24 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wisata Petualangan: Manfaat Ekonomi dan Konservasi

Chusmeru by Chusmeru
July 4, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

WISATA petualangan ( adventure tourism) kini mulai banyak digemari. Wisata jenis ini termasuk special interest tourism atau pariwisata minat khusus. Wisata petualangan muncul sebagai alternatif atas beragam objek dan daya tarik wisata yang mulai menimbulkan kejenuhan bagi wisatawan.

Wisata petualangan adalah jenis wisata yang penuh risiko. Keamanan dan keselamatan wisatawan dipertaruhkan dalam kegiatan berwisata. Wisatawan biasanya ingin mendapatkan sensasi dalam wisata petualangan. Perasaan excited menaklukan alam adalah merupakan kepuasan tersendiri bagi wisatawan.

Menurut the Adventure Travel Trade Association, wisata petualangan adalah kegiatan berwisata yang meliputi aktivitas fisik, pengalaman budaya, dan aktivitas di alam. Wisata petualangan terbagi menjadi dua kategori, yaitu yang berisiko tinggi (hard adventure) dan yang berisiko ringan (soft adventure).

Termasuk dalam kategori wisata petualangan yang berisiko tinggi adalah mendaki gunung, trekking ke daerah terpencil, serta susur gua (caving). Disebut berisiko tinggi, karena wisata jenis ini perlu persiapan dan keterampilan matang. Banyak kasus kecelakaan yang sampai merenggut korban jiwa dari wisata jenis ini.

Sedangkan wisata petualangan dalam kategori ringan meliputi hiking, bersepeda, mengunjungi taman safari, wisata budaya, wisata kuliner, ekpedisi penjelajahan, bermain kayak, rafting maupun river tubing dan masih banyak yang lain. Wisata petualangan kategori ini memiliki risiko kecil terjadinya kecelakaan, apalagi jika didampingi oleh pemandu wisata.

Banyak jenis wisata petualangan di Indonesia, baik yang natural maupun buatan. Kekayaan alam yang melimpah di Indonesia membuat wisata petualangan sangat prospektif untuk dikembangkan. Meski harga produk wisata petualangan termasuk mahal, namun memiliki pangsa pasar yang jelas; yaitu mereka yang berjiwa muda.

Manfaat

Meski tidak begitu populer dibanding dengan wisata konvensional seperti pantai dan taman rekreasi, wisata petualangan kini mulai banyak dilirik. Secara ekonomis sesungguhnya wisata petualangan lebih menjanjikan.

Investasi wisata petualangan tidak terlalu besar. Jika dikelola dengan baik, wisata petualangan memberi manfaat ekonomi yang menguntungkan. Walau secara kuantitatif wisatawan jenis ini tidak sebanyak wisata konvensional, namun pengeluaran (spending money) wisatawan lebih besar.

Bukan hanya secara ekonomis, wisata petualangan diharapkan juga mendatangkan manfaat konservasi. Hal ini tidak mudah diperoleh. Mengingat wisata petualangan menggunakan alam sebagai media berwisata. Potensi terjadinya kerusakan lingkungan sangat besar. Oleh sebab itu perlu dipikirkan konsep pengembangan wisata petualangan yang mendukung konservasi.

Sebagai langkah awal perlu upaya edukasi kepada pengelola wisata petualangan  dan wisatawan agar mengedepankan keselamatan lingkungan dalam berwisata. Konsep konservasi harus dimaknai sebagai tidak merusak lingkungan dan tidak menimbulkan korban jiwa dalam berwisata.

Manfaat konservasi bisa didapat bila pengelolaan wisata petualangan melibatkan penduduk lokal. Selayaknya wisatawan memang dipandu oleh penduduk lokal. Sebab, mereka lebih memahami kondisi alam dan ekosistem yang ada. Penduduk lokal akan memandu wisatawan terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh wisatawan.

Manfaat sosial, ekonomi, dan konservasi dari wisata petualangan akan lebih dapat peroleh jika mengikutsertakan lembaga yang ada di sekitar destinasi, seperi Pokdarwis maupun BumDes. Pelibatan Pokdarwis dalam wisata petualangan dapat meminimalisasi dampak negatif ekosistem di destinasi.

Sedangkan BumDes diperlukan untuk mengatur investasi di satu daerah yang menjadi objek wisata petualangan. Dengan kata lain, wisata petualangan akan lebih aman dari sisi sosial, ekonomi, dan konservasi jika dikelola oleh desa wisata.

Peran Pemerintah

Selama ini objek wisata petualangan lebih banyak dikelola oleh swasta maupun perorangan. Peran pemerintah tidak begitu tampak. Dalam beberapa kasus, hal ini akan membuat wisata petualangan kurang dapat dimonitor perkembangan maupun dampaknya.

Kurangnya peran pemerintah disebabkan wisata petualangan tidak mendatangkan jumlah wisatawan yang melimpah. Padahal potensi ekonomi wisata petualangan sangat besar. Oleh sebab itu diperlukan pemetaan di daerah terkait potensi sumber daya alam untuk dapat dikembangkan sebagai objek wisata petualangan.

Promosi objek wisata petualangan juga belum optimal jika dibandingkan dengan objek wisata yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan. Mengingat pasar wisata ini ada di kalangan anak muda, maka diperlukan promosi kekinian melalui media sosial.

Tidak kalah penting adalah regulasi pemerintah terkait faktor risiko dari wisata petualangan. Setiap pengelola objek wisata petualangan hendaknya memiliki Standard Operational Procedure (SOP) yang memberi jaminan keamanan kepada wisatawan serta jaminan kelestarian lingkungan.

Wisata petualangan memang dapat memenuhi motif psikologis wisatawan berupa kesenangan dalam petualangan. Namun perlu diingat, wisata petualangan memanfaatkan alam dan lingkungan yang perlu dijaga keberlanjutannya.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Bule Berulah, Pariwisata Kena Getah
Wisata Museum: Menghapus Stigma Menyeramkan
Wisata Museum: Menghapus Stigma Menyeramkan
Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia: Melompat dengan Beban Berat
Tags: ekonomikonservasiPariwisatapetualangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tari Barong Ket Kunti Sraya di Denpasar: Yang Sakral, Profan, dan Seragam

Next Post

Janger Melampahan dari Pejeng Kangin dengan Gending Religi, Cinta Tanah Air dan Cinta Alam

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Pulau Serangan dalam Serangan Zaman

by Agung Sudarsa
May 23, 2026
0
Pulau Serangan dalam Serangan Zaman

Pulau Kecil yang Pernah Sunyi DAHULU, Pulau Serangan adalah pulau kecil yang sunyi di selatan Bali. Laut mengelilinginya dengan tenang,...

Read moreDetails

Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0

by Dede Putra Wiguna
May 23, 2026
0
Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0

DI tengah derasnya perkembangan teknologi, kehidupan manusia berubah dengan sangat cepat. Hampir seluruh aktivitas kini bersentuhan dengan dunia digital, mulai...

Read moreDetails

King Lear dan Refleksi Kekuasaan Hari Ini

by Hartanto
May 22, 2026
0
King Lear dan Refleksi Kekuasaan Hari Ini

SAAT gelisahku, saat bongkar-bongkar buku lama berdebu – saya justru tertarik drama-drama karya William Shakespeare. Setelah mencoba memahami lakon Macbeth...

Read moreDetails

‘Trust the Process’: Arsenal-Arteta Bisa, Bagaimana Indonesia-Prabowo?

by Afgan Fadilla
May 22, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

ADA satu kalimat yang beberapa tahun terakhir identik dengan Arsenal: trust the process. Kalimat itu awalnya lebih sering menjadi bahan...

Read moreDetails

Besar Cerita, Besar Berita

by Angga Wijaya
May 21, 2026
0
Besar Cerita, Besar Berita

ENTAH kebetulan atau tidak, saya beberapa kali mendapati pada beberapa keluarga di Bali yang suka membesar-besarkan cerita tentang bantuan yang...

Read moreDetails

Hati-Hati Ada Proyek!

by Dede Putra Wiguna
May 21, 2026
0
Hati-Hati Ada Proyek!

DI Bali, terutama wilayah selatan, papan bertuliskan ‘Hati-Hati Ada Proyek’ bukan lagi sekadar penanda pembangunan. Ia telah menjadi semacam slogan...

Read moreDetails

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

by Lailatus Sholihah
May 20, 2026
0
‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

ERA digital ini, kemarahan hampir selalu bergerak lebih cepat daripada proses memahami, seperti sebuah judul yang diadili sebelum karya itu...

Read moreDetails

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

by Chusmeru
May 20, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SETIAP tanggal 20 Mei bangsa Indonesia seolah menyetel ulang kompas tentang nasionalisme. Dari mana nasionalisme dimulai, dan kini hendak dibawa...

Read moreDetails

Sudut Pandang, Cinta, dan Manusia yang Terlalu Cepat Menghakimi

by Emi Suy
May 19, 2026
0
Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi

DUNIA modern melahirkan manusia-manusia yang semakin pandai berbicara, tetapi perlahan kehilangan kemampuan memahami. Hari ini, orang terlalu cepat membuat kesimpulan...

Read moreDetails

Setelah Tari Pembuka, Apa yang Tersisa dari Diplomasi Budaya Indonesia?

by Early NHS
May 19, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

JUMAT malam, 8 Mei 2026, di Mactan Expo, Cebu, Filipina, dalam jamuan santap malam KTT ke-48 ASEAN, budaya tampil lagi...

Read moreDetails
Next Post
Janger Melampahan dari Pejeng Kangin dengan Gending Religi, Cinta Tanah Air dan Cinta Alam

Janger Melampahan dari Pejeng Kangin dengan Gending Religi, Cinta Tanah Air dan Cinta Alam

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba
Cerpen

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

PAGI di desa Bugbeg selalu dimulai dengan cara yang sama. Bau dupa yang menyeruak, ayam-ayam berkokok ria, dan dentingan gamelan...

by Luh Aninditha Wiralaba
May 23, 2026
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa
Puisi

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Di Kampung Rawa di pagi yang memagut embun selatanjejak-jejak kaki tua terbenam pelanantara pasir lembut dan bisikan anginkutemukan nyanyian yang...

by Vito Prasetyo
May 23, 2026
Tradisi Mebat dalam Nuansa Modern yang Hidup di Four Points by Sheraton Bali, Kuta
Pariwisata

Tradisi Mebat dalam Nuansa Modern yang Hidup di Four Points by Sheraton Bali, Kuta

Sore itu, suasana di Four Points by Sheraton Bali tak seperti biasanya. Ketika para pekerja melakoni kegiatan budaya, yakni “ngebat”,...

by Nyoman Budarsana
May 23, 2026
The Sanur Lepas Tukik dengan Prosesi Budaya, Memperingati World Turtle Day Bali di Hari Tumpek Bubuh
Pariwisata

The Sanur Lepas Tukik dengan Prosesi Budaya, Memperingati World Turtle Day Bali di Hari Tumpek Bubuh

Ini bukan upacara melukat atau kegiatan membersihkan diri dan alam semesta, tetapi acara melepas tukik. Pagi, Sabtu 23 Mei 2026,...

by Nyoman Budarsana
May 23, 2026
Pulau Serangan dalam Serangan Zaman
Esai

Pulau Serangan dalam Serangan Zaman

Pulau Kecil yang Pernah Sunyi DAHULU, Pulau Serangan adalah pulau kecil yang sunyi di selatan Bali. Laut mengelilinginya dengan tenang,...

by Agung Sudarsa
May 23, 2026
Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0
Esai

Sastra Digital dan Masa Depan Pembelajaran Sastra di Era Society 5.0

DI tengah derasnya perkembangan teknologi, kehidupan manusia berubah dengan sangat cepat. Hampir seluruh aktivitas kini bersentuhan dengan dunia digital, mulai...

by Dede Putra Wiguna
May 23, 2026
Catatan Perjalanan Janger Beringkit
Panggung

Catatan Perjalanan Janger Beringkit

JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit,...

by IGP Weda Adi Wangsa
May 23, 2026
Semangat Sportivitas dan Solidaritas Warnai UHA Futsal Competition 2026
Olahraga

Semangat Sportivitas dan Solidaritas Warnai UHA Futsal Competition 2026

SEJAK Kamis, 21 Mei 2026 ada semangat hidup sehat dan kebersamaan yang dihadirkan di Dewata Mas Futsal di Jalan Raya...

by Julio Saputra
May 23, 2026
Oleh-Oleh dari Baduy Luar
Tualang

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali
Persona

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang
Puisi

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa...

by Chusmeru
May 22, 2026
Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto
Cerpen

Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka...

by Dody Widianto
May 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co