22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

Dodik Suprayogi by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
in Esai
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

Ilustrasi tatkala.co | Canva

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan dari Generasi Z memanfaatkan gawai dan perangkat teknologi pertanian untuk mengelola kedaulatan pangan.

Fenomena Kartini Agraris ini kini menemukan momentumnya seiring dengan peluncuran program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Semangat emansipasi kini berpadu dengan misi pemenuhan nutrisi bangsa, menempatkan perempuan sebagai tokoh kunci dalam rantai pasok pangan nasional.

Sektor pertanian Indonesia sedang mengalami metamorfosis yang fundamental. Pertanian tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tradisional yang melelahkan, melainkan sebuah ekosistem inovatif yang menjadi tulang punggung bagi program kesehatan nasional. Di sana, perempuan Gen Z hadir bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai penggerak utama.

1. Dari Buruh Bayangan Menjadi Pengambil Keputusan

Peran perempuan dalam sektor agraria telah mengalami kemajuan yang masif. Dahulu, dalam struktur masyarakat tradisional, perempuan sering kali terjebak dalam peran tenaga kerja bayangan. Mereka turun ke sawah untuk menanam, namun suara mereka jarang terdengar dalam pengambilan keputusan strategis.

Kini, warisan intelektual Kartini memberikan keberanian bagi perempuan Gen Z untuk mendiskusikan ulang posisi mereka sebagai pengambil keputusan, terutama dalam mendukung ketersediaan bahan baku program Makan Bergizi Gratis.

“Dulu, agro field atau agronomist didominasi oleh laki-laki, karena perempuan dianggap lemah, tidak cukup tenaga jika bekerja di lapangan, namun sekarang perempuan bisa membuktikan kalau tidak kalah dengan kaum laki-laki”, Agnes adalah salah satu agronomist perempuan di perusahaan pestisida terkemuka di Indonesia.

Perempuan-perempuan muda ini kini menempati posisi strategis dalam merancang pola tanam yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi lokal. Mereka tidak lagi hanya menanam apa yang biasa ditanam, tetapi menganalisis komoditas apa yang diperlukan untuk memenuhi standar nutrisi protein dan vitamin.

Dalam perspektif ekofeminisme, kedekatan intuitif perempuan terhadap kelestarian alam menjadi modal utama untuk menghasilkan pangan yang tidak hanya melimpah secara kuantitas, tetapi juga sehat dan bebas residu kimia berbahaya.

“Perempuan sebagai garda pangan itu sudah terbukti kehebatannya sejak dulu, makanya Dewi Padi namanya Dewi Sri seorang perempuan, bukan laki-laki”, tambahnya.

2. Kelompok Wanita Tani (KWT) di Masa MBG

Berdasarkan data goodstats.id (2025), jumlah petani wanita di Indonesia mencapai 14.8 juta pada Februari 2025. Jumlah yang besar ini, salah satunya bergerak secara komunitas melalui Kelompok Wanita Tani (KWT).

Apalagi pada masa kini, peran KWT sangat dibutuhkan terutama sebagai mitra dapur MBG. Sebagai harapan, KWT mampu mengelola budidaya sayuran hidroponik hingga ternak unggas skala komunitas. Dampaknya sangat signifikan, program MBG tidak perlu mengambil bahan pangan dari tempat yang jauh, karena KWT di desa tersebut mampu menyediakannya.

Inilah wujud nyata kemandirian ekonomi yang diimpikan Kartini, perempuan yang berdaya secara finansial sekaligus menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai stunting dan gizi buruk melalui akses pangan lokal yang berkualitas.

3. Kolaborasi Sarjana Pertanian dan Ahli Gizi

Kolaborasi perempuan sarjana pertanian di kebun dan sarjana ahli gizi di dapur sangat dibutuhkan di sini. Mereka membawa misi untuk memastikan bahwa standar keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis tetap terjaga.

Pertanian adalah sektor hulu yang sedari pengolahan tanah, pemilihan benih unggul, hingga proses panen sangat menentukan kualitas makanan di atas meja dapur. Mereka juga mengedukasi anggota KWT mengenai pentingnya sertifikasi produk dan standar sanitasi, sehingga produk pertanian lokal layak masuk ke dalam sistem pengadaan negara. Selanjutnya, peran ahli gizi meramu bahan pangan itu sesuai kebutuhan gizi anak-anak.

4. Bertani Adalah Bentuk Nyata Bela Negara

Tujuan utama dari gerakan ini adalah memadukan antara kemampuan akademis sarjana muda dengan pengalaman dapur ibu-ibu KWT. Hasilnya adalah sebuah ekosistem pangan yang humanis dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini secara efektif memotong rantai distribusi yang panjang. Dengan adanya kebutuhan tetap dari program MBG, perempuan tani kini memiliki kepastian pasar. Fenomena ini menciptakan budaya kerja baru di mana kecerdasan perempuan digunakan untuk mengelola logistik pangan nasional dari tingkat bawah.

Mereka membuktikan bahwa dedikasi di atas tanah pertanian adalah bentuk nyata dari bela negara, memastikan bahwa masa depan bangsa melalui anak-anak sekolah terjaga gizinya melalui tangan-tangan perempuan yang kompeten.

5. Menanam Masa Depan yang Inklusif dan Bergizi

Semangat Kartini dalam sektor pertanian saat ini adalah sebuah harmoni yang indah antara kekuatan komunitas dan ketajaman berpikir individu. Sinergi antara KWT sebagai motor penggerak massa dan sarjana pertanian wanita sebagai inovator teknologi menciptakan fondasi yang kokoh bagi keberhasilan program Makan Bergizi Gratis.

Perubahan ini membuktikan bahwa ketahanan pangan dan perbaikan gizi nasional tidak hanya ditentukan oleh kebijakan makro, tetapi oleh seberapa besar kita melibatkan perempuan dalam pengelolaannya di tingkat akar rumput.

Di tangan perempuan Gen Z, pertanian Indonesia kini menjadi narasi tentang masa depan yang hijau, cerdas, dan sehat. Semangat Kartini terus bersemi di setiap benih yang ditanam, membuktikan bahwa untuk membangun bangsa yang kuat, kita membutuhkan pikiran yang cerdas namun membumi, serta tangan perempuan yang lembut namun mampu memberi makan seluruh negeri.

“Untuk semua perempuan kalian hebat, cantik dan berdaya. Semoga kedepannya semakin banyak yg berperan aktif untuk mencapai ketahanan pangan nasional”, harapan dari Arum, sarjana agroteknologi yang kini berkarya menjaga ketahanan pangan keluarga. [T]

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Adnyana Ole

Tags: agrarisgiziHari KartiniKartiniPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

Next Post

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta. Ig @dodiksuprayogi_

Related Posts

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails
Next Post
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co