12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kasino di Bali: Perjudian dengan Aroma Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
August 21, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

GAGASAN mendirikan kasino atau pusat perjudian datang dari seorang pengusaha di Bali. Harapannya, dengan berdirinya kasino akan mendatangkan banyak wisatawan. Hasilnya untuk pemerataan ekonomi masyarakat dan mengatasi persoalan sampah di Bali.

Isu dan wacana kasino di Bali sejatinya bukan barang baru. Sejak awal tahun 2000-an, gagasan membangun pusat perjudian di Bali sudah muncul. Gagasan itu datang dari para pengusaha; sebagaimana saat ini.

Mereka memang kelompok yang paling diuntungkan jika kasino dibuka di Bali. Aliran uang yang besar tentu saja akan deras mengalir ke kantong mereka. Namun perlu dicatat, Bali bukan hanya milik sekelompok pengusaha. Bali milik masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan juga milik Indonesia. Bagaimana pendapat mereka tentang kasino?

Alasan wacana pembangunan kasino adalah untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Bali. Selain itu kasino juga diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD), untuk pemerataan ekonomi masyarakat dan menanggulangi masalah sampah.

Pusat perjudian yang beraroma pariwisata itu akan dibangun di daerah yang secara ekonomi masyarakatnya kurang mampu. Dengan kata lain, kasino akan dibangun di daerah miskin. Bukankah ini justru akan mempertontonkan kemiskinan kepada wisatawan?

Mengulang Rezim Orde Baru

Sistem kepariwisataan dunia memang tidak secara spesifik mengatur tentang kasino maupun perjudian. Organisasi Kepariwisataan Dunia (UN WTO) tidak secara tegas menjelaskan tentang kasino dalam pariwisata.

Lembaga dunia yang mewadahi pariwisata itu lebih fokus pada promosi pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Kasino atau perjudian biasanya diatur oleh kebijakan atau undang-undang di masing-masing negara. Beberapa negara melegalkan kasino sebagai bagian dari produk wisatanya, seperti Monako, Amerika Serikat, China, Singapura, dan Malaysia.

Kasino jelas-jelas tidak selaras dengan pengembangan pariwisata di Indonesia, khususnya Bali. Pariwisata Bali sejak dulu dibangun dan dikembangkan dengan landasan budaya, yang dijiwai oleh adat, tradisi, dan agama Hindu. Secara yuridis dalam sistem hukum Indonesia, judi juga dilarang.

Dampak negatif kasino akan lebih besar dibanding dampak positifnya. Melegalkan kasino dengan menumpang pada pariwisata sama halnya mengulang kebijakan rezim Orde Baru yang melegalkan perjudian. Saat Orde Baru berkuasa, perjudian dilegalkan melalui yayasan yang dibentuk pemerintah.

Judi dijadikan sumber pendapatan negara untuk memberi bantuan sosial maupun menunjang prestasi olah raga. Namun nyatanya prestasi olah raga Indonesia di kancah dunia saat itu tetap begitu-begitu saja. Sementara masyarakat setiap hari harus mimpi di siang bolong (day dreaming) untuk mendapatkan hadiah besar dari perjudian itu.

Apabila kini kasino akan dilegalkan, maka tidak menutup kemungkinan muncul gagasan lain untuk melegalkan prostitusi dalam pariwisata Bali. Jika ini terjadi, akan menjadi awal dari kehancuran pariwisata Bali dan Indonesia. Marwah pariwisata Indonesia yang dijiwai oleh nilai-nilai budaya akan rusak oleh judi dan prostitusi.

Bukan hanya itu. Ketika kasino dilegalkan, implikasinya bisa merambah pada penyimpangan dan pelanggaran lain. Boleh jadi akan muncul gagasan agar korupsi juga dilegalkan. Alasannya agar tidak terjadi pungutan diam-diam. Maka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga perlu dibubarkan.

Kasino tetap akan menjadi sulit diterima di Indonesia saat ini. Kalaupun dipaksakan, syaratnya tidak mudah. Pertama, undang-undang yang mengatur perjudian harus diubah atau dibatalkan dulu. Ini tentu hampir mustahil dilakukan. Penolakan besar akan dilakukan oleh rakyat. Wakil rakyat di DPR pun tentu akan menolak pencabutan undang-undang perjudian, karena secara politik isu tersebut tidak populis.

Kedua, kasino hanya mungkin dilakukan di pulau terpencil yang tidak berpenghuni. Ini pun sulit diwujudkan, karena tidak menarik bagi wisatawan; mengingat wisatawan berkunjung ke Indonesia bukan hanya untuk berjudi.

Karakteristik produk wisata Indonesia tidak seperti negara-negara lain yang memang identik dengan perjudian. Wisatawan datang ke Indonesia selain untuk menikmati pemandangan alam, juga menyaksikan adat, tradisi, dan budaya. Menjual kasino dengan kemasan pariwisata justru akan merusak citra Indonesia di pasar wisata dunia.

Klaim Kepentingan Bisnis

Alasan pembangunan kasino di Bali untuk menggali sumber pendapatan asli daerah dan meningkatkan pemerataan ekonomi hanyalah klaim sepihak. Kepentingan bisnis para pengusaha akan tetap menjadi prioritas dalam pengelolaan kasino.

Kasino bukanlah solusi yang bijak dan bermartabat untuk mengatasi permasalahan pariwisata di Bali. Pemerataan dalam pembangunan sektor pariwisata di Bali merupakan salah satu solusi, sehingga tidak terjadi ketimpangan pendapatan dari sektor pariwisata antara kabupaten Badung dan kabupaten lain di Bali.

Mengatasi persoalan sampah juga tidak serta-merta dapat diselesaikan dengan kasino. Masih banyak rekayasa teknologi yang dapat mengatasinya. Tentu saja ini menjadi tantangan bagi para pakar di Universitas Udayana, Bali untuk mencari solusi sampah yang berbasis teknologi; bukan dengan menadah kucuran dana dari kasino yang beraroma pariwisata.

Pungutan kepada wisatawan mancanegara yang saat ini sudah  diberlakukan di Bali juga dapat menjadi solusi menggali sumber pendapatan untuk mengatasi persoalan. Dana yang terkumpul dari pungutan itu dapat dimanfaatkan memacu peningkatan kualitas produk wisata nya. Sehingga Bali tidak dijual murah kepada wisatawan.

Ketimbang sibuk berpolemik tentang gagasan kasino di Bali, pemerintah Bali lebih baik memikirkan bagaimana mencegah terjadinya overtourism, membenahi kemacetan, mencegah kerusakan lingkungan, kriminalitas dan perilaku wisatawan yang mulai beringas di Bali. Wacana kasino akan menjadi isu yang kotraproduktif dengan semangat pariwisata budaya Bali.

Bali sudah sarat beban dengan banyaknya persoalan. Melegalkan kasino sama halnya menambah beban bagi Bali. Jika tak hati-hati, Bali akan tenggelam dalam kemegahan kasino yang berbalut pariwisata. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Kontribusi MICE dalam Ekosistem Pariwisata
Wisata Mistis: Mengungkap yang Ada dan Tiada
Mengenal Pedesaan lewat Wisata “Live in”
“Dark Tourism”: Menyibak Hikmah dari Kegelapan
“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film
Pariwisata Bali: Riwayatmu Dulu dan Kini
Tags: balikasinoPariwisatapariwisata balipariwisata kasino
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pura Gunung Payung di Gumi Delod Ceking

Next Post

3 Tawaran Modus Penciptaan Puisi

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
3 Tawaran Modus Penciptaan Puisi

3 Tawaran Modus Penciptaan Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co