12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gala Dinner, “Diplomasi Paon” Kelas Dunia  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 24, 2024
in Esai
Gala Dinner, “Diplomasi Paon” Kelas Dunia  

Foto ilustrasi: Ubud Food Festival

Minggu, 19 Mei 2024 menjadi istimewa dalam gelaran World Water Forum (WWF) karena saat itu Gala Dinner (jamuan makan malam) dilangsungkan secara spektakuler di Lotus Kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kuta Selatan Bali. 

Sejak diresmikan pada 22 September 2018 oleh Presiden Jokowi, GWK  telah  melangsungkan dua kali Gala Dinner dalam hajatan  berskala dunia. Pada 2022 dalam suasana Pandemi Covid-19, di GWK dilangsungkan Gala Dinner serangkaian pertemuan G-20 dan pada 2024 Gala Dinner serangkaian WWF. Kedua prosesi Gala Dinner itu diberitakan secara spektakuler oleh berbagai media ke seluruh dunia dan mendapat apresiasi positip dari para pemimpin negara di dunia.

Suksesnya gelaran Gala Dinner G-20 dan WWF  memberikan kredit poin bagi Indonesia dalam percaturan politik dunia sesuai dengan tujuan negara ikut mewujudkan perdamaian dunia. Poin itu mencitrakan Indonesia adalah negara yang pantas diperhitungkan dalam pergaulan bangsa-bangsa besar di dunia melalui Diplomasi Paon.  

Istilah Diplomasi Paon diperkenalkan oleh Jero Wacik  saat seminar di Universitas Udayana ketika menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata era Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Menurut Jro Wacik Diplomasi Paon adalah usaha menyelesaikan permasalahan (lapar) dengan makan bersama-sama sebagai wujud toleransi untuk membangun simpati dan empati. Ia menganalogikan bila keluarga Bali puik ‘’hubungan keluarga retak”, maka Diplomasi Paon menjadi ajang memersatukan kembali menuju harmonisasi.  Bila yang bermasalah mau ke dapur dan mau makan, itu menjadi alamat baik jalinan harmonis terajut kembali.

Krama Hindu Bali meyakini paon ”dapur” adalah tempat penyupatan energi negatif. Oleh karena itu, di beberapa desa adat di Bali ada tradisi malukat di Brahma dilaksanakan di dapur. Mengapa ? Dapur adalah tempat memasak aneka makanan dengan api sebagai simbol Dewa Brahma. Orang Bali datang dari bepergian lebih-lebih dari kuburan, disarankan pertama-tama ngojog “masuk” ke dapur sebelum masuk ke kamar rumah. Sifat api adalah panas untuk membakar energi negatif agar tidak bertahta di dalam raga.

Begitu pula halnya sajian Gala Dinner WWF pada 19 Mei 2024 telah memertemukan Presiden Jokowi dengan Ketua DPR Puan Maharani setelah enam bulan terakhir hubungan politik di antara keduanya berlangsung dingin, saat  Gibran Raka Buming Raka diusung sebagai Wapres Prabowo Subianto. Dari siaran TV saat Gala Dinner mereka tampak tersenyum hangat walaupun minim kata.

DetikNews menyebut hubungan keduanya dengan judul berita “Momen Hangat Penuh Tawa Jokowi dan Puan di Gala Diner WWF”. Puan memuji Gala Dinner WWF, “Äcaranya bagus, makannya enak, suasananya hangat, GWK menjadi spektakuler dan menjadi  pertemuan yang ditunggu-tunggu” seperti dikutip Kompas.Com (20/5/2024).

 Hubungan Presiden Jokowi dan Ketua DPR Puan Maharani dalam Gala Dinner WWF seperti sebait puisi minim kata tetapi kaya makna, bergantung apresiator menginterpretasikan secara kontekstual. Tampak keduanya bergoyang menikmati alunan lagu “Sayang” yang dibawakan Bulan Sutena. Lagu ini dipopulerkan oleh Via Vallen. Selanjutnya, Bulan Sutena juga membawakan  lagu dari Armada Band  “Pergi Pagi Pulang Pagi” yang mampu menghipnotis para delegasi dari berbagai negara seraya memberikan pujian bagi tuan rumah.

 Gala Dinner WWF yang digelar di  GWK ini kaya pesan spirit Hindu Bali. Pertama dari pilihan tempat, di Lotus Pond GWK. Kawasan ini menjadi ikon dengan kapasitas lebih dari 7.500 orang dengan latar Patung Garuda Wisnu Kencana yang penuh wibawa karya pematung asal Tabanan Bali I Nyoman Nuarta. 

Lotus adalah nama lain dari teratai berkelopak 8 simbol astadala yang dalam bahasa Bali disebut  tunjung  yang diyakini sebagai bunga suci bagi Umat Hindu. Betapa tidak, akar dan batangnya di lumpur,tetapi bunganya mekar tanpa lumpur. Oleh karena itu, tidaklah salah Sanusi Pane  menulis puisi Teratai sebagai persembahan kepada Ki Hadjar Dewantara, tokoh pendidikan. Lotus diyakini juga sebagai lambang keindahan, kesuburan, dan kemakmuran sebagai mana Dewa Wisnu diyakini umat Hindu dengan saktinya Dewi Sri sebagai Dewa Padi.

Kedua, di Bali, setiap gelaran lebih-lebih berskala dunia selalu dimulai  dan diakhiri dengan spirit ritual tujuannya untuk memohon keselamatan sekala (nyata) dan  niskala (nirnyata). Keberhasilan acara terpancar dari aura yang vibrasinya positip dan mendunia. Itulah yang disebut acara penuh wibawa yang dalam bahasa Bali disebut mataksu. Taksu acara WWF terpancar saat Bali Carnival yang diselenggarakan di Bali Colection Area ITDC Nusa Dua, sehari setelah Gala Dinner bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ke-116, pada 20 Mei 2024 yang menampilkan aneka sajian tari kolosal bertema air yang mengundang decak kagum para wisatawan domestik dan mancanegara.

Ketiga, selain membahas masalah air, ajang WWF juga menjadi ajang promosi aneka kuliner  dan budaya Nusantara, plus ajang komunikasi kerja sama bisnis sebagai mana dimanfaatkan Elon Musk miliarder asal Paman Sam dengan peluncuran  Layanan Internet Starlink di Puskesmas Pembantu Sumerta Kelod pada 19 Mei 2024, dan malamnya mengikuti Gala Dinner di GWK.  Miliader ini memanfaatkan momentum yang tepat bagi kelangsungan bisnisnya di Indonesia dengan liputan mendunia. Mercusuar bisnisnya bersinar dari Bali melalui Diplomasi Paon berkearifan lokal Bali (desa) dan berkesadaran waktu secara historikal (kala) dengan cara elegan dan memukau (patra).

Terlepas dari suksesnya gelaran WWF yang memukau dunia dengan Gala Dinner yang spektakuler, kita tidak boleh menutup mata ada riak-riak kecil selama WWF berlangsung. Adanya pembubaran acara Forum Air Bali oleh ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) di Orangge Hotel Denpasar yang membuat Ketua MKMK Dr. Dewa Palguna yang diundang sebagai pembicara  kecewa berat. Akibat lanjutannya, Navicula Band asal Bali  juga membatalkan pentas serangkaian WWF yang sedianya digelar 24 Mei 2024.

Selain itu,  matinya PDAM berminggu-mingu di kawasan Pecatu Kuta Selatan adalah paradoks di ruang berpendingin dengan pesta berkemewahan, sementara rakyat di sekitarnya menjerit krisis air. Begitulah setelah pesta usai, selalu meninggalkan kenangan baik dan buruk. Keduanya perlu dicatat dan diberikan ruang untuk membangun dialog tanpa sumbatan dalam mencari solusi terbaik,  seperti sifat air  mengalir secara alami menemukan ekuilibrium baru. Air untuk kesejahteraan bersama. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Harkitnas, WWF, dan Kearifan Lokal  
Megargitan | Ritual Makan Bersama Pada Piodalan di Pura Panataran Keloncing Padangtegal
“Nasi Blabar” di Pacung: “Banjir Nasi” dan Makan Bersama Jelang Nyepi Adat

Tags: gala dinnerkulinerWorld Water ForumWWF
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunikasi Internasional lewat Janji

Next Post

Filosofi Air: Air, Bumi dan Tubuh Manusia

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Besakih dan Medsos

Filosofi Air: Air, Bumi dan Tubuh Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co