, aturan hukum. Untuk melaksanakan pilkada yang baik, kerangka hukum di negara meliputi tingkat propinsi dan juga daerah harus ditegakkan secara tidak memihak, terutama yang menyangkut pelaksanaan pemilu yang jurdil (jujur dan adil).

Ketiga, transparansi. Transparansi berarti bahwa setiap kebijakan yang diambil dan dilaksanakan oleh pemerintah harus dijalankan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Selain itu, harus ada jaminan bahwa setiap informasi yang terkait dengan dengan hasil pilkada tersebut dapat diakses oleh semua orang, terutama mereka yang secara langsung terkena dampak dari kebijakan tersebut seperti para calon Pemimpin Daerah.

Keempat, daya tanggap. Pemerintah ke depan seharus bisa membentuk lembaga independen guna melayani keluhan dan masukan terhadap  hasil dari proses pilkada serentak yang semata-mata demi penegakan hukum dan keadilan masyarakat

Prinsip kelima, keadilan dan inklusivitas. Pilkada serentak yang baik pastinya menjamin keadilan bagi masyarakat. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memelih calon pemimpinnya guna meningkatkan kesejahteraannya.

Ketujuh, efektivitas dan efesiensi. Setiap proses pengambilan keputusan dan kelembagaannya Pilkada serentak harus mampu menghasilkan keputusan yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sumber daya masyarakat juga harus dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah agar tidak timbul kecurangan dimana-mana.

Delapan, akuntabilitas. Semua lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkada Serentak  mempunyai tanggung jawab penuh kepada publik demi keadilan masyarakat dan kepastian hukum.

Rabu 14 Februari 2024, kita semua disajikan dengan pemahaman menyeluruh tentang pelaksanaan pemilu yang terindikasi tidak jujur di mana banyak kecurangan,  sekarang mari kita bicarakan tentang bagaimana pilkada terentak  dimanfaatkan di tingkat lokal Bali dan bagaimana peran pemerintah daerah Bali akan sangat penting bagi pembangunan di masa depan yang sebagaimana disebut di atas akan menghadapi tantangan besar.

Menurut pendapat saya, dan harapan masyarakat Bali, Bali membutuhkan pemimpin yang paham betul seperti apa Bali, dan apa yang dibutuhkan masyarakatnya yang kini sudah banyak kaum urban di dalamnya.

Pemimpin Bali ke depan harus mampu menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang bisa menjadi panutan untuk masyarakatnya serta menjaga dan merawat adat istiadat dan keberagamaan masyarakat Bali merealisasikan beberapa budaya lokal yang masih relevan dan diterapkan dalam praktek kehidupan sosial sehari-harinya. Salah satu budaya yang berkembang di Bali adalah Tri Hita Karana dan menyama braya.

Pemimpin Bali harus memiliki cara berpikir dan cara bersikap masyarakat Bali, sehingga mampu menjaga kehidupan harmonis dalam keberagaman. Masyarakat Bali mempercayai bahwa tradisi menyama braya ini akan tetap selalu diterapkan oleh masyarakat Bali karena melihat bahwa manusia merupakan mahluk sosial yang seharusnya menjaga hubungan baik antar sesama umat beragama dan tidak menjadikan perbedaan sebagai penghalang untuk tetap menciptakan masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling menghormati.

Tapi utamanya, bagiamana kemudian tetap mempertahankan keunggulan tradisi Bali  bahwa tata kelola daerah yang efektif dapat menjadi jalur utama untuk memecahkan berbagai tantangan dalam pembangunan di tingkat global. Contoh terbesarnya tentu saja menuju pencapaian Agenda 2030 atau yang kita kenal sebagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, serta mengatasi isu-isu penting seperti perubahan iklim yang menyebabkan persoalan air, sampah, kemacetan, adanya bunuh diri orang Bali yang terbesar di Indonesia harus di tangani dangan baik.

Oleh karena itu, sebagai yang paling dekat dengan masyarakatnya, pemerintah daerah dan regional memiliki keuntungan karena menempatkan masyarakat di pusat setiap proses pengambilan keputusan.

Pemerintah daerah dan regional menunjukkan potensi tindakan berdasarkan kedekatan untuk berkontribusi dalam memecahkan tantangan global utama.

Menurut pendapat saya, bahwa pengembangan dan peningkatan kondisi kehidupan masyarakat harus dilakukan terutama di tingkat lokal. Maka penting bagi pemimpin daerah berupaya mencapai desentralisasi sebagai cara untuk mendemokratisasi tata kelola publik di semua tingkatan. [T]

BACA artikel lain tentang kenotarisan dari penulis I MADE PRIA DHARSANA

Demokrasi, Politik Dinasti Ataukah Dinasti Politik?
Tergerusnya Demokrasi Indonesia
Peringatan Hari Lahir Pancasila | Tantangan Menjaga Kemuliaan Demokrasi Pancasila
Tags: demokrasiPilkadaPilkada 2024Pilkada Balipilkada serentakPolitikpolitik bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Otot dan Rahasia Bugar di Usia Senja

Next Post

Mengenal “Body Massage” dan Manfaat untuk Kesehatan

I Made Pria Dharsana

I Made Pria Dharsana

Praktisi, akademisi dan penggiat Prabu Capung Mas

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Mengenal “Body Massage” dan Manfaat untuk Kesehatan

Mengenal “Body Massage” dan Manfaat untuk Kesehatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co