24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Dark Tourism”: Menyibak Hikmah dari Kegelapan

Chusmeru by Chusmeru
August 3, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

INDUSTRI pariwisata dunia diwarnai dengan femonena dark tourism yang mulai populer. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Ukraina, Kolombia, dan Kamboja memiliki objek dark tourism sebagai daya tarik wisata. Begitu pula dengan Indonesia yang memiliki banyak objek dark tourism.

Dark tourism merupakan perjalanan wisata ke tempat-tempat yang berkaitan dengan kejadian tragis atau memilukan, objek wisata yang menyimpan kegelapan. Tempat dan kejadian itu dapat berupa perang, bencana alam, genosida, maupun kejahatan. Lokasi yang berhubungan dengan kematian atau pembunuhan biasanya diburu oleh wisatawan dark tourism.

Tujuan utama dari dark tourism tidak hanya untuk rekreasi atau hiburan, tetapi juga untuk refleksi, pendidikan, dan penghormatan terhadap korban-korban atau peristiwa yang terjadi di tempat-tempat tersebut. Meski tidak seramai destinasi wisata konvensional, objek dark tourism kini banyak diminati.

Beberapa objek dark tourism di dunia menjadi incaran wisatawan. Hiroshima Peace Memorial Park di Jepang, mengingatkan wisatawan pada serangan bom atom pada tahun 1945. Auschwitz-Birkenau di Polandia, tempat kamp konsentrasi selama Perang Dunia II di mana jutaan orang khilangan nyawa.

Amerika Serikat memiliki Ground Zero di New York City. Situs ini merupakan bekas World Trade Center yang runtuh pada serangan 11 September 2001. Bencana nuklir Chernobyl , Ukraina pada tahun 1986 menjadikan kota terbengkalai Pripyat dikunjungi sebagai objek dark tourism.

Kasus genosida Khmer Merah di Kamboja membuat Tuol Sleng Genocide Museum, Phnom Penh ramai dikunjungi wisatawan. Begitu pula Memorial Genosida di Rwanda. Museum yang berdiri tahun 1995 ini memajang dan mengawetkan 50.000 mayat.

Indonesia juga mempunyai objek dark tourism. Museum Tsunami Aceh memamerkan barang-barang dan foto yang berhubungan dengan bencana besar tsunami pada tahun 2004, menewaskan ribuan orang. Tsunami Aceh mengundang keprihatinan banyak negara untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Papua memiliki Monumen Perang Dunia ke-II di kota Biak. Monumen ini didirikan untuk mengenang ribuan serdadu Jepang yang gugur selama berlangsungnya perang di Biak. Terdapat prasasti dalam tiga bahasa: Inggris, Jepang dan Indonesia yang bertuliskan  “Monumen untuk mengingatkan umat manusia tentang kekejaman perang dengan segala akibatnya agar tidak terulang lagi”.

Sedangkan di Bali terdapat monumen Ground Zero di Jalan raya Legian, Kuta. Tugu Peringatan ini didirikan untuk mengingat Tragedi Bom Bali yang terjadi pada 12 Oktober 2002. Lebih dari 200 orang meninggal dalam tragedi itu, yang terdiri dari berbagai negara.

Pemantik

Dark tourism menjadi populer karena beberapa faktor. Persepsi dan minat orang dalam berwisata menjadi salah satu pemantik wisata kegelapan ini. Latar belakang sejarah yang kompleks dan sisi gelap masa lalu suatu peristiwa mendorong wisatawan mengunjungi objek dark tourism.

Media sosial juga turut memantik popularitas wisata kegelapan. Banyak wisatawan yang mengunggah kunjungan ke objek dark tourism lewat media sosial. Film dokumenter tentang suatu tragedi ikut memicu minat orang mengunjungi objek wisata ini.

Munculnya kesadaran baru tentang sejarah memantik orang untuk mempelajari sisi gelap dari satu peristiwa. Dengan mengunjungi objek wisata kegelapan, orang akan mencoba memahami implilkasi sosial, politik, dan ekonomi dari satu tragedi.

Motif Berkunjung

Setiap wisatawan memiliki motif yang berbeda, tergantung objek wisata kegelapan yang dikunjunginya.  Selain itu motivasi berkunjung ke objek dark tourism dipengaruhi oleh minat dan latar belakang wisatawan.

Secara spesifik ada beberapa motif berkunjung. Wisatawan acapkali mengunjungi situs dark tourism untuk menghormati dan mengenang korban atau peristiwa penting. Misalnya mengunjungi Holocaust Memorial di Jerman, Ground Zero di New York, atau pun Tugu Peringatan Bom Bali.

Pengalaman spiritual dan mistis menjadi motivasi orang berkunjung. Ada orang yang tertarik dengan aspek spiritual wisata kegelapan dengan mengunjungi situs bersejarah yang dianggap memiliki nuansa paranormal, seperti Kastil Bran  atau Dracula’s Castle, di Rumania. Begitu pula pengalaman mistis di objek wisata Trunyan, Bali serta situs makam Gunung Kemukus di lereng Gunung Lawu, Solo.

Motif medis atau kesehatan mendorong wisatawan mengujungi tempat-tempat terkait penyakit, bencana kesehatan, maupun praktik medis yang kontroversial. Tujuan mereka adalah memperluas pengetahuan tentang sejarah medis. Contohnya adalah Chernobyl Exclusion Zone di Ukraina, Museum Jamu, beberapa rumah sakit jiwa, dan praktik perdukunan di daerah Indonesia.

Motif pendidikan dan penelitian sering dijadikan alasan wisatawan mengunjungi lokasi wisata kegelapan. Bahkan investigasi kriminal sebagai motif orang mengunjungi lokasi yang terkait dengan kejahatan atau penjara bersejarah, seperti Alcatraz Island, San Francisco, Amerika Serikat yang sekarang dijadikan museum.

Hikmah di Baliknya

Mengunjungi wisata kegelapan bukan sekadar menyaksikan bukti sejarah yang menyeramkan. Ada hikmah di balik setiap objek dark tourism. Objek wisata semacam ini dapat menjadi media yang efektif untuk pendidikan sejarah. Banyak hal yang tidak diperoleh di bangku sekolah maupun kuliah. Melalui kunjungan itu orang dapat belajar secara langsung peristiwa-peristiwa tragis.

Menghormati dan mengenang korban dari satu tragedi juga merupakan hikmah berkunjung ke objek wisata kegelapan. Hal ini menjadi penting untuk mempertahankan kenangan wisatawan, dan memastikan bahwa peristiwa-peristiwa tersebut tidak untuk dilupakan.

Hikmah lain di balik kunjungan ke objek dark tourism adalah pembelajaran tentang resiliensi manusia. Dengan mengunjungi Monumen Tsunami Aceh, wisatawan dapat memahami bagaimana masyarakat dan individu bertahan dan pulih dari tragedi.

Kunjungan ke objek dark tourism juga sebagai upaya refleksi dan perenungan diri. Menyaksikan Monumen Bom Bali, wisatawan akan merenungkan nilai-nilai perdamaian, toleransi, keadilan; dan tentunya tentang bahaya terorisme.

Meski demikian, objek wisata kegelapan ini juga mengundang masalah jika tidak dikelola dan dipromosikan dengan benar. Dark tourism mengandung isu yang sensitif dan kontroversial. Nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan penghormatan terhadap korban harus menjadi point of view dalam berwisata.

Resiko terjadinya eksploitasi dan turistifikasi terhadap objek dark tourism sangat besar. Apalagi jika manfaat ekonomi lebih menjadi prioritas. Wisatawan berkunjung hanya untuk rekreasi, tanpa mampu menyibak hikmah dari kegelapan suatu peristiwa. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film
Pariwisata Bali: Riwayatmu Dulu dan Kini
Belajar Desa Wisata dari Bali
Wisata “Overland”Jelajah Negeri
Wisata Petualangan: Manfaat Ekonomi dan Konservasi
Tags: dark tourismilmu pariwisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2024, Panggung Kebebasan Itu Telah Dibuka

Next Post

Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan

Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co