2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sholawat Badar Diciptakan di Bali?: Sebuah Analisis Pinggiran

Abdul Karim Abraham by Abdul Karim Abraham
June 9, 2024
in Esai
Sholawat Badar Diciptakan di Bali?: Sebuah Analisis Pinggiran

KH Ali Mansur

KIAI Ali Manshur, sang pencipta Sholawat Badar—yang terkenal itu—pernah menetap di Singaraja pada tahun 1954-1956. Di antara tahun itu beliau aktif berdakwah memperkenalkan NU ke masyarakat, ke kampung-kampung, dan ke majelis-majelis.

Belakangan, ada kesaksian dari salah satu sesepuh yang pernah mengikuti pengajian Kiai Ali Mansur di tahun-tahun itu, ia pernah mendengar bait Sholawat Badar yang dilantunkan langsung oleh Kiai Ali di tengah-tengah pengajian.

Sementara dari sejarah “resmi”, Sholawat Badar digubah pada tahun 1960 ketika beliau menetap di Banyuwangi. Lalu, dengan kesaksian itu apakah sholawat yang mendunia itu ditulis di Bali? Berikut kira-kira analisis pinggiran, yang masih diperbincangkan di warung kopi.

Pertama, pindahnya Kiai Ali Mansur ke Bali pada tahun 1954 tidak lepas dari status pegawai negeri di Departemen Agama. Bali yang saat itu masih menjadi bagian dari Provinsi Sunda Kecil, oleh PBNU Kiai Ali Mansur ditunjuk menjadi Ketua Konsul NU (sekarang setingkat PWNU) yang berkududukan di Ibukota Provinsi, yakni di Singaraja.

Tentu bagi Kiai Ali, tidak mudah memperkenalkan NU, apalagi mengajak untuk memilih dan memenangkan NU sebagai Partai Politik yang akan berkontestasi pada Pemilu pertama tahun 1955. Di Bali, untuk kalangan muslim, Masyumi lebih dulu dikenal ketimbang NU yang baru bertransformasi menjadi partai.

Kedua, untuk memopulerkan NU, pada tahun 1954, Rais Aam PBNU KH. Abdul Wahab Chasbullah turun langsung ke Singaraja meyakinkan dan mengajak tokoh sentral umat Islam setempat, seperti KH. Ali Murtadho untuk ikut terlibat dalam membesarkan NU secara organisasi.

Kedatangan Kiai Wahab ke Bali ini disaksikan langsung oleh Guru Affandi, salah satu santri KH. Hasyim Asyari yang berasal dari Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Wawancara dengan Guru Affandi ini kemudian ditulis oleh I Wayan Suardika, mahasiswa Udayana, dalam skripsinya yang berjudul “Sejarah dan Perkembangan NU di Bali” pada tahun 1987.

Pasca kehadiran Kiai Wahab ke Buleleng ini, tak lama berselang turun SK PBNU Nomer 5989/tnf/V/’54 tertanggal 15 Mei 1954 tentang berdirinya NU “Tjabang Singaradja” dengan ditetapkan KH. Ali Murtadho sebagai Rois Syuriah dan R.H Moh Kamil sebagai Ketua Tanfidziah. Dua nama ini juga sesuai dengan catatan pribadi Kiai Ali Mansur dalam Buku Biografi Sang Pencipta Sholawat Badar yang ditulis Saiful Islam (Hal. 44).

Ketiga, sulitnya berkampanye mengenalkan partai yang berbasis agama di Bali yang mayoritas non muslim menjadi tantangan tersendiri bagi Kiai Ali Mansur. Belum lagi saat itu ada dua kekuatan partai yang dominan di Bali, yakni PNI dan PKI yang dikenal dengan basis massa militan dan agresif. Kondisi tersebut memaksa Kiai Ali Mansur datang ke desa-desa untuk berdakwah dan memperkenalkan NU.

Di sinilah, menurut kesaksian salah satu sesepuh bernama Muhammad Zaidi yang saya temui di Desa Pengastulan, Buleleng, pada tahun 2021. Pada saat meranjak remaja Zaidi mengaku pernah mendengar Kiai Ali Mansur, di tengah-tengah pengajian, membacakan sholawat yang belakangan baru diketahui bahwa itu adalah Sholawat Badar. Di Pengastulan, Kiai Ali Mansur sangat populer di kalangan para sepuh, beliau dikenal sebagai “Ustadz Ali, Ketua NU”.

Keempat, melihat kondisi umat Islam yang minoritas di Bali, bisa jadi semangat Sholawat Badar ini merujuk pada para sahabat dalam peperangan badar yang masih sedikit, tapi mampu mengalahkan musuh dengan jumlah besar.

Memenangkan NU pada Pemilu 1955 di Bali merupakan bagian dari perjuangan agama untuk keterwakilan Islam di parlemen di tingkat lokal, maupun di pusat. Dan ini tidak mudah menyosialisasikan NU dengan SDM yang sangat terbatas.

Kelima, selain pengajian dan sholawatan yang digencarkan oleh Kiai Ali Mansur, Partai Nahdlatul Ulama untuk dapil Sunda Kecil yang saat itu meliputi Bali, NTB, danNTT, menarik sejumlah tokoh di berbagai daerah.

Belakangan ditemukan dokumen daftar calon anggota konstituante dapil Sunda Kecil sebanyak 17 nama, 6 diantanya dari Bali: Nomer urut 1 R.M Ali Mansur (Singaraja), nomer 3 R.H Moh. Kamil (Singaraja), nomer 5 S. Ali Bafaqih (Negara), nomer 6 Asmuni (Denpasar), nomer 7 Saifuddin (Negara), dan nomer 16 R Hasim Wijokusumo (Singaraja). Dari hasil Pemilu itu, Kiai Ali Mansur terpilih menjadi anggota Konstituante.

Keenam, penugasan Kiai Ali Mansur ke daerah minoritas Islam, menurut catatan Saiful Islam, merupakan perintah langsung dari Kiai Wahid Hasyim. Sebelum ke Bali pada 1954, Kiai Ali Mansur ditugaskan di Sumbawa pada tahun 1952. Tentu ini bukan hanya sekadar peritah kedinasan kementrian agama saat itu, tapi misi untuk membangkitkan semangat Islam.

Sehingga, spekulasi yang mengatakan Sholawat Badar ini terinpirasi dari pengalamannya selama berada di kantong minoritas muslim menjadi masuk akal. Terlebih, menjelang “pertarungan” ideologi negara yang sedang mencari bentuk melalui kontestasi Pemilu 1955.

Ketujuh, kehadiran putra Kiai Ali Mansur, Kiai Siddiq ke Buleleng pada Ahad (16 Juli 2023) memberikan kesan tersendiri bagi para kader NU di Bali. Selain “mengijazahkan” Sholawat Badar kepada yang hadir, beliau juga menyampaikan di hadapan jamaah tentang “kesohehan” kesaksian sesepuh Buleleng yang mengaku pernah mendengar bait syiir Sholawat Badar pada tahun 1955.

Terkait dengan itu, secara pribadi saya kembali menanyakan kepada Kiai Siddiq sebelum beliau kembali ke Jawa, dan beliau menjawab begini: “Sohih, itu sohih, karena Sholawat Badar itu bagian dari rahasia abah, saya tidak berani menyangkal, bisa jadi sudah ditulis di sini, baru disempurnakan di Banyuwangi tahun enam puluh.”

Terlepas di mana pun ditulis, Sholawat Badar merupakan hasil karya asli Ulama NU yang mendunia. Sebagai Kader NU Bali, tentu saja saya memiliki kesan dan kebanggaan tersendiri, di mana Kiai Ali Mansur yang melegenda itu, pernah menjadi motor penggerak NU di Bali, dan saatnya kini kita yang terus melanjutkan. Wallahuaalam.[T]

Kisah Mualafnya Tujuh KK di Desa Kutuh Bangli
Mengenal H.M. Said Budairy dan Napak Tilasnya di Buleleng-Bali
Mengaku Dekat Gus Dur, Tapi Menjauhi Pemikirannya
Satu Abad NU: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi
Tags: KH Ali MansurNahdlatul UlamaNUSholawat Badar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membincang Etika Komunikasi

Next Post

Puisi-puisi Robbyan Abel Ramdhon | Menunggu Maria

Abdul Karim Abraham

Abdul Karim Abraham

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Buleleng

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Robbyan Abel Ramdhon | Menunggu Maria

Puisi-puisi Robbyan Abel Ramdhon | Menunggu Maria

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co