24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kasino di Bali: Perjudian dengan Aroma Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
August 21, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

GAGASAN mendirikan kasino atau pusat perjudian datang dari seorang pengusaha di Bali. Harapannya, dengan berdirinya kasino akan mendatangkan banyak wisatawan. Hasilnya untuk pemerataan ekonomi masyarakat dan mengatasi persoalan sampah di Bali.

Isu dan wacana kasino di Bali sejatinya bukan barang baru. Sejak awal tahun 2000-an, gagasan membangun pusat perjudian di Bali sudah muncul. Gagasan itu datang dari para pengusaha; sebagaimana saat ini.

Mereka memang kelompok yang paling diuntungkan jika kasino dibuka di Bali. Aliran uang yang besar tentu saja akan deras mengalir ke kantong mereka. Namun perlu dicatat, Bali bukan hanya milik sekelompok pengusaha. Bali milik masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan juga milik Indonesia. Bagaimana pendapat mereka tentang kasino?

Alasan wacana pembangunan kasino adalah untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Bali. Selain itu kasino juga diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD), untuk pemerataan ekonomi masyarakat dan menanggulangi masalah sampah.

Pusat perjudian yang beraroma pariwisata itu akan dibangun di daerah yang secara ekonomi masyarakatnya kurang mampu. Dengan kata lain, kasino akan dibangun di daerah miskin. Bukankah ini justru akan mempertontonkan kemiskinan kepada wisatawan?

Mengulang Rezim Orde Baru

Sistem kepariwisataan dunia memang tidak secara spesifik mengatur tentang kasino maupun perjudian. Organisasi Kepariwisataan Dunia (UN WTO) tidak secara tegas menjelaskan tentang kasino dalam pariwisata.

Lembaga dunia yang mewadahi pariwisata itu lebih fokus pada promosi pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Kasino atau perjudian biasanya diatur oleh kebijakan atau undang-undang di masing-masing negara. Beberapa negara melegalkan kasino sebagai bagian dari produk wisatanya, seperti Monako, Amerika Serikat, China, Singapura, dan Malaysia.

Kasino jelas-jelas tidak selaras dengan pengembangan pariwisata di Indonesia, khususnya Bali. Pariwisata Bali sejak dulu dibangun dan dikembangkan dengan landasan budaya, yang dijiwai oleh adat, tradisi, dan agama Hindu. Secara yuridis dalam sistem hukum Indonesia, judi juga dilarang.

Dampak negatif kasino akan lebih besar dibanding dampak positifnya. Melegalkan kasino dengan menumpang pada pariwisata sama halnya mengulang kebijakan rezim Orde Baru yang melegalkan perjudian. Saat Orde Baru berkuasa, perjudian dilegalkan melalui yayasan yang dibentuk pemerintah.

Judi dijadikan sumber pendapatan negara untuk memberi bantuan sosial maupun menunjang prestasi olah raga. Namun nyatanya prestasi olah raga Indonesia di kancah dunia saat itu tetap begitu-begitu saja. Sementara masyarakat setiap hari harus mimpi di siang bolong (day dreaming) untuk mendapatkan hadiah besar dari perjudian itu.

Apabila kini kasino akan dilegalkan, maka tidak menutup kemungkinan muncul gagasan lain untuk melegalkan prostitusi dalam pariwisata Bali. Jika ini terjadi, akan menjadi awal dari kehancuran pariwisata Bali dan Indonesia. Marwah pariwisata Indonesia yang dijiwai oleh nilai-nilai budaya akan rusak oleh judi dan prostitusi.

Bukan hanya itu. Ketika kasino dilegalkan, implikasinya bisa merambah pada penyimpangan dan pelanggaran lain. Boleh jadi akan muncul gagasan agar korupsi juga dilegalkan. Alasannya agar tidak terjadi pungutan diam-diam. Maka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga perlu dibubarkan.

Kasino tetap akan menjadi sulit diterima di Indonesia saat ini. Kalaupun dipaksakan, syaratnya tidak mudah. Pertama, undang-undang yang mengatur perjudian harus diubah atau dibatalkan dulu. Ini tentu hampir mustahil dilakukan. Penolakan besar akan dilakukan oleh rakyat. Wakil rakyat di DPR pun tentu akan menolak pencabutan undang-undang perjudian, karena secara politik isu tersebut tidak populis.

Kedua, kasino hanya mungkin dilakukan di pulau terpencil yang tidak berpenghuni. Ini pun sulit diwujudkan, karena tidak menarik bagi wisatawan; mengingat wisatawan berkunjung ke Indonesia bukan hanya untuk berjudi.

Karakteristik produk wisata Indonesia tidak seperti negara-negara lain yang memang identik dengan perjudian. Wisatawan datang ke Indonesia selain untuk menikmati pemandangan alam, juga menyaksikan adat, tradisi, dan budaya. Menjual kasino dengan kemasan pariwisata justru akan merusak citra Indonesia di pasar wisata dunia.

Klaim Kepentingan Bisnis

Alasan pembangunan kasino di Bali untuk menggali sumber pendapatan asli daerah dan meningkatkan pemerataan ekonomi hanyalah klaim sepihak. Kepentingan bisnis para pengusaha akan tetap menjadi prioritas dalam pengelolaan kasino.

Kasino bukanlah solusi yang bijak dan bermartabat untuk mengatasi permasalahan pariwisata di Bali. Pemerataan dalam pembangunan sektor pariwisata di Bali merupakan salah satu solusi, sehingga tidak terjadi ketimpangan pendapatan dari sektor pariwisata antara kabupaten Badung dan kabupaten lain di Bali.

Mengatasi persoalan sampah juga tidak serta-merta dapat diselesaikan dengan kasino. Masih banyak rekayasa teknologi yang dapat mengatasinya. Tentu saja ini menjadi tantangan bagi para pakar di Universitas Udayana, Bali untuk mencari solusi sampah yang berbasis teknologi; bukan dengan menadah kucuran dana dari kasino yang beraroma pariwisata.

Pungutan kepada wisatawan mancanegara yang saat ini sudah  diberlakukan di Bali juga dapat menjadi solusi menggali sumber pendapatan untuk mengatasi persoalan. Dana yang terkumpul dari pungutan itu dapat dimanfaatkan memacu peningkatan kualitas produk wisata nya. Sehingga Bali tidak dijual murah kepada wisatawan.

Ketimbang sibuk berpolemik tentang gagasan kasino di Bali, pemerintah Bali lebih baik memikirkan bagaimana mencegah terjadinya overtourism, membenahi kemacetan, mencegah kerusakan lingkungan, kriminalitas dan perilaku wisatawan yang mulai beringas di Bali. Wacana kasino akan menjadi isu yang kotraproduktif dengan semangat pariwisata budaya Bali.

Bali sudah sarat beban dengan banyaknya persoalan. Melegalkan kasino sama halnya menambah beban bagi Bali. Jika tak hati-hati, Bali akan tenggelam dalam kemegahan kasino yang berbalut pariwisata. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Kontribusi MICE dalam Ekosistem Pariwisata
Wisata Mistis: Mengungkap yang Ada dan Tiada
Mengenal Pedesaan lewat Wisata “Live in”
“Dark Tourism”: Menyibak Hikmah dari Kegelapan
“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film
Pariwisata Bali: Riwayatmu Dulu dan Kini
Tags: balikasinoPariwisatapariwisata balipariwisata kasino
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pura Gunung Payung di Gumi Delod Ceking

Next Post

3 Tawaran Modus Penciptaan Puisi

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
3 Tawaran Modus Penciptaan Puisi

3 Tawaran Modus Penciptaan Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co