2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Dark Tourism”: Menyibak Hikmah dari Kegelapan

Chusmeru by Chusmeru
August 3, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

INDUSTRI pariwisata dunia diwarnai dengan femonena dark tourism yang mulai populer. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Ukraina, Kolombia, dan Kamboja memiliki objek dark tourism sebagai daya tarik wisata. Begitu pula dengan Indonesia yang memiliki banyak objek dark tourism.

Dark tourism merupakan perjalanan wisata ke tempat-tempat yang berkaitan dengan kejadian tragis atau memilukan, objek wisata yang menyimpan kegelapan. Tempat dan kejadian itu dapat berupa perang, bencana alam, genosida, maupun kejahatan. Lokasi yang berhubungan dengan kematian atau pembunuhan biasanya diburu oleh wisatawan dark tourism.

Tujuan utama dari dark tourism tidak hanya untuk rekreasi atau hiburan, tetapi juga untuk refleksi, pendidikan, dan penghormatan terhadap korban-korban atau peristiwa yang terjadi di tempat-tempat tersebut. Meski tidak seramai destinasi wisata konvensional, objek dark tourism kini banyak diminati.

Beberapa objek dark tourism di dunia menjadi incaran wisatawan. Hiroshima Peace Memorial Park di Jepang, mengingatkan wisatawan pada serangan bom atom pada tahun 1945. Auschwitz-Birkenau di Polandia, tempat kamp konsentrasi selama Perang Dunia II di mana jutaan orang khilangan nyawa.

Amerika Serikat memiliki Ground Zero di New York City. Situs ini merupakan bekas World Trade Center yang runtuh pada serangan 11 September 2001. Bencana nuklir Chernobyl , Ukraina pada tahun 1986 menjadikan kota terbengkalai Pripyat dikunjungi sebagai objek dark tourism.

Kasus genosida Khmer Merah di Kamboja membuat Tuol Sleng Genocide Museum, Phnom Penh ramai dikunjungi wisatawan. Begitu pula Memorial Genosida di Rwanda. Museum yang berdiri tahun 1995 ini memajang dan mengawetkan 50.000 mayat.

Indonesia juga mempunyai objek dark tourism. Museum Tsunami Aceh memamerkan barang-barang dan foto yang berhubungan dengan bencana besar tsunami pada tahun 2004, menewaskan ribuan orang. Tsunami Aceh mengundang keprihatinan banyak negara untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Papua memiliki Monumen Perang Dunia ke-II di kota Biak. Monumen ini didirikan untuk mengenang ribuan serdadu Jepang yang gugur selama berlangsungnya perang di Biak. Terdapat prasasti dalam tiga bahasa: Inggris, Jepang dan Indonesia yang bertuliskan  “Monumen untuk mengingatkan umat manusia tentang kekejaman perang dengan segala akibatnya agar tidak terulang lagi”.

Sedangkan di Bali terdapat monumen Ground Zero di Jalan raya Legian, Kuta. Tugu Peringatan ini didirikan untuk mengingat Tragedi Bom Bali yang terjadi pada 12 Oktober 2002. Lebih dari 200 orang meninggal dalam tragedi itu, yang terdiri dari berbagai negara.

Pemantik

Dark tourism menjadi populer karena beberapa faktor. Persepsi dan minat orang dalam berwisata menjadi salah satu pemantik wisata kegelapan ini. Latar belakang sejarah yang kompleks dan sisi gelap masa lalu suatu peristiwa mendorong wisatawan mengunjungi objek dark tourism.

Media sosial juga turut memantik popularitas wisata kegelapan. Banyak wisatawan yang mengunggah kunjungan ke objek dark tourism lewat media sosial. Film dokumenter tentang suatu tragedi ikut memicu minat orang mengunjungi objek wisata ini.

Munculnya kesadaran baru tentang sejarah memantik orang untuk mempelajari sisi gelap dari satu peristiwa. Dengan mengunjungi objek wisata kegelapan, orang akan mencoba memahami implilkasi sosial, politik, dan ekonomi dari satu tragedi.

Motif Berkunjung

Setiap wisatawan memiliki motif yang berbeda, tergantung objek wisata kegelapan yang dikunjunginya.  Selain itu motivasi berkunjung ke objek dark tourism dipengaruhi oleh minat dan latar belakang wisatawan.

Secara spesifik ada beberapa motif berkunjung. Wisatawan acapkali mengunjungi situs dark tourism untuk menghormati dan mengenang korban atau peristiwa penting. Misalnya mengunjungi Holocaust Memorial di Jerman, Ground Zero di New York, atau pun Tugu Peringatan Bom Bali.

Pengalaman spiritual dan mistis menjadi motivasi orang berkunjung. Ada orang yang tertarik dengan aspek spiritual wisata kegelapan dengan mengunjungi situs bersejarah yang dianggap memiliki nuansa paranormal, seperti Kastil Bran  atau Dracula’s Castle, di Rumania. Begitu pula pengalaman mistis di objek wisata Trunyan, Bali serta situs makam Gunung Kemukus di lereng Gunung Lawu, Solo.

Motif medis atau kesehatan mendorong wisatawan mengujungi tempat-tempat terkait penyakit, bencana kesehatan, maupun praktik medis yang kontroversial. Tujuan mereka adalah memperluas pengetahuan tentang sejarah medis. Contohnya adalah Chernobyl Exclusion Zone di Ukraina, Museum Jamu, beberapa rumah sakit jiwa, dan praktik perdukunan di daerah Indonesia.

Motif pendidikan dan penelitian sering dijadikan alasan wisatawan mengunjungi lokasi wisata kegelapan. Bahkan investigasi kriminal sebagai motif orang mengunjungi lokasi yang terkait dengan kejahatan atau penjara bersejarah, seperti Alcatraz Island, San Francisco, Amerika Serikat yang sekarang dijadikan museum.

Hikmah di Baliknya

Mengunjungi wisata kegelapan bukan sekadar menyaksikan bukti sejarah yang menyeramkan. Ada hikmah di balik setiap objek dark tourism. Objek wisata semacam ini dapat menjadi media yang efektif untuk pendidikan sejarah. Banyak hal yang tidak diperoleh di bangku sekolah maupun kuliah. Melalui kunjungan itu orang dapat belajar secara langsung peristiwa-peristiwa tragis.

Menghormati dan mengenang korban dari satu tragedi juga merupakan hikmah berkunjung ke objek wisata kegelapan. Hal ini menjadi penting untuk mempertahankan kenangan wisatawan, dan memastikan bahwa peristiwa-peristiwa tersebut tidak untuk dilupakan.

Hikmah lain di balik kunjungan ke objek dark tourism adalah pembelajaran tentang resiliensi manusia. Dengan mengunjungi Monumen Tsunami Aceh, wisatawan dapat memahami bagaimana masyarakat dan individu bertahan dan pulih dari tragedi.

Kunjungan ke objek dark tourism juga sebagai upaya refleksi dan perenungan diri. Menyaksikan Monumen Bom Bali, wisatawan akan merenungkan nilai-nilai perdamaian, toleransi, keadilan; dan tentunya tentang bahaya terorisme.

Meski demikian, objek wisata kegelapan ini juga mengundang masalah jika tidak dikelola dan dipromosikan dengan benar. Dark tourism mengandung isu yang sensitif dan kontroversial. Nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan penghormatan terhadap korban harus menjadi point of view dalam berwisata.

Resiko terjadinya eksploitasi dan turistifikasi terhadap objek dark tourism sangat besar. Apalagi jika manfaat ekonomi lebih menjadi prioritas. Wisatawan berkunjung hanya untuk rekreasi, tanpa mampu menyibak hikmah dari kegelapan suatu peristiwa. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film
Pariwisata Bali: Riwayatmu Dulu dan Kini
Belajar Desa Wisata dari Bali
Wisata “Overland”Jelajah Negeri
Wisata Petualangan: Manfaat Ekonomi dan Konservasi
Tags: dark tourismilmu pariwisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2024, Panggung Kebebasan Itu Telah Dibuka

Next Post

Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan

Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co