1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

Dodik Suprayogi by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
in Esai
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

Ilustrasi tatkala.co | Canva

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan dari Generasi Z memanfaatkan gawai dan perangkat teknologi pertanian untuk mengelola kedaulatan pangan.

Fenomena Kartini Agraris ini kini menemukan momentumnya seiring dengan peluncuran program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Semangat emansipasi kini berpadu dengan misi pemenuhan nutrisi bangsa, menempatkan perempuan sebagai tokoh kunci dalam rantai pasok pangan nasional.

Sektor pertanian Indonesia sedang mengalami metamorfosis yang fundamental. Pertanian tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tradisional yang melelahkan, melainkan sebuah ekosistem inovatif yang menjadi tulang punggung bagi program kesehatan nasional. Di sana, perempuan Gen Z hadir bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai penggerak utama.

1. Dari Buruh Bayangan Menjadi Pengambil Keputusan

Peran perempuan dalam sektor agraria telah mengalami kemajuan yang masif. Dahulu, dalam struktur masyarakat tradisional, perempuan sering kali terjebak dalam peran tenaga kerja bayangan. Mereka turun ke sawah untuk menanam, namun suara mereka jarang terdengar dalam pengambilan keputusan strategis.

Kini, warisan intelektual Kartini memberikan keberanian bagi perempuan Gen Z untuk mendiskusikan ulang posisi mereka sebagai pengambil keputusan, terutama dalam mendukung ketersediaan bahan baku program Makan Bergizi Gratis.

“Dulu, agro field atau agronomist didominasi oleh laki-laki, karena perempuan dianggap lemah, tidak cukup tenaga jika bekerja di lapangan, namun sekarang perempuan bisa membuktikan kalau tidak kalah dengan kaum laki-laki”, Agnes adalah salah satu agronomist perempuan di perusahaan pestisida terkemuka di Indonesia.

Perempuan-perempuan muda ini kini menempati posisi strategis dalam merancang pola tanam yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi lokal. Mereka tidak lagi hanya menanam apa yang biasa ditanam, tetapi menganalisis komoditas apa yang diperlukan untuk memenuhi standar nutrisi protein dan vitamin.

Dalam perspektif ekofeminisme, kedekatan intuitif perempuan terhadap kelestarian alam menjadi modal utama untuk menghasilkan pangan yang tidak hanya melimpah secara kuantitas, tetapi juga sehat dan bebas residu kimia berbahaya.

“Perempuan sebagai garda pangan itu sudah terbukti kehebatannya sejak dulu, makanya Dewi Padi namanya Dewi Sri seorang perempuan, bukan laki-laki”, tambahnya.

2. Kelompok Wanita Tani (KWT) di Masa MBG

Berdasarkan data goodstats.id (2025), jumlah petani wanita di Indonesia mencapai 14.8 juta pada Februari 2025. Jumlah yang besar ini, salah satunya bergerak secara komunitas melalui Kelompok Wanita Tani (KWT).

Apalagi pada masa kini, peran KWT sangat dibutuhkan terutama sebagai mitra dapur MBG. Sebagai harapan, KWT mampu mengelola budidaya sayuran hidroponik hingga ternak unggas skala komunitas. Dampaknya sangat signifikan, program MBG tidak perlu mengambil bahan pangan dari tempat yang jauh, karena KWT di desa tersebut mampu menyediakannya.

Inilah wujud nyata kemandirian ekonomi yang diimpikan Kartini, perempuan yang berdaya secara finansial sekaligus menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai stunting dan gizi buruk melalui akses pangan lokal yang berkualitas.

3. Kolaborasi Sarjana Pertanian dan Ahli Gizi

Kolaborasi perempuan sarjana pertanian di kebun dan sarjana ahli gizi di dapur sangat dibutuhkan di sini. Mereka membawa misi untuk memastikan bahwa standar keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis tetap terjaga.

Pertanian adalah sektor hulu yang sedari pengolahan tanah, pemilihan benih unggul, hingga proses panen sangat menentukan kualitas makanan di atas meja dapur. Mereka juga mengedukasi anggota KWT mengenai pentingnya sertifikasi produk dan standar sanitasi, sehingga produk pertanian lokal layak masuk ke dalam sistem pengadaan negara. Selanjutnya, peran ahli gizi meramu bahan pangan itu sesuai kebutuhan gizi anak-anak.

4. Bertani Adalah Bentuk Nyata Bela Negara

Tujuan utama dari gerakan ini adalah memadukan antara kemampuan akademis sarjana muda dengan pengalaman dapur ibu-ibu KWT. Hasilnya adalah sebuah ekosistem pangan yang humanis dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini secara efektif memotong rantai distribusi yang panjang. Dengan adanya kebutuhan tetap dari program MBG, perempuan tani kini memiliki kepastian pasar. Fenomena ini menciptakan budaya kerja baru di mana kecerdasan perempuan digunakan untuk mengelola logistik pangan nasional dari tingkat bawah.

Mereka membuktikan bahwa dedikasi di atas tanah pertanian adalah bentuk nyata dari bela negara, memastikan bahwa masa depan bangsa melalui anak-anak sekolah terjaga gizinya melalui tangan-tangan perempuan yang kompeten.

5. Menanam Masa Depan yang Inklusif dan Bergizi

Semangat Kartini dalam sektor pertanian saat ini adalah sebuah harmoni yang indah antara kekuatan komunitas dan ketajaman berpikir individu. Sinergi antara KWT sebagai motor penggerak massa dan sarjana pertanian wanita sebagai inovator teknologi menciptakan fondasi yang kokoh bagi keberhasilan program Makan Bergizi Gratis.

Perubahan ini membuktikan bahwa ketahanan pangan dan perbaikan gizi nasional tidak hanya ditentukan oleh kebijakan makro, tetapi oleh seberapa besar kita melibatkan perempuan dalam pengelolaannya di tingkat akar rumput.

Di tangan perempuan Gen Z, pertanian Indonesia kini menjadi narasi tentang masa depan yang hijau, cerdas, dan sehat. Semangat Kartini terus bersemi di setiap benih yang ditanam, membuktikan bahwa untuk membangun bangsa yang kuat, kita membutuhkan pikiran yang cerdas namun membumi, serta tangan perempuan yang lembut namun mampu memberi makan seluruh negeri.

“Untuk semua perempuan kalian hebat, cantik dan berdaya. Semoga kedepannya semakin banyak yg berperan aktif untuk mencapai ketahanan pangan nasional”, harapan dari Arum, sarjana agroteknologi yang kini berkarya menjaga ketahanan pangan keluarga. [T]

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Adnyana Ole

Tags: agrarisgiziHari KartiniKartiniPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

Next Post

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta. Ig @dodiksuprayogi_

Related Posts

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co