4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menghimpun Arsip, Memburu Masa Lalu — Dari Pameran Arsip Nahdlatul Ulama dan Benda-benda Sejarah Muslim Bali Utara

Son Lomri by Son Lomri
July 1, 2024
in Pameran
Menghimpun Arsip, Memburu Masa Lalu — Dari Pameran Arsip Nahdlatul Ulama dan Benda-benda Sejarah Muslim Bali Utara

Ibu Halimah pada Pameran Arsip Nahdlatul Ulama dan Benda-benda Sejarah Muslim Bali Utara | Foto: Son

BAGI setiap organisasi, arsip atau dokumentasi seperti foto, surat, dan benda-benda sejarah adalah salah satu bukti—yang dapat menceritakan dan mencitrakan bagaimana kondisi sosial, dan atau bagaimana orang-orang terdahulu mengalami peristiwa penting di jamannya.

Kesan itulah yang ditemukan pada Pameran Arsip dan Benda-benda Bersejarah Muslim Bali Utara yang diadakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang dibuka Minggu, 30 Juni 2024 di Jl. Anggrek No. 27 Kaliuntu, Singaraja, dalam rangka hari lahir PCNU yang ke-70. Pameran itu akan berlangsung sampai 2 Juli 2024,

Tempat pameran, yakni Gedung Sekretariat PCNU, tampak seperti miniatur museum masa lalu. Di luar, sebelum masuk ke ruangan utama, di beranda para pengunjung disuguhkan dengan foto-foto kegiatan orang-orang Nahdliyin di jaman dulu. Berikut dengan tahunnya, foto-foto itu tertempel dengan apik di dinding pameran.

Pameran Poto Jadul (jaman dulu) NU Buleleng | Foto:Hizkia

Ibu Halimah Marwi (53), ketika melihat gambar dirinya pada foto tahun 1987—saat menjadi pengurus IPPNU waktu itu—tampak wajahnya penuh haru, takjub setelah melihat foto itu.

Tak disangka seseorang telah mengabadikannya dahulu, dan mengingatkannya sekarang dalam bentuk pameran, bersejarah.

“Di tahun itu saya sedang menyiapkan konsumsi pada acara Pelatihan Administrasi PCNU Buleleng,” kata Halimah mengingat. “Saya di bagian konsumsi waktu itu. Lebih jauhnya saya gak inget lagi,” sambung perempuan paruh baya itu, yang sekarang menjadi pengurus Muslimat NU.

Kemudian di ruang utama, arsip-arsip tua bermacam jenis dan warnanya yang sudah kumuh itu, pun berderet panjang bergantungan di dalam ruangan menyambut pengunjung. Arsip-arsip itu tak lain adalah berkas-berkas kegiatan PCNU sekitar tahun 1954 hingga tahun 2000-an.

Benda Pusaka | Foto: Hizkia

“Kami mengapresiasi banget acara pameran foto dan dokumen bersejarah semacam ini. Untung segera ditemukan, arsip-arsip itu bersejarah, kan, sehingga penting untuk dirawat,” ucap Putu Dewi Puspitawati, Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Buleleng ang hadir dalam pembukaan pameran itu.

Kegiatan pameran arsip dan dokumen penting yang bernilai historis itu ternyata menjadi perhatian penuh bagi DAPD Buleleng. Bagaimana pengarsiapan secara digital setelah pameran ini, Putu Dewi Puspitawati dan pihaknya sangat siap memfasilitasi untuk menyimpannya secara digital, untuk menjaga arsip-arsip yang berhasil ditemukan itu agar tetap terjaga.

Sejarah adalah Peristiwa Penting, dan Arsip Penguatnya

Peristiwa, dalam bentuk gambar atau cerita dan surat, tambahan benda-benda pusaka seperti tongkat, pedang, trisula dan badik yang berkarat di luar ruangan pameran itu, menambah suasana kunjungan seperti kunjungan betulan pada sebuah museum benda-benda sejarah.

Pemotongan pita pembukaan pameran oleh Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Buleleng Putu Dewi Puspitawati | Foto: Hizkia

Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Buleleng Putu Dewi Puspitawati melihat foto-foto | Foto: Hizkia

Pedang, Trisula dan badik, adalah benda pusaka bersejarah. Sekitar abad ke-17, benda-benda tersebut disinyalir milik prajurit kerajaan Mataram Islam yang kemudian diberikan kepada Laskar Islam Kerajaan Buleleng sebagai hadiah.

“Secara tetap, pedang itu dirawat oleh keluarga Syamsul Hadi di Desa Tegalinggah, Buleleng” ucap Karim Abraham selaku Ketua Pelaksana saat menjelaskan benda sejarah di ruang pameran.

Kemudian, benda bersejarah lainnya seperti Al Quran kuno, dan puluhan koleksi kitab kuning berusia lebih 1 abad milik Almarhum KH Muhammad Murtadlo, pendiri PCNU Kabupaten Buleleng masih dalam kondisi layak membersamai pameran.

Ibu Halimah saat menunjukan dirinya di poto Tahun 1987 | Foto: Son

Setelah menjelaskan itu, Karim bercerita yang lain terkait bagaimana berdirinya NU di Buleleng—bermula setelah kedatangan salah seorang tokoh nasional pendiri NU KH. Abdul Wahab Chasbullah ke Singaraja sekitar tahun 1953.

Cerita itu didapatnya dari Surat Keputusan (SK) PBNU bernomor 5989/Tnf/V/’54 tertanggal 15 Mei 1954 tentang pengesahan berdirinya “Tjabang Nahdlatul Ulama Singaradja”, yang dalam SK tersebut menetapkan KH. Muhammad Murtadlo sebagai Rois Syuriah, seorang ulama terkemuka di Buleleng saat itu.

Dalam mengumpulkan foto dan dokumen penting semacam itu—terutama bagaimana sejarah berdirinya NU di Buleleng, Karim Abraham mengaku tak mudah. Namun semua itu dilakukan dengan penuh dedikasi sampai berani mengadakan Pameran “Foto-Dokumen NU Buleleng dan Benda Sejarah Muslim Bali Utara”.

Pameran itu adalah hasil usaha kerasnya dalam menyambung fragmen sejarah yang terpotong-potong dengan banyaknya dokumen yang berhasil ditemukan. “Kita coba rangkai sehingga menjadi cerita perjalanan NU Buleleng secara umum,” lanjutnya.

Sebelum pameran, di jauh-jauh hari, katanya, memang telah dilakukan pemburuan cerita dan benda-benda sejarah terkait NU dan Muslim di Bali Utara ke tiap-tiap desa (plosok), hingga ke ibu kota semacam Jakarta ke Dinas Pengarsipan Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk mengetahui secara pasti cerita dan sejarahnya dalam bentuk dokumen. Di sanalah ia menemukan arsip SK yang bernomor 5989/Tnf/V/’54 itu.

“Ini tidak mudah, mesti ke desa-desa dulu, ke para sepuh. Terus saya juga sempatkan diri ke Jakarta untuk melihat arsip SK berdirinya PCNU Buleleng,” lanjut Karim.

Pameran buku-buku tua | Foto: Hizkia

Dan ternyata hasil blusukannya itu membuahkan hasil sangat baik. Sekitar 100 koleksi foto dari lintas generasi, termasuk beberapa foto tokoh nasional yang menghadiri kegiatan NU di Buleleng berhasil dipamerkannya.

Bahkan dokumen yang dipajang juga tidak kalah banyaknya dari itu, sekitar 100 lebih arsip dengan kondisinya masih cukup baik ikut serta memperkaya pameran itu sebagai miniatur museum.

Bahkan, Karim menganggap itu hanya sebagian saja yang tampak, karena masih banyak yang belum diketahui atau ditemukan dokumen-dokumen penting lainnya.

Apalagi terdapat beberapa fase tahun dalam kepengurusan yang sama sekali hilang (belum ditemukan arsipnya). “Ini bisa jadi karena sekretariat dulu yang berpindah-pindah, dimungkinkan masih banyak tercecer di berbagai tempat,” tuturnya. [T]

Pameran surat-surat di masa lalu | Foto: Hizkia

Pemotongan Tumpeng Harlah NU Ke-70 | Foto: Hizkia

Sholawat Badar Diciptakan di Bali?: Sebuah Analisis Pinggiran
Mengenal H.M. Said Budairy dan Napak Tilasnya di Buleleng-Bali
Mengaku Dekat Gus Dur, Tapi Menjauhi Pemikirannya
Tags: bulelengMuslimmuslim balimuslim bulelengNahdlatul UlamaPameranpameran arsipPCNU Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ada Sampah Plastik yang Estetik di Taman Bung Karno, Buleleng — Ini Karya Siswa SMPN 3 Sukasada

Next Post

Bule Berulah, Pariwisata Kena Getah

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

Read moreDetails

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
0
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

Read moreDetails

Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

PAMERAN seni rupa bertajuk Prakriti–Pustaka–Padma 2026 di Museum ARMA, Ubud, menghadirkan ruang apresiasi yang kaya akan keberagaman medium, gagasan, dan...

Read moreDetails

Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

by Adwan SA
July 6, 2026
0
Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

PALEMBANG pada 21 Juni 2026 memang sedang garang-garangnya, seolah tidak menyisakan kulit untuk bersantai dan dibelai lembut oleh kehadirannya. Asmaran...

Read moreDetails

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

Read moreDetails

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
0
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Bule Berulah, Pariwisata Kena Getah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co