2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membidik Wisatawan: Sensitif Lingkungan dan Obral Lahan

Chusmeru by Chusmeru
June 18, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

ANGKA kunjungan wisatawan asal China mengalami peningkatan pada tahun 2023. Berdasarkan data Badan Pusat statistik (BPS), jumlah wisatawan China ke Indonesia mencapai 787.900 orang. Angka ini menempatkan China dalam lima negara yang paling banyak berkunjung ke Indonesia.

Wisatawan China kini memang sedang banyak diburu oleh beberapa negara, termasuk Indonesia. Salah satu destinasi wisata yang diminati wisatawan selama di Indonesia adalah Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Badan Pelaksana Otorita Labuhan Bajo berupaya melakukan promosi ke China. Bahkan ada wacana untuk membuka peluang paket wisata baru China – Labuhan Bajo. Tentu ini patut dicermati, mengingat objek wisata Labuhan Bajo sangat sentif terhadap isu lingkungan.

Akankah promosi itu berhasil mendatangkan wisatawan China dalam jumlah banyak? Apakah daerah lain juga perlu melakukan promosi untuk membidik wisatawan China? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu saja diperlukan kajian mendalam tentang karakteristik dan motivasi wisatawan.

Perebutan pasar wisata China membuat berbagai negara melakukan kebijakan untuk mempermudah akses masuk bagi wisatawan China. Kebijakan bebas visa bagi wisatawan China dikeluarkan oleh Thailand. Kebijakan ini bertujuan untuk menarik wisatawan China sebanyak-banyaknya.

Terlepas dari berapa pun angka kunjungan wisatawan dari Negeri Panda itu, fenomena berwisata di negeri sendiri sedang melanda China. Hal itu dipicu oleh banyaknya pilihan destinasi wisata dalam negeri, serta mahalnya biaya perjalanan ke luar negeri. Hal ini akan menjadi tantangan bagi berbagai negara yang membidik wisatawan China untuk menawarkan kepuasan berwisata.

Atas dasar kasus wisatawan China itu, layak untuk dikaji karakteristik dan motivasi wisatawan mengunjungi destinasi. Tidak semua wisatawan sensitif terhadap produk wisata yang murah. Ada kalanya wisatawan mencari destinasi berkualitas. Membidik wisatawan dengan promosi harga murah saja akan mengabaikan wisatawan lain yang sensitif pada kualitas produk wisata.

Sensitif Lingkungan

Karakteristik wisatawan menjadi modal dasar untuk membidik profil wisatawan. Jika China mengincar produk wisata yang tidak terlalu mahal, maka lain halnya dengan negara-negara di Eropa, Amerika, maupun Timur Tengah.

Kemenparekaf berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian terhadap pasar wisata Perancis, Jerman, Belanda, Inggris, Rusia, Amerika, Kanada, dan Arab Saudi. Masing-masing pasar wisata tersebut memiliki karakteristik wisatawan yang berbeda (Venuemagz.com,16 November, 2023).

Wisatawan Perancis disebut perfeksionis, sensitif terhadap kemacetan, dan peduli pada lingkungan. Informasi ini menjadi penting untuk membidik wisatawan asal Perancis. Apalagi kondisi pariwisata Indonesia yang mulai muncul permasalahan kemacetan dan kerusakan lingkungan.

Pasar wisata Jerman juga sensitif terhadap lingkungan dengan mengejar keindahan alam saat berlibur. Aktivitas wisatawan Jerman dihabiskan pada destinasi wisata yang berorientasi pada ekowisata, wisata medis, dan wisata yang berkelanjutan.

Wisatawan Belanda dan Inggris memiliki kemiripan dalam senstivitas terhadap lingkungan. Perhatian terhadap lingkungan sangat tinggi, bahkan rela memberi kontribusi untuk faktor lingkungan. Wisatawan Inggris mengadopsi perilaku ramah lingkungan dengan membeli produk lokal saat berwisata.

Pengalaman berwisata menjadi perhatian bagi wisatawan Amerika. Hal ini disebabkan mereka memiliki hari libur yang hanya sedikit. Bagi wisatawan Amerika, faktor keamanan dan kebersihan destinasi wisata merupakan hal penting. Artinya mereka juga sensitif lingkungan.

Isu lingkungan belakangan ini memang menjadi atensi dunia. Tak heran jika wisatawan menuntut industri pariwisata menyuguhkan destinasi yang ramah lingkungan. Harga produk wisata akan selalu dikaitkan dengan kualitas lingkungan di destinasi.

Obral Lahan

Tuntutan wisatawan terhadap keberlanjutan lingkungan semestinya disikapi pemerintah dengan kebijakan yang mendukung. Bukan sebaliknya, alam dan lingkungan diobral untuk kepentingan membidik wisatawan. Tidak adanya ketegasan dari pemerintah menimbulkan obral lahan di sektor pariwisata.

Begitu mudah orang asing memiliki lahan di Indonesia untuk kepentingan pariwisata. Hal itu menimbulkan keprihatinan Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana, I Putu Anom terkait obral ijin bangun hotel dan pelanggaran peruntukan lahan di Bali ( radarbali.jawapos.com, 28 Mei 2024).

Pembangunan hotel di Bali, terutama di Bali Selatan sangat masif. Selain menimbulkan perang tarif, pembangunan hotel secara masif juga mengabaikan faktor lingkungan, obral lahan, dan alih fungsi lahan.

Menurut I Putu Anom, seharusnya ada aturan yang tegas dari pemerintah terkait  tata ruang dan peruntukan lahan. Dengan demikian investor tidak semena-mena membangun pada lokasi yang tidak semestinya.

Sangat disayangkan jika demi membidik wisatawan, berbagai aturan diterabas. Hotel-hotel dan villa dibangun di sempadan sungai, jurang, dan tebing. Lebih disayangkan lagi jika pemerintah tak segera mengambil langkah tegas.

Membidik wisatawan tanpa mempertimbangkan sensitivitas lingkungan dengan mengobral lahan tentu bukan hal bijak. Meningkatkan pendapatan ekonomi dari pariwisata itu penting. Namun menjaga alam agar tetap lestari, jauh lebih penting.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Manajemen Pengembangan Pariwisata di Daerah
Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia: Melompat dengan Beban Berat
Wisata Medis Mendulang Turis
Menimbang Dana Abadi Pariwisata
Tags: Pariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pementasan “Lubuk Gandamayu”, Lelampahan Anyar untuk Napak Pertiwi Ratu Sakti

Next Post

Berkah Hari Raya Idul Adha, Gede Sedia, Lelaki 70 Tahun Itu Jajakan Koran Bekas dengan Suka Cita

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Berkah Hari Raya Idul Adha, Gede Sedia, Lelaki 70 Tahun Itu Jajakan Koran Bekas dengan Suka Cita

Berkah Hari Raya Idul Adha, Gede Sedia, Lelaki 70 Tahun Itu Jajakan Koran Bekas dengan Suka Cita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co