12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harkitnas, WWF, dan Kearifan Lokal  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 19, 2024
in Esai
Harkitnas, WWF, dan Kearifan Lokal  

Ilustrasi tatkala.co

Setiap 20 Mei kita merayakan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Pada 2024 adalah Harkitnas ke-116 dengan menjadikan organisasi Budi Utomo sebagai tonggak peringatan sesuai dengan tanggal berdirinya, 20 Mei 1908. Harkitnas tahun  ini bertema “Bangkit untuk Indonesia Emas”.

Aura Harkitnas ke-116 terasa istimewa paling tidak untuk tiga hal. Pertama, peringatan Harkitnas ini bersamaan dengan hajatan dunia dalam gelaran Forum Air Dunia (World Water Forum) ke-10 yang dilaksanakan di Nusa Dua Bali pada 18 – 25 Mei 2024. Forum Air Dunia  dilaksanakan setiap tiga tahun dan  pertama 1997 di  Maroko. Sifat air adalah mengalir dari hulu ke hilir. Hulunya adalah gunung dan hilirnya adalah laut. Maka keduanya (hulu dan hilir) harus dijaga dan dirawat agar seimbang sesuai konsep segara-giri.

Sifat perjuangan organisasi modern Budi Utomo juga mengalir dari kaum intelek berpendidikan modern ke rakyat yang ada diplosok miskin pendidikan. Aliran perjuangan mereka membakar semangat rakyat bergerak serentak memperjuangkan kemerdekaan. Andaikan air di gunung tersumbat karena manusia membuang sampah sembarangan, maka aliran air ke laut pun akan terhambat bahkan berpeluang mendatangkan petaka bagi semesta dan mahkluk hidup di sekitarnya. Begitu pula halnya, jika perjuangan kaum intelek terhambat oleh rakyat yang diperjuangkan, maka kemerdekaan pun makin jauh dari harapan. Oleh karena itu, Harkitnas dipandang sebagai aliran air perjuangan yang membersihkan tubuh bangsa menuju kemerdekaan lahir batin.

Kedua, Harkitnas 2024 juga dirayakan dalam suasana ritual Tumpek Uye (Tumpek Kandang) yang jatuh pada Sabtu Kliwon Uye, 18 Mei 2024. Hakikat Tumpek Uye dalam tradisi Bali adalah perayaan memuliakan binatang untuk membantu pekerjaan manusia. Pada zaman dahulu, ketika budaya agraris dominan, binatang terutama sapi dan kuda selain membantu petani dalam membajak dan sebagai alat transpotasi juga berfungsi sebagai tabungan untuk berjaga-jaga.

Setiap rumah di desa beternak untuk persiapan berbagai kebutuhan (sekolah anak, makanan sehari-hari, dan berbagai upacara yadnya). Petani beternak adalah  simbol kecerdasan diversifikasi pertanian, selain untuk memuliakan binatang yang telah membantu. Kebangkitan petani tidak melupakan binatang peliharaannya sebagai bagian dari balas jasa. Oleh karena itu, Tumpek Uye membangkitkan gairah petani selayaknya pejuang kebangkitan nasional pada zaman pra-kemerdekaan.

Ketiga, dunia mengakui adanya energi positip air yang secara universal akan menyejukkan. Dalam konteks ke-Bali-an diterjemahkan melalui  spirit ritual Segara Kerthi (memuliakan laut) sebagai kulkas raksasa. WWF yang digelar di Nusa Dua Bali pun memuliakan air dengan ritus pemujaan melibatkan sulinggih dan diikuti dengan melukat “mandi secara spirit” bersama para delegasi dari berbagai negara untuk mengembangkan budaya positip. Hakikat melukat adalah membersihkan badan fisik dengan air suci (tirta) dilaksanakan di Pulau Kura-Kura denpasar. 

Di dalam Manawa Dharma Sastra  disebutkan tubuh dibersihkan dengan air, pikiran disucikan dengan kejujuran, atman disucikan dengan tapa brata, budi disucikan dengan ilmu pengetahuan. Agama Air melebur semua perbedaan untuk membersihkan daki di badan. Joko Pinurbo memuisikan dengan singkat dan bernas : Äpa Agamamu ? Agamaku adalah air yang membersihkan pertanyaanmu.

Hubungan Harkitnas, WWF, dan Kearifan lokal Bali tampak mutualistik saling menguatkan dan saling menduniakan (mengglobalkan). Harkitnas hadir dengan semangat nasionalisme (kebangsaan) yang memersatukan suku-suku bangsa yang berbeda melalui wadah NKRI dengan aneka perbedaan bersemboyankan, Bhineka Tunggal Ika.

Sementara itu. WWF hadir dengan semangat memuliakan air dan sumber-sumber air di dunia dengan kesadaran bahwa tubuh (buana alit) dominan adalah air. Kekurangan dan pencemaran air, selain membuat tubuh bangsa (buana agung) terganggu keseimbangannya, juga membuat disharmoni buana alit.  Oleh karena itu, pemuliaan air dengan ritus spirit menjadi wadah dialog para pemimpin dunia untuk mencairkan ketegangan di berbagai belahan dunia. Semoga Forum Air Dunia di Bali menjadi penyejuk seperti halnya tirta yang menyembuhkan bangun kemanusiaan umat sedunia.

Semoga Bali dengan kearifannya tentang air dan sumber-sumbernya tidak hanya dieksploitasi untuk kepentingan kapitalistik tetapi dijadikan inspirasi bagi dunia membahas air dengan aneka persoalannya.  Lebih-lebih hajatan WWF ke-10 ini menurut Detik Bali (17/5/2024)  dihadiri 12 Kepala Negara, 105 menteri, dengan 13.000 terdaftar secara resmi belum termasuk keluarga delegasi dan para  jurnalis dari 172 negara, maka spiritnya akan bergema ke seantero dunia. Aliran air pemikiran pemimpin dunia diharapkan semakin jernih dari Pulau Bali setelah delegasi melukat masal dengan sadar dituntun pendeta suci, selaras dengan tema  : “Äir untuk Kesejahteraan bersama”.

Momentum Tumpek Uye seyogyanya dapat mengendalikan sifat egois kebinatangan untuk tidak secara buas menguasai air dan sumber-sumbernya demi harmoni alam sekala niskala. Sebagai penyambung lidah kepentingan bangsa dan negara masing-masing delegasi WWF sudah sepantasnya melahirkan aliran air kedamaian untuk kesejahteraan bersama.

Lebih-lebih  saat rangkaian agenda WWF pada 22 Mei 2024 bertepatan dengan Purnama Sadha nemu gelang dengan Buda Wage Menail, semoga  menyempurnakan  pemikiran pemimpin dunia berdialog dengan air demi kesejahteraan lahir batin. Buda Wage Menail (Buda Cemeng Menail) dalam kepercayaan Hindu adalah pemujaan Bhatara Manik Galih yang menurunkan Sang Hyang Omkara Amerta untuk mewujudkan kesejahteraan, sedang Purnama Sadha  pemujaan kepada Tuhan dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Chandra dengan nuansa keteduhan dan kesejukan.

Dari Bali kearifan lokal memancar menerangi para pemikir dunia membahas air berkesadaran waktu (sejarah) dengan konsep tri semaya : atita (dulu), nagata (yang akan datang) dan wartamana (kini). Konsep ini selaras dengan pembangunan berkesinambungan dan berkeseimbangan yang dalam trikon-nya Ki Hadjar Dewantara disebut kontinuitas. Semua itu untuk kepentingan bangsa dan Negara Indonesia dalam konteks pergaulan global.

Mengingat begitu pentingnya air, selama sepekan Bali menjadi sorotan dunia dalam Forum Air Dunia bersamaan dengan Kebangkitan Nasional tanpa melupakan kearifan lokal. Berpikir global, bertindak lokal dan inspiratif. Semoga Bali sebagai sebuah titik tidak tunduk pada huruf kapital dunia dalam politik air. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Kurikulum Merdeka Berkiblat ke Taman Siswa
Kurikulum  Dengan Pendekatan “Desa, Kala, Patra”
Harbuknas, Momentum Refleksi Gerakan Literasi 
Tags: Hari Kebangkitan Nasionalharikitnaskearifan lokaltumpek uyeWorld Water Forum
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hujatan kepada Guru, Bentuk  Alpaka terhadap Guru Pengajian

Next Post

Jatiluwih, Ritus Padi, dan Hal-Hal di Baliknya

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Jatiluwih, Ritus Padi, dan Hal-Hal di Baliknya

Jatiluwih, Ritus Padi, dan Hal-Hal di Baliknya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co