14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dampak Baik Apresiasi Kepada Diri, Siswa dan Siapa Saja | Catatan HUT SMPN 3 Sukasada

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
April 8, 2023
in Khas
Dampak Baik Apresiasi Kepada Diri, Siswa dan Siapa Saja | Catatan HUT SMPN 3 Sukasada

Susila Priangga, Agung Mega, dan siswa kelas VII SMPN 3 Sukasada dalam acara Bazar

APRESIASI ADALAH SUATU proses melihat, mendengar, menghayati, menilai, menjiwai serta menghargai. Yang dilakukan oleh seseorang terhadap sebuah karya atau tindakan orang lain bahkan diri sendiri. Dalam keseharian kita sering melakukan hal itu, walau dengan sekala kecil, kagum misalnya.

Memperhatikan dan mendengar orang yang sedang berbicara, merupakan salah satu apresiasi yang kita berikan terhadap lawan bicara kita. Memberikan tepuk tangan dan pujian akan sesuatu adalah bentuk apresiasi yang ringan namun cukup berdampak baik pada orang lain. Dalam sakala besar dapat berupa kritik, masukan dan penghargaan akan sesuatu.

Ketika kita mengapresiasi sebuah karya atau tindakan, maka tentu akan memberikan dampak yang signifikan. Akan terjadi perubahan yang dirasakan pada pemilik objek yang kita apresiasi tersebut. Banyak orang tidak memahami dampak yang ditimbulkan tersebut, dan bahkan menganggap remeh sebuah apresiasi namun tanpa di sadari sering melakukan itu pada diri sendiri.

Gita, Susila Priangga, Dita

Apresiasi pada diri sendiri sering dan mungkin setiap waktu kita lakukan. Ketika kita bercermin, melihat wajah kita dan mengatakan bahwa wajah kita tampan atau cantik, merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap diri. Menghargai dan menyanjung diri sendiri membuat kita menjadi lebih percaya diri dalam melakukan kegiatan. Percaya diri itu merupakan sebuah dampak yang terjadi ketika kita mengapresiasi wajah yang kita miliki.

Begitu juga sebaliknya, ketika apresiasi itu tidak diberikan, tentu juga akan menimbulkan dampak. Dampak tersebut akan mempengaruhi setiap tindakan yang dilakukan. Sama seperti ketika kita tidak percaya diri, hal itu karena kita gagal mengapresiasi diri sendiri, maka kita akan merasa minder, tidak mampu, bahkan mental kita akan terganggu dalam rutinitas.

Lalu, bagaimana pengaruh apresiasi terhadap karya dan tindakan yang dilakukan siswa? Tentunya akan menimbulkan dampak yang luas ketika kita kurang atau bahkan gagal mengapresiasi. Berpengaruh terhadap semangat belajar, perilaku, bahkan bisa menimbulkan rasa benci yang besar karena sesuatu yang telah susah payah dilakukan tidak mendapat respon yang bagus.

Semangat belajar dapat meningkat dan menurun drastis, perilaku dapat berubah menjadi baik dan buruk, rasa bangga bahkan benci dapat tercipta, tergantung proses apresiasi tersebut.

Pada acara HUT SMPN 3 Sukasada,  1 April 2023, diselenggarakan pameran karya siswa untuk memeriahkan acara HUT. Karena pameran dibuka untuk umum dan berlangsung selama 7 hari, tentu terjadi proses apresiasi di sana.

Siswa yang berpameran bisa di bilang haus akan sebuah penghargaan, menginginkan banyak orang datang dan menikmati karya yang telah mereka buat. Apalagi karya yang mereka punya bukan hanya dipamerkan, juga untuk dijual apabila ada pengunjung yang berminat. Hal itu mengakibatkan mereka bersemangat menyebarkan informasi pameran yang berlangsung kepada semua orang.

Putri Andani, Somadana, Wedayani

Terlihat rasa bangga di wajah mereka, ketika banyak pengunjung yang datang, bertanya terkait karya mereka, dan mereka bersemangat menjelaskan. Bahkan mereka kegirangan ketika beberapa guru dan pengunjung dari luar sekolah berinisiatif membeli beberapa karya.

Tak terbayangkan bagaimana rasa bangga yang mereka rasakan. Dan tentunya, ketika hal seperti ini terjadi, semangat berkarya dan membuat tugas dengan sungguh-sungguh akan muncul dalam diri mereka. Karena mereka merasa puas, dan tidak rugi dalam berkarya.

Namun apa yang terjadi ketika apresiasi tidak terjadi dalam acara pameran tersebut ? Sedikit orang yang berkunjung, pengunjung tidak benar-benar menikmati karya, karya tidak ada yang terjual dan semua orang remeh terhadap acara tersebut.

Ya, siswa akan kecewa, merasa rugi membuat karya, dan enggan mengikuti kegiatan serupa bahkan timbul rasa benci terhadap siapa-siapa yang menganggap acara itu remeh. Ini adalah dampak buruk berkelanjutan dan susah diperbaiki.

Ketika hal tersebut terjadi, apakah dampaknya akan terasa kepada siswa yang berpameran saja ? Tentu tidak, semua yang menyaksikan perlakuan tersebut mendapat dampaknya. Siswa lain misalnya, ketika di ajak melakukan kegiatan yang sama di kemudian hari, akan merasa takut. Karena kejadian saat ini mereka saksikan sendiri. Mereka takut hal yang sama terjadi pada mereka. Mereka takut menjadi bahan olok-olok semua orang.

Terhadap guru, mungkin ada yang menggunakan hal seperti ini untuk memperbaiki kesalahan ketika membuat sebuah kegiatan serupa. Namun tentu akan ada yang enggan dan memilih untuk tidak melakukan kegiatan serupa karena merasa sesuatu yang mereka susun dengan susah payah, berakhir tanpa penghargaan.

Dede, Susila Priangga, Dwik

Dalam memberikan apresiasi tidak harus dengan skala besar. Misal dalam pameran karya siswa, tidak harus membeli karya, datang ke tempat pameran, lihat karya mereka dan memberikan semangat serta pujian merupakan sebuah apresiasi yang cukup untuk pematik api semangat siswa. Bahkan ketika seseorang tidak terlalu suka terhadap karya yang di pamerkan, datang ke ruangan dan seakan-akan menikmati, juga memberikan pengaruh besar terhadap siswa. Walaupun kenyataannya dengan pura-pura menikmati.

Kegiatan apresiasi terhadap karya siswa juga terjadi pada bazar yang dilakukan di SMP N 3 Sukasada. Bazar itu hasil Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dilakukan siswa kelas VII. Bazar menghadirkan produk kripik singkong, pisang dan kacang.

Momen ini merupakan ajang memberikan apresiasi terhadap hasil kerja siswa. Ketika guru dan siswa ikut membeli produknya, siswa merasa puas telah bekerja dengan sungguh-sungguh dan ada hasil jualan yang dapat mereka raih. Dampak sebaliknya akan terjadi ketika produk mereka tidak mendapat apresiasi dari warga sekolah.

Sekarang pilihan kita, paksakan diri untuk berusaha mengapresiasi agar dampak baik bisa di petik, atau enggan sedikit mengapresiasi dan dampak buruk jangka panjang siap menghampiri.  [T]

Pameran Seni Rupa “Harmonisasi Cetak Daun” Meriahkan HUT SMPN 3 Sukasada
Merdeka Belajar di SMPN 2 Sawan: Belajar Memasak Dulu, Bikin Bazar Kemudian
Menggali Kearifan Lokal dalam Kurikulum Merdeka
Tags: apresiasi seniPendidikanSMPN 3 Sukasada
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pandan Berduri dan Ketajaman Pikiran

Next Post

Puisi-puisi Muhammad Farhan Azizi | Sabun Cuci Kuah Nasi

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Muhammad Farhan Azizi | Sabun Cuci Kuah Nasi

Puisi-puisi Muhammad Farhan Azizi | Sabun Cuci Kuah Nasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co