2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ibu Tapa dan Pura Penataran Kampial, Keistimewaan Lain dari Gumi Delod Ceking 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
August 14, 2024
in Esai
Ibu Tapa dan Pura Penataran Kampial, Keistimewaan Lain dari Gumi Delod Ceking 

Pura Penataran di Desa Adat Kampial, Badung | Foto: Nyoman Tingkat

DESA Adat Kampial di wilayah Kuta Selatan, Badung, adalah salah satu desa di Gumi Delod Ceking yang tidak memiliki laut. Hal itu pernah dikeluhkan oleh Bandesa Adat Kampial, I Nyoman Sudiarta. Ia beralasan Gumi  Delod Ceking yang berpantai memiliki keistimewaan : kunjungan wisatawan kian membludak, pendapatan desanya makin moncer, sementara Kampial hanya menerima polusi dan macetnya.

Sungguh miris. Perlu kearifbijaksanaan antardesa bertetangga duduk bersama mencari solusi terbaik untuk harmonisasi antarhubungan. Prinsif salunglung sabaya antaka, paras-paros sarpa na ya dapat dijadikan pegangan. Saling rombo dalam menjaga kondusivitas desa yang bertetangga. Intinya selalu bergotong royong sebagaimana diinginkan Bung Karno ketika merumuskan lahirnya Pancasila.

Walaupun Desa Adat Kampial tidak memiliki laut, dua tinggalan leluhurnya tidak dapat dianggap enteng. Di antara desa  adat di Gumi Delod Ceking, hanya di Desa Adat Kampial terdapat Pura Ibu Tapa dan Pura Penataran. Pura Ibu Tapa di Kampial umumnya berbentuk gedong, konon tabu dipindahkan walaupun penyungsungnya sudah bermigrasi ke desa-desa di dataran rendah sekelilingnya yang kesuburannya lebih baik dari aspek agraris.

Berdasarkan penuturan tetua Kampial, diperkirakan Pura Ibu Tapa itu awalnya kuburan sebelum setra Kampial ada. Jika merujuk pada penuturan itu, Kampial termasuk Desa Adat Tua yang krama-nya memiliki tradisi penguburan dekat rumahnya. Hal itu menyebabkan keterikatan mereka pada wed (asal-muasal) tidak terlupakan, seperti mategul tanpa tali, menjadi keyakinan turun-temurun.

Itulah yang dilakoni oleh Ir.  I Wayan Wita, mantan Bandesa Bualu walaupun sudah berpisah desa adat dengan Kampial sejak awal 1960-an menjadi Desa Adat Bualu, keterikatannya dengan Kampial tidak pernah putus, apalagi harus nyungsung Pura Sadha di Kampial yang menurutnya berelasi dengan Pura Dang Kahyangan Sadha di Kapal Mengwi. 

Selain I Wayan Wita, banyak krama Desa Adat Bualu bahkan krama Desa Adat Jimbaran dan krama Desa Adat Kedonganan  juga  punya Pura Ibu Tapa di Kampial. Itu membuktikan, sejak dulu krama Desa Adat Kampial sudah bermigrasi ke dataran rendah, mungkin dengan pertimbangan ekonomi. Kita tahu, Desa Adat Kampial yang berdekatan dengan Desa Adat Kutuh, secara geografi kering dan tandus sehingga sulit untuk memperoleh makanan untuk bertahan hidup.

Kenyataan demikian juga mendorong banyak orang dari Gumi Delod Ceking bertransmigrasi  ke Sulawesi dan Sumatera pada zaman Orde  Lama dan Orde Baru. Program transmigrasi ini rada ironis, karena dua dekade setelah mereka bertransmigrasi, jumlah urban dari luar Bali ke Gumi Delod Ceking melebihi jumlah mereka yang bertransmigrasi. Paradoksal transmigrasi.

Kembali ke Pura Ibu Tapa. Penamaan Pura Ibu Tapa sangat khas  penuh wibawa. Dari penamaan itu, menegaskan makna pemuliaan pada ibu (perempuan) sangat kental melalui laku meneng (diam), hening (tanpa suara), merenung (introspeksi diri) untuk ketenangan, yang kalau disingkat menjadi neng ning nung nang. Itulah laku Tapa pada Ibu sebagai Pertiwi sumber mahahidup menghidupi semesta dan isinya. Neng ning nung nang serupa alunan gamelan yang harmonis dalam perbedaan. Maka Saban Galungan, di tengah hingar-bingar pariwisata,  krama wed Kampial yang bermigrasi ke beberapa desa di dataran  kembali menghadap  sungkem kepada Hyang Ibu Tapa. Hyang Ibu Tapa memanggil  kembali ke tanah natah kelahirannya.

Selain Pura Ibu Tapa, Desa Adat Kampial  juga satu-satunya desa di Gumi Delod Ceking yang  memiliki Pura Penataran. Penataran  sebagai Pura adalah benteng pertahanan spiritualitas dan religiusitas krama di Gumi Delod Ceking. Boleh jadi,  Pura Penataran Kampial adalah tempat penggemblengan calon pemimpin sekala (politik kekuasaan) dan pemimpin niskala (bagawanta) yang memberikan sepat siku-siku bagaimana kepemimpinan politik kekuasaan dijalankan dan bagaimana bagawanta terus-menerus menyadarkan dan menyalakan spirit untuk menerangi pemimpin dari kegelapan batin (awidya) menuju terang galang kangin (widya)  sebagaimana dilantunkan dalam gong lelambatan. Ngulangunin menyambut fajar tiba dengan suara burung riang gembira penuh semangat pagi. 

Menarik pula dicatat bahwa Desa Adat Bualu yang memisahkan diri dari Desa Adat Kampial pada awal 1960-an, sampai kini juga menjadi penyungsung Pura Penataran dan Pura Dalem Kahyangan dengan menggunakan kuburan (setra) bersama. Ketika pujawali di Pura Penataran saat Tilem Sasih Kalima, yang ngerombo bergiliran antara Desa Adat Bualu dan Desa Adat Kampial.

Suasana persatuan dan kesatuan antara dua desa adat terpatri melalui kekayaan batin yang dihidupkan dan dikembangkan melalui persembahyangan bersama di  Pura Penataran Desa Adat Kampial. Di sinilah peran pemimpin seyogyanya merawat nilai kebersamaan dalam ikatan batin mategul tanpa tali mewujudkan kesejahteraan lahir batin, sekala niskala.

Begitulah seyogyanya seorang pemimpin yang telah mendapat penggemblengan di Pura Penataran (Kampial), sudah selesai dengan dirinya. Ia menyatu dan berfokus untuk menyejahterakan rakyat yang dipimpinnya, sebagaimana layaknya bunga kamboja yang menyatu dengan sarinya. Tidak berlebihan Sekar Jepun menjadi maskot Kabupaten Badung dalam Tari Sekar Jepun dan lagu Bali Bungan Jepun ciptaan D. Antoni.  Sarinyane neket ring bunga ibarat menyatunya pemimpin dengan rakyat.

Kini, ketika pelatihan (penataran) dilaksanakan dari hotel ke hotel dengan jaminan makanan bergizi dan tempat menginap yang mewah, adakah menyerap  inspirasi dari Pura penataran. Jangan-jangan penataran demi penataran dilakukan sekadar formalitas religius sepi spiritualitas hingga abai kualitas, seperti  demokrasi suriak siu, jaya suara minus laksana dan manacika.

Berbahagialah Desa Adat Kampial memiliki  Pura Penataran sebagai Perguruan Rohani tempat mengasah kepekaan cipta, rasa, dan karsa yang bermuara pada peradaban yang melahirkan kebudayaan. Dari Pura Penataranlah Sumber Daya Manusia Bali terus – menerus disepuh sehingga ketajamannya memuncak pada kecerdasan dengan semangat Wiweka Jaya Sadhu (arif bijaksana dalam memenangkan persaingan berlandaskan kebudayaan bangsa).  

Salam hangat dari Gumi Delod Ceking! [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Gumi Delod Ceking dan Dadu yang Terbalik
“Kupu-Kupu di Dalam Buku”
Gala Dinner, “Diplomasi Paon” Kelas Dunia  
Harkitnas, WWF, dan Kearifan Lokal  
Sumpah Pemuda, Momentum Memuliakan Perbedaan
Tags: BadungDesa Adat KampialNusa Dua
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kemeriahan Lomba  Agustusan dan Pergeseran dalam Inovasi | Opini Kecil dari Komentator Online

Next Post

Menghidupkan Kembali Gending Sanghyang Dedari: Upaya Repatriasi Budaya

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Menghidupkan Kembali Gending Sanghyang Dedari: Upaya Repatriasi Budaya

Menghidupkan Kembali Gending Sanghyang Dedari: Upaya Repatriasi Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co