2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ada Sampah Plastik yang Estetik di Taman Bung Karno, Buleleng — Ini Karya Siswa SMPN 3 Sukasada

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
June 30, 2024
in Ulas Rupa
Ada Sampah Plastik yang Estetik di Taman Bung Karno, Buleleng — Ini Karya Siswa SMPN 3 Sukasada

Topeng dan lukisan dari sampah plastik karya siswa SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

PAMERAN seni rupa merupakan ajang untuk memperlihatkan eksistensi individu seniman maupun komunitas kepada masyarakat luas. Pameran adalah sebuah alat komunikasi dua sisi, komunikasi antara seniman dan penikmat seni.

Ada banyak hal yang bisa tersampaikan melalui kegiatan pameran seni rupa. Misalnya menyampaikan pesan lewat karya, menyentil, mengkritik, bahkan memberikan pengetahuan baru terkait ide dan gagasan kepada pengunjung yang datang.

Sabtu, 29 Juni 2024, di penghujung bulan Juni, yang merupakan Bulan Bung Karno, siswa SMP Negeri 3 Sukasada berpameran di Ruang Terbuka Hijau, Taman Bung Karno, Sukasada, Buleleng.  Pameran itu merupakan rangkaian kegiatan Pekan Apresiasi Seni.

Lukis plastik karya siswa SMPN 3 Sukasada | Foto: Susila Priangga

Siswa-siswa SMP itu memamerkan 86 karya lukis plastik siswa dan 10 karya topeng bubur kertas yang di-finishing dengan plastik.

Lukis plastik yang dipamerkan siswa-siswa SMP itu menjadi jenis karya lukis baru dengan tema “Plastik Estetik”. Lukisan-lukisan itu memberikan kesan baru terhadap sampah plastik yang ada di lingkungan sekitarnya.

Lukisan ini sepertinya bisa disebut sebagai hasil sulap sampah plastik bekas snack, mi instan, permen dan sampah plastik penuh warna lainnya, dan menjadi karya yang semestinya patut diberikan apresiasi sebesar-besarnya. Keinginan dan semangat siswa dalam berkarya patut diacungi jempol sebesar-besarna. Mereka sampai “turun gunung” untuk memperlihatkan eksistensinya, memberikan tamparan bagi kita yang berpikir remeh tentang sebuah karya dan sebuah pameran.

Plastik bisa berperan sangat penting dalam sebuah hasil karya. Teknik menempel yang kini sedang eksis dalam banyak kegiatan seni rupa, telah memberikan banyak kemudahan bagi siswa untuk menciptakan hasil karya lukis ang menarik. Aneka plastik bekas yang penuh warna, bisa dikombinasikan dengan baik sehingga tak memerlukan penggunaan cat lagi dalam berkarya.

Lukis plastik karya siswa SMPN 3 Sukasada | Foto: Susila Priangga

Penggantian cat bisa berpengaruh dalam kegiatan berkarya, terutama dari segi ekonomi. Ya, ekonomi siswa sangat berpengaruh dalam berkarya. Ketika seorang guru berharap semua siswa bisa berkarya, namun alasan ekonomi yang menjadi dasar ketidakmampuan mereka dalam menyediakannya, merupakan satu masalah yang tentunya harus ada solusinya. Dan solusi itu ada disekitar kita. Sampah plastik yang menjadi momok menakutkan karena susah terurai dan menjadi sumber penyakit, kini menjadi karya yang sama sekali tidak menakutkan.

Lukis plastik dalam karya-karya siswa SMPN 3 Sukasada ini menggunakan teknik menempel, selayaknya seni lukis mozaik, montase dan kolase, yang dibuat dengan teknik menempel biji, kepingan dan potongan sehingga terbentuk sebuah objek yang diinginkan. Dalam lukis plastik, juga digunakan teknik menempel kepingan plastik yang sudah dipotong sesuai pola warna yang diinginkan.

Lukis plastik dipopulerkan oleh Made Oplas, salah satu seniman dari Buleleng. Made Oplas gencar mensosialisasikan dan mendemonstrasikan plastik menjadi karya yang estetik.

Selain dengan teknik menempel yang sederhana dan mudah dilakukan, berbagai penndukung dalam berkarya juga mudah didapat. Siswa mencari media gambar yang akan di tempeli plastik melalui internet. Tersedia banyak sekali gambar siap tempel yang di sesuaikan dengan keinginan siswa. Sehingga proses berkarya akan semakin mudah dilakukan.

Memang sangat perlu untuk terus dilanjutkan, pengolahan sampah plastik menjadi barang-barang yang memiliki nilai jual dan karya-karya yang menarik, karena sampah plastik sudah sangat mengkhawatirkan. Berserakan dan terus terlahir tanpa henti, walau dengan himbauan dan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentang pengurangan sampah plastik, namun sampah plastik masih terlalu banyak untuk di lingkungan kita.

Pengunjung memperhatikan karya lukis Plastik Estetik dan topeng yang dipamerkan siswa SMPN 3 Sukasada di Taman Bung Karno, Sukasada, Buleleng | Foto: Susila Priangga

Dengan mengajak siswa berkarya seni lukis plastik ini, di harap siswa mendapat pengetahuan baru, tentang bagaimana mengolah sampah plastik menjadi sebuah karya yang indah dilihat. Walau dengan skala yang masih kecil, namun bekal itu tentu akan menjadi sangat berarti nanti di masyarakat.

Ketika pengalaman berkarya itu diterapkan masyarakat, maka akan berpengaruh besar dalam pengolahan sampah. Akan muncul inovasi-inovasi baru dari mereka dalam hal memanfaatkan sampah, dan akan muncul produk-produk serta karya yang luar biasa kelak.

Selain pengaruh terhadap siswa, pameran ini bertujuan untuk mensosialisasikan pengolahan sampah kertas dan plastik kepada masyarakat umum. Bahwa bungkus snack yang kita punya dapat bernilai seni dan dapat menghiasi tembok rumah kita.

Masyarakat juga perlu mendapatkan pemahaman terkait pengolahan sampah dan lingkungan yang bersih. Dengan diadakan pameran ini, diharapkan masyarakat akan memiliki pertanyaan-pertanyaan terkait karya yang dipamerkan, dan di sanalah peran siswa yang sudah memiliki pengetahuan terkait karya akan bisa menjelaskan dan mensosialisasikan karya yang mereka buat, termasuk cara pembuatannya.

Selain itu, saat pameran berlangsung, siswa juga langsung mendemonstrasikan cara pembuatan karya, sehingga pengunjung dapat melihat langsung dan bertanya langsung pada siswa.

Lukis plastik dan topeng karya siswa SMPN 3 Sukasada | Foto: Susila Priangga

Pameran ini tentu berbeda dengan pameran yang dilakukan siswa SMP Negeri 3 Sukasada tahun lalu. Setahun lalu, siswa-siswa itu mengangkat tema Harmonisasi Cetak Daun dan berpameran di sekolah. Pengunjung yang hadir dari kalangan siswa, guru dan pegawai, serta masyarakat sekitar sekolah saja. Kali ini siswa mencoba mencari suasana baru dengan berani tampil untuk berpameran ke tempat umum dengan membawa nama sekolah, berharap banyak yang melirik sekolah dan pengunjung lebih banyak yang hadir untuk menikmati hasil karya siswa.

Iya, pihak sekolah memang memberikan dukungan penuh untuk kegiatan siswa yang positif seperti pameran ini. Dan terus mendukung untuk dilaksanakan tiap tahunnya.

Tahun lalu karya lukis cetak daun dengan teknik grafis (cap) dilaksanakan di sekolah, kini lukis plastik teknik tempel dilaksanakan di RTH Taman Bung Karno. Tahun depan karya apa, tekniknya bagaimana dan dilaksanakan dimana? Sebuah PR yang tentu harus di persiapkan dari sekarang, untuk pengalaman siswa dan tentunya mengharumkan nama sekolah.

Mari kita tunggu bersama, karya siswa SMP Negeri 3 Sukasada tahun depan. [T]

Topeng dari kertas dan sampah plastik karya siswa SMPN 3 Sukasada

Pameran Seni Rupa “Harmonisasi Cetak Daun” Meriahkan HUT SMPN 3 Sukasada
Dampak Baik Apresiasi Kepada Diri, Siswa dan Siapa Saja | Catatan HUT SMPN 3 Sukasada
Purnami dan Diva, Siswi SMPN 3 Sukasada, Juara Olimpiade Tingkat Nasional – Berawal dari Medsos

Tags: Pameran Seni Rupasampah plastikSMPN 3 Sukasada
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seni Tradisional Jawa dan Toraja dari Komunitas Indonesia Colorado Amerika Serikat dan ARCINDA

Next Post

Menghimpun Arsip, Memburu Masa Lalu — Dari Pameran Arsip Nahdlatul Ulama dan Benda-benda Sejarah Muslim Bali Utara

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails
Next Post
Menghimpun Arsip, Memburu Masa Lalu — Dari Pameran Arsip Nahdlatul Ulama dan Benda-benda Sejarah Muslim Bali Utara

Menghimpun Arsip, Memburu Masa Lalu -- Dari Pameran Arsip Nahdlatul Ulama dan Benda-benda Sejarah Muslim Bali Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co