4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pandan Berduri dan Ketajaman Pikiran

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
April 8, 2023
in Dongeng
Penyesalan Kelelawar

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

ADA BANYAK BURUNG di hutan desa. Beberapa burung bersiap untuk menonton upacara Perang Pandan yang digelar setahun sekali di Desa Tenganan Pengringsingan.

“Heiii, Kenari ingat mandi ya, biar baumu harum,” goda burung Cucak Rawa.

Burung-burung yang lain tertawa mendengar gurauan Cucak Rawa. Burung-burung itu tahu, kalau Burung Cucak Rawa memang begitu, dia tak akan puas kalau tidak dapat ngoceh dan bicara, makanya burung yang lain tak pernah menanggapinya terlalu serius.

Burung-burung yang lain juga merasa berterima kasih pada Cucak Rawa, karena kebiasaannya ngoceh dan bertanya ini itu, membuat keluarga burung banyak tahu tentang alam sekitar, termasuk tentang upacara Perang Pandan dan maknanya.

“Cit cit cit…, saya penasaran melihat para pemuda desa saling memukulkan pandan ke punggung lawannya. Hihihi, perih, ” kata Burung Gelatik sambil bergidik membayangkannnya.

“Hihhh perihh, hihhh perihhh, ” ceroteh Burung Beo menirukan Gekatik.

Burung-burung yang lain geli melihat kelakuan teman-temannya.

“Kurkurkurr kutukurrr, saya pernah melihatnya, saya tak tega, ada banyak darah dan luka, tiga hari sampai seminggu baru sembuh. Aneh sekali orang-orang itu, yang kena dan sakit malah disoraki, disemangati,” kata Burung Tekukur.

” Iya, kenapa dipukul dengan gulungan daun pandan berduri, kan tajam, pasti perihlah, kenapa tidak pakai daun kelapa saja, daun kelor atau daun gamal saja,” Burung Dara ikut-ikutan berkomentar.

Burung Cucak Rawa yang biasa ribut dan mengabarkan teman-temannya akan adanya upacara Perang Pandan itu diam, ikut memikirkan apa yang dikatakan burung yang lain. Selama ini Burung Cucak Rawa hanya ikut-ikutan saja, menonton dan ikut bersorak-sorak, Ia tak pernah berpikir seperti yang dikatakan Burung Perkutut dan Burung Dara. Kadang-kadang Cucak Rawa juga ikut merasa perih saat ada pemain yang terkena duri pandan, tapi rasa itu akan hilang ditelan sorak sorai suara penonton.

Lama juga burung-burung itu terdiam dengan pikiran masing-masing, bertanya-tanya kenapa harus ada upacara Perang Pandan dan kenapa harus memakai duri. Burung Cendrawasih yang jarang bergaul dengan burung-burung lain, turun mendekati teman-temannya.

“Saya tahu yang kalian pikirkan. Baiklah akan saya beritahu pengetahuan yang diceritakan seorang Rsi Agung kepada kalian, ” kata Burung Cendrawasih.

Burung-burung yang lain terkesima melihat bulu Cendrawasih yang Indah juga suaranya yang tenang dan lembut.

“Upacara Perang Pandan digelar karena dulu desa itu terkena wabah, ada orang yang kerauhan yang memberitahu agar menggelar upacara Perang Pandan agar terhindar dari wabah penyakit,” jelas Cendrawasih.

“Kalau tentang itu saya pernah dengar, tetapi kenapa harus dengan pandan berduri,” itu yang kami tidak dapat tahu,” kata Cucak Rawa memotong cerita Cendrawasih.

Cendrawasih tersenyum melihat ketidaksabaran Cucak Rawa.

“Sabar… ketidaksabaran adalah ciri mahluk hidup yang belum mampu mengendalikan pikirannya. Pikiran itu tajam, banyak, panas, tak terlihat dan bebas, sama seperti duri-duri pandan. Jika kita tak hati-hati menggunakan pikiran, duri-durinya akan melukai orang lain dan diri sendiri,” lanjut Cendrawasih lagi. Cucak Rawa diam menunduk, ia merasa sedang diingatkan.

“Keahlian menggunakan pikiran yang merupakan energi panas membuat manusia bisa menciptakan teknologi yang terlihat maupun tak terlihat. Pikiran adalah energi api, bisa membakar, melebur dan mengubah bentuk-bentuk energi yang bisa dikirim melalui zat padat, zat cair, api, gas maupun ruang kosong. Energi panas bisa ditangkap dan dinetralisir oleh duri pandan yang tajam dan banyak, yang material padat dan berair. Pemakaian pandan berduri pada Perang Pandan adalah untuk mengingatkan kita agar berhati-hati menggunakan pikiran, juga mengajarkan kita tentang manfaat pandan berduri untuk menetralisir energi panas yang tercipta dari kecerdasan pikiran, “jelas Burung Cendrawasih.

Burung-burung yang lain hanya melongo, hanya Burung Tekukur dan Burung Dara yang manggut-manggut tanda mengerti. Burung Cucak Rawa malah menguap beberapa kali, membuat geli burung-burung lain.

Sebelum Cendrawasih terbang meninggalkan burung-burung lainnya. Burung Tekukur mengucapkan terima kasih dan memuji pengetahuan Burung Cendrawasih.

“Terima kasih atas pengetahuan yang kamu berikan Burung Cendrawasih yang indah dan suci, salam hormat kami pada Rsi Agung, pengabdianmu menemani orang suci itu memberimu pengetahuan suci dan membuatmu jadi burung suci, hormat kami untukmu, janganlah pernah lelah untuk berbagi pengetahuan, ” kata Burung Tekukur sambil melambaikan sayapnya, diikuti oleh burung-burung lain. [T]

KLIK untuk BACA dongeng menarik lainnya

Kupa, Seekor Kupu-kupu Pemarah
Kera Putih yang Pemilih
Kelinci Penakut dan Tikus Pembersih Gigi
Tags: dongeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan Dalam Bejana | Cerpen Ni Wayan Wijayanti

Next Post

Dampak Baik Apresiasi Kepada Diri, Siswa dan Siapa Saja | Catatan HUT SMPN 3 Sukasada

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails
Next Post
Dampak Baik Apresiasi Kepada Diri, Siswa dan Siapa Saja | Catatan HUT SMPN 3 Sukasada

Dampak Baik Apresiasi Kepada Diri, Siswa dan Siapa Saja | Catatan HUT SMPN 3 Sukasada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co