24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wisata Mistis: Mengungkap yang Ada dan Tiada

Chusmeru by Chusmeru
August 9, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

INOVASI dan kreatifitas selalu lahir dalam kegiatan pariwisata. Ada saja hal baru yang menjadi tujuan orang berwisata. Meski sudah berlangsung cukup lama, wisata mistis kini kembali digandrungi banyak orang.

Wisata mistis adalah perjalanan wisata yang dilakukan orang ke suatu tempat yang dianggap keramat, sakral, dan angker. Pengalaman yang menyeramkan menjadi sensasi dalam wisata mistis. Selain itu, informasi yang diperoleh terkait beragam cerita tentang objek wisata mistis juga menjadi pengalaman menarik bagi wisatawan.

 Destinasi wisata mistis memiliki karakteristik yang berbeda dengan objek wisata konvensional, baik dari sisi wisatawan maupun objeknya. Karakteristik wisatawan pada objek wisata mistis telah memiliki preferensi tentang tempat yang akan dikunjungi. Keberanian dan rasa penasaran adalah modal wisatawan mistis. Pada umumnya wisatawan datang secara berkelompok.

Objek wisata mistis juga berbeda dengan objek wisata populer. Objek wisata seperti ini biasanya tidak banyak dikunjungi wisatawan; meski ada pula yang ramai pengunjung. Letak objek wisata mistis sebagian besar ada di tempat terpencil. Namun ada pula yang berada di tengah kota.

Ketertarikan orang pada wisata mistis merupakan fenomena biasa dalam satu masyarakat. Kejenuhan pada objek wisata yang sudah populer dan banyak pengunjung menjadi salah satu alasan. Selain itu, publikasi yang masif tentang objek wisata mistis membuat orang tertarik untuk berkunjung. Tayangan wisata mistis banyak ditemui di kanal Youtube.

Bagi Indonesia, ketertarikan orang pada objek wisata mistis tak terlepas pada orientasi masyarakat yang masih kuat terhadap nilai-nilai tradisi dan budaya. Kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang masih diwarnai dengan mitos membuat objek wisata mistis ramai dikunjungi.

Banyak orang mengunjungi tempat-tempat keramat di Indonesia yang memiliki mitos tertentu. Motif kunjungan wisatawan pun bermacam-macam. Ada pengunjung yang datang untuk mengharap berkah kedudukan, jabatan, kekayaan, kesaktian, maupun sekadar memenuhi rasa penasaran.

Karakteristik wisatawan mistis juga berbeda dengan wisatawan konvensional. Jika wisatawan biasa mengunjungi destinasi pada hari libur atau week end, maka wisatawan akan mengunjungi objek wisata mistis pada hari-hari yang dianggap keramat; seperti menjelang malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon.

Wisata mistis di Indonesia terbentang dari Aceh hingga ke Papua. Semua memiliki objek wisata yang dipercaya oleh masyarakatnya memiliki mitos maupun cerita mistis. Kepercayaan yang disampaikan secara turun temurun itu membuat pengunjung meyakini kebenaran nilai mistis objek wisata itu.

 Karenanya wisata mistis selalu mengungkap antara yang ada dan tiada. Wisatawan  datang ke suatu bangunan maupun tempat keramat. Mungkin wisatawan tak melihat apa pun selain bangunan itu. Namun wisatawan meyakini bahwa bangunan itu dihuni oleh makhluk yang tak dilihatnya. Itulah kekuatan mitos; dan itulah karakteristik objek wisata mistis.

Sebagian besar objek wisata mistis di Indonesia tak jauh dari mitologi masyarakat setempat. Bentuknya bisa berupa pantai, gua, gunung, sungai, pohon, dan bangunan tua. Bahkan tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, dan candi  di beberapa daerah diwarnai dengan beragam mitos tentangnya.

Kekuatan Narasi

Hampir semua objek wisata mistis dikenal karena narasi yang dibangun terhadap objek wisata itu. Narasi itu bisa berkaitan dengan keangkerannya, usianya yang ratusan tahun, makhluk astral yang menghuninya, aura yang akan didapatkan pengunjung, dan sebagainya. Daya tarik wisata mistis terletak pada kekuatan narasinya.

Narasi berbeda dengan deskrispsi. Narasi adalah suatu bentuk wacana yang sasaran utamanya adalah tindakan yang dijalin dan dirangkaikan menjadi satu peristiwa yang terjadi dalam suatu kesatuan waktu. Jika deskripsi menggambarkan suatu objek secara statis, maka narasi mengisahkan suatu kehidupan yang dinamis dalam rangkaian waktu (Gorys Keraf, 1997).

Objek wisata mistis dapat dinarasikan secara ekspositoris maupun sugestif. Narasi ekspositoris menyasar rasio atau pengetahuan wisatawan. Misalnya narasi tentang tahun berdirinya bangunan tua, dinasti yang membangun candi, lebar maupun kedalaman danau, panjang gua, dan sebagainya yang bersifat informatif.

Sedangkan narasi sugestif melibatkan daya khayal atau imajinasi. Pengunjung objek wisata mistis diajak untuk membayangkan tentang aura magis yang dimiliki objek wisata itu. Seorang tokoh yang terlibat dalam pembangunan candi dapat diceritakan secara naratif, meskipun ia telah tiada.

 Wisatawan juga diajak untuk membayangkan sosok makhluk halus di dalam gua, sehingga secara sugestif ia ada di hadapan wisatawan. Benteng kuno peninggalan penjajah dapat mengundang daya khayal tentang proses pembangunannya jika disampaikan dengan narasi sugestif. Seolah wisatawan sedang menyaksikan sesuatu yang tiada menjadi ada di sekelilingnya.

Bali menjadi contoh destinasi yang sarat dengan nuansa mistis. Mitologi yang banyak mewarnai kehidupan masyarakat Bali menjadi kekuatan untuk menarasikan Bali sebagai destinasi wisata dunia. Hampir semua tempat di Bali bernuansa mistis bagi wisatawan. Itu semua karena kekuatan narasi tentang Bali sebagai Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura, dan predikat yang mengarah kepada kekuatan mistis.

Keamanan dan Promosi

Objek wisata mistis acapkali berada di suatu tempat yang memiliki aksesibilitas kurang baik. Meskipun banyak pula objek yang berada di tengah kota, seperti bangunan tua, makam tokoh yang dikeramatkan, dan peninggalan sejarah lain.

Faktor keamanan menjadi hal penting yang harus diperhatikan ketika wisatawan mengunjungi objek wisata mistis. Mengunjungi gua yang gelap dan dianggap angker tentu mengundang resiko kecelakaan. Begitu pula saat berkunjung ke lokasi air terjun yang dikeramatkan, makam tokoh legenda yang ada di atas bukit. Lokasi seperti itu membutuhkan jaminan keamanan.

Selain keamanan secara fisik, faktor mental atau psikis wisatawan juga perlu mendapat perhatian. Kadangkala wisatawan mengalami peristiwa-peristiwa yang menyeramkan pada objek wisata mistis. Pengaruh sugesti akan dapat membuat wisatawan berhalusinasi tentang sesuatu di objek wisata.

Oleh sebab itu, setiap objek wisata mistis harus memiliki pemandu wisata khusus. Biasanya setiap objek wisata mistis memiliki juru kunci yang paham secara transendental tentang lokasi itu. Para juru kunci juga dapat menarasikan objek wisata mistis kepada wisatawan.

Dibandingkan dengan wisata konvensional yang banyak dikunjungi, objek wisata mistis perlu lebih banyak sentuhan promosi. Kini banyak bermunculan konten kreator yang mengunggah objek wisata mistis di berbagai media sosial.

Promosi wisata mistis akan lebih memiliki kekuatan daya tarik wisatawan jika dibarengi dengan testimoni, baik yang disampaikan juru kunci, pemandu wisata, maupun wisatawan. Testimoni bisa berkaitan dengan pengalaman merasakan hal gaib, melihat atau bertemu makhluk halus, maupun sugesti yang menyeramkan ketika berada di lokasi.

Wisata mistis bukan hanya fenomena yang khas Indonesia. Hampir setiap negara memiliki mitos dan cerita mistis. Baik itu berupa alam pegunungan, danau, sungai, pantai, bangunan tua, gedung bersejarah, dan sebagainya.

Wisata mistis juga bukan hanya hendak menyapa yang ada dan tiada. Di dalamnya juga terdapat upaya menyibak misteri. Dan itulah awal dari rasa keingintahuan manusia. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Mengenal Pedesaan lewat Wisata “Live in”
“Dark Tourism”: Menyibak Hikmah dari Kegelapan
“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film
Pariwisata Bali: Riwayatmu Dulu dan Kini
Tags: ilmu pariwisataPariwisatawisata mistis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh, Biar Terus Fit!

Next Post

Sisi Artistik dan Aspek Naratif yang Berbeda pada Pameran Tunggal Made Palguna di Komaneka Gallery

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Sisi Artistik dan Aspek Naratif yang Berbeda pada Pameran Tunggal Made Palguna di Komaneka Gallery

Sisi Artistik dan Aspek Naratif yang Berbeda pada Pameran Tunggal Made Palguna di Komaneka Gallery

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co