2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kasino di Bali: Perjudian dengan Aroma Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
August 21, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

GAGASAN mendirikan kasino atau pusat perjudian datang dari seorang pengusaha di Bali. Harapannya, dengan berdirinya kasino akan mendatangkan banyak wisatawan. Hasilnya untuk pemerataan ekonomi masyarakat dan mengatasi persoalan sampah di Bali.

Isu dan wacana kasino di Bali sejatinya bukan barang baru. Sejak awal tahun 2000-an, gagasan membangun pusat perjudian di Bali sudah muncul. Gagasan itu datang dari para pengusaha; sebagaimana saat ini.

Mereka memang kelompok yang paling diuntungkan jika kasino dibuka di Bali. Aliran uang yang besar tentu saja akan deras mengalir ke kantong mereka. Namun perlu dicatat, Bali bukan hanya milik sekelompok pengusaha. Bali milik masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan juga milik Indonesia. Bagaimana pendapat mereka tentang kasino?

Alasan wacana pembangunan kasino adalah untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Bali. Selain itu kasino juga diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD), untuk pemerataan ekonomi masyarakat dan menanggulangi masalah sampah.

Pusat perjudian yang beraroma pariwisata itu akan dibangun di daerah yang secara ekonomi masyarakatnya kurang mampu. Dengan kata lain, kasino akan dibangun di daerah miskin. Bukankah ini justru akan mempertontonkan kemiskinan kepada wisatawan?

Mengulang Rezim Orde Baru

Sistem kepariwisataan dunia memang tidak secara spesifik mengatur tentang kasino maupun perjudian. Organisasi Kepariwisataan Dunia (UN WTO) tidak secara tegas menjelaskan tentang kasino dalam pariwisata.

Lembaga dunia yang mewadahi pariwisata itu lebih fokus pada promosi pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Kasino atau perjudian biasanya diatur oleh kebijakan atau undang-undang di masing-masing negara. Beberapa negara melegalkan kasino sebagai bagian dari produk wisatanya, seperti Monako, Amerika Serikat, China, Singapura, dan Malaysia.

Kasino jelas-jelas tidak selaras dengan pengembangan pariwisata di Indonesia, khususnya Bali. Pariwisata Bali sejak dulu dibangun dan dikembangkan dengan landasan budaya, yang dijiwai oleh adat, tradisi, dan agama Hindu. Secara yuridis dalam sistem hukum Indonesia, judi juga dilarang.

Dampak negatif kasino akan lebih besar dibanding dampak positifnya. Melegalkan kasino dengan menumpang pada pariwisata sama halnya mengulang kebijakan rezim Orde Baru yang melegalkan perjudian. Saat Orde Baru berkuasa, perjudian dilegalkan melalui yayasan yang dibentuk pemerintah.

Judi dijadikan sumber pendapatan negara untuk memberi bantuan sosial maupun menunjang prestasi olah raga. Namun nyatanya prestasi olah raga Indonesia di kancah dunia saat itu tetap begitu-begitu saja. Sementara masyarakat setiap hari harus mimpi di siang bolong (day dreaming) untuk mendapatkan hadiah besar dari perjudian itu.

Apabila kini kasino akan dilegalkan, maka tidak menutup kemungkinan muncul gagasan lain untuk melegalkan prostitusi dalam pariwisata Bali. Jika ini terjadi, akan menjadi awal dari kehancuran pariwisata Bali dan Indonesia. Marwah pariwisata Indonesia yang dijiwai oleh nilai-nilai budaya akan rusak oleh judi dan prostitusi.

Bukan hanya itu. Ketika kasino dilegalkan, implikasinya bisa merambah pada penyimpangan dan pelanggaran lain. Boleh jadi akan muncul gagasan agar korupsi juga dilegalkan. Alasannya agar tidak terjadi pungutan diam-diam. Maka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga perlu dibubarkan.

Kasino tetap akan menjadi sulit diterima di Indonesia saat ini. Kalaupun dipaksakan, syaratnya tidak mudah. Pertama, undang-undang yang mengatur perjudian harus diubah atau dibatalkan dulu. Ini tentu hampir mustahil dilakukan. Penolakan besar akan dilakukan oleh rakyat. Wakil rakyat di DPR pun tentu akan menolak pencabutan undang-undang perjudian, karena secara politik isu tersebut tidak populis.

Kedua, kasino hanya mungkin dilakukan di pulau terpencil yang tidak berpenghuni. Ini pun sulit diwujudkan, karena tidak menarik bagi wisatawan; mengingat wisatawan berkunjung ke Indonesia bukan hanya untuk berjudi.

Karakteristik produk wisata Indonesia tidak seperti negara-negara lain yang memang identik dengan perjudian. Wisatawan datang ke Indonesia selain untuk menikmati pemandangan alam, juga menyaksikan adat, tradisi, dan budaya. Menjual kasino dengan kemasan pariwisata justru akan merusak citra Indonesia di pasar wisata dunia.

Klaim Kepentingan Bisnis

Alasan pembangunan kasino di Bali untuk menggali sumber pendapatan asli daerah dan meningkatkan pemerataan ekonomi hanyalah klaim sepihak. Kepentingan bisnis para pengusaha akan tetap menjadi prioritas dalam pengelolaan kasino.

Kasino bukanlah solusi yang bijak dan bermartabat untuk mengatasi permasalahan pariwisata di Bali. Pemerataan dalam pembangunan sektor pariwisata di Bali merupakan salah satu solusi, sehingga tidak terjadi ketimpangan pendapatan dari sektor pariwisata antara kabupaten Badung dan kabupaten lain di Bali.

Mengatasi persoalan sampah juga tidak serta-merta dapat diselesaikan dengan kasino. Masih banyak rekayasa teknologi yang dapat mengatasinya. Tentu saja ini menjadi tantangan bagi para pakar di Universitas Udayana, Bali untuk mencari solusi sampah yang berbasis teknologi; bukan dengan menadah kucuran dana dari kasino yang beraroma pariwisata.

Pungutan kepada wisatawan mancanegara yang saat ini sudah  diberlakukan di Bali juga dapat menjadi solusi menggali sumber pendapatan untuk mengatasi persoalan. Dana yang terkumpul dari pungutan itu dapat dimanfaatkan memacu peningkatan kualitas produk wisata nya. Sehingga Bali tidak dijual murah kepada wisatawan.

Ketimbang sibuk berpolemik tentang gagasan kasino di Bali, pemerintah Bali lebih baik memikirkan bagaimana mencegah terjadinya overtourism, membenahi kemacetan, mencegah kerusakan lingkungan, kriminalitas dan perilaku wisatawan yang mulai beringas di Bali. Wacana kasino akan menjadi isu yang kotraproduktif dengan semangat pariwisata budaya Bali.

Bali sudah sarat beban dengan banyaknya persoalan. Melegalkan kasino sama halnya menambah beban bagi Bali. Jika tak hati-hati, Bali akan tenggelam dalam kemegahan kasino yang berbalut pariwisata. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Kontribusi MICE dalam Ekosistem Pariwisata
Wisata Mistis: Mengungkap yang Ada dan Tiada
Mengenal Pedesaan lewat Wisata “Live in”
“Dark Tourism”: Menyibak Hikmah dari Kegelapan
“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film
Pariwisata Bali: Riwayatmu Dulu dan Kini
Tags: balikasinoPariwisatapariwisata balipariwisata kasino
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pura Gunung Payung di Gumi Delod Ceking

Next Post

3 Tawaran Modus Penciptaan Puisi

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
3 Tawaran Modus Penciptaan Puisi

3 Tawaran Modus Penciptaan Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co