12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Dark Tourism”: Menyibak Hikmah dari Kegelapan

Chusmeru by Chusmeru
August 3, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

INDUSTRI pariwisata dunia diwarnai dengan femonena dark tourism yang mulai populer. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Ukraina, Kolombia, dan Kamboja memiliki objek dark tourism sebagai daya tarik wisata. Begitu pula dengan Indonesia yang memiliki banyak objek dark tourism.

Dark tourism merupakan perjalanan wisata ke tempat-tempat yang berkaitan dengan kejadian tragis atau memilukan, objek wisata yang menyimpan kegelapan. Tempat dan kejadian itu dapat berupa perang, bencana alam, genosida, maupun kejahatan. Lokasi yang berhubungan dengan kematian atau pembunuhan biasanya diburu oleh wisatawan dark tourism.

Tujuan utama dari dark tourism tidak hanya untuk rekreasi atau hiburan, tetapi juga untuk refleksi, pendidikan, dan penghormatan terhadap korban-korban atau peristiwa yang terjadi di tempat-tempat tersebut. Meski tidak seramai destinasi wisata konvensional, objek dark tourism kini banyak diminati.

Beberapa objek dark tourism di dunia menjadi incaran wisatawan. Hiroshima Peace Memorial Park di Jepang, mengingatkan wisatawan pada serangan bom atom pada tahun 1945. Auschwitz-Birkenau di Polandia, tempat kamp konsentrasi selama Perang Dunia II di mana jutaan orang khilangan nyawa.

Amerika Serikat memiliki Ground Zero di New York City. Situs ini merupakan bekas World Trade Center yang runtuh pada serangan 11 September 2001. Bencana nuklir Chernobyl , Ukraina pada tahun 1986 menjadikan kota terbengkalai Pripyat dikunjungi sebagai objek dark tourism.

Kasus genosida Khmer Merah di Kamboja membuat Tuol Sleng Genocide Museum, Phnom Penh ramai dikunjungi wisatawan. Begitu pula Memorial Genosida di Rwanda. Museum yang berdiri tahun 1995 ini memajang dan mengawetkan 50.000 mayat.

Indonesia juga mempunyai objek dark tourism. Museum Tsunami Aceh memamerkan barang-barang dan foto yang berhubungan dengan bencana besar tsunami pada tahun 2004, menewaskan ribuan orang. Tsunami Aceh mengundang keprihatinan banyak negara untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Papua memiliki Monumen Perang Dunia ke-II di kota Biak. Monumen ini didirikan untuk mengenang ribuan serdadu Jepang yang gugur selama berlangsungnya perang di Biak. Terdapat prasasti dalam tiga bahasa: Inggris, Jepang dan Indonesia yang bertuliskan  “Monumen untuk mengingatkan umat manusia tentang kekejaman perang dengan segala akibatnya agar tidak terulang lagi”.

Sedangkan di Bali terdapat monumen Ground Zero di Jalan raya Legian, Kuta. Tugu Peringatan ini didirikan untuk mengingat Tragedi Bom Bali yang terjadi pada 12 Oktober 2002. Lebih dari 200 orang meninggal dalam tragedi itu, yang terdiri dari berbagai negara.

Pemantik

Dark tourism menjadi populer karena beberapa faktor. Persepsi dan minat orang dalam berwisata menjadi salah satu pemantik wisata kegelapan ini. Latar belakang sejarah yang kompleks dan sisi gelap masa lalu suatu peristiwa mendorong wisatawan mengunjungi objek dark tourism.

Media sosial juga turut memantik popularitas wisata kegelapan. Banyak wisatawan yang mengunggah kunjungan ke objek dark tourism lewat media sosial. Film dokumenter tentang suatu tragedi ikut memicu minat orang mengunjungi objek wisata ini.

Munculnya kesadaran baru tentang sejarah memantik orang untuk mempelajari sisi gelap dari satu peristiwa. Dengan mengunjungi objek wisata kegelapan, orang akan mencoba memahami implilkasi sosial, politik, dan ekonomi dari satu tragedi.

Motif Berkunjung

Setiap wisatawan memiliki motif yang berbeda, tergantung objek wisata kegelapan yang dikunjunginya.  Selain itu motivasi berkunjung ke objek dark tourism dipengaruhi oleh minat dan latar belakang wisatawan.

Secara spesifik ada beberapa motif berkunjung. Wisatawan acapkali mengunjungi situs dark tourism untuk menghormati dan mengenang korban atau peristiwa penting. Misalnya mengunjungi Holocaust Memorial di Jerman, Ground Zero di New York, atau pun Tugu Peringatan Bom Bali.

Pengalaman spiritual dan mistis menjadi motivasi orang berkunjung. Ada orang yang tertarik dengan aspek spiritual wisata kegelapan dengan mengunjungi situs bersejarah yang dianggap memiliki nuansa paranormal, seperti Kastil Bran  atau Dracula’s Castle, di Rumania. Begitu pula pengalaman mistis di objek wisata Trunyan, Bali serta situs makam Gunung Kemukus di lereng Gunung Lawu, Solo.

Motif medis atau kesehatan mendorong wisatawan mengujungi tempat-tempat terkait penyakit, bencana kesehatan, maupun praktik medis yang kontroversial. Tujuan mereka adalah memperluas pengetahuan tentang sejarah medis. Contohnya adalah Chernobyl Exclusion Zone di Ukraina, Museum Jamu, beberapa rumah sakit jiwa, dan praktik perdukunan di daerah Indonesia.

Motif pendidikan dan penelitian sering dijadikan alasan wisatawan mengunjungi lokasi wisata kegelapan. Bahkan investigasi kriminal sebagai motif orang mengunjungi lokasi yang terkait dengan kejahatan atau penjara bersejarah, seperti Alcatraz Island, San Francisco, Amerika Serikat yang sekarang dijadikan museum.

Hikmah di Baliknya

Mengunjungi wisata kegelapan bukan sekadar menyaksikan bukti sejarah yang menyeramkan. Ada hikmah di balik setiap objek dark tourism. Objek wisata semacam ini dapat menjadi media yang efektif untuk pendidikan sejarah. Banyak hal yang tidak diperoleh di bangku sekolah maupun kuliah. Melalui kunjungan itu orang dapat belajar secara langsung peristiwa-peristiwa tragis.

Menghormati dan mengenang korban dari satu tragedi juga merupakan hikmah berkunjung ke objek wisata kegelapan. Hal ini menjadi penting untuk mempertahankan kenangan wisatawan, dan memastikan bahwa peristiwa-peristiwa tersebut tidak untuk dilupakan.

Hikmah lain di balik kunjungan ke objek dark tourism adalah pembelajaran tentang resiliensi manusia. Dengan mengunjungi Monumen Tsunami Aceh, wisatawan dapat memahami bagaimana masyarakat dan individu bertahan dan pulih dari tragedi.

Kunjungan ke objek dark tourism juga sebagai upaya refleksi dan perenungan diri. Menyaksikan Monumen Bom Bali, wisatawan akan merenungkan nilai-nilai perdamaian, toleransi, keadilan; dan tentunya tentang bahaya terorisme.

Meski demikian, objek wisata kegelapan ini juga mengundang masalah jika tidak dikelola dan dipromosikan dengan benar. Dark tourism mengandung isu yang sensitif dan kontroversial. Nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan penghormatan terhadap korban harus menjadi point of view dalam berwisata.

Resiko terjadinya eksploitasi dan turistifikasi terhadap objek dark tourism sangat besar. Apalagi jika manfaat ekonomi lebih menjadi prioritas. Wisatawan berkunjung hanya untuk rekreasi, tanpa mampu menyibak hikmah dari kegelapan suatu peristiwa. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film
Pariwisata Bali: Riwayatmu Dulu dan Kini
Belajar Desa Wisata dari Bali
Wisata “Overland”Jelajah Negeri
Wisata Petualangan: Manfaat Ekonomi dan Konservasi
Tags: dark tourismilmu pariwisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2024, Panggung Kebebasan Itu Telah Dibuka

Next Post

Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan

Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co