25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bule Berulah, Pariwisata Kena Getah

Chusmeru by Chusmeru
July 1, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SEBANYAK 103 warga negara asing (WNA) ditangkap Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) bersama tim gabungan di sebuah villa di Kabupaten Tabanan, Bali 26 Juni 2024. Mereka diduga melakukan penipuan dan kejahatan siber.

Sebelumnya, seorang bule asal Inggris merampas truk dari seorang sopir di Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali pada 9 Juni 2024. Bule yang diduga mabuk itu membawa kabur truk hingga menerobos Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Jauh sebelumnya, pada tanggal 1 Mei 2022 seorang WNA asal Rusia berpose telanjang di pohon yang dikeramatkan di Tabanan, Bali. Bukan hanya itu, sederet kasus bule telanjang bulat di Bali kembali terjadi.

Tidak sekadar tindak asusila yang dilakukan bule di Bali. Perilaku brutal juga ditunjukkan. Dua orang wisatawan asal Amerika melakukan pemukulan terhadap pecalang (perangkat keamanan adat) di Seminyak, Badung. Ada pula bule yang menantang duel pecalang saat prosesi Melasti di Pecatu, Badung.

Ulah bule di Bali belakangan makin membuat masyarakat geram. Ada bule yang bukan hanya pelesiran di Pulau Dewata, namun mereka juga melakukan praktik bisnis ilegal. Modusnya pun macam-macam; mulai dari rental kendaraan, fotografer, menjadi instruktur selancar, hingga menjadi pengedar narkotika.

Bahkan ada kasus yang menggelikan sekaligus menjengkelkan. Beberapa wisatawan asing mengajukan petisi masalah kokok ayam di Jimbaran. Hanya dengan alasan terganggu oleh suara kokok ayam, para bule itu mengajukan petisi kepada Satuan Ketenteraman dan Ketertiban Kuta Selatan.

Perilaku bule membawa implikasi dalam sektor pariwisata. Bule berulah, pariwisata Bali kena getah. Pemberitaan tentang ulah para turis asing di Bali mendapat sorotan dari berbagai media internasional. Citra pariwisata Indonesia, khususnya Bali menjadi tercoreng.

Mengapa ?

Banyak pihak yang tak habis pikir mengapa wisatawan asing berulah di Bali. Padahal selama ini Bali dikenal sebagai destinasi yang populer di dunia. Bali juga dianggap sebagai destinasi wisata dunia yang dianggap unik, sakral, dan penuh misteri.

Keleluasaan wisatawan untuk berbuat apa pun di Bali tidak terlepas dari karakteristik masyarakat Bali yang permisif terhadap para pendatang, termasuk wisatawan. Permisivitas tentu hal yang positif dalam bisnis pariwisata. Tidak heran jika sikap masyarakat Bali yang seperti ini membuat wisatawan betah tinggal di Bali.

Masyarakat Bali selalu berprasangka positif kepada turis, baik domestik maupun mancanegara. Para wisatawan diposisikan sebagai tamiu atau tamu yang patut untuk dihormati. Sayangnya, prasangka positif ini justru kerap dimaknai wisatawan sebagai boleh melakukan apa saja di Bali.

Perilaku bule yang tidak sesuai dengan norma, adat, dan tradisi selama di Bali juga dapat disebabkan oleh predisposisi yang keliru. Wisatawan berpandangan bahwa Bali merupakan destinasi wisata yang bebas, surganya dunia. Predisposisi ini berkaca dari begitu bebasnya wisatawan untuk bertelanjang di sepanjang pantai di Bali.

Ada pula yang beranggapan bahwa bule yang berulah di Bali lantaran kurang memperoleh informasi tentang norma, adat, dan tradisi di Bali. Anggapan ini sesungguhnya kurang tepat. Mengingat setiap wisatawan yang akan berkunjung ke suatu destinasi pasti akan mencari informasi segala hal terkait destinasi itu. Informasi tentang destinasi sangat mudah diakses di internet.

Lemahnya pengawasan terhadap wisatawan juga menjadi salah satu faktor mengapa bule banyak yang melakukan tindakan menyimpang. Begitu banyak objek dan daya tarik wisata di Bali. Perangkat dinas dan adat tidak dapat secara maksimal mengawasi perilaku wisatawan. Keterbatasan sumber daya manusia dan sumber dana boleh jadi menghambat pengawasan bagi para bule itu.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali juga menjadi pemicu perilaku menyimpang para bule. Celakanya, kualitas wisatawan yang datang tidak semuanya baik. Wisatawan yang sering berulah adalah bule yang tidak berkualitas secara ekonomis dan moralitasnya. Sedangkan para turis yang berkualitas tidak pernah berulah negatif selama di Bali.

Antisipasi

Sejatinya, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah bule berulah; baik yang dilakukan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Bali. Antisipasi memang perlu segera dilakukan, agar tidak menimbulkan getah pada pariwisata Bali. Pemberitaan negatif tentang ulah bule ini berdampak pada citra pariwisata Indonesia di pasar wisata dunia.

Pemerintah Provinsi Bali misalnya, telah membuat kebijakan pungutan kepada wisatawan asing sebesar 150 ribu rupiah. Pungutan itu bertujuan untuk program-program pelestarian lingkungan alam dan budaya serta perbaikan sarana dan pelayanan kepada wisatawan. Pungutan itu memberi jaminan keamanan dan kenyamanan wisatawan selama di Bali. Meski begitu, bukan berarti dengan membayar pungutan itu wisatawan bebas berulah apa saja.

Pemerintah daerah, dinas pariwisata, dan kantor imigrasi Bali juga tidak kurang upaya. Mereka membuat panduan Do’s and Don’ts, berisi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan wisatawan selama di Bali. Panduan itu dibagikan di bandara maupun objek wisata.

Upaya antisipasi itu sebenarnya sudah cukup baik. Meski demikian, masih saja ada bule yang berulah. Perlu upaya lain untuk sosialisasi dan edukasi Do’s and Don’ts dengan menjemput bola ke negara-negara potensial penyumbang bule yang sering berulah. Bisa pula bekerja sama dengan maskapai penerbangan untuk menyampaikan panduan itu di atas pesawat sebelum mendarat di Bali.

Bali juga dijadikan percontohan polisi pariwisata oleh Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia. Diharapkan ada penguatan keamanan Bali melalui polisi pariwisata. Artinya, kehadiran polisi pariwisata itu nantinya dapat mengantisipasi ulah bule di Bali.

Upaya represif pun telah dilakukan terhadap bule yang berulah. Bagi yang melanggar tindak pidana, proses hukum lewat pengadilan dilakukan. Pemerintah pun telah melakukan deportasi terhadap ratusan bule yang bermasalah.

Menilik antisipasi yang dilakukan berbagai pihak terhadap keamanan pariwisata Bali, semestinya kasus bule yang berulah tidak terjadi lagi. Bagaimana pun, Bali adalah barometer pariwisata Tanah Air yang perlu dijaga keamanannya. Getah yang menciprat di Bali akan mencoreng wajah Indonesia.

Jika semua upaya ansipasi itu tetap saja membuat wisatawan berulah di Bali, maka seluruh stakeholder pariwisata dan masyarakat Bali perlu merenung. Barangkali semua patut mulat sarira. Atau langkah niskala (transendental) harus dilakukan untuk membersihkan getah pariwisata itu. Mengapa tidak? [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Wisata Museum: Menghapus Stigma Menyeramkan
Membidik Wisatawan: Sensitif Lingkungan dan Obral Lahan
Manajemen Pengembangan Pariwisata di Daerah
Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia: Melompat dengan Beban Berat
Wisata Medis Mendulang Turis
Menimbang Dana Abadi Pariwisata
Tags: Pariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menghimpun Arsip, Memburu Masa Lalu — Dari Pameran Arsip Nahdlatul Ulama dan Benda-benda Sejarah Muslim Bali Utara

Next Post

Janger Melampahan dari Sanggar Puri Saraswati, Singapadu – Seniman Anak-anak Ditonton Anak-anak

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
0
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

Read moreDetails

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

by Chusmeru
June 24, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

Read moreDetails

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails
Next Post
Janger Melampahan dari Sanggar Puri Saraswati, Singapadu – Seniman Anak-anak Ditonton Anak-anak

Janger Melampahan dari Sanggar Puri Saraswati, Singapadu – Seniman Anak-anak Ditonton Anak-anak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co