5 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Bangbang” di Gumi Delod Ceking   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
August 31, 2024
in Esai
“Bangbang” di Gumi Delod Ceking   

Bangbang Gede di Desa Adat Pecatu ( Foto : Didik Juliawan)

DI Gumi Delod Ceking, Bangbang adalah kubangan tanah yang sengaja digali  untuk penampungan air  bagi  warga  sebelum era 1990-an. Kubangan tanpa diplester itu untuk menampung air hujan sehingga airnya pun seirama dengan warna tanah. Tidak diplester  karena tiadanya biaya untuk itu, maklum belum zaman bansos sekali pun Pemilu berulang. Bansos yang memanjakan itu baru dikenal sejak Pemilu Langsung mulai 2004.

 Setiap Pemilu, pada awal Orde Baru berkuasa  selalu ada intimidasi. Warga diajak berjaga ke Balai Banjar dan wajib masuk Golkar. Bila berbeda dengan Golkar, ganjaran menanti. Pentong dan pentung meluncur di atas kepala. Piket jaga yang mati-matian membela Partai Demokrasi Indonesia (PDI) kala itu, babak belur dihajar.  Rumahnya dibakar, batu meluncur di atas atap. Pondok yang alakadarnya pun dirusak bahkan dirobohkan. Warga dicekam ketakutan.  “Da uyut, gumi gelah anak Gede”, begitu tetua mengingatkan saya dan terngiang hingga kini di tengah krisis air di Gumi Delod Ceking yang menggedor-gedor ingatan Kembali ke bangbang.

Walaupun bangbang, hanya kubangan air tanah, juga punya  keistimewaan :  ada sekaa-nya dan punya tradisi ritual antara lain tradisi mebat (ngelawar, nyate, ngomoh) dan tajen (judi sabungan ayam yang eufemismekan sebagai tabuh rah) sesuai dengan kesepakatan sekaa. Mebatnya tak tanggung-tanggung adalah Penyu yang tidak dilarang kala itu dan  tabuh rah-nya pun digilir dan tidak berbenturan waktunya antar-sekaa. Kearifan yang tidak pernah tercatat apalagi dibukukan, tetapi diimani. Polos pasaja.

Di Desa Adat Kutuh, misalnya hampir di tiap  sudut desa, ada bangbang dan sekaa tempekan-nya. Di Tenggara Desa misalnya, ada  Bangbang Mangas. Di Timur Laut Desa, ada Bangbang Melang Kangin. Di Utara Desa ada Bangbang Gubug dan Bangbang Mundeh. Di barat laut, ada Bangbang Klumpit. Di Barat Desa, ada Bangbang Teba Kauh. Selatan desa, ada Bangbang Teba Kelod. Di Barat Daya ada Bangbang Tuug. Bangbang di masing-masing tempekan itu umumnya berada di tanah milik penduduk setempat dibuat berdasarkan kesepakatan dengan pertimbangan jarak antar pemilik tanah. Airnya untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk ternak.

Di luar bangbang masing-masing tempekan itu, Desa  Adat Kutuh memiliki bangbang desa yang berada di Pelaba Pura Beji yang disebut  Bangbang Gede/Bangbang Kembar/Bangbang Beji. Disebut Bangbang Gede karena paling besar di antara bangbang-bangbang yang ada di Desa Adat Kutuh. Disebut Bangbang Kembar karena  dua bangbang ini berdampingan dan di antara keduanya berdiri Pura Beji yang ikonik di sela-sela Pohon Beririt dan Bendul. Disebut Bangbang Beji karena di bangbang ini berdiri berdiri Pura Beji yang Pujawalinya pada Anggara Kliwon Medangsia. Pura Beji juga sebagai tempat penyucian Ida Bhatara/Bhatari  sebagaimana Pura Beji pada umumnya.  

Ada perbedaan bangbang masing-masing tempekan dengan bangbang desa. Bangbang di sekaa tempekan mengikat sekaa-nya. Orang di luar sekaa, bila mandi atau minta air, mesti minta izin kepada salah satu anggota sekaa. Itulah etika yang dibumikan dalam  tindakan, walaupun anggota sekaa-nya tidak  berpendidikan  bahkan banyak di antara mereka yang buta huruf, tetapi tidak buta hati.  Benar kata Bung Karno, “Tuhan bersemayan di gubuk si miskin” . Di gubuk itulah, si miskin menyalakan api perjuangan merawat eksistensinya. Berbeda dengan kini, etika diteorikan, pelanggaran dipertontonkan sampai ke level atas. Paradoks dalam Pendidikan Karakter Bangsa dengan Profil Pelajar Pancasila.

Bangbang Desa sesuai dengan namanya, semua warga desa menjadi sekaa-nya. Airnya  boleh diambil oleh warga, ketika air di bangbang tempekan habis. Pembagian air diawali dengan Paruman Desa dipimpin oleh Bandesa Adat Kutuh  dengan upasaksi banten pejati. Tiap Kepala Keluarga mendapatkan bagian telung tegen yeh identik dengan enam jeriken. Itu pula sebabnya, saya setiap sore berefleksi kalau-kalau lebih mengambil bagian air dan wajib dikembalikan  pada hari itu pula dengan kesadaran dan keyakinan diri.  Begitulah tuah sebuah daksina pejati dengan sebuah dupa menyala di hadapan Bandesa. Sederhana sekali tetapi dipedomani lahir batin seluruh krama. Berbeda dengan kini, berbagai ritual besar digelar, pelanggaran etika makin menjadi-jadi tanpa rasa malu, kalau tidak boleh disebut mati rasa.  

Begitulah dulu krama di Gumi Delod Ceking menghargai air, sebagai pengeling-eling bagi generasi kini yang tidak pernah negen yeh bagi laki-laki dan nyuun jun yeh bagi perempuan. Kini, ketika PDAM mati sehari, hujatan di media sosial tak terbendung tanda keberingasan diksi yang mengoyak keharmonisan. Seakan kiamat tanpa air sehari. Telanjur boros dengan air.

Sebelum PDAM masuk ke Gumi Delod Ceking pada era pasca Gebyar Golkar pada 1996, penduduk Gumi Delod Ceking sudah belajar menabung air dan hemat menggunakannya. Mulai dari bangbang tempekan, ke bangbang Desa, baru menggunakan air di bak masing-masing. Itu pun bagi mereka yang punya bak air. Bagi mereka yang tidak punya bak, harus rela menuruni tebing  yang disebut ngampan dengan jarak berkilo-kilo mencari yeh ke suukan ‘sumur’ di tepi pantai yang kadang-kadang nyat ‘kering’ mesti menunggu air laut pasang. Menunggu dengan sabar penuh seluruh, lahir batin. Inilah laku tapa brata orang-orang Delod Ceking tempo doeloe.

Jika kini air PDAM sering mati di Gumi Delod Ceking dengan alasan topografi yang tinggi dan seringnya bongkar pasang pipa dan perbaikan jalan, semestinya kearifan lokal dulu dikembalikan kalau pun tidak melalui bangbang, dengan membuat  bak-bak penampungan di rumah masing-masing, bila perlu digedor dengan bansos.  Euphoria PDAM telah membuat banyak orang Delod Ceking menghilangkan bak penampungan air yang menjadi jejak peradaban air tempo doeloe.  Anehnya, matinya PDAM selalu menimpa rakyat kecil yang tak berdaya, bersamaan dengan itu padang golf menghijau, villa, hotel surflus air. Nyak cara sesonggane, cara nyebit tiinge ngamis kacerikan. Keto hebatne, Nak Bali iloe. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Berguru ke “Ngampan” Delod Ceking  
Antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh  
Pura Gunung Payung di Gumi Delod Ceking
Gumi Delod Ceking Sebagai Pusat Perguruan
Ibu Tapa dan Pura Penataran Kampial, Keistimewaan Lain dari Gumi Delod Ceking 
Gumi Delod Ceking dan Dadu yang Terbalik
“Kupu-Kupu di Dalam Buku”
Tags: desa adat kutuhDesa Adat PecatuGumi Delod CekingNusa Dua
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Dion R. Prasetiawan | Langit Malam Gaza

Next Post

Hal-Hal yang Membuat Desa Les Layak Menyandang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

by Sugi Lanus
August 4, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

Read moreDetails

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails
Next Post
Hal-Hal yang Membuat Desa Les Layak Menyandang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024

Hal-Hal yang Membuat Desa Les Layak Menyandang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co