25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membidik Wisatawan: Sensitif Lingkungan dan Obral Lahan

Chusmeru by Chusmeru
June 18, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

ANGKA kunjungan wisatawan asal China mengalami peningkatan pada tahun 2023. Berdasarkan data Badan Pusat statistik (BPS), jumlah wisatawan China ke Indonesia mencapai 787.900 orang. Angka ini menempatkan China dalam lima negara yang paling banyak berkunjung ke Indonesia.

Wisatawan China kini memang sedang banyak diburu oleh beberapa negara, termasuk Indonesia. Salah satu destinasi wisata yang diminati wisatawan selama di Indonesia adalah Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Badan Pelaksana Otorita Labuhan Bajo berupaya melakukan promosi ke China. Bahkan ada wacana untuk membuka peluang paket wisata baru China – Labuhan Bajo. Tentu ini patut dicermati, mengingat objek wisata Labuhan Bajo sangat sentif terhadap isu lingkungan.

Akankah promosi itu berhasil mendatangkan wisatawan China dalam jumlah banyak? Apakah daerah lain juga perlu melakukan promosi untuk membidik wisatawan China? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu saja diperlukan kajian mendalam tentang karakteristik dan motivasi wisatawan.

Perebutan pasar wisata China membuat berbagai negara melakukan kebijakan untuk mempermudah akses masuk bagi wisatawan China. Kebijakan bebas visa bagi wisatawan China dikeluarkan oleh Thailand. Kebijakan ini bertujuan untuk menarik wisatawan China sebanyak-banyaknya.

Terlepas dari berapa pun angka kunjungan wisatawan dari Negeri Panda itu, fenomena berwisata di negeri sendiri sedang melanda China. Hal itu dipicu oleh banyaknya pilihan destinasi wisata dalam negeri, serta mahalnya biaya perjalanan ke luar negeri. Hal ini akan menjadi tantangan bagi berbagai negara yang membidik wisatawan China untuk menawarkan kepuasan berwisata.

Atas dasar kasus wisatawan China itu, layak untuk dikaji karakteristik dan motivasi wisatawan mengunjungi destinasi. Tidak semua wisatawan sensitif terhadap produk wisata yang murah. Ada kalanya wisatawan mencari destinasi berkualitas. Membidik wisatawan dengan promosi harga murah saja akan mengabaikan wisatawan lain yang sensitif pada kualitas produk wisata.

Sensitif Lingkungan

Karakteristik wisatawan menjadi modal dasar untuk membidik profil wisatawan. Jika China mengincar produk wisata yang tidak terlalu mahal, maka lain halnya dengan negara-negara di Eropa, Amerika, maupun Timur Tengah.

Kemenparekaf berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian terhadap pasar wisata Perancis, Jerman, Belanda, Inggris, Rusia, Amerika, Kanada, dan Arab Saudi. Masing-masing pasar wisata tersebut memiliki karakteristik wisatawan yang berbeda (Venuemagz.com,16 November, 2023).

Wisatawan Perancis disebut perfeksionis, sensitif terhadap kemacetan, dan peduli pada lingkungan. Informasi ini menjadi penting untuk membidik wisatawan asal Perancis. Apalagi kondisi pariwisata Indonesia yang mulai muncul permasalahan kemacetan dan kerusakan lingkungan.

Pasar wisata Jerman juga sensitif terhadap lingkungan dengan mengejar keindahan alam saat berlibur. Aktivitas wisatawan Jerman dihabiskan pada destinasi wisata yang berorientasi pada ekowisata, wisata medis, dan wisata yang berkelanjutan.

Wisatawan Belanda dan Inggris memiliki kemiripan dalam senstivitas terhadap lingkungan. Perhatian terhadap lingkungan sangat tinggi, bahkan rela memberi kontribusi untuk faktor lingkungan. Wisatawan Inggris mengadopsi perilaku ramah lingkungan dengan membeli produk lokal saat berwisata.

Pengalaman berwisata menjadi perhatian bagi wisatawan Amerika. Hal ini disebabkan mereka memiliki hari libur yang hanya sedikit. Bagi wisatawan Amerika, faktor keamanan dan kebersihan destinasi wisata merupakan hal penting. Artinya mereka juga sensitif lingkungan.

Isu lingkungan belakangan ini memang menjadi atensi dunia. Tak heran jika wisatawan menuntut industri pariwisata menyuguhkan destinasi yang ramah lingkungan. Harga produk wisata akan selalu dikaitkan dengan kualitas lingkungan di destinasi.

Obral Lahan

Tuntutan wisatawan terhadap keberlanjutan lingkungan semestinya disikapi pemerintah dengan kebijakan yang mendukung. Bukan sebaliknya, alam dan lingkungan diobral untuk kepentingan membidik wisatawan. Tidak adanya ketegasan dari pemerintah menimbulkan obral lahan di sektor pariwisata.

Begitu mudah orang asing memiliki lahan di Indonesia untuk kepentingan pariwisata. Hal itu menimbulkan keprihatinan Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana, I Putu Anom terkait obral ijin bangun hotel dan pelanggaran peruntukan lahan di Bali ( radarbali.jawapos.com, 28 Mei 2024).

Pembangunan hotel di Bali, terutama di Bali Selatan sangat masif. Selain menimbulkan perang tarif, pembangunan hotel secara masif juga mengabaikan faktor lingkungan, obral lahan, dan alih fungsi lahan.

Menurut I Putu Anom, seharusnya ada aturan yang tegas dari pemerintah terkait  tata ruang dan peruntukan lahan. Dengan demikian investor tidak semena-mena membangun pada lokasi yang tidak semestinya.

Sangat disayangkan jika demi membidik wisatawan, berbagai aturan diterabas. Hotel-hotel dan villa dibangun di sempadan sungai, jurang, dan tebing. Lebih disayangkan lagi jika pemerintah tak segera mengambil langkah tegas.

Membidik wisatawan tanpa mempertimbangkan sensitivitas lingkungan dengan mengobral lahan tentu bukan hal bijak. Meningkatkan pendapatan ekonomi dari pariwisata itu penting. Namun menjaga alam agar tetap lestari, jauh lebih penting.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Manajemen Pengembangan Pariwisata di Daerah
Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia: Melompat dengan Beban Berat
Wisata Medis Mendulang Turis
Menimbang Dana Abadi Pariwisata
Tags: Pariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pementasan “Lubuk Gandamayu”, Lelampahan Anyar untuk Napak Pertiwi Ratu Sakti

Next Post

Berkah Hari Raya Idul Adha, Gede Sedia, Lelaki 70 Tahun Itu Jajakan Koran Bekas dengan Suka Cita

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Berkah Hari Raya Idul Adha, Gede Sedia, Lelaki 70 Tahun Itu Jajakan Koran Bekas dengan Suka Cita

Berkah Hari Raya Idul Adha, Gede Sedia, Lelaki 70 Tahun Itu Jajakan Koran Bekas dengan Suka Cita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co