2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ada Sampah Plastik yang Estetik di Taman Bung Karno, Buleleng — Ini Karya Siswa SMPN 3 Sukasada

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
June 30, 2024
in Ulas Rupa
Ada Sampah Plastik yang Estetik di Taman Bung Karno, Buleleng — Ini Karya Siswa SMPN 3 Sukasada

Topeng dan lukisan dari sampah plastik karya siswa SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

PAMERAN seni rupa merupakan ajang untuk memperlihatkan eksistensi individu seniman maupun komunitas kepada masyarakat luas. Pameran adalah sebuah alat komunikasi dua sisi, komunikasi antara seniman dan penikmat seni.

Ada banyak hal yang bisa tersampaikan melalui kegiatan pameran seni rupa. Misalnya menyampaikan pesan lewat karya, menyentil, mengkritik, bahkan memberikan pengetahuan baru terkait ide dan gagasan kepada pengunjung yang datang.

Sabtu, 29 Juni 2024, di penghujung bulan Juni, yang merupakan Bulan Bung Karno, siswa SMP Negeri 3 Sukasada berpameran di Ruang Terbuka Hijau, Taman Bung Karno, Sukasada, Buleleng.  Pameran itu merupakan rangkaian kegiatan Pekan Apresiasi Seni.

Lukis plastik karya siswa SMPN 3 Sukasada | Foto: Susila Priangga

Siswa-siswa SMP itu memamerkan 86 karya lukis plastik siswa dan 10 karya topeng bubur kertas yang di-finishing dengan plastik.

Lukis plastik yang dipamerkan siswa-siswa SMP itu menjadi jenis karya lukis baru dengan tema “Plastik Estetik”. Lukisan-lukisan itu memberikan kesan baru terhadap sampah plastik yang ada di lingkungan sekitarnya.

Lukisan ini sepertinya bisa disebut sebagai hasil sulap sampah plastik bekas snack, mi instan, permen dan sampah plastik penuh warna lainnya, dan menjadi karya yang semestinya patut diberikan apresiasi sebesar-besarnya. Keinginan dan semangat siswa dalam berkarya patut diacungi jempol sebesar-besarna. Mereka sampai “turun gunung” untuk memperlihatkan eksistensinya, memberikan tamparan bagi kita yang berpikir remeh tentang sebuah karya dan sebuah pameran.

Plastik bisa berperan sangat penting dalam sebuah hasil karya. Teknik menempel yang kini sedang eksis dalam banyak kegiatan seni rupa, telah memberikan banyak kemudahan bagi siswa untuk menciptakan hasil karya lukis ang menarik. Aneka plastik bekas yang penuh warna, bisa dikombinasikan dengan baik sehingga tak memerlukan penggunaan cat lagi dalam berkarya.

Lukis plastik karya siswa SMPN 3 Sukasada | Foto: Susila Priangga

Penggantian cat bisa berpengaruh dalam kegiatan berkarya, terutama dari segi ekonomi. Ya, ekonomi siswa sangat berpengaruh dalam berkarya. Ketika seorang guru berharap semua siswa bisa berkarya, namun alasan ekonomi yang menjadi dasar ketidakmampuan mereka dalam menyediakannya, merupakan satu masalah yang tentunya harus ada solusinya. Dan solusi itu ada disekitar kita. Sampah plastik yang menjadi momok menakutkan karena susah terurai dan menjadi sumber penyakit, kini menjadi karya yang sama sekali tidak menakutkan.

Lukis plastik dalam karya-karya siswa SMPN 3 Sukasada ini menggunakan teknik menempel, selayaknya seni lukis mozaik, montase dan kolase, yang dibuat dengan teknik menempel biji, kepingan dan potongan sehingga terbentuk sebuah objek yang diinginkan. Dalam lukis plastik, juga digunakan teknik menempel kepingan plastik yang sudah dipotong sesuai pola warna yang diinginkan.

Lukis plastik dipopulerkan oleh Made Oplas, salah satu seniman dari Buleleng. Made Oplas gencar mensosialisasikan dan mendemonstrasikan plastik menjadi karya yang estetik.

Selain dengan teknik menempel yang sederhana dan mudah dilakukan, berbagai penndukung dalam berkarya juga mudah didapat. Siswa mencari media gambar yang akan di tempeli plastik melalui internet. Tersedia banyak sekali gambar siap tempel yang di sesuaikan dengan keinginan siswa. Sehingga proses berkarya akan semakin mudah dilakukan.

Memang sangat perlu untuk terus dilanjutkan, pengolahan sampah plastik menjadi barang-barang yang memiliki nilai jual dan karya-karya yang menarik, karena sampah plastik sudah sangat mengkhawatirkan. Berserakan dan terus terlahir tanpa henti, walau dengan himbauan dan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentang pengurangan sampah plastik, namun sampah plastik masih terlalu banyak untuk di lingkungan kita.

Pengunjung memperhatikan karya lukis Plastik Estetik dan topeng yang dipamerkan siswa SMPN 3 Sukasada di Taman Bung Karno, Sukasada, Buleleng | Foto: Susila Priangga

Dengan mengajak siswa berkarya seni lukis plastik ini, di harap siswa mendapat pengetahuan baru, tentang bagaimana mengolah sampah plastik menjadi sebuah karya yang indah dilihat. Walau dengan skala yang masih kecil, namun bekal itu tentu akan menjadi sangat berarti nanti di masyarakat.

Ketika pengalaman berkarya itu diterapkan masyarakat, maka akan berpengaruh besar dalam pengolahan sampah. Akan muncul inovasi-inovasi baru dari mereka dalam hal memanfaatkan sampah, dan akan muncul produk-produk serta karya yang luar biasa kelak.

Selain pengaruh terhadap siswa, pameran ini bertujuan untuk mensosialisasikan pengolahan sampah kertas dan plastik kepada masyarakat umum. Bahwa bungkus snack yang kita punya dapat bernilai seni dan dapat menghiasi tembok rumah kita.

Masyarakat juga perlu mendapatkan pemahaman terkait pengolahan sampah dan lingkungan yang bersih. Dengan diadakan pameran ini, diharapkan masyarakat akan memiliki pertanyaan-pertanyaan terkait karya yang dipamerkan, dan di sanalah peran siswa yang sudah memiliki pengetahuan terkait karya akan bisa menjelaskan dan mensosialisasikan karya yang mereka buat, termasuk cara pembuatannya.

Selain itu, saat pameran berlangsung, siswa juga langsung mendemonstrasikan cara pembuatan karya, sehingga pengunjung dapat melihat langsung dan bertanya langsung pada siswa.

Lukis plastik dan topeng karya siswa SMPN 3 Sukasada | Foto: Susila Priangga

Pameran ini tentu berbeda dengan pameran yang dilakukan siswa SMP Negeri 3 Sukasada tahun lalu. Setahun lalu, siswa-siswa itu mengangkat tema Harmonisasi Cetak Daun dan berpameran di sekolah. Pengunjung yang hadir dari kalangan siswa, guru dan pegawai, serta masyarakat sekitar sekolah saja. Kali ini siswa mencoba mencari suasana baru dengan berani tampil untuk berpameran ke tempat umum dengan membawa nama sekolah, berharap banyak yang melirik sekolah dan pengunjung lebih banyak yang hadir untuk menikmati hasil karya siswa.

Iya, pihak sekolah memang memberikan dukungan penuh untuk kegiatan siswa yang positif seperti pameran ini. Dan terus mendukung untuk dilaksanakan tiap tahunnya.

Tahun lalu karya lukis cetak daun dengan teknik grafis (cap) dilaksanakan di sekolah, kini lukis plastik teknik tempel dilaksanakan di RTH Taman Bung Karno. Tahun depan karya apa, tekniknya bagaimana dan dilaksanakan dimana? Sebuah PR yang tentu harus di persiapkan dari sekarang, untuk pengalaman siswa dan tentunya mengharumkan nama sekolah.

Mari kita tunggu bersama, karya siswa SMP Negeri 3 Sukasada tahun depan. [T]

Topeng dari kertas dan sampah plastik karya siswa SMPN 3 Sukasada

Pameran Seni Rupa “Harmonisasi Cetak Daun” Meriahkan HUT SMPN 3 Sukasada
Dampak Baik Apresiasi Kepada Diri, Siswa dan Siapa Saja | Catatan HUT SMPN 3 Sukasada
Purnami dan Diva, Siswi SMPN 3 Sukasada, Juara Olimpiade Tingkat Nasional – Berawal dari Medsos

Tags: Pameran Seni Rupasampah plastikSMPN 3 Sukasada
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seni Tradisional Jawa dan Toraja dari Komunitas Indonesia Colorado Amerika Serikat dan ARCINDA

Next Post

Menghimpun Arsip, Memburu Masa Lalu — Dari Pameran Arsip Nahdlatul Ulama dan Benda-benda Sejarah Muslim Bali Utara

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Mantra Visual Made Wiradana

by Hartanto
August 2, 2026
0
Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

Read moreDetails

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

by Gustra Adnyana
July 31, 2026
0
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Di tepian aliran sungai Petanu, sebuah ruang seni baru tumbuh di tengah lanskap hijau Ubud. Buki Gallery di Bumi Kinar...

Read moreDetails

Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

by Angga Wijaya
July 30, 2026
0
Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

ADA perubahan yang menarik dalam lanskap seni kriya Indonesia dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu kriya lebih sering dipahami sebagai...

Read moreDetails

Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

by Hartanto
July 30, 2026
0
Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

EMPAT karya dari empat pelukis Bali kontemporer yang turut berpartisipasi dalam Jogja Annual Art ke-11, yakni I Made Ruta, Ida...

Read moreDetails

Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

by Angga Wijaya
July 28, 2026
0
Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

TIDAK semua peninggalan masa lalu hadir sebagai bangunan megah atau artefak yang tersimpan di museum. Ada warisan yang jauh lebih...

Read moreDetails

Orkestra Warna Kun Adnyana

by Hartanto
July 25, 2026
0
Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

Read moreDetails

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

by Angga Wijaya
July 24, 2026
0
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

BARANGKALI kita terlalu sering memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar diri. Gunung adalah bentang yang dikunjungi ketika musim...

Read moreDetails

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

by Hartanto
July 24, 2026
0
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Pameran Yogya Annual Art ke-11 yang mengambil tema Direction (Arah) digelar di Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan No. 88, Ngestiharjo, Kasihan,...

Read moreDetails

Kosmologi Sulur Wayan Setem

by Hartanto
July 23, 2026
0
Kosmologi Sulur Wayan Setem

PAMERAN Yogya Annual Art #11 dengan tema Direction (Arah) sangatlah menarik. Sebab, pameran ini menghadirkan medan ‘refleksi’ yang unik, terutama...

Read moreDetails

Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

by Angga Wijaya
July 23, 2026
0
Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

JIKA seni memiliki kemampuan mengembalikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, maka Sundari Rajata melakukannya melalui sebuah kebaya. Busana yang...

Read moreDetails
Next Post
Menghimpun Arsip, Memburu Masa Lalu — Dari Pameran Arsip Nahdlatul Ulama dan Benda-benda Sejarah Muslim Bali Utara

Menghimpun Arsip, Memburu Masa Lalu -- Dari Pameran Arsip Nahdlatul Ulama dan Benda-benda Sejarah Muslim Bali Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co