2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ibu Tapa dan Pura Penataran Kampial, Keistimewaan Lain dari Gumi Delod Ceking 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
August 14, 2024
in Esai
Ibu Tapa dan Pura Penataran Kampial, Keistimewaan Lain dari Gumi Delod Ceking 

Pura Penataran di Desa Adat Kampial, Badung | Foto: Nyoman Tingkat

DESA Adat Kampial di wilayah Kuta Selatan, Badung, adalah salah satu desa di Gumi Delod Ceking yang tidak memiliki laut. Hal itu pernah dikeluhkan oleh Bandesa Adat Kampial, I Nyoman Sudiarta. Ia beralasan Gumi  Delod Ceking yang berpantai memiliki keistimewaan : kunjungan wisatawan kian membludak, pendapatan desanya makin moncer, sementara Kampial hanya menerima polusi dan macetnya.

Sungguh miris. Perlu kearifbijaksanaan antardesa bertetangga duduk bersama mencari solusi terbaik untuk harmonisasi antarhubungan. Prinsif salunglung sabaya antaka, paras-paros sarpa na ya dapat dijadikan pegangan. Saling rombo dalam menjaga kondusivitas desa yang bertetangga. Intinya selalu bergotong royong sebagaimana diinginkan Bung Karno ketika merumuskan lahirnya Pancasila.

Walaupun Desa Adat Kampial tidak memiliki laut, dua tinggalan leluhurnya tidak dapat dianggap enteng. Di antara desa  adat di Gumi Delod Ceking, hanya di Desa Adat Kampial terdapat Pura Ibu Tapa dan Pura Penataran. Pura Ibu Tapa di Kampial umumnya berbentuk gedong, konon tabu dipindahkan walaupun penyungsungnya sudah bermigrasi ke desa-desa di dataran rendah sekelilingnya yang kesuburannya lebih baik dari aspek agraris.

Berdasarkan penuturan tetua Kampial, diperkirakan Pura Ibu Tapa itu awalnya kuburan sebelum setra Kampial ada. Jika merujuk pada penuturan itu, Kampial termasuk Desa Adat Tua yang krama-nya memiliki tradisi penguburan dekat rumahnya. Hal itu menyebabkan keterikatan mereka pada wed (asal-muasal) tidak terlupakan, seperti mategul tanpa tali, menjadi keyakinan turun-temurun.

Itulah yang dilakoni oleh Ir.  I Wayan Wita, mantan Bandesa Bualu walaupun sudah berpisah desa adat dengan Kampial sejak awal 1960-an menjadi Desa Adat Bualu, keterikatannya dengan Kampial tidak pernah putus, apalagi harus nyungsung Pura Sadha di Kampial yang menurutnya berelasi dengan Pura Dang Kahyangan Sadha di Kapal Mengwi. 

Selain I Wayan Wita, banyak krama Desa Adat Bualu bahkan krama Desa Adat Jimbaran dan krama Desa Adat Kedonganan  juga  punya Pura Ibu Tapa di Kampial. Itu membuktikan, sejak dulu krama Desa Adat Kampial sudah bermigrasi ke dataran rendah, mungkin dengan pertimbangan ekonomi. Kita tahu, Desa Adat Kampial yang berdekatan dengan Desa Adat Kutuh, secara geografi kering dan tandus sehingga sulit untuk memperoleh makanan untuk bertahan hidup.

Kenyataan demikian juga mendorong banyak orang dari Gumi Delod Ceking bertransmigrasi  ke Sulawesi dan Sumatera pada zaman Orde  Lama dan Orde Baru. Program transmigrasi ini rada ironis, karena dua dekade setelah mereka bertransmigrasi, jumlah urban dari luar Bali ke Gumi Delod Ceking melebihi jumlah mereka yang bertransmigrasi. Paradoksal transmigrasi.

Kembali ke Pura Ibu Tapa. Penamaan Pura Ibu Tapa sangat khas  penuh wibawa. Dari penamaan itu, menegaskan makna pemuliaan pada ibu (perempuan) sangat kental melalui laku meneng (diam), hening (tanpa suara), merenung (introspeksi diri) untuk ketenangan, yang kalau disingkat menjadi neng ning nung nang. Itulah laku Tapa pada Ibu sebagai Pertiwi sumber mahahidup menghidupi semesta dan isinya. Neng ning nung nang serupa alunan gamelan yang harmonis dalam perbedaan. Maka Saban Galungan, di tengah hingar-bingar pariwisata,  krama wed Kampial yang bermigrasi ke beberapa desa di dataran  kembali menghadap  sungkem kepada Hyang Ibu Tapa. Hyang Ibu Tapa memanggil  kembali ke tanah natah kelahirannya.

Selain Pura Ibu Tapa, Desa Adat Kampial  juga satu-satunya desa di Gumi Delod Ceking yang  memiliki Pura Penataran. Penataran  sebagai Pura adalah benteng pertahanan spiritualitas dan religiusitas krama di Gumi Delod Ceking. Boleh jadi,  Pura Penataran Kampial adalah tempat penggemblengan calon pemimpin sekala (politik kekuasaan) dan pemimpin niskala (bagawanta) yang memberikan sepat siku-siku bagaimana kepemimpinan politik kekuasaan dijalankan dan bagaimana bagawanta terus-menerus menyadarkan dan menyalakan spirit untuk menerangi pemimpin dari kegelapan batin (awidya) menuju terang galang kangin (widya)  sebagaimana dilantunkan dalam gong lelambatan. Ngulangunin menyambut fajar tiba dengan suara burung riang gembira penuh semangat pagi. 

Menarik pula dicatat bahwa Desa Adat Bualu yang memisahkan diri dari Desa Adat Kampial pada awal 1960-an, sampai kini juga menjadi penyungsung Pura Penataran dan Pura Dalem Kahyangan dengan menggunakan kuburan (setra) bersama. Ketika pujawali di Pura Penataran saat Tilem Sasih Kalima, yang ngerombo bergiliran antara Desa Adat Bualu dan Desa Adat Kampial.

Suasana persatuan dan kesatuan antara dua desa adat terpatri melalui kekayaan batin yang dihidupkan dan dikembangkan melalui persembahyangan bersama di  Pura Penataran Desa Adat Kampial. Di sinilah peran pemimpin seyogyanya merawat nilai kebersamaan dalam ikatan batin mategul tanpa tali mewujudkan kesejahteraan lahir batin, sekala niskala.

Begitulah seyogyanya seorang pemimpin yang telah mendapat penggemblengan di Pura Penataran (Kampial), sudah selesai dengan dirinya. Ia menyatu dan berfokus untuk menyejahterakan rakyat yang dipimpinnya, sebagaimana layaknya bunga kamboja yang menyatu dengan sarinya. Tidak berlebihan Sekar Jepun menjadi maskot Kabupaten Badung dalam Tari Sekar Jepun dan lagu Bali Bungan Jepun ciptaan D. Antoni.  Sarinyane neket ring bunga ibarat menyatunya pemimpin dengan rakyat.

Kini, ketika pelatihan (penataran) dilaksanakan dari hotel ke hotel dengan jaminan makanan bergizi dan tempat menginap yang mewah, adakah menyerap  inspirasi dari Pura penataran. Jangan-jangan penataran demi penataran dilakukan sekadar formalitas religius sepi spiritualitas hingga abai kualitas, seperti  demokrasi suriak siu, jaya suara minus laksana dan manacika.

Berbahagialah Desa Adat Kampial memiliki  Pura Penataran sebagai Perguruan Rohani tempat mengasah kepekaan cipta, rasa, dan karsa yang bermuara pada peradaban yang melahirkan kebudayaan. Dari Pura Penataranlah Sumber Daya Manusia Bali terus – menerus disepuh sehingga ketajamannya memuncak pada kecerdasan dengan semangat Wiweka Jaya Sadhu (arif bijaksana dalam memenangkan persaingan berlandaskan kebudayaan bangsa).  

Salam hangat dari Gumi Delod Ceking! [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Gumi Delod Ceking dan Dadu yang Terbalik
“Kupu-Kupu di Dalam Buku”
Gala Dinner, “Diplomasi Paon” Kelas Dunia  
Harkitnas, WWF, dan Kearifan Lokal  
Sumpah Pemuda, Momentum Memuliakan Perbedaan
Tags: BadungDesa Adat KampialNusa Dua
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kemeriahan Lomba  Agustusan dan Pergeseran dalam Inovasi | Opini Kecil dari Komentator Online

Next Post

Menghidupkan Kembali Gending Sanghyang Dedari: Upaya Repatriasi Budaya

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Menghidupkan Kembali Gending Sanghyang Dedari: Upaya Repatriasi Budaya

Menghidupkan Kembali Gending Sanghyang Dedari: Upaya Repatriasi Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co