4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wisata Medis Mendulang Turis

Chusmeru by Chusmeru
May 28, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MOTIF perjalanan wisata kini mulai beragam. Orang pergi ke satu negara atau daerah bukan hanya untuk menikmati pemandangan dan menyaksikan atraksi seni budaya saja. Saat ini banyak wisatawan atau turis yang bertjuan mencari pengobatan dan kesehatan seraya berekreasi.

Wisata medis (medical tourism) dikembangkan di berbagai negara dan daerah di Tanah Air untuk merespons motif wisatawan tersebut. Wisata medis merupakan produk wisata yang berorientasi pada pengobatan, pencegahan, dan perawatan kesehatan diri wisatawan.

Wisata medis menjadi alternatif dengan berbagai pertimbangan. Pertama, faktor biaya. Mahalnya biaya pengobatan atau perawatan tubuh di negara sendiri akan mendorong orang untuk pergi ke luar negeri. Untuk itu wisata medis menawarkan paket perawatan tubuh yang lebih murah.

Kedua, faktor sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur pelayanan medis. Tersedianya SDM yang mumpuni di bidang medis menjadi daya tarik bagi wisatawan. Infrastruktur yang lengkap dan modern juga menjadi pertimbangan wisatawan berkunjung ke suatu negara.

Ketiga, potensi alam, budaya, dan daya tarik wisata. Wisatawan dan keluarga yang berkunjung ke suatu negara, selain untuk kepentingan medis juga menikmati rekreasi di destinasi wisata. Sambil menemani keluarga yang menjalani perawatan medis, keluarga pasien dapat berwisata di destinasi yang ada di suatu negara atau daerah.

Menjanjikan  

Wisata medis pada umumnya terbagi menjadi dua, yaitu wisata kesehatan (health tourism) dan wisata kebugaran (wellness tourism). Wisata kesehatan merupakan perjalanan wisatawan ke suatu negara atau daerah untuk kepentingan pengobatan atau terapi medis. Wisatawan dapat terdiri dari pasien maupun keluarga yang mengantar.

Wisata kebugaran adalah perjalanan wisata yang dilakukan seseorang ke suatu negara atau daerah untuk mencari kebugaran diri, baik secara perseorangan maupun dengan kelompok. Destinasi yang dituju bisa berupa air terjun, spa, sanggar meditasi, maupun tempat kebugaran lain.

Banyak negara yang menawarkan wisata medis sebagai bagian dari produk wisata mereka. Singapura dan Korea Selatan, misalnya; merupakan negara yang memiliki produk wisata medis, baik untuk tujuan kesehatan maupun kebugaran.

Potensi wisata medis sesungguhnya sangat menjanjikan dari sisi ekonomis. Indonesia banyak kehilangan pendapatan dari wisata medis ini. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyebutkan, Indonesia kehilangan pendapatan sebesar 160 triliun rupiah dari wisata medis. Ini terjadi, karena orang Indonesia banyak yang melakukan pengobatan atau perawatan diri ke luar negeri (CNBC Indonesia, 11 Juli 2023)

 Indonesia memiliki banyak potensi, baik wisata kesehatan maupun wisata kebugaran. Indonesia banyak memiliki SDM di bidang kesehatan maupun terapeutik. Sumber daya alam dan budaya juga mendukung dikembangkannya wisata medis di Indonesia.

Tren wisata medis  menunjukkan hal positif di pasar wisata dunia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sendiri telah mencanangkan gagasan untuk menawarkan wisata medis ini kepada pasar wisata domestik maupun mancanegara untuk mendulang turis.

Mengantisipasi wisata medis, pemerintah meluncurkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur, Bali. Salah satu langkah adalah membangun Rumah Sakit Internasional. Harapannya, KEK Kesehatan di Sanur dapat menjadi satu kawasan unggulan untuk layanan kesehatan; baik untuk turis domestik maupun mancanegara.

Cerita sukses wisata medis datang dari Rumah Sakit Premier Bintaro, Kota Tanggerang Selatan, Banten. Rumah sakit ini memberikan layanan unggulan yang mampu menarik pasien dari dalam dan luar negeri. Beberapa layanan unggulan itu antara lain, Skin & Laser Clinic, Stroke Center, Spine Center, Orthopaedic Center, Vascular Center, dan Medical Check Up (Media Indonesia.com, 26 Juni 2022).

Oleh sebab itulah, rumah sakit harus menyusun strategi mendatangkan turis berobat ke Indonesia, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia untuk berobat di dalam negeri. Saat menunggu, pasien atau keluarga pasien bisa menggunakan waktu luangnya untuk traveling di sekitaran rumah sakit.

Kebugaran

Potensi wisata kebugaran sebagai bagian dari wisata medis juga tak kalah menjanjikan dibanding wisata kesehatan. Tantangan pengembangan wisata kebugaran datang dari sejauhmana pemerintah dan pengusaha industri pariwisata secara serius melakukan diversifikasi dan inovasi produk wisatanya dengan menjadikan wisata kebugaran sebagai bentuk produk dan layanan wisata bagi turis.

Pasca pandemi Covid-19, wisatawan cenderung menyukai destinasi wisata yang menyuguhkan keindahan, kesejukan, kebugaran, dan kesehatan. Indonesia banyak sekali memiliki potensi wisata medis kebugaran yang ada di berbagai daerah untuk mendulang turis.

 Potensi itu sejauh ini belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai produk wisata yang memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat setempat. Padahal, wisata medis juga dapat dipandang sebagai upaya pelestarian kearifan lokal yang ada di daerah.

Sayangnya, wisata medis belum optimal dikembangkan pemerintah sebagai produk wisata di Indonesia. Pengembangan beberapa destinasi super prioritas di Tanah Air lebih fokus pada wisata alam. Daerah-daerah seperti Sumatera Selatan, Jawa Barat, Yogya, Solo, Malang, Bali, Lombok, Maluku dapat mengembangkan wisata kebugaran.

 Dengan catatan, konsep pengembangannya harus dilandasi oleh kearifan lokal. Artinya, sumber daya manusia bidang kesehatan dan sumber daya alam wisata kebugaran harus dikemas berdasarkan nilai-nilai budaya yang ada di daerah ini.

Konsep wisata medis di daerah bukan hanya mengandalkan teknologi kesehatan semata, namun juga dapat dikembangkan dalam bentuk pengobatan tradisional, terapi, maupun spa tradisional. Selama ini orang mengenal wisata kesehatan dan kebugaran sebagai daya tarik wisata yang ada di rumah sakit atau gym. Padahal, kebugaran atau kesehatan juga bagian dari budaya masyarakat yang dapat diperoleh melalui pengobatan, terapi, maupun spa tradisional.

Bali merupakan salah satu daerah yang berhasil mengembangkan wisata kebugaran dengan pendekatan tradisional. Kearifan lokal Bali menjadi dasar dalam pengembangan wisata kebugaran, seperti pewacakan atau penerawangan batin, mandi kembang, minum loloh (jamu tradisional Bali), hingga meditasi dan yoga ( Tatkala.co, 13 November 2023)

Perkembangan wisata kebugaran di Bali secara ekonomis sangat menggembirakan. Paket wisata kebugaran diminati banyak wisatawan, mulai dari perdana menteri negara sahabat hingga aktor film Hollywood. Durasi wisata kebugaran juga sangat panjang, yaitu 10 hari. Dengan demikian akan meningkatkan lama tinggal wisatawan di Bali.

Begitu pula dengan spa yang berkembang pesat di Bali sebagai paket wisata kebugaran. Spa yang banyak dikelola di dalam hotel sudah menjadi produk penting dalam melayani wisatawan. Tercatat, sampai September 2023 di Kabupaten Badung, Bali terdapat 376 spa di hotel berbintang. Sungguh potensi yang luar biasa dari wisata medis untuk mendulang turis.

Proyeksi wisata medis di masa datang sangat cerah, sebagaimana juga dengan wisata olah raga maupun wisata konser. Potensi ekonominya sangat dirasakan masyarakat, karena sebagian besar produk wisata medis berasal dari sumber daya alam dan sumber daya manusia lokal yang ada di daerah. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Menimbang Dana Abadi Pariwisata
Wisata Lansia: Memanjakan “Baby Boomer”
Wisata Kemiskinan: Menjual Citra dan Nestapa
Wisata Edukasi untuk Generasi Alpha dan Z
Tags: ilmu pariwisataPariwisataPariwisata Medis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jegeg Bagus Bangli 2024: Berekspresi dan Berkreasi Mengembangkan Pariwisata dan Budaya Bangli

Next Post

Film “Bersama Membangun Negeri”, Komedi Satir Untuk Para Calon Legislatif

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Film “Bersama Membangun Negeri”, Komedi Satir Untuk Para Calon Legislatif

Film "Bersama Membangun Negeri", Komedi Satir Untuk Para Calon Legislatif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co