24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gala Dinner, “Diplomasi Paon” Kelas Dunia  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 24, 2024
in Esai
Gala Dinner, “Diplomasi Paon” Kelas Dunia  

Foto ilustrasi: Ubud Food Festival

Minggu, 19 Mei 2024 menjadi istimewa dalam gelaran World Water Forum (WWF) karena saat itu Gala Dinner (jamuan makan malam) dilangsungkan secara spektakuler di Lotus Kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kuta Selatan Bali. 

Sejak diresmikan pada 22 September 2018 oleh Presiden Jokowi, GWK  telah  melangsungkan dua kali Gala Dinner dalam hajatan  berskala dunia. Pada 2022 dalam suasana Pandemi Covid-19, di GWK dilangsungkan Gala Dinner serangkaian pertemuan G-20 dan pada 2024 Gala Dinner serangkaian WWF. Kedua prosesi Gala Dinner itu diberitakan secara spektakuler oleh berbagai media ke seluruh dunia dan mendapat apresiasi positip dari para pemimpin negara di dunia.

Suksesnya gelaran Gala Dinner G-20 dan WWF  memberikan kredit poin bagi Indonesia dalam percaturan politik dunia sesuai dengan tujuan negara ikut mewujudkan perdamaian dunia. Poin itu mencitrakan Indonesia adalah negara yang pantas diperhitungkan dalam pergaulan bangsa-bangsa besar di dunia melalui Diplomasi Paon.  

Istilah Diplomasi Paon diperkenalkan oleh Jero Wacik  saat seminar di Universitas Udayana ketika menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata era Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Menurut Jro Wacik Diplomasi Paon adalah usaha menyelesaikan permasalahan (lapar) dengan makan bersama-sama sebagai wujud toleransi untuk membangun simpati dan empati. Ia menganalogikan bila keluarga Bali puik ‘’hubungan keluarga retak”, maka Diplomasi Paon menjadi ajang memersatukan kembali menuju harmonisasi.  Bila yang bermasalah mau ke dapur dan mau makan, itu menjadi alamat baik jalinan harmonis terajut kembali.

Krama Hindu Bali meyakini paon ”dapur” adalah tempat penyupatan energi negatif. Oleh karena itu, di beberapa desa adat di Bali ada tradisi malukat di Brahma dilaksanakan di dapur. Mengapa ? Dapur adalah tempat memasak aneka makanan dengan api sebagai simbol Dewa Brahma. Orang Bali datang dari bepergian lebih-lebih dari kuburan, disarankan pertama-tama ngojog “masuk” ke dapur sebelum masuk ke kamar rumah. Sifat api adalah panas untuk membakar energi negatif agar tidak bertahta di dalam raga.

Begitu pula halnya sajian Gala Dinner WWF pada 19 Mei 2024 telah memertemukan Presiden Jokowi dengan Ketua DPR Puan Maharani setelah enam bulan terakhir hubungan politik di antara keduanya berlangsung dingin, saat  Gibran Raka Buming Raka diusung sebagai Wapres Prabowo Subianto. Dari siaran TV saat Gala Dinner mereka tampak tersenyum hangat walaupun minim kata.

DetikNews menyebut hubungan keduanya dengan judul berita “Momen Hangat Penuh Tawa Jokowi dan Puan di Gala Diner WWF”. Puan memuji Gala Dinner WWF, “Äcaranya bagus, makannya enak, suasananya hangat, GWK menjadi spektakuler dan menjadi  pertemuan yang ditunggu-tunggu” seperti dikutip Kompas.Com (20/5/2024).

 Hubungan Presiden Jokowi dan Ketua DPR Puan Maharani dalam Gala Dinner WWF seperti sebait puisi minim kata tetapi kaya makna, bergantung apresiator menginterpretasikan secara kontekstual. Tampak keduanya bergoyang menikmati alunan lagu “Sayang” yang dibawakan Bulan Sutena. Lagu ini dipopulerkan oleh Via Vallen. Selanjutnya, Bulan Sutena juga membawakan  lagu dari Armada Band  “Pergi Pagi Pulang Pagi” yang mampu menghipnotis para delegasi dari berbagai negara seraya memberikan pujian bagi tuan rumah.

 Gala Dinner WWF yang digelar di  GWK ini kaya pesan spirit Hindu Bali. Pertama dari pilihan tempat, di Lotus Pond GWK. Kawasan ini menjadi ikon dengan kapasitas lebih dari 7.500 orang dengan latar Patung Garuda Wisnu Kencana yang penuh wibawa karya pematung asal Tabanan Bali I Nyoman Nuarta. 

Lotus adalah nama lain dari teratai berkelopak 8 simbol astadala yang dalam bahasa Bali disebut  tunjung  yang diyakini sebagai bunga suci bagi Umat Hindu. Betapa tidak, akar dan batangnya di lumpur,tetapi bunganya mekar tanpa lumpur. Oleh karena itu, tidaklah salah Sanusi Pane  menulis puisi Teratai sebagai persembahan kepada Ki Hadjar Dewantara, tokoh pendidikan. Lotus diyakini juga sebagai lambang keindahan, kesuburan, dan kemakmuran sebagai mana Dewa Wisnu diyakini umat Hindu dengan saktinya Dewi Sri sebagai Dewa Padi.

Kedua, di Bali, setiap gelaran lebih-lebih berskala dunia selalu dimulai  dan diakhiri dengan spirit ritual tujuannya untuk memohon keselamatan sekala (nyata) dan  niskala (nirnyata). Keberhasilan acara terpancar dari aura yang vibrasinya positip dan mendunia. Itulah yang disebut acara penuh wibawa yang dalam bahasa Bali disebut mataksu. Taksu acara WWF terpancar saat Bali Carnival yang diselenggarakan di Bali Colection Area ITDC Nusa Dua, sehari setelah Gala Dinner bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ke-116, pada 20 Mei 2024 yang menampilkan aneka sajian tari kolosal bertema air yang mengundang decak kagum para wisatawan domestik dan mancanegara.

Ketiga, selain membahas masalah air, ajang WWF juga menjadi ajang promosi aneka kuliner  dan budaya Nusantara, plus ajang komunikasi kerja sama bisnis sebagai mana dimanfaatkan Elon Musk miliarder asal Paman Sam dengan peluncuran  Layanan Internet Starlink di Puskesmas Pembantu Sumerta Kelod pada 19 Mei 2024, dan malamnya mengikuti Gala Dinner di GWK.  Miliader ini memanfaatkan momentum yang tepat bagi kelangsungan bisnisnya di Indonesia dengan liputan mendunia. Mercusuar bisnisnya bersinar dari Bali melalui Diplomasi Paon berkearifan lokal Bali (desa) dan berkesadaran waktu secara historikal (kala) dengan cara elegan dan memukau (patra).

Terlepas dari suksesnya gelaran WWF yang memukau dunia dengan Gala Dinner yang spektakuler, kita tidak boleh menutup mata ada riak-riak kecil selama WWF berlangsung. Adanya pembubaran acara Forum Air Bali oleh ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) di Orangge Hotel Denpasar yang membuat Ketua MKMK Dr. Dewa Palguna yang diundang sebagai pembicara  kecewa berat. Akibat lanjutannya, Navicula Band asal Bali  juga membatalkan pentas serangkaian WWF yang sedianya digelar 24 Mei 2024.

Selain itu,  matinya PDAM berminggu-mingu di kawasan Pecatu Kuta Selatan adalah paradoks di ruang berpendingin dengan pesta berkemewahan, sementara rakyat di sekitarnya menjerit krisis air. Begitulah setelah pesta usai, selalu meninggalkan kenangan baik dan buruk. Keduanya perlu dicatat dan diberikan ruang untuk membangun dialog tanpa sumbatan dalam mencari solusi terbaik,  seperti sifat air  mengalir secara alami menemukan ekuilibrium baru. Air untuk kesejahteraan bersama. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Harkitnas, WWF, dan Kearifan Lokal  
Megargitan | Ritual Makan Bersama Pada Piodalan di Pura Panataran Keloncing Padangtegal
“Nasi Blabar” di Pacung: “Banjir Nasi” dan Makan Bersama Jelang Nyepi Adat

Tags: gala dinnerkulinerWorld Water ForumWWF
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunikasi Internasional lewat Janji

Next Post

Filosofi Air: Air, Bumi dan Tubuh Manusia

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Besakih dan Medsos

Filosofi Air: Air, Bumi dan Tubuh Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co