4 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara    

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
October 24, 2024
in Esai
Membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara    

Delod Ceking dari Tol Bali Mandara | Foto: Tingkat

SENIN Kliwon Kuningan, 30 September 2024, begitu masuk mulut Tol Bali Mandara, Pesanggaran, datang sembahyang dari Pura Dasar Bhuana Gelgel, tiba-tiba saja saya teringat dengan peristiwa Ujung pada akhir 1970-an hingga pertengahan 1980-an.

Bagi orang-orang Delod Ceking, sebutan Ujung mengacu pada Pelabuhan Benoa. Ke sanalah orang-orang Delod Ceking menjadi buruh membongkar barang aneka jenis, termasuk bahan makanan (beras, gula, kopi, ikan). Mereka diantar-jemput dengan truk secara berkelompok dan mengikuti jam kerja (siang atau malam). Itu dilakoni para buruh Delod Ceking  penuh semangat dedikasi dengan integritas mahatinggi.

Mereka dominan dari Bukit Kutuh, Ungasan, Pecatu. Orang-orang Bualu menyebutnya nak uli beduur—orang dari atas—karena secara geografi ketiga desa itu berada di bukit yang rerata lebih tinggi posisinya daripada Bualu dataran yang relatif lebih subur dengan air yang berlimpah.

Begitu memasuki Gerbang Tol Pesanggaran, tempat menggesek kartu pembayaran, pengguna Tol Bali Mandara dari arah Denpasar disuguhkan pemandangan yang indah di sebelah kiri dengan empat arah seolah pintu ke luar  bangunan penunjang.

Entah apa yang akan nanti dibangun di sana.  Itu berada di anjungan yang beberapa meter lagi bisa terhubung dengan Jalan Tol Bali Mandara terusan terdekat menuju Bandara Ngurah Rai. Jalan Tol pertama di atas laut Bali (Suung Prapat) ini diresmikan SBY pada 2013, menjelang KTT APEC di Nusa Dua Bali.

Sampai di pertengahan Tol Bali Mandara dengan anjungan mendekat ke timur seakan menggapai taman pelabuhan, tiba-tiba saja menggiring pikiran saya akan ada jalan penghubung hanya beberapa meter lagi. Dari sini tampak Gumi Delod Ceking sangat jelas dan padat aneka bangunan.

Tiang-tiang pemancar TV dan Telkomsel di Tegeh Kaman tampak menjulur ke langit, bangunan-bangunan hotel, vila, patung GWK dan fasilitas pariwisata lainnya tampak mendominasi. Kampus Poltekpar Bali dan Unud juga jelas terlihat. Begitu pula SMA Negeri 2 Kuta Selatan tampak nyata di pinggir rawa-rawa dengan atap genting yang tampak merah bersebelahan dengan Pura Taman Mumbul, tempat orang biasa melukat.

Berdekatan dengan Pura Taman Mumbul juga berdiri Pura Dalem Mumbul dan Pura Ratu Ayu dalam satu Palebahan Pura. Di antara kedua Pura itulah tampak jukung-jukung nelayan tradisional sedang parkir bila laut lagi surut.

Bila mulai pasang manda (panglong/penanggal ping 8,9,10,11,10) para nelayan tradisional itu pun menumpahkan harapannya pada budi baik Pasih Suung Prapat dan terhubung dengan laut Benoa, tempat kapal-kapal pesiar parkir. Jejak nelayan tradisional nyata adanya, sebagai sumber kehidupan. Sebelum 1980-an, di sebelah Timur Pura Taman Mumbul adalah gerombong tempat membakar pamor untuk memelester rumah.

Membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara  seperti membuat cerita dengan flash back. Dengan kearifan lokal Bali, membaca dari hulu ke teben. Ibarat melakukan refleksi, mulai dari kepala ke kaki. Perlu hati-hati agar tidak tertipu fatamorgana yang menipu mata penglihatan dan menipu mata hati.

Berbeda dengan membaca arah Kaja dari arah Delod Ceking yang berada pada ketinggian, relatif bacaan kita lebih komprehensif. Membaca Delod Ceking dari hulu yang dataran rendah dengan Pasih Suung Prapat, desa-desa yang tampak hanya bagian ulu desa, kecuali Desa Adat Kampial yang paling jelas tampak dengan kepadatan pemukiman yang nyaris tampak tanpa bengang.

Sementara itu, Desa Adat Kutuh, Ungasan dan Pecatu juga tampak sebagian, yaitu bagian utara desa. Desa Adat Kutuh tampak ramai dengan pemancar-pemancarnya seperti ranjau menusuk langit. Inilah yang disebut tol langit oleh Jokowi saat kampanye Presiden pada 2019 yang mengaku tanpa beban karena pada 2024 tidak punya kepentingan lagi. Walaupun nyata-nyata berkepentingan menjelang masa akhir jabatannya dan semua orang pun tahu kepentingannya.

Itulah politik, selalu menggelitik. Ibarat kalimat tidak berakhir dengan titik, selalu berakhir dengan koma seakan cerpen dengan akhir menggantung. Tergantung pembaca mengapresiasi secara cerdas dan bernas dengan pisau bedah bertuah sehingga tidak menyesatkan.

Dari Tol Bali Mandara kita dapat memandang timur laut Desa Adat Ungasan tampak Puncak Tegeh Goa Gong yang dikelilingi vila-vila, sedangkan di barat lautnya jelas tampak indahnya Puncak Tegeh Buhu yang berdekatan dengan Patung GWK.

Sementara itu, di utara Desa Adat Pecatu, dari Tol Bali Mandara, pejalan kehidupan dapat menyaksikan kawasan Pecatu Graha dan Bukit Balangan dengan Banjar Cengiling yang menjadi kawasan pemukiman dari 4 desa adat, yaitu Desa Adat Jimbaran, Ungasan, Pecatu, dan Kutuh.

Itu membuktikan, Cengiling adalah kawasan subur yang berhasil ditempati krama dari 4 desa adat yang saling bertetangga dengan tetap memegang teguh sima desa adatnya masing-masing. Dengan kalimat lain, mereka adalah krama pararudan dengan kesetiaan memertahankan desa adatnya masing-masing. Namun, mereka hidup rukun.

Begitulah, membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara, ada desa yang tampak jelas, samar-samar, bahkan nyaris tak terbaca. Namun demikian, di seputar Tol Bali Mandara, GM Sukawidana, penyair yang pelaut, banyak mendapatkan mutiara di seputar pasih ini.

Penyair yang pelaut selain gemar memancing ikan juga beroleh mutiara kata yang menjadi mahkota buat puisi-puisinya. Salah satu puisinya berjudul “Puisi Muara Teluk Benoa” (karena kau telah minum, putu satria kusuma).

Putu, apakah kau minum tuak, arak, atau …?
Mari minum saja di sini, putu
Ini lapak tua pan sondri
Tuak yang disadap dari darah dan air mata nenek moyangku
Perih terasa memang tapi mari dan mari bersulang di sini
Tenggak habis seberapa kau bisa
…
Bulan terkapar di tempayan
Anak-anak pesisir teluk benoa
Dengan bara api di tangan
Mencari-cari jejak moyangnya
Ke celah-celah bakau di pasang air payau
…..

Puisi GM Sukawidana itu tegas mengingatkan kita para pejalan kehidupan akan kehidupan masa lalu sebelum Serangan diserang reklamasi; sebelum Teluk Benoa diserang Tol Bali Mandara. Kedua proyek itu sempat mendapat perlawanan pada zamannya. Toh pada akhirnya juga jadi dan digunakan lalu-lalang oleh mereka yang menentang kehadirannya, termasuk GWK yang menjadi mercusuar kegiatan berskala dunia tak luput dari tentangan warga.  “Perih terasa memang tapi mari dan mari bersulang di sini/Tenggak habis seberapa kau bisa”.

Betapa pun pembangunan secara masif terjadi, jejak ingatan seyogyanya tidak terhapus oleh proyek mercusuar. Harus ada yang ngeh mencatat agar jejaknya tidak ditelan zaman. GM Sukawidana telah mencatat dengan puisi. Terbuka peluang mencatat dengan lagu pop (Bali, Indonesia), dengan tari Bali, dengan lukisan.

Sangatlah bagus bila semua itu dikerjakan orang Bali. Membaca Bali dari Bali. Gede Prama bilang, berguru ke dalam. Maguru ke tengah. Maguru ke Dalem. Maguru ke Siwa tanpa tabu  berguru ke luar, sebagaimana orang-orang Delod Ceking menerima pendatang dari segala negeri.

Membludaknya pendatang ke Delod Ceking tak ubahnya buku yang perlu dibaca secara kritis dan humanis agar harmonisasi tetap terjaga. Diperlukan pembaca literat![T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Pasih Kangin Desa Adat Kedonganan: Dulu “Leke-leke”, Kini Jadi Incaran   
Rumput Laut Delod Ceking, Nasibmu Kini   
Bak Inpres dan Cubang Air di Gumi Delod Ceking   
“Bangbang” di Gumi Delod Ceking   
Gumi Delod Ceking dan Dadu yang Terbalik
Berguru ke “Ngampan” Delod Ceking  
Tags: Gumi Delod CekingTol Bali Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Saling Sorot Masalah, Saling Menggali Potensi | Dari Acara Debat Pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng 2024

Next Post

Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Guru

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
0
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

Read moreDetails

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
0
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

Read moreDetails

Musik, Agama dan Politik

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
0
Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

Read moreDetails

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

by I Wayan Artika
November 1, 2026
0
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

Read moreDetails

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails
Next Post
Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Guru

Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Guru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif
Pariwisata

COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif

DI Ubud, pengalaman menikmati musik, menonton film, menyantap hidangan, dan mengapresiasi seni kini memiliki satu ruang pertemuan. Namanya COCA Ubud....

by tatkala
November 3, 2026
Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba
Pendidikan

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba

TIGA bendera kecil terangkat hampir bersamaan. Pertanyaan demi pertanyaan menguji ketangkasan para peserta. Ada yang sigap menjawab, ada pula yang...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co