24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sisi Artistik dan Aspek Naratif yang Berbeda pada Pameran Tunggal Made Palguna di Komaneka Gallery

tatkala by tatkala
August 10, 2024
in Pameran
Sisi Artistik dan Aspek Naratif yang Berbeda pada Pameran Tunggal Made Palguna di Komaneka Gallery

Made Arya Palguna | Foto: ist

I Made Arya Palguna menggelar pameran tunggal dengan tajuk “Pop Up” di Komaneka Gallery, Jalan Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali. Pameran dibuka 10 Agustus, dan berakhir 10 September 2024, dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 20.00 Wita.

Palguna, dalam pameran ini menunjukkan karya-karya dengan capaian artistik yang berbeda dibandingkan dengan karya-karya sebelumnya.

Lihat misalnya, soresan garis yang tergurat spontan dengan charcoal dan oil pastel, mengkontruksi figurasi yang khas. Cat akrilik dan cat air yang mengendap transparan, sesekali memadat, menghampar pada kanvas, papan dan kertas yang menjadi bidang lapang Palguna saat menghadirkan karya-karyanya.

Karya- karya yang tampil dalam pameran “Pop Up” jika dilihat dalam konteks perjalanan proses kreatif Palguna merupakan satu catatan yang menarik untuk dicermati.

Perbedaan karya Palguna dalam pameran ini dengan karya-karya lainnya, hadir pada sisi artistik maupun dari sisi bagaimana cara Palguna mengolah aspek naratif dalam karyanya.

Daya beda yang ditampilkkanya kini juga menunjukkan bahwa Palguna adalah perupa yang selalu bergerak dalam eksplorasi dan energi penciptaan yang tak pernah surut mencari hal-hal yang menyegarkan dan baru dalam proses kreatifnya.

Berbagai kebedaan dan kesegaran gagasan visual dan artistik yang ditawarkan Palguna melalui karya-karyanya dalam pameran ini, jika kita analogikan sebagai aktivitas berselancar di dunia maya, maka apa yang dihadirkan Palguna dapat terbaca sebagai jendela pop up yang tiba-tiba muncul namun dapat membuka pandangan baru bagi pemirsa atas karya-karya mutakhir Palguna.

Setiap karya seolah menawarkan elemen kejutan. Sehingga jika kita sebagai apresiator atau pemirsa dari karya Palguna akan seperti diajak untuk bergerak dari satu karya ke karya lainnya, merasakan pop up yang membuka pengalaman dan nuansa yang baru yang ditawarkan Palguna melalui karya karyanya.

Tawaran kreatif Palguna ini menciptakan pengalaman yang dinamis dan menarik. Jika kita sebagai penikmat karya yang berbekal pengalaman melihat karya-karya Palguna sebelumnya, maka ketika melihat karya karya terbarunya dalam pameran ini kita serupa menemukan hal baru, layaknya ketika kita mengklik sebuah jendela pop up dalam dunia maya .

Perbedaan dari sisi artistik terlihat dari   karakter visual, pilihan teknis, hingga pengolahan medium, yang teramu menghasilkan kualitas kualitas artistik tersendiri. Perbedaan karakter visual misalnya terlihat dari aspek yang paling esensial yakni karakter goresan garis Palguna.

Jika pada karya-karya sebelumnya kita disajikan dengan goresan goresan garis Palguna yang halus, penuh kontrol, maka dalam pameran ini kita akan diajak untuk melihat goresan goresan garis Palguna yang lain, tarikan dan goresan garis yang dihasilkan dengan berbagai medium mulai dari cat, charcoal hingga oil pastel pada karya-karyanya kini terlihat begitu spontan dan ekspresif menyiratkan sisi emosional yang kuat.

Demikian pula dalam warna warna yang dipilih Palguna kini. Jika pada karya-karya sebelumnya kita melihat pemakaian warna pada karyanya yang cenderung padat terkadang bervolume dengan penambahan aspek pencahayaan sehingga pada beberapa karyanya kita melihat aspek volumetrik yang kuat, hal tersebut menjadi berbeda dengan pilihan warna-warna yang Palguna tampilkan kini yang cenderung lebih eksprsif, kontras kontras yang menghentak namun harmonis di antara kombinasi efek aquarel yang lembut dan transparan dengan efek genangan genangan yang memadat, sapuan sapuan kuas yang terlihat sehingga menampakkan kesan yang ekspresif, bahkan abstraktif. Itu semua menghadirkan efek-efek artistik yang mengejutkan.

Selain dari sisi artistik, perbedaan yang ditawarkan Palguna berikutnya adalah dari cara bagaimana Ia membangun narasi dalam karyanya. Sebagai perupa yang memiliki kepekaan dalam bernarasi secara visual karya-karya Palguna sebelumnya memperlihatkan aspek naratif yang hadir melalui banyak figur dan objek dalam satu bidang gambar.

Aspek naratif pada banyak karya Palguna sebelumnya dikontruksi dari jalinan relasi dan interaksi dari figur dan objek yang Ia gambarkan membentuk satu rangkaian narasi visual.

Sedangkan dalam karya-karyanya saat ini kita diajak untuk menyimak cara bernarasi visual yang berbeda dari Palguna. Ungkapan-ungkapan visualnya kini cenderung lebih puitis dan simbolik namun selalu mengundang pertanyaan dan perenungan, sesuai dengan karakter Palguna yang selalu piawai dan peka dalam menghadirkan metafora metafora visual yang menggelitik.

Fragmen fragmen figur dan objek yang dikomposisikan sedemikian rupa menyiratkan makna-makna simbolik atas pernyataan-pernyataan yang hendak Palguna sampaikan melalui karyanya.

Lantas apakah yang mendorong dan memantik hadirnya karya-karya Palguna dalam pameran tunggalnya kali ini? Sebagai perupa Palguna tentu saja adalah manusia biasa layaknya kita yang dalam keseharian menemukan berbagai realitas dan pengalaman dengan berbagai dinamika persoalan kehidupan.

Namun sebagai perupa Palguna tentu memiliki cara pandangnya yang khas atas realitas yang ditemui termasuk bagaimana memaknai berbagai persoalan dan dinamika perasaan yang dihadapi dalam keseharian tersebut sebagai energi atau pemantik dalam berkarya. Segala hal yang ditemui dalam hari harinya baik dalam wilayah keluarga sebagai pranata sosial terdekat hingga keseharian dalam lingkungan sekitarnya adalah daya pantik yang tak surut memberi inspirasi.

Pada akhirnya pameran tunggalnya kali ini tak hanya sekadar memberikan kejutan visual, melalui judul “Pop Up” yang ditawarkan Palguna sebagai judul pameran tunggalnya kali ini, kita juga diajak merenungi lapisan makna yang lebih dalam.

“Pop Up” adalah sebuah analogi ataupun metafora yang ditawarkan oleh Palguna di bahwa hidup dan keseharian selalu diwarnai oleh banyak kemungkinan , ketakterdugaan hingga ketidakpastian, dan bagaimana kita menyikapinya dengan tetap berpegang pada kesadaran dan memaknai aneka sisi kehidupan yang penuh dinamika itu sebagai sebuah keniscayaan.

Jika hidup dan keseharian kita ibaratkan sebagai sebuah aktivitas berselancar di dunia maya maka selalu akan ada pop up–pop up yang datang tanpa pernah kita duga.

Begitu pula dalam karya Palguna, di mana setiap karya mengandung pesan atau narasi yang ingin disampaikan kepada pemirsa, sebuah pesan yang berlapis dalam bungkusan artistik yang memberi kesempatan bagi apresiator untuk memaknai apa yang mereka lihat dan rasakan.

Melaui pameran ini kita juga diajak untuk menyimak bagaimana Palguna dengan kepekaan artistik dan daya kreasinya sebagai seniman selalu berupa melakukan eksplorasi dan pergerakan gagasan dalam karya-karyanya. Pada akhirnya selamat berselancar dalam Pop Up yang ditawarkan Palguna. [T]

Sumber: Rilis Komaneka Gallery
Editor: Adnyana Ole

8 Perupa Bertemu Dalam Pameran “Buah Rindu: Lewat 50” di Komaneka Fine Art Gallery
“Refresh”, Made Sumadiyasa Berkarya dalam Doa dan Sunyi | Pameran Tunggal di Komaneka Gallery
We All Connected | Pameran Lukisan Watercolor dan Kemungkinan Lain yang Tidak Hanya Ekstrakurikuler
Pameran Made Arya Palguna | Cerita Manusia, Wabah dan Kejenakaan Sehari-hari
Tags: Komaneka Fine Art GalleryMade Arya PalgunaPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wisata Mistis: Mengungkap yang Ada dan Tiada

Next Post

Berimajinasi Bersama Repertoar “Canson” Karya Noé Clerc Trio dari Prancis

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
0
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

Read moreDetails

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

by tatkala
October 14, 2026
0
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

Read moreDetails

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
0
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

Read moreDetails

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
0
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

Read moreDetails

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
0
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

Read moreDetails

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails
Next Post
Berimajinasi Bersama Repertoar “Canson” Karya Noé Clerc Trio dari Prancis

Berimajinasi Bersama Repertoar “Canson” Karya Noé Clerc Trio dari Prancis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co