3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking :  Pura Taman Mumbul dan Pura Ratu Ayu Dalem Mumbul

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
February 3, 2025
in Tualang
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking :  Pura Taman Mumbul dan Pura Ratu Ayu Dalem Mumbul

Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking : Pura Taman Mumbul dan Pura Ratu Ayu Dalem Mumbul

HARI Raya Siwa Ratri  bagi umat Hinduyang jatuh pada Purwanining Tilem Kapitu, 27 Januari 2025 bertepatan dengan Hari Raya Isra Miraj bagi umat Islam. Kedua hari raya bagi dua agama yang berbeda itu pada hakikatnya bertujuan meningkatkan kualitas spiritual umat-Nya. Siwa Ratri bagi umat Hindu adalah malam renungan suci untuk mengendalikan triguna (satwam, rajas, tamas). Pengendalian diri itu tidaklah diperoleh begitu saja dari langit, tetapi melalui proses belajar secara sadar dan terus-menerus. Kesadaran itu hanya didapat dari mereka yang tekun dan suntuk ber-jagra (melek). Itulah sebabnya secara nasional, orang yang tidak melek huruf adalah disebut buta huruf sebagai simbol kebodohan (awidya, kegelapan).

Analog dengan hal itu, Isra Miraj bagi umat Islam adalah perjalanan spiritual untuk meningkatkan kualitas keimanan dengan melaksanakan solat 5 waktu secara disiplin dan tertib. Kedisiplinan dan ketertiban itu hanya dimungkinkan oleh mereka yang memiliki kesadaran belajar untuk meningkatkan kualitas diri dengan senantiasa terhubung dengan Sang Pencipta.

Nemu gelang-nya Siwa Ratri dengan Isra Miraj dapat bermakna ganda. Pertama, wujud toleransi yang diskenario Sang Kala, Sang Maha Waktu dengan semangat semesta mendukung. Sebuah penyadaran akan pentingnya hidup bersama di tengah keyakinan yang berbeda. Lebih-lebih, dua hari setelahnya adalah Tahun Baru Imlek bagi umat Budha. Kedua, penyadaran yang diniatkan secara terus-menerus melalui proses belajar tanpa henti berlangsung seumur hidup sebagai manusia pembelajar. Semua ajaran agama dengan kitab sucinya ibarat silabus kehidupan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang terarah, teratur, dan terukur. Tujuan pembelajaran demikian adalah pembelajaran yang tegak lurus, fokus, dan tulus memuja-Nya sesuai dengan filosofi Trihita Karana membangun keharmonisan semesta.

Demikianlah nemu gelang-nya hari raya dua agama kita maknai sebagai bagian dari perjalanan spiritual umat-Nya. Dalam konteks Hindu, perjalanan spiritual menapaktilasi jejak orang-orang suci ke berbagai Pura disebut tirtayatra atau dharma yatra.

Tulisan  ini berfokus pada perjalanan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) memaknai Siwa Ratri melalui kegiatan Tirtayatra seputar Gumi Delod Ceking di kawasan Kuta Selatan yang terkenal banyak menyimpan harta karun peradaban purba yang tidak pernah selesai digali. Ada 9 Pura yang menjadi objek tirtayatra Toska pada Siwa Ratri 27 Januari 2025, yaitu Pura Taman Mumbul, Pura Ratu Ayu Dalem Mumbul, Pura Geger Dalem Pemutih, Pura Karang Boma, Pura Gunung Payung, Pura Goa Gong, Pura Batu Pageh, Pura Goa Selonding, dan Pura Luhur Uluwatu.

Pada edisi ini, perjalanan Tirtayatra Toska difokuskan pada dua Pura yaitu Pura Taman Mumbul dan Pura Ratu Ayu Dalem Mumbul yang letaknya berdekatan. Di antara kedua Pura ini terdapat loloan kecil jalan air bagi jukung-jukung nelayan mencari ikan seputar prapat suung sampai laut Benoa tempat kapal-kapal ramai berlabuh datang dan pergi dari segala negeri. Jukung-jukung nelayan tradisional itu diparkir tanpa atap mengabarkan nelayan bermodal lemah, tetapi tidak memunggungi laut apalagi mengkapling laut dengan memasang pagar bambu. Dari mana mereka dapat uang untuk itu bila untuk sekadar makan saja masih susah.

Para nelayan itu bermodalkan jukung tanpa mesin menangkap ikan dengan pancing dan jaring. Beberapa di antara mereka memiliki “aka” tempat menjebak ikan-ikan air payau suung prapat perpaduan air laut Teluk Benoa. “Aka-aka” itu dibuat dari kumpulan pohon bakau mati (masyarakat dilarang menebang bakau) sehingga ikan-ikan nyaman berkumpul seakan tiada bahaya. Dalam konteks ini tiadalah beda nelayan-nelayan itu dengan Si Cangak dalam kisah Tantri Kamandaka. Namun, demikian, nelayan-nelayan ini tidaklah rakus, sebagai Sang Cangak. Mereka hanya menangkap ikan untuk memenuhi kebutuhan makan sehat bergizi bagi keluarga. Maklumlah mereka belum tersentuh Program Makan Sehat bergizi gratis.  

Menarik juga dicatat, keistimewaan  Pura Taman Mumbul yang berada di tepi rawa-rawa dengan pemandangan Jalan Tol Bali Mandara. Pertama, di Utama Mandala terdapat  pohon Menengen. Pohon ini termasuk pohon berkelas patih sehingga direkomendasi menjadi bahan bangunan penunjang pelinggih, seperti Bale Piyasan, Bale Kulkul, Bale Gong, Gedong Simpen. Ketika saya malukat pada 5 September 2024 menjelang perayaan Lustrum Toska, Jro Mangku menggunakan dahan berdaun menengen itu untuk nyiratang tirta panglukatan. Prosesi melukat diadakan di madya mandala menghadap ke arah Timur Utama Mandala.

Kedua, di Pura Taman Mumbul terdapat kelebutan ‘sumber air’ yang konon terhubung ke Pantai Pura Geger Dalem Pemutih, yang juga digunakan sebagai tempat malukat. Sesuai dengan namanya, Pura Taman Mumbul  adalah taman air yang berbentuk kelebutan untuk kelembutan jiwa raga setelah malukat. Wibawanya juga kian menyala bila dihubungkan dengan Kidung Warga Sari, khususnya dalam teks Kidung Turun Tirta. “….makalangan muncrat mumbul, mapan tirta merta jati, paican bhatara sami, panyupatan dasa mala, sami pada lebur, malane ring bumi”.

Sebagai mana umumnya orang Hindu malukat, tujuan kami memohon keselamatan dan kejernihan pikiran agar dapat melaksanakan tugas sesuai dengan swadharma masing-masing. Manawa Dharma Sastra Bab V Sloka 105 menyebutkan, “Badan dibersihkan dengan air. Pikiran disucikan dengan kebenaran/kejujuran. jiwa disucikan dengan ilmu pengetahuan dan tapa brata. Akal dibersihkan dengan kebijaksanaan”.

Begitulah Pura Taman Mumbul adalah taman air suci dengan ikan-ikan penjaga sebagai tempat pertemuan antara air laut dan air rawa-rawa dengan pohon Prapat yang masih rapat, yang dalam Bahasa Indonesia disebut Pohon Bakau yang memukau. Betapa tidak, ia menjadi sumber paru-paru penghasil oksigen di tengah udara makin polusi akibat makin padatnya kendaraan menuju arah Gumi Delod Ceking sebagai Kawasan Pariwisata Kelas Dunia.

Selesai bersembahyang di Pura Taman Mumbul, rombongan Toska menuju Pura Ratu Ayu Dalem Mumbul yang letaknya bersebelahan. Di papan nama Pura tertulis : Pura Ratu Ayu Ayu Dalem Mumbul Prasanak Uluwatu Desa Adat Bualu. Di Utama Mandala selain terdapat Pelinggih Utama, terdapat Pohon Asam berusia tua. Pohon ini dirapikan dahan-dahannya saat musim hujan pada akhir 2024 untuk mengantisipasi bencana agar tidak merugikan umat dan Pura yang baru selesai dipugar sekitar 5 tahun silam.

Selain dengan ciri pohon asam berusia tua sebagai mana juga terdapat di Pura Puseh dan Pura Desa Desa Adat Kampial, di Pura Ratu Ayu Dalem Mumbul terdapat Gedong pelinggih Ratu Ayu dengan  Banjar Mumbul Desa Adat Bualu sebagai Pangemong. Pujawali di Pura ini bersamaan dengan pujawali di Pura Taman Mumbul yaitu Sabtu Kliwon Wayang (Tumpek Wayang). Pelaksanaan Pujawali dilaksanakan secara nadi setahun sekali yang oleh pangemongnya disebut nyelat bunga.

“Pada saat pujawali nadi biasanya ada pamentasan Calon Arang tetapi tidak rutin dan diselang-selingi dengan Tari Topeng dengan pragina dari Banjar Mumbul,” kata I Made Pender salah seorang tokoh Banjar Mumbul.

Rombongan Toska tidak langsung melaksanakan persembahyangan karena hujan deras begitu memasuki pelataran Pura Ratu Ayu Dalem Mumbul. Kami berteduh di balai-balai Pura yang artistik dan nyaman sambil menunggu hujan agak reda untuk melaksanakan persembahyangan bersama dipimpin oleh Jro Mangku Wayan Gobleg, yang sekaligus pemangku di Padmasari SMA Negeri 2 Kuta Selatan. Persembahyangan di sini berlangsung ketika gerimis tipis masih menyertai diakhiri dengan nunas tirta dan bija sebelum mapamit melanjutkan perjalanan ke Pura Geger Dalem Pemutih.

Secara historis, dulunya wilayah Banjar Mumbul termasuk bagian dari Desa Adat Kampial, sebagai mana dituturkan Bandesa Kampial, Drs. I Nyoman Sudiarta. Karena pemekaran Desa Adat Kampial pada akhir 1950-an, Desa Adat Kampial menjadi dua desa adat : Desa Adat Kampial dan Desa Adat Bualu. Namun Desa Adat Bualu, belumlah benar-benar berpisah dengan Desa Adat Kampial karena masih terikat dengan setra dan Pura Penataran yang terletak di wilayah Desa Adat Kampial.

Banjar Mumbul telah melahirkan dua tokoh besar dalam konteks ke-Bali-an, yaitu arsitek tradisional Bali, Ir. I Nyoman Glebet dan tokoh Pendidikan Drs. I Wayan Wija, M.M. Semasa hidupnya, Ir. I Nyoman Glebet adalah akademikus Fakultas Teknik Unud yang  diacu pandangan dan pikiran-pikirannya, terutama berkaitan dengan asta kosala-kosali. Ia tidak hanya diakui oleh orang-orang dari Gumi Delod Ceking, tetapi juga diakui oleh masyarakat Bali pada umumnya dan sering bersuara lantang terkait dengan kebijakan pembangunan yang dilakukan pemerintah, termasuk dengan lantang menolak berdirinya Patung GWK pada era 1990-an.

Sementara itu, Drs. I Wayan Wija, M.M. lama berkarier di Kantor Wilayah Depdikbud Provinsi Bali dan pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga ketika Gubernur Bali dijabat Made Mangku Pastika. Mutiara pikirannya banyak memengaruhi kebijakan bidang Pendidikan di Pronnsi Bali dengan Jabatan terakhirnya sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali yang belum selesai diemban karena terburu meninggal sesaat sehabis bermain tenis di Lapangan Tenis Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Bali.

Kedua tokoh dari Banjar Mumbul itu sudah almarhum dan berasal dari dadia yang sama. Berbahagialah Banjar Mumbul Desa Adat Bualu melahirkan dua putra berkecerdasan dengan semangat belajar yang selalu mengalirkan air peradaban sebagaimana kelebutan Pura Taman Mumbul yang terus muncrat mumbul dengan taksu Pura Ratu Ayu Dalem Mumbul, yang juga menjadi Prasanak Uluwatu. Mari perjalanan kita lanjutkan ke Pura Geger Dalem Pemutih pada edisi berikutnya. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis  NYOMAN TINGKAT
Tradisi “Mendak Hujan” di Gumi Delod Ceking     
Membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara    
Pura Gunung Payung di Gumi Delod Ceking
Ibu Tapa dan Pura Penataran Kampial, Keistimewaan Lain dari Gumi Delod Ceking 
Berguru ke “Ngampan” Delod Ceking  
Pura Karang Boma, Benteng Penyelamatan  di Gumi Delod Ceking   
“Matirtayatra” ke Kawasan Pariwisata Religius Agraris: Pura Batukaru dan  Jatiluwih  
Tags: Gumi Delod CekingPuraSMAN 2 Kuta Selatantirtayatra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Demokrasi dan Tantularisme

Next Post

Serangga dan Kenangan Hidup Tak Biasa

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

Read moreDetails

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails
Next Post
Serangga dan Kenangan Hidup Tak Biasa

Serangga dan Kenangan Hidup Tak Biasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co