15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dampak Baik Apresiasi Kepada Diri, Siswa dan Siapa Saja | Catatan HUT SMPN 3 Sukasada

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
April 8, 2023
in Khas
Dampak Baik Apresiasi Kepada Diri, Siswa dan Siapa Saja | Catatan HUT SMPN 3 Sukasada

Susila Priangga, Agung Mega, dan siswa kelas VII SMPN 3 Sukasada dalam acara Bazar

APRESIASI ADALAH SUATU proses melihat, mendengar, menghayati, menilai, menjiwai serta menghargai. Yang dilakukan oleh seseorang terhadap sebuah karya atau tindakan orang lain bahkan diri sendiri. Dalam keseharian kita sering melakukan hal itu, walau dengan sekala kecil, kagum misalnya.

Memperhatikan dan mendengar orang yang sedang berbicara, merupakan salah satu apresiasi yang kita berikan terhadap lawan bicara kita. Memberikan tepuk tangan dan pujian akan sesuatu adalah bentuk apresiasi yang ringan namun cukup berdampak baik pada orang lain. Dalam sakala besar dapat berupa kritik, masukan dan penghargaan akan sesuatu.

Ketika kita mengapresiasi sebuah karya atau tindakan, maka tentu akan memberikan dampak yang signifikan. Akan terjadi perubahan yang dirasakan pada pemilik objek yang kita apresiasi tersebut. Banyak orang tidak memahami dampak yang ditimbulkan tersebut, dan bahkan menganggap remeh sebuah apresiasi namun tanpa di sadari sering melakukan itu pada diri sendiri.

Gita, Susila Priangga, Dita

Apresiasi pada diri sendiri sering dan mungkin setiap waktu kita lakukan. Ketika kita bercermin, melihat wajah kita dan mengatakan bahwa wajah kita tampan atau cantik, merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap diri. Menghargai dan menyanjung diri sendiri membuat kita menjadi lebih percaya diri dalam melakukan kegiatan. Percaya diri itu merupakan sebuah dampak yang terjadi ketika kita mengapresiasi wajah yang kita miliki.

Begitu juga sebaliknya, ketika apresiasi itu tidak diberikan, tentu juga akan menimbulkan dampak. Dampak tersebut akan mempengaruhi setiap tindakan yang dilakukan. Sama seperti ketika kita tidak percaya diri, hal itu karena kita gagal mengapresiasi diri sendiri, maka kita akan merasa minder, tidak mampu, bahkan mental kita akan terganggu dalam rutinitas.

Lalu, bagaimana pengaruh apresiasi terhadap karya dan tindakan yang dilakukan siswa? Tentunya akan menimbulkan dampak yang luas ketika kita kurang atau bahkan gagal mengapresiasi. Berpengaruh terhadap semangat belajar, perilaku, bahkan bisa menimbulkan rasa benci yang besar karena sesuatu yang telah susah payah dilakukan tidak mendapat respon yang bagus.

Semangat belajar dapat meningkat dan menurun drastis, perilaku dapat berubah menjadi baik dan buruk, rasa bangga bahkan benci dapat tercipta, tergantung proses apresiasi tersebut.

Pada acara HUT SMPN 3 Sukasada,  1 April 2023, diselenggarakan pameran karya siswa untuk memeriahkan acara HUT. Karena pameran dibuka untuk umum dan berlangsung selama 7 hari, tentu terjadi proses apresiasi di sana.

Siswa yang berpameran bisa di bilang haus akan sebuah penghargaan, menginginkan banyak orang datang dan menikmati karya yang telah mereka buat. Apalagi karya yang mereka punya bukan hanya dipamerkan, juga untuk dijual apabila ada pengunjung yang berminat. Hal itu mengakibatkan mereka bersemangat menyebarkan informasi pameran yang berlangsung kepada semua orang.

Putri Andani, Somadana, Wedayani

Terlihat rasa bangga di wajah mereka, ketika banyak pengunjung yang datang, bertanya terkait karya mereka, dan mereka bersemangat menjelaskan. Bahkan mereka kegirangan ketika beberapa guru dan pengunjung dari luar sekolah berinisiatif membeli beberapa karya.

Tak terbayangkan bagaimana rasa bangga yang mereka rasakan. Dan tentunya, ketika hal seperti ini terjadi, semangat berkarya dan membuat tugas dengan sungguh-sungguh akan muncul dalam diri mereka. Karena mereka merasa puas, dan tidak rugi dalam berkarya.

Namun apa yang terjadi ketika apresiasi tidak terjadi dalam acara pameran tersebut ? Sedikit orang yang berkunjung, pengunjung tidak benar-benar menikmati karya, karya tidak ada yang terjual dan semua orang remeh terhadap acara tersebut.

Ya, siswa akan kecewa, merasa rugi membuat karya, dan enggan mengikuti kegiatan serupa bahkan timbul rasa benci terhadap siapa-siapa yang menganggap acara itu remeh. Ini adalah dampak buruk berkelanjutan dan susah diperbaiki.

Ketika hal tersebut terjadi, apakah dampaknya akan terasa kepada siswa yang berpameran saja ? Tentu tidak, semua yang menyaksikan perlakuan tersebut mendapat dampaknya. Siswa lain misalnya, ketika di ajak melakukan kegiatan yang sama di kemudian hari, akan merasa takut. Karena kejadian saat ini mereka saksikan sendiri. Mereka takut hal yang sama terjadi pada mereka. Mereka takut menjadi bahan olok-olok semua orang.

Terhadap guru, mungkin ada yang menggunakan hal seperti ini untuk memperbaiki kesalahan ketika membuat sebuah kegiatan serupa. Namun tentu akan ada yang enggan dan memilih untuk tidak melakukan kegiatan serupa karena merasa sesuatu yang mereka susun dengan susah payah, berakhir tanpa penghargaan.

Dede, Susila Priangga, Dwik

Dalam memberikan apresiasi tidak harus dengan skala besar. Misal dalam pameran karya siswa, tidak harus membeli karya, datang ke tempat pameran, lihat karya mereka dan memberikan semangat serta pujian merupakan sebuah apresiasi yang cukup untuk pematik api semangat siswa. Bahkan ketika seseorang tidak terlalu suka terhadap karya yang di pamerkan, datang ke ruangan dan seakan-akan menikmati, juga memberikan pengaruh besar terhadap siswa. Walaupun kenyataannya dengan pura-pura menikmati.

Kegiatan apresiasi terhadap karya siswa juga terjadi pada bazar yang dilakukan di SMP N 3 Sukasada. Bazar itu hasil Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dilakukan siswa kelas VII. Bazar menghadirkan produk kripik singkong, pisang dan kacang.

Momen ini merupakan ajang memberikan apresiasi terhadap hasil kerja siswa. Ketika guru dan siswa ikut membeli produknya, siswa merasa puas telah bekerja dengan sungguh-sungguh dan ada hasil jualan yang dapat mereka raih. Dampak sebaliknya akan terjadi ketika produk mereka tidak mendapat apresiasi dari warga sekolah.

Sekarang pilihan kita, paksakan diri untuk berusaha mengapresiasi agar dampak baik bisa di petik, atau enggan sedikit mengapresiasi dan dampak buruk jangka panjang siap menghampiri.  [T]

Pameran Seni Rupa “Harmonisasi Cetak Daun” Meriahkan HUT SMPN 3 Sukasada
Merdeka Belajar di SMPN 2 Sawan: Belajar Memasak Dulu, Bikin Bazar Kemudian
Menggali Kearifan Lokal dalam Kurikulum Merdeka
Tags: apresiasi seniPendidikanSMPN 3 Sukasada
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pandan Berduri dan Ketajaman Pikiran

Next Post

Puisi-puisi Muhammad Farhan Azizi | Sabun Cuci Kuah Nasi

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

Read moreDetails

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

Read moreDetails

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Muhammad Farhan Azizi | Sabun Cuci Kuah Nasi

Puisi-puisi Muhammad Farhan Azizi | Sabun Cuci Kuah Nasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co