11 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara    

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
October 24, 2024
in Esai
Membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara    

Delod Ceking dari Tol Bali Mandara | Foto: Tingkat

SENIN Kliwon Kuningan, 30 September 2024, begitu masuk mulut Tol Bali Mandara, Pesanggaran, datang sembahyang dari Pura Dasar Bhuana Gelgel, tiba-tiba saja saya teringat dengan peristiwa Ujung pada akhir 1970-an hingga pertengahan 1980-an.

Bagi orang-orang Delod Ceking, sebutan Ujung mengacu pada Pelabuhan Benoa. Ke sanalah orang-orang Delod Ceking menjadi buruh membongkar barang aneka jenis, termasuk bahan makanan (beras, gula, kopi, ikan). Mereka diantar-jemput dengan truk secara berkelompok dan mengikuti jam kerja (siang atau malam). Itu dilakoni para buruh Delod Ceking  penuh semangat dedikasi dengan integritas mahatinggi.

Mereka dominan dari Bukit Kutuh, Ungasan, Pecatu. Orang-orang Bualu menyebutnya nak uli beduur—orang dari atas—karena secara geografi ketiga desa itu berada di bukit yang rerata lebih tinggi posisinya daripada Bualu dataran yang relatif lebih subur dengan air yang berlimpah.

Begitu memasuki Gerbang Tol Pesanggaran, tempat menggesek kartu pembayaran, pengguna Tol Bali Mandara dari arah Denpasar disuguhkan pemandangan yang indah di sebelah kiri dengan empat arah seolah pintu ke luar  bangunan penunjang.

Entah apa yang akan nanti dibangun di sana.  Itu berada di anjungan yang beberapa meter lagi bisa terhubung dengan Jalan Tol Bali Mandara terusan terdekat menuju Bandara Ngurah Rai. Jalan Tol pertama di atas laut Bali (Suung Prapat) ini diresmikan SBY pada 2013, menjelang KTT APEC di Nusa Dua Bali.

Sampai di pertengahan Tol Bali Mandara dengan anjungan mendekat ke timur seakan menggapai taman pelabuhan, tiba-tiba saja menggiring pikiran saya akan ada jalan penghubung hanya beberapa meter lagi. Dari sini tampak Gumi Delod Ceking sangat jelas dan padat aneka bangunan.

Tiang-tiang pemancar TV dan Telkomsel di Tegeh Kaman tampak menjulur ke langit, bangunan-bangunan hotel, vila, patung GWK dan fasilitas pariwisata lainnya tampak mendominasi. Kampus Poltekpar Bali dan Unud juga jelas terlihat. Begitu pula SMA Negeri 2 Kuta Selatan tampak nyata di pinggir rawa-rawa dengan atap genting yang tampak merah bersebelahan dengan Pura Taman Mumbul, tempat orang biasa melukat.

Berdekatan dengan Pura Taman Mumbul juga berdiri Pura Dalem Mumbul dan Pura Ratu Ayu dalam satu Palebahan Pura. Di antara kedua Pura itulah tampak jukung-jukung nelayan tradisional sedang parkir bila laut lagi surut.

Bila mulai pasang manda (panglong/penanggal ping 8,9,10,11,10) para nelayan tradisional itu pun menumpahkan harapannya pada budi baik Pasih Suung Prapat dan terhubung dengan laut Benoa, tempat kapal-kapal pesiar parkir. Jejak nelayan tradisional nyata adanya, sebagai sumber kehidupan. Sebelum 1980-an, di sebelah Timur Pura Taman Mumbul adalah gerombong tempat membakar pamor untuk memelester rumah.

Membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara  seperti membuat cerita dengan flash back. Dengan kearifan lokal Bali, membaca dari hulu ke teben. Ibarat melakukan refleksi, mulai dari kepala ke kaki. Perlu hati-hati agar tidak tertipu fatamorgana yang menipu mata penglihatan dan menipu mata hati.

Berbeda dengan membaca arah Kaja dari arah Delod Ceking yang berada pada ketinggian, relatif bacaan kita lebih komprehensif. Membaca Delod Ceking dari hulu yang dataran rendah dengan Pasih Suung Prapat, desa-desa yang tampak hanya bagian ulu desa, kecuali Desa Adat Kampial yang paling jelas tampak dengan kepadatan pemukiman yang nyaris tampak tanpa bengang.

Sementara itu, Desa Adat Kutuh, Ungasan dan Pecatu juga tampak sebagian, yaitu bagian utara desa. Desa Adat Kutuh tampak ramai dengan pemancar-pemancarnya seperti ranjau menusuk langit. Inilah yang disebut tol langit oleh Jokowi saat kampanye Presiden pada 2019 yang mengaku tanpa beban karena pada 2024 tidak punya kepentingan lagi. Walaupun nyata-nyata berkepentingan menjelang masa akhir jabatannya dan semua orang pun tahu kepentingannya.

Itulah politik, selalu menggelitik. Ibarat kalimat tidak berakhir dengan titik, selalu berakhir dengan koma seakan cerpen dengan akhir menggantung. Tergantung pembaca mengapresiasi secara cerdas dan bernas dengan pisau bedah bertuah sehingga tidak menyesatkan.

Dari Tol Bali Mandara kita dapat memandang timur laut Desa Adat Ungasan tampak Puncak Tegeh Goa Gong yang dikelilingi vila-vila, sedangkan di barat lautnya jelas tampak indahnya Puncak Tegeh Buhu yang berdekatan dengan Patung GWK.

Sementara itu, di utara Desa Adat Pecatu, dari Tol Bali Mandara, pejalan kehidupan dapat menyaksikan kawasan Pecatu Graha dan Bukit Balangan dengan Banjar Cengiling yang menjadi kawasan pemukiman dari 4 desa adat, yaitu Desa Adat Jimbaran, Ungasan, Pecatu, dan Kutuh.

Itu membuktikan, Cengiling adalah kawasan subur yang berhasil ditempati krama dari 4 desa adat yang saling bertetangga dengan tetap memegang teguh sima desa adatnya masing-masing. Dengan kalimat lain, mereka adalah krama pararudan dengan kesetiaan memertahankan desa adatnya masing-masing. Namun, mereka hidup rukun.

Begitulah, membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara, ada desa yang tampak jelas, samar-samar, bahkan nyaris tak terbaca. Namun demikian, di seputar Tol Bali Mandara, GM Sukawidana, penyair yang pelaut, banyak mendapatkan mutiara di seputar pasih ini.

Penyair yang pelaut selain gemar memancing ikan juga beroleh mutiara kata yang menjadi mahkota buat puisi-puisinya. Salah satu puisinya berjudul “Puisi Muara Teluk Benoa” (karena kau telah minum, putu satria kusuma).

Putu, apakah kau minum tuak, arak, atau …?
Mari minum saja di sini, putu
Ini lapak tua pan sondri
Tuak yang disadap dari darah dan air mata nenek moyangku
Perih terasa memang tapi mari dan mari bersulang di sini
Tenggak habis seberapa kau bisa
…
Bulan terkapar di tempayan
Anak-anak pesisir teluk benoa
Dengan bara api di tangan
Mencari-cari jejak moyangnya
Ke celah-celah bakau di pasang air payau
…..

Puisi GM Sukawidana itu tegas mengingatkan kita para pejalan kehidupan akan kehidupan masa lalu sebelum Serangan diserang reklamasi; sebelum Teluk Benoa diserang Tol Bali Mandara. Kedua proyek itu sempat mendapat perlawanan pada zamannya. Toh pada akhirnya juga jadi dan digunakan lalu-lalang oleh mereka yang menentang kehadirannya, termasuk GWK yang menjadi mercusuar kegiatan berskala dunia tak luput dari tentangan warga.  “Perih terasa memang tapi mari dan mari bersulang di sini/Tenggak habis seberapa kau bisa”.

Betapa pun pembangunan secara masif terjadi, jejak ingatan seyogyanya tidak terhapus oleh proyek mercusuar. Harus ada yang ngeh mencatat agar jejaknya tidak ditelan zaman. GM Sukawidana telah mencatat dengan puisi. Terbuka peluang mencatat dengan lagu pop (Bali, Indonesia), dengan tari Bali, dengan lukisan.

Sangatlah bagus bila semua itu dikerjakan orang Bali. Membaca Bali dari Bali. Gede Prama bilang, berguru ke dalam. Maguru ke tengah. Maguru ke Dalem. Maguru ke Siwa tanpa tabu  berguru ke luar, sebagaimana orang-orang Delod Ceking menerima pendatang dari segala negeri.

Membludaknya pendatang ke Delod Ceking tak ubahnya buku yang perlu dibaca secara kritis dan humanis agar harmonisasi tetap terjaga. Diperlukan pembaca literat![T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Pasih Kangin Desa Adat Kedonganan: Dulu “Leke-leke”, Kini Jadi Incaran   
Rumput Laut Delod Ceking, Nasibmu Kini   
Bak Inpres dan Cubang Air di Gumi Delod Ceking   
“Bangbang” di Gumi Delod Ceking   
Gumi Delod Ceking dan Dadu yang Terbalik
Berguru ke “Ngampan” Delod Ceking  
Tags: Gumi Delod CekingTol Bali Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Saling Sorot Masalah, Saling Menggali Potensi | Dari Acara Debat Pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng 2024

Next Post

Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Guru

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

Read moreDetails

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
0
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

Read moreDetails

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
0
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

Read moreDetails

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails
Next Post
Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Guru

Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Guru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co