2 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

Dodik Suprayogi by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
in Esai
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

Ilustrasi tatkala.co | Canva

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan dari Generasi Z memanfaatkan gawai dan perangkat teknologi pertanian untuk mengelola kedaulatan pangan.

Fenomena Kartini Agraris ini kini menemukan momentumnya seiring dengan peluncuran program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Semangat emansipasi kini berpadu dengan misi pemenuhan nutrisi bangsa, menempatkan perempuan sebagai tokoh kunci dalam rantai pasok pangan nasional.

Sektor pertanian Indonesia sedang mengalami metamorfosis yang fundamental. Pertanian tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tradisional yang melelahkan, melainkan sebuah ekosistem inovatif yang menjadi tulang punggung bagi program kesehatan nasional. Di sana, perempuan Gen Z hadir bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai penggerak utama.

1. Dari Buruh Bayangan Menjadi Pengambil Keputusan

Peran perempuan dalam sektor agraria telah mengalami kemajuan yang masif. Dahulu, dalam struktur masyarakat tradisional, perempuan sering kali terjebak dalam peran tenaga kerja bayangan. Mereka turun ke sawah untuk menanam, namun suara mereka jarang terdengar dalam pengambilan keputusan strategis.

Kini, warisan intelektual Kartini memberikan keberanian bagi perempuan Gen Z untuk mendiskusikan ulang posisi mereka sebagai pengambil keputusan, terutama dalam mendukung ketersediaan bahan baku program Makan Bergizi Gratis.

“Dulu, agro field atau agronomist didominasi oleh laki-laki, karena perempuan dianggap lemah, tidak cukup tenaga jika bekerja di lapangan, namun sekarang perempuan bisa membuktikan kalau tidak kalah dengan kaum laki-laki”, Agnes adalah salah satu agronomist perempuan di perusahaan pestisida terkemuka di Indonesia.

Perempuan-perempuan muda ini kini menempati posisi strategis dalam merancang pola tanam yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi lokal. Mereka tidak lagi hanya menanam apa yang biasa ditanam, tetapi menganalisis komoditas apa yang diperlukan untuk memenuhi standar nutrisi protein dan vitamin.

Dalam perspektif ekofeminisme, kedekatan intuitif perempuan terhadap kelestarian alam menjadi modal utama untuk menghasilkan pangan yang tidak hanya melimpah secara kuantitas, tetapi juga sehat dan bebas residu kimia berbahaya.

“Perempuan sebagai garda pangan itu sudah terbukti kehebatannya sejak dulu, makanya Dewi Padi namanya Dewi Sri seorang perempuan, bukan laki-laki”, tambahnya.

2. Kelompok Wanita Tani (KWT) di Masa MBG

Berdasarkan data goodstats.id (2025), jumlah petani wanita di Indonesia mencapai 14.8 juta pada Februari 2025. Jumlah yang besar ini, salah satunya bergerak secara komunitas melalui Kelompok Wanita Tani (KWT).

Apalagi pada masa kini, peran KWT sangat dibutuhkan terutama sebagai mitra dapur MBG. Sebagai harapan, KWT mampu mengelola budidaya sayuran hidroponik hingga ternak unggas skala komunitas. Dampaknya sangat signifikan, program MBG tidak perlu mengambil bahan pangan dari tempat yang jauh, karena KWT di desa tersebut mampu menyediakannya.

Inilah wujud nyata kemandirian ekonomi yang diimpikan Kartini, perempuan yang berdaya secara finansial sekaligus menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai stunting dan gizi buruk melalui akses pangan lokal yang berkualitas.

3. Kolaborasi Sarjana Pertanian dan Ahli Gizi

Kolaborasi perempuan sarjana pertanian di kebun dan sarjana ahli gizi di dapur sangat dibutuhkan di sini. Mereka membawa misi untuk memastikan bahwa standar keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis tetap terjaga.

Pertanian adalah sektor hulu yang sedari pengolahan tanah, pemilihan benih unggul, hingga proses panen sangat menentukan kualitas makanan di atas meja dapur. Mereka juga mengedukasi anggota KWT mengenai pentingnya sertifikasi produk dan standar sanitasi, sehingga produk pertanian lokal layak masuk ke dalam sistem pengadaan negara. Selanjutnya, peran ahli gizi meramu bahan pangan itu sesuai kebutuhan gizi anak-anak.

4. Bertani Adalah Bentuk Nyata Bela Negara

Tujuan utama dari gerakan ini adalah memadukan antara kemampuan akademis sarjana muda dengan pengalaman dapur ibu-ibu KWT. Hasilnya adalah sebuah ekosistem pangan yang humanis dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini secara efektif memotong rantai distribusi yang panjang. Dengan adanya kebutuhan tetap dari program MBG, perempuan tani kini memiliki kepastian pasar. Fenomena ini menciptakan budaya kerja baru di mana kecerdasan perempuan digunakan untuk mengelola logistik pangan nasional dari tingkat bawah.

Mereka membuktikan bahwa dedikasi di atas tanah pertanian adalah bentuk nyata dari bela negara, memastikan bahwa masa depan bangsa melalui anak-anak sekolah terjaga gizinya melalui tangan-tangan perempuan yang kompeten.

5. Menanam Masa Depan yang Inklusif dan Bergizi

Semangat Kartini dalam sektor pertanian saat ini adalah sebuah harmoni yang indah antara kekuatan komunitas dan ketajaman berpikir individu. Sinergi antara KWT sebagai motor penggerak massa dan sarjana pertanian wanita sebagai inovator teknologi menciptakan fondasi yang kokoh bagi keberhasilan program Makan Bergizi Gratis.

Perubahan ini membuktikan bahwa ketahanan pangan dan perbaikan gizi nasional tidak hanya ditentukan oleh kebijakan makro, tetapi oleh seberapa besar kita melibatkan perempuan dalam pengelolaannya di tingkat akar rumput.

Di tangan perempuan Gen Z, pertanian Indonesia kini menjadi narasi tentang masa depan yang hijau, cerdas, dan sehat. Semangat Kartini terus bersemi di setiap benih yang ditanam, membuktikan bahwa untuk membangun bangsa yang kuat, kita membutuhkan pikiran yang cerdas namun membumi, serta tangan perempuan yang lembut namun mampu memberi makan seluruh negeri.

“Untuk semua perempuan kalian hebat, cantik dan berdaya. Semoga kedepannya semakin banyak yg berperan aktif untuk mencapai ketahanan pangan nasional”, harapan dari Arum, sarjana agroteknologi yang kini berkarya menjaga ketahanan pangan keluarga. [T]

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Adnyana Ole

Tags: agrarisgiziHari KartiniKartiniPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

Next Post

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta. Ig @dodiksuprayogi_

Related Posts

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails

Memang Pasar Malam

by Angga Wijaya
May 30, 2026
0
Memang Pasar Malam

BUKAN di sebuah kota kabupaten di Jawa. Bukan pula di lapangan alun-alun yang hanya ramai ketika ada perayaan tertentu. Pasar...

Read moreDetails

Kuta dan Peradaban Palegongan: Radikalisme Estetika di Ambang Pesisir

by I Gusti Made Darma Putra
May 29, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

KETIKA dunia menyebut Kuta hari ini, ingatan kolektif yang muncul hampir selalu seragam, pesisir yang riuh, lanskap global pariwisata, komodifikasi...

Read moreDetails

‘Magnifica Humanitas’ sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

by Ruben Cornelius Siagian
May 29, 2026
0
‘Magnifica Humanitas’ sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

TERBITNYA ensiklik Magnifica Humanitas: On Safeguarding the Human Person in the Time of Artificial Intelligence karya Paus Leo XIV menandai...

Read moreDetails
Next Post
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati
Khas

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

by Emi Suy
June 1, 2026
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif
Esai

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara
Budaya

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

by Satria Aditya
May 31, 2026
Radio Tua Kakek Panjul
Dongeng

Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi
Cerpen

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu
Puisi

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya
Ulas Buku

Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

SAYA masih ingat pertemuan pertama dengan Angga Wijaya di sebuah rumah sakit besar di Denpasar, bertahun-tahun lalu, ketika saya masih...

by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co