2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wisata Mistis: Mengungkap yang Ada dan Tiada

Chusmeru by Chusmeru
August 9, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

INOVASI dan kreatifitas selalu lahir dalam kegiatan pariwisata. Ada saja hal baru yang menjadi tujuan orang berwisata. Meski sudah berlangsung cukup lama, wisata mistis kini kembali digandrungi banyak orang.

Wisata mistis adalah perjalanan wisata yang dilakukan orang ke suatu tempat yang dianggap keramat, sakral, dan angker. Pengalaman yang menyeramkan menjadi sensasi dalam wisata mistis. Selain itu, informasi yang diperoleh terkait beragam cerita tentang objek wisata mistis juga menjadi pengalaman menarik bagi wisatawan.

 Destinasi wisata mistis memiliki karakteristik yang berbeda dengan objek wisata konvensional, baik dari sisi wisatawan maupun objeknya. Karakteristik wisatawan pada objek wisata mistis telah memiliki preferensi tentang tempat yang akan dikunjungi. Keberanian dan rasa penasaran adalah modal wisatawan mistis. Pada umumnya wisatawan datang secara berkelompok.

Objek wisata mistis juga berbeda dengan objek wisata populer. Objek wisata seperti ini biasanya tidak banyak dikunjungi wisatawan; meski ada pula yang ramai pengunjung. Letak objek wisata mistis sebagian besar ada di tempat terpencil. Namun ada pula yang berada di tengah kota.

Ketertarikan orang pada wisata mistis merupakan fenomena biasa dalam satu masyarakat. Kejenuhan pada objek wisata yang sudah populer dan banyak pengunjung menjadi salah satu alasan. Selain itu, publikasi yang masif tentang objek wisata mistis membuat orang tertarik untuk berkunjung. Tayangan wisata mistis banyak ditemui di kanal Youtube.

Bagi Indonesia, ketertarikan orang pada objek wisata mistis tak terlepas pada orientasi masyarakat yang masih kuat terhadap nilai-nilai tradisi dan budaya. Kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang masih diwarnai dengan mitos membuat objek wisata mistis ramai dikunjungi.

Banyak orang mengunjungi tempat-tempat keramat di Indonesia yang memiliki mitos tertentu. Motif kunjungan wisatawan pun bermacam-macam. Ada pengunjung yang datang untuk mengharap berkah kedudukan, jabatan, kekayaan, kesaktian, maupun sekadar memenuhi rasa penasaran.

Karakteristik wisatawan mistis juga berbeda dengan wisatawan konvensional. Jika wisatawan biasa mengunjungi destinasi pada hari libur atau week end, maka wisatawan akan mengunjungi objek wisata mistis pada hari-hari yang dianggap keramat; seperti menjelang malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon.

Wisata mistis di Indonesia terbentang dari Aceh hingga ke Papua. Semua memiliki objek wisata yang dipercaya oleh masyarakatnya memiliki mitos maupun cerita mistis. Kepercayaan yang disampaikan secara turun temurun itu membuat pengunjung meyakini kebenaran nilai mistis objek wisata itu.

 Karenanya wisata mistis selalu mengungkap antara yang ada dan tiada. Wisatawan  datang ke suatu bangunan maupun tempat keramat. Mungkin wisatawan tak melihat apa pun selain bangunan itu. Namun wisatawan meyakini bahwa bangunan itu dihuni oleh makhluk yang tak dilihatnya. Itulah kekuatan mitos; dan itulah karakteristik objek wisata mistis.

Sebagian besar objek wisata mistis di Indonesia tak jauh dari mitologi masyarakat setempat. Bentuknya bisa berupa pantai, gua, gunung, sungai, pohon, dan bangunan tua. Bahkan tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, dan candi  di beberapa daerah diwarnai dengan beragam mitos tentangnya.

Kekuatan Narasi

Hampir semua objek wisata mistis dikenal karena narasi yang dibangun terhadap objek wisata itu. Narasi itu bisa berkaitan dengan keangkerannya, usianya yang ratusan tahun, makhluk astral yang menghuninya, aura yang akan didapatkan pengunjung, dan sebagainya. Daya tarik wisata mistis terletak pada kekuatan narasinya.

Narasi berbeda dengan deskrispsi. Narasi adalah suatu bentuk wacana yang sasaran utamanya adalah tindakan yang dijalin dan dirangkaikan menjadi satu peristiwa yang terjadi dalam suatu kesatuan waktu. Jika deskripsi menggambarkan suatu objek secara statis, maka narasi mengisahkan suatu kehidupan yang dinamis dalam rangkaian waktu (Gorys Keraf, 1997).

Objek wisata mistis dapat dinarasikan secara ekspositoris maupun sugestif. Narasi ekspositoris menyasar rasio atau pengetahuan wisatawan. Misalnya narasi tentang tahun berdirinya bangunan tua, dinasti yang membangun candi, lebar maupun kedalaman danau, panjang gua, dan sebagainya yang bersifat informatif.

Sedangkan narasi sugestif melibatkan daya khayal atau imajinasi. Pengunjung objek wisata mistis diajak untuk membayangkan tentang aura magis yang dimiliki objek wisata itu. Seorang tokoh yang terlibat dalam pembangunan candi dapat diceritakan secara naratif, meskipun ia telah tiada.

 Wisatawan juga diajak untuk membayangkan sosok makhluk halus di dalam gua, sehingga secara sugestif ia ada di hadapan wisatawan. Benteng kuno peninggalan penjajah dapat mengundang daya khayal tentang proses pembangunannya jika disampaikan dengan narasi sugestif. Seolah wisatawan sedang menyaksikan sesuatu yang tiada menjadi ada di sekelilingnya.

Bali menjadi contoh destinasi yang sarat dengan nuansa mistis. Mitologi yang banyak mewarnai kehidupan masyarakat Bali menjadi kekuatan untuk menarasikan Bali sebagai destinasi wisata dunia. Hampir semua tempat di Bali bernuansa mistis bagi wisatawan. Itu semua karena kekuatan narasi tentang Bali sebagai Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura, dan predikat yang mengarah kepada kekuatan mistis.

Keamanan dan Promosi

Objek wisata mistis acapkali berada di suatu tempat yang memiliki aksesibilitas kurang baik. Meskipun banyak pula objek yang berada di tengah kota, seperti bangunan tua, makam tokoh yang dikeramatkan, dan peninggalan sejarah lain.

Faktor keamanan menjadi hal penting yang harus diperhatikan ketika wisatawan mengunjungi objek wisata mistis. Mengunjungi gua yang gelap dan dianggap angker tentu mengundang resiko kecelakaan. Begitu pula saat berkunjung ke lokasi air terjun yang dikeramatkan, makam tokoh legenda yang ada di atas bukit. Lokasi seperti itu membutuhkan jaminan keamanan.

Selain keamanan secara fisik, faktor mental atau psikis wisatawan juga perlu mendapat perhatian. Kadangkala wisatawan mengalami peristiwa-peristiwa yang menyeramkan pada objek wisata mistis. Pengaruh sugesti akan dapat membuat wisatawan berhalusinasi tentang sesuatu di objek wisata.

Oleh sebab itu, setiap objek wisata mistis harus memiliki pemandu wisata khusus. Biasanya setiap objek wisata mistis memiliki juru kunci yang paham secara transendental tentang lokasi itu. Para juru kunci juga dapat menarasikan objek wisata mistis kepada wisatawan.

Dibandingkan dengan wisata konvensional yang banyak dikunjungi, objek wisata mistis perlu lebih banyak sentuhan promosi. Kini banyak bermunculan konten kreator yang mengunggah objek wisata mistis di berbagai media sosial.

Promosi wisata mistis akan lebih memiliki kekuatan daya tarik wisatawan jika dibarengi dengan testimoni, baik yang disampaikan juru kunci, pemandu wisata, maupun wisatawan. Testimoni bisa berkaitan dengan pengalaman merasakan hal gaib, melihat atau bertemu makhluk halus, maupun sugesti yang menyeramkan ketika berada di lokasi.

Wisata mistis bukan hanya fenomena yang khas Indonesia. Hampir setiap negara memiliki mitos dan cerita mistis. Baik itu berupa alam pegunungan, danau, sungai, pantai, bangunan tua, gedung bersejarah, dan sebagainya.

Wisata mistis juga bukan hanya hendak menyapa yang ada dan tiada. Di dalamnya juga terdapat upaya menyibak misteri. Dan itulah awal dari rasa keingintahuan manusia. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Mengenal Pedesaan lewat Wisata “Live in”
“Dark Tourism”: Menyibak Hikmah dari Kegelapan
“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film
Pariwisata Bali: Riwayatmu Dulu dan Kini
Tags: ilmu pariwisataPariwisatawisata mistis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh, Biar Terus Fit!

Next Post

Sisi Artistik dan Aspek Naratif yang Berbeda pada Pameran Tunggal Made Palguna di Komaneka Gallery

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Sisi Artistik dan Aspek Naratif yang Berbeda pada Pameran Tunggal Made Palguna di Komaneka Gallery

Sisi Artistik dan Aspek Naratif yang Berbeda pada Pameran Tunggal Made Palguna di Komaneka Gallery

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co