21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara    

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
October 24, 2024
in Esai
Membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara    

Delod Ceking dari Tol Bali Mandara | Foto: Tingkat

SENIN Kliwon Kuningan, 30 September 2024, begitu masuk mulut Tol Bali Mandara, Pesanggaran, datang sembahyang dari Pura Dasar Bhuana Gelgel, tiba-tiba saja saya teringat dengan peristiwa Ujung pada akhir 1970-an hingga pertengahan 1980-an.

Bagi orang-orang Delod Ceking, sebutan Ujung mengacu pada Pelabuhan Benoa. Ke sanalah orang-orang Delod Ceking menjadi buruh membongkar barang aneka jenis, termasuk bahan makanan (beras, gula, kopi, ikan). Mereka diantar-jemput dengan truk secara berkelompok dan mengikuti jam kerja (siang atau malam). Itu dilakoni para buruh Delod Ceking  penuh semangat dedikasi dengan integritas mahatinggi.

Mereka dominan dari Bukit Kutuh, Ungasan, Pecatu. Orang-orang Bualu menyebutnya nak uli beduur—orang dari atas—karena secara geografi ketiga desa itu berada di bukit yang rerata lebih tinggi posisinya daripada Bualu dataran yang relatif lebih subur dengan air yang berlimpah.

Begitu memasuki Gerbang Tol Pesanggaran, tempat menggesek kartu pembayaran, pengguna Tol Bali Mandara dari arah Denpasar disuguhkan pemandangan yang indah di sebelah kiri dengan empat arah seolah pintu ke luar  bangunan penunjang.

Entah apa yang akan nanti dibangun di sana.  Itu berada di anjungan yang beberapa meter lagi bisa terhubung dengan Jalan Tol Bali Mandara terusan terdekat menuju Bandara Ngurah Rai. Jalan Tol pertama di atas laut Bali (Suung Prapat) ini diresmikan SBY pada 2013, menjelang KTT APEC di Nusa Dua Bali.

Sampai di pertengahan Tol Bali Mandara dengan anjungan mendekat ke timur seakan menggapai taman pelabuhan, tiba-tiba saja menggiring pikiran saya akan ada jalan penghubung hanya beberapa meter lagi. Dari sini tampak Gumi Delod Ceking sangat jelas dan padat aneka bangunan.

Tiang-tiang pemancar TV dan Telkomsel di Tegeh Kaman tampak menjulur ke langit, bangunan-bangunan hotel, vila, patung GWK dan fasilitas pariwisata lainnya tampak mendominasi. Kampus Poltekpar Bali dan Unud juga jelas terlihat. Begitu pula SMA Negeri 2 Kuta Selatan tampak nyata di pinggir rawa-rawa dengan atap genting yang tampak merah bersebelahan dengan Pura Taman Mumbul, tempat orang biasa melukat.

Berdekatan dengan Pura Taman Mumbul juga berdiri Pura Dalem Mumbul dan Pura Ratu Ayu dalam satu Palebahan Pura. Di antara kedua Pura itulah tampak jukung-jukung nelayan tradisional sedang parkir bila laut lagi surut.

Bila mulai pasang manda (panglong/penanggal ping 8,9,10,11,10) para nelayan tradisional itu pun menumpahkan harapannya pada budi baik Pasih Suung Prapat dan terhubung dengan laut Benoa, tempat kapal-kapal pesiar parkir. Jejak nelayan tradisional nyata adanya, sebagai sumber kehidupan. Sebelum 1980-an, di sebelah Timur Pura Taman Mumbul adalah gerombong tempat membakar pamor untuk memelester rumah.

Membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara  seperti membuat cerita dengan flash back. Dengan kearifan lokal Bali, membaca dari hulu ke teben. Ibarat melakukan refleksi, mulai dari kepala ke kaki. Perlu hati-hati agar tidak tertipu fatamorgana yang menipu mata penglihatan dan menipu mata hati.

Berbeda dengan membaca arah Kaja dari arah Delod Ceking yang berada pada ketinggian, relatif bacaan kita lebih komprehensif. Membaca Delod Ceking dari hulu yang dataran rendah dengan Pasih Suung Prapat, desa-desa yang tampak hanya bagian ulu desa, kecuali Desa Adat Kampial yang paling jelas tampak dengan kepadatan pemukiman yang nyaris tampak tanpa bengang.

Sementara itu, Desa Adat Kutuh, Ungasan dan Pecatu juga tampak sebagian, yaitu bagian utara desa. Desa Adat Kutuh tampak ramai dengan pemancar-pemancarnya seperti ranjau menusuk langit. Inilah yang disebut tol langit oleh Jokowi saat kampanye Presiden pada 2019 yang mengaku tanpa beban karena pada 2024 tidak punya kepentingan lagi. Walaupun nyata-nyata berkepentingan menjelang masa akhir jabatannya dan semua orang pun tahu kepentingannya.

Itulah politik, selalu menggelitik. Ibarat kalimat tidak berakhir dengan titik, selalu berakhir dengan koma seakan cerpen dengan akhir menggantung. Tergantung pembaca mengapresiasi secara cerdas dan bernas dengan pisau bedah bertuah sehingga tidak menyesatkan.

Dari Tol Bali Mandara kita dapat memandang timur laut Desa Adat Ungasan tampak Puncak Tegeh Goa Gong yang dikelilingi vila-vila, sedangkan di barat lautnya jelas tampak indahnya Puncak Tegeh Buhu yang berdekatan dengan Patung GWK.

Sementara itu, di utara Desa Adat Pecatu, dari Tol Bali Mandara, pejalan kehidupan dapat menyaksikan kawasan Pecatu Graha dan Bukit Balangan dengan Banjar Cengiling yang menjadi kawasan pemukiman dari 4 desa adat, yaitu Desa Adat Jimbaran, Ungasan, Pecatu, dan Kutuh.

Itu membuktikan, Cengiling adalah kawasan subur yang berhasil ditempati krama dari 4 desa adat yang saling bertetangga dengan tetap memegang teguh sima desa adatnya masing-masing. Dengan kalimat lain, mereka adalah krama pararudan dengan kesetiaan memertahankan desa adatnya masing-masing. Namun, mereka hidup rukun.

Begitulah, membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara, ada desa yang tampak jelas, samar-samar, bahkan nyaris tak terbaca. Namun demikian, di seputar Tol Bali Mandara, GM Sukawidana, penyair yang pelaut, banyak mendapatkan mutiara di seputar pasih ini.

Penyair yang pelaut selain gemar memancing ikan juga beroleh mutiara kata yang menjadi mahkota buat puisi-puisinya. Salah satu puisinya berjudul “Puisi Muara Teluk Benoa” (karena kau telah minum, putu satria kusuma).

Putu, apakah kau minum tuak, arak, atau …?
Mari minum saja di sini, putu
Ini lapak tua pan sondri
Tuak yang disadap dari darah dan air mata nenek moyangku
Perih terasa memang tapi mari dan mari bersulang di sini
Tenggak habis seberapa kau bisa
…
Bulan terkapar di tempayan
Anak-anak pesisir teluk benoa
Dengan bara api di tangan
Mencari-cari jejak moyangnya
Ke celah-celah bakau di pasang air payau
…..

Puisi GM Sukawidana itu tegas mengingatkan kita para pejalan kehidupan akan kehidupan masa lalu sebelum Serangan diserang reklamasi; sebelum Teluk Benoa diserang Tol Bali Mandara. Kedua proyek itu sempat mendapat perlawanan pada zamannya. Toh pada akhirnya juga jadi dan digunakan lalu-lalang oleh mereka yang menentang kehadirannya, termasuk GWK yang menjadi mercusuar kegiatan berskala dunia tak luput dari tentangan warga.  “Perih terasa memang tapi mari dan mari bersulang di sini/Tenggak habis seberapa kau bisa”.

Betapa pun pembangunan secara masif terjadi, jejak ingatan seyogyanya tidak terhapus oleh proyek mercusuar. Harus ada yang ngeh mencatat agar jejaknya tidak ditelan zaman. GM Sukawidana telah mencatat dengan puisi. Terbuka peluang mencatat dengan lagu pop (Bali, Indonesia), dengan tari Bali, dengan lukisan.

Sangatlah bagus bila semua itu dikerjakan orang Bali. Membaca Bali dari Bali. Gede Prama bilang, berguru ke dalam. Maguru ke tengah. Maguru ke Dalem. Maguru ke Siwa tanpa tabu  berguru ke luar, sebagaimana orang-orang Delod Ceking menerima pendatang dari segala negeri.

Membludaknya pendatang ke Delod Ceking tak ubahnya buku yang perlu dibaca secara kritis dan humanis agar harmonisasi tetap terjaga. Diperlukan pembaca literat![T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Pasih Kangin Desa Adat Kedonganan: Dulu “Leke-leke”, Kini Jadi Incaran   
Rumput Laut Delod Ceking, Nasibmu Kini   
Bak Inpres dan Cubang Air di Gumi Delod Ceking   
“Bangbang” di Gumi Delod Ceking   
Gumi Delod Ceking dan Dadu yang Terbalik
Berguru ke “Ngampan” Delod Ceking  
Tags: Gumi Delod CekingTol Bali Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Saling Sorot Masalah, Saling Menggali Potensi | Dari Acara Debat Pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng 2024

Next Post

Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Guru

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails

Tato: Menjadikan Tubuh Tempat Ingatan

by Tri Nugroho Adi
September 19, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Kita melihat tato seseorang, tetapi kita tidak pernah benar-benar melihat cerita yang membuatnya memilih tato itu. ADA sesuatu yang menarik...

Read moreDetails

“Mindfulness, Privilege”, dan LPDP: Ketika “Self-Care” Bertemu Realitas Sosial

by Isran Kamal
September 18, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Beberapa waktu terakhir, nama Maudy Ayunda kembali ramai diperbincangkan. Kali ini bukan karena film, musik, atau pendidikan di luar negeri,...

Read moreDetails

Menulis Kok Seperti Muntah?

by Angga Wijaya
September 18, 2026
0
Menulis Kok Seperti Muntah?

SEJAK kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masuk semakin jauh ke dalam kehidupan sehari-hari, semua orang tampaknya bisa menulis. Tidak...

Read moreDetails
Next Post
Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Guru

Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Guru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co