23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pura Gunung Payung di Gumi Delod Ceking

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
August 21, 2024
in Esai
Pura Gunung Payung di Gumi Delod Ceking

Pura Gunung Payung

PURA Gunung Payung di Gumi Delod Ceking, tepatnya terletak di Desa Adat Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Pura ini berstatus sebagai Pura Dang Kahyangan terletak di  batas Timur Desa Adat Kutuh, sedangkan batas Baratnya adalah  Pura Batu Pageh. Keduanya berstatus sebagai Pura Dang Kahyangan yang dipercaya sebagai pura tempat persinggahan Dang Hyang Nirartha dalam dharma yatranya di Gumi Delod Ceking.

Dalam buku sejarah Pura-Pura di Bali karya I Ketut Subandi, Pura Gunung Payung disebut Pura Bukit Tedung. Penamaan ini terkait dengan dharma yatra Dang Hyang Nirartha di Gumi Delod Ceking. Konon dalam pengembaraan-Nya, setiba di Gunung Payung, Beliau kehausan tiada air di atas batu karang yang kering kerontang. Maka ditancapkanlah tangkai payung dan keajaiban tiba-tiba muncul mengeluarkan air sebagai pelepas dahaga.

Krama Desa Adat Kutuh menyebut tempat sumber air yang keluar dari bebatuan itu  disebut kubung, ’danau karst’. Kini kubung itu disakralkan sebagai sumber tirta yang tidak pernah kering walaupun musim kemarau sekali pun. Menurut penuturan I Wayan Kitra, anak seorang pemangku Pura Gunung Payung, menyebutkan, pernah warga nunas tirta ketika terjadi masalah keributan antarpemuda desa bertetangga, tirtanya keruh ‘puek’, tidak seperti biasanya, bening. Fenomena ini dapat ditafsirkan sebagai respon alam Spiritual terhadap disharmoni yang terjadi di sekitarnya.

Dalam sejarahnya, upacara besar dengan Caru Panca Kelud pernah dilaksanakan di Pura Gunung Payung pada 1984 saat Purnama Sasih Kadasa, ketika Bandesa Adat Kutuh dijabat oleh I Ketut Subrata. Sejak itu, Pujawali Pura Gunung Payung dilaksanakan pada Purnama Sasih Kadasa padahal menurut Awig-Awig Desa Adat Kutuh Pujawali Pura Gunung Payung jatuh pada Purnama Sasih Kaulu. Sejak 2005, Pujawali dikembalikan ke Purnama Sasih Kaulu, saat Bandesa Adat Kutuh dijabat oleh I Wayan Litra  (almarhum).

Pada 2008 penataan dilakukan secara besar-besaran, mengikuti konsep trimandala : Utama Mandala, Madya Mandala, Nista Mandala. Saat penataan itu, sejumlah bangunan penunjang didirikan termasuk Bale Gong dan Bale Kulkul.

Sebelumnya, sekitar 1997 didirikan Padmasana atas petunjuk Ida Pedanda dari Geria Taman Sanur. Setelah penataan selesai, dilaksanakan upacara besar pada 2012 dan sejak itu, Pura Dang Kahyangan Gunung Payung mendapat bantuan dana Upacara Pujawali dari APBD Pemerintah Kabupaten Badung, saat Bupati Badung dijabat Anak Agung Gde Agung, S.H.

Sampai 2024,  dua kali musibah menimpa Pura Gunung Payung, pada 2013  setahun setelah karya besar itu, Bale Papelik roboh diterjang badai dan 2023  Meru Tumpang Tiga Pura Gunung Payung  terbakar dengan dugaan sumber api berasal dari api dupa setelah sembahyang.

 Di dalam Awig-Awig Desa Adat Kutuh, disebutkan Pura Gunung Payung termasuk Pura Pangibeh sisi timur, sedang sisi Baratnya adalah Pura Batu Pageh yang juga disungsung oleh Desa Adat Ungasan. Pura Pangibeh di Utara adalah Pura Melang Kaja dan Pangibeh Selatannya adalah Pura Penyarikan. Di Tenggara Desa Adat Kutuh terdapat Pura Pangibeh Melang Kelod, sedangkan di Timur Lautnya Pura Bangbang Beji, dengan pusatnya di Pura Pengubengan.

Di Barat Laut Desa terdapat Pura Pangibeh Dauh Margi.  Keberadaan Pura Pangibeh Desa Adat Kutuh ibarat padma buana yang mengelilingi Desa Adat Kutuh tak ubahnya benteng pertahanan penjaga sekala niskala Desa Adat Kutuh.

Selain memiliki Pura Pengibeh, Desa Adat Kutuh tentu saja memiliki Pura Kahyangan Tiga  (Pura Puseh, Pura Desa, Pura Dalem,dan Pura Praja Pati di Ulu Setra), Pura Toyo Ning serta Pura Segara. Jika Desa Adat Kampial memiliki Pura Penataran dan sejumlah Pura Ibu Tapa sebagai ciri pemerlainnya, Desa Adat Kutuh memiliki Pura Pengibeh dan Pura Pengubengan sebagai ciri pemerlain. Hal ini unik karena konsep  Pura Pengibeh ini  tidak ditemukan di desa adat Delod Ceking lainnya.

Begitu juga Pura Pengubengan, di Gumi Delod Ceking hanya ada di Desa Adat Kutuh. Mirip dengan Desa Adat Kampial dengan Pura Penataran dan Kutuh dengan Pura Pengubengan mengingatkan saya pada keberadaan Pura Besakih yang memiliki Pura Penataran Agung dan Pura Pengubengan. Boleh jadi kedua desa adat itu mendekatkan diri dengan Besakih melalui mendirikan penyawangan  Pura Penataran dan Pura Pengubengan tempo doeloe ketika akses dan transportasi masih sulit.

Kembali ke Pura Gunung Payung sebagai Pura Dang Kahyangan. Walaupun secara geografi kewilayahan berada di Desa Adat Kutuh, tetapi penyungsung pangarep-nya  juga dari Desa Adat Kampial, Desa Adat Bualu, dan Desa Adat Peminge.  Ada dua tugas dari Desa Adat Kampial yaitu  ngaturang banten sesayut menjelang usai rangkaian Puja Wali yang jatuh setiap Purnama Kaulu dan ngaturang tabuh rah. Itu  dilakoni Desa Adat Kampial secara konvensional turun – temurun dari dulu hingga kini.

Desa Adat Bualu  biasanya ngaturang ayah masolah dari sekaa unen Jaba berupa Rangda dan Barong, sedangkan Desa Adat Peminge ngaturang ayah masolah dari sekaa unen Banjar Sawangan. Yang unik dari Sekaa Unen Sawangan, selain menampilkan Barong dan Rangda, juga diiringi  Tari Telek. Perlu juga  dicatat, Sekaa Unen  dari luar Desa Adat Kutuh, jika ngaturang ayah masolah serangkaian Pujawali selalu dimulai dari Sekaa Unen Banjar Pantigiri Kutuh sebagai tuan rumah yang berupa Rangda, Ratu Ayu Manik Sari dengan iringan Tari Legong.

Sebagai mana pujawali pada umumnya, puja wali di Pura Dang Kahyangan Gunung Payung  merepresentasikan menyatunya semangat ritual dan spiritual yang  selalu ditunggu-tunggu krama Desa Adat Kutuh karena selain melaksanakan persembahyangan mereka juga mendapat tontonan gratis di Madya Mandala yang luas dari sekaa unen yang ngaturang sesolahan. Munculnya festival-festival seni di berbagai Kawasan wisata kini juga terinspirasi dari semangat ngayah yang berlangsung di Pura dengan konsep persembahan kepada Hyang Widhi dengan segala manifestasinya.

Keberadaan sekaa unen di desa adat itu membuktikan bahwa Pura Gunung Payung (dan Pura pada umumnya) adalah lembaga pendidikan senyata-nayatanya dalam rangka mendidik dan mengajarkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kepada krama panyungsung-nya. sebagaimana Lembaga Pendidikan modern mengajarkannya.

Dalam konteks keberagamaan, bukan hanya di Pura  tempat mengaktualisasikan ajaran tatwa, susila, upacara melainkan juga di setiap jejak langkah kehidupan karena beragama adalah laku hidup dalam keseharian. Pura dan tempat suci pada umumnya adalah tempat penguatan dalam mengembangkan tatwa, Susila, upacara. Jika Pendidikan pada hakikatnya mendidik diri sendiri, maka Pura pada hakikatnya meru sarira dalam diri. Menempuh Pendidikan keluar untuk meningkatkan kualitas diri, begitu juga melakukan dharma yatra keluar juga untuk meningkatkan kualitas diri  terhubung dengan Sang Maha Kawi. Begitulah, Dang Hyang Niratha meningkatkan kualitas pencapaian hingga moksa di Pura Uluwatu. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Gumi Delod Ceking Sebagai Pusat Perguruan
Ibu Tapa dan Pura Penataran Kampial, Keistimewaan Lain dari Gumi Delod Ceking 
Gumi Delod Ceking dan Dadu yang Terbalik
“Kupu-Kupu di Dalam Buku”
Tags: Desa Adat KampialDesa Adat PecatuGumi Delod CekingNusa DuaPura Gunung Payung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Buku yang Mengawali Cinta

Next Post

Kasino di Bali: Perjudian dengan Aroma Pariwisata

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

by Pande Susan
June 18, 2026
0
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Kasino di Bali: Perjudian dengan Aroma Pariwisata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co