2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gala Dinner, “Diplomasi Paon” Kelas Dunia  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 24, 2024
in Esai
Gala Dinner, “Diplomasi Paon” Kelas Dunia  

Foto ilustrasi: Ubud Food Festival

Minggu, 19 Mei 2024 menjadi istimewa dalam gelaran World Water Forum (WWF) karena saat itu Gala Dinner (jamuan makan malam) dilangsungkan secara spektakuler di Lotus Kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kuta Selatan Bali. 

Sejak diresmikan pada 22 September 2018 oleh Presiden Jokowi, GWK  telah  melangsungkan dua kali Gala Dinner dalam hajatan  berskala dunia. Pada 2022 dalam suasana Pandemi Covid-19, di GWK dilangsungkan Gala Dinner serangkaian pertemuan G-20 dan pada 2024 Gala Dinner serangkaian WWF. Kedua prosesi Gala Dinner itu diberitakan secara spektakuler oleh berbagai media ke seluruh dunia dan mendapat apresiasi positip dari para pemimpin negara di dunia.

Suksesnya gelaran Gala Dinner G-20 dan WWF  memberikan kredit poin bagi Indonesia dalam percaturan politik dunia sesuai dengan tujuan negara ikut mewujudkan perdamaian dunia. Poin itu mencitrakan Indonesia adalah negara yang pantas diperhitungkan dalam pergaulan bangsa-bangsa besar di dunia melalui Diplomasi Paon.  

Istilah Diplomasi Paon diperkenalkan oleh Jero Wacik  saat seminar di Universitas Udayana ketika menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata era Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Menurut Jro Wacik Diplomasi Paon adalah usaha menyelesaikan permasalahan (lapar) dengan makan bersama-sama sebagai wujud toleransi untuk membangun simpati dan empati. Ia menganalogikan bila keluarga Bali puik ‘’hubungan keluarga retak”, maka Diplomasi Paon menjadi ajang memersatukan kembali menuju harmonisasi.  Bila yang bermasalah mau ke dapur dan mau makan, itu menjadi alamat baik jalinan harmonis terajut kembali.

Krama Hindu Bali meyakini paon ”dapur” adalah tempat penyupatan energi negatif. Oleh karena itu, di beberapa desa adat di Bali ada tradisi malukat di Brahma dilaksanakan di dapur. Mengapa ? Dapur adalah tempat memasak aneka makanan dengan api sebagai simbol Dewa Brahma. Orang Bali datang dari bepergian lebih-lebih dari kuburan, disarankan pertama-tama ngojog “masuk” ke dapur sebelum masuk ke kamar rumah. Sifat api adalah panas untuk membakar energi negatif agar tidak bertahta di dalam raga.

Begitu pula halnya sajian Gala Dinner WWF pada 19 Mei 2024 telah memertemukan Presiden Jokowi dengan Ketua DPR Puan Maharani setelah enam bulan terakhir hubungan politik di antara keduanya berlangsung dingin, saat  Gibran Raka Buming Raka diusung sebagai Wapres Prabowo Subianto. Dari siaran TV saat Gala Dinner mereka tampak tersenyum hangat walaupun minim kata.

DetikNews menyebut hubungan keduanya dengan judul berita “Momen Hangat Penuh Tawa Jokowi dan Puan di Gala Diner WWF”. Puan memuji Gala Dinner WWF, “Äcaranya bagus, makannya enak, suasananya hangat, GWK menjadi spektakuler dan menjadi  pertemuan yang ditunggu-tunggu” seperti dikutip Kompas.Com (20/5/2024).

 Hubungan Presiden Jokowi dan Ketua DPR Puan Maharani dalam Gala Dinner WWF seperti sebait puisi minim kata tetapi kaya makna, bergantung apresiator menginterpretasikan secara kontekstual. Tampak keduanya bergoyang menikmati alunan lagu “Sayang” yang dibawakan Bulan Sutena. Lagu ini dipopulerkan oleh Via Vallen. Selanjutnya, Bulan Sutena juga membawakan  lagu dari Armada Band  “Pergi Pagi Pulang Pagi” yang mampu menghipnotis para delegasi dari berbagai negara seraya memberikan pujian bagi tuan rumah.

 Gala Dinner WWF yang digelar di  GWK ini kaya pesan spirit Hindu Bali. Pertama dari pilihan tempat, di Lotus Pond GWK. Kawasan ini menjadi ikon dengan kapasitas lebih dari 7.500 orang dengan latar Patung Garuda Wisnu Kencana yang penuh wibawa karya pematung asal Tabanan Bali I Nyoman Nuarta. 

Lotus adalah nama lain dari teratai berkelopak 8 simbol astadala yang dalam bahasa Bali disebut  tunjung  yang diyakini sebagai bunga suci bagi Umat Hindu. Betapa tidak, akar dan batangnya di lumpur,tetapi bunganya mekar tanpa lumpur. Oleh karena itu, tidaklah salah Sanusi Pane  menulis puisi Teratai sebagai persembahan kepada Ki Hadjar Dewantara, tokoh pendidikan. Lotus diyakini juga sebagai lambang keindahan, kesuburan, dan kemakmuran sebagai mana Dewa Wisnu diyakini umat Hindu dengan saktinya Dewi Sri sebagai Dewa Padi.

Kedua, di Bali, setiap gelaran lebih-lebih berskala dunia selalu dimulai  dan diakhiri dengan spirit ritual tujuannya untuk memohon keselamatan sekala (nyata) dan  niskala (nirnyata). Keberhasilan acara terpancar dari aura yang vibrasinya positip dan mendunia. Itulah yang disebut acara penuh wibawa yang dalam bahasa Bali disebut mataksu. Taksu acara WWF terpancar saat Bali Carnival yang diselenggarakan di Bali Colection Area ITDC Nusa Dua, sehari setelah Gala Dinner bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ke-116, pada 20 Mei 2024 yang menampilkan aneka sajian tari kolosal bertema air yang mengundang decak kagum para wisatawan domestik dan mancanegara.

Ketiga, selain membahas masalah air, ajang WWF juga menjadi ajang promosi aneka kuliner  dan budaya Nusantara, plus ajang komunikasi kerja sama bisnis sebagai mana dimanfaatkan Elon Musk miliarder asal Paman Sam dengan peluncuran  Layanan Internet Starlink di Puskesmas Pembantu Sumerta Kelod pada 19 Mei 2024, dan malamnya mengikuti Gala Dinner di GWK.  Miliader ini memanfaatkan momentum yang tepat bagi kelangsungan bisnisnya di Indonesia dengan liputan mendunia. Mercusuar bisnisnya bersinar dari Bali melalui Diplomasi Paon berkearifan lokal Bali (desa) dan berkesadaran waktu secara historikal (kala) dengan cara elegan dan memukau (patra).

Terlepas dari suksesnya gelaran WWF yang memukau dunia dengan Gala Dinner yang spektakuler, kita tidak boleh menutup mata ada riak-riak kecil selama WWF berlangsung. Adanya pembubaran acara Forum Air Bali oleh ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) di Orangge Hotel Denpasar yang membuat Ketua MKMK Dr. Dewa Palguna yang diundang sebagai pembicara  kecewa berat. Akibat lanjutannya, Navicula Band asal Bali  juga membatalkan pentas serangkaian WWF yang sedianya digelar 24 Mei 2024.

Selain itu,  matinya PDAM berminggu-mingu di kawasan Pecatu Kuta Selatan adalah paradoks di ruang berpendingin dengan pesta berkemewahan, sementara rakyat di sekitarnya menjerit krisis air. Begitulah setelah pesta usai, selalu meninggalkan kenangan baik dan buruk. Keduanya perlu dicatat dan diberikan ruang untuk membangun dialog tanpa sumbatan dalam mencari solusi terbaik,  seperti sifat air  mengalir secara alami menemukan ekuilibrium baru. Air untuk kesejahteraan bersama. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Harkitnas, WWF, dan Kearifan Lokal  
Megargitan | Ritual Makan Bersama Pada Piodalan di Pura Panataran Keloncing Padangtegal
“Nasi Blabar” di Pacung: “Banjir Nasi” dan Makan Bersama Jelang Nyepi Adat

Tags: gala dinnerkulinerWorld Water ForumWWF
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunikasi Internasional lewat Janji

Next Post

Filosofi Air: Air, Bumi dan Tubuh Manusia

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Besakih dan Medsos

Filosofi Air: Air, Bumi dan Tubuh Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co