22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sholawat Badar Diciptakan di Bali?: Sebuah Analisis Pinggiran

Abdul Karim Abraham by Abdul Karim Abraham
June 9, 2024
in Esai
Sholawat Badar Diciptakan di Bali?: Sebuah Analisis Pinggiran

KH Ali Mansur

KIAI Ali Manshur, sang pencipta Sholawat Badar—yang terkenal itu—pernah menetap di Singaraja pada tahun 1954-1956. Di antara tahun itu beliau aktif berdakwah memperkenalkan NU ke masyarakat, ke kampung-kampung, dan ke majelis-majelis.

Belakangan, ada kesaksian dari salah satu sesepuh yang pernah mengikuti pengajian Kiai Ali Mansur di tahun-tahun itu, ia pernah mendengar bait Sholawat Badar yang dilantunkan langsung oleh Kiai Ali di tengah-tengah pengajian.

Sementara dari sejarah “resmi”, Sholawat Badar digubah pada tahun 1960 ketika beliau menetap di Banyuwangi. Lalu, dengan kesaksian itu apakah sholawat yang mendunia itu ditulis di Bali? Berikut kira-kira analisis pinggiran, yang masih diperbincangkan di warung kopi.

Pertama, pindahnya Kiai Ali Mansur ke Bali pada tahun 1954 tidak lepas dari status pegawai negeri di Departemen Agama. Bali yang saat itu masih menjadi bagian dari Provinsi Sunda Kecil, oleh PBNU Kiai Ali Mansur ditunjuk menjadi Ketua Konsul NU (sekarang setingkat PWNU) yang berkududukan di Ibukota Provinsi, yakni di Singaraja.

Tentu bagi Kiai Ali, tidak mudah memperkenalkan NU, apalagi mengajak untuk memilih dan memenangkan NU sebagai Partai Politik yang akan berkontestasi pada Pemilu pertama tahun 1955. Di Bali, untuk kalangan muslim, Masyumi lebih dulu dikenal ketimbang NU yang baru bertransformasi menjadi partai.

Kedua, untuk memopulerkan NU, pada tahun 1954, Rais Aam PBNU KH. Abdul Wahab Chasbullah turun langsung ke Singaraja meyakinkan dan mengajak tokoh sentral umat Islam setempat, seperti KH. Ali Murtadho untuk ikut terlibat dalam membesarkan NU secara organisasi.

Kedatangan Kiai Wahab ke Bali ini disaksikan langsung oleh Guru Affandi, salah satu santri KH. Hasyim Asyari yang berasal dari Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Wawancara dengan Guru Affandi ini kemudian ditulis oleh I Wayan Suardika, mahasiswa Udayana, dalam skripsinya yang berjudul “Sejarah dan Perkembangan NU di Bali” pada tahun 1987.

Pasca kehadiran Kiai Wahab ke Buleleng ini, tak lama berselang turun SK PBNU Nomer 5989/tnf/V/’54 tertanggal 15 Mei 1954 tentang berdirinya NU “Tjabang Singaradja” dengan ditetapkan KH. Ali Murtadho sebagai Rois Syuriah dan R.H Moh Kamil sebagai Ketua Tanfidziah. Dua nama ini juga sesuai dengan catatan pribadi Kiai Ali Mansur dalam Buku Biografi Sang Pencipta Sholawat Badar yang ditulis Saiful Islam (Hal. 44).

Ketiga, sulitnya berkampanye mengenalkan partai yang berbasis agama di Bali yang mayoritas non muslim menjadi tantangan tersendiri bagi Kiai Ali Mansur. Belum lagi saat itu ada dua kekuatan partai yang dominan di Bali, yakni PNI dan PKI yang dikenal dengan basis massa militan dan agresif. Kondisi tersebut memaksa Kiai Ali Mansur datang ke desa-desa untuk berdakwah dan memperkenalkan NU.

Di sinilah, menurut kesaksian salah satu sesepuh bernama Muhammad Zaidi yang saya temui di Desa Pengastulan, Buleleng, pada tahun 2021. Pada saat meranjak remaja Zaidi mengaku pernah mendengar Kiai Ali Mansur, di tengah-tengah pengajian, membacakan sholawat yang belakangan baru diketahui bahwa itu adalah Sholawat Badar. Di Pengastulan, Kiai Ali Mansur sangat populer di kalangan para sepuh, beliau dikenal sebagai “Ustadz Ali, Ketua NU”.

Keempat, melihat kondisi umat Islam yang minoritas di Bali, bisa jadi semangat Sholawat Badar ini merujuk pada para sahabat dalam peperangan badar yang masih sedikit, tapi mampu mengalahkan musuh dengan jumlah besar.

Memenangkan NU pada Pemilu 1955 di Bali merupakan bagian dari perjuangan agama untuk keterwakilan Islam di parlemen di tingkat lokal, maupun di pusat. Dan ini tidak mudah menyosialisasikan NU dengan SDM yang sangat terbatas.

Kelima, selain pengajian dan sholawatan yang digencarkan oleh Kiai Ali Mansur, Partai Nahdlatul Ulama untuk dapil Sunda Kecil yang saat itu meliputi Bali, NTB, danNTT, menarik sejumlah tokoh di berbagai daerah.

Belakangan ditemukan dokumen daftar calon anggota konstituante dapil Sunda Kecil sebanyak 17 nama, 6 diantanya dari Bali: Nomer urut 1 R.M Ali Mansur (Singaraja), nomer 3 R.H Moh. Kamil (Singaraja), nomer 5 S. Ali Bafaqih (Negara), nomer 6 Asmuni (Denpasar), nomer 7 Saifuddin (Negara), dan nomer 16 R Hasim Wijokusumo (Singaraja). Dari hasil Pemilu itu, Kiai Ali Mansur terpilih menjadi anggota Konstituante.

Keenam, penugasan Kiai Ali Mansur ke daerah minoritas Islam, menurut catatan Saiful Islam, merupakan perintah langsung dari Kiai Wahid Hasyim. Sebelum ke Bali pada 1954, Kiai Ali Mansur ditugaskan di Sumbawa pada tahun 1952. Tentu ini bukan hanya sekadar peritah kedinasan kementrian agama saat itu, tapi misi untuk membangkitkan semangat Islam.

Sehingga, spekulasi yang mengatakan Sholawat Badar ini terinpirasi dari pengalamannya selama berada di kantong minoritas muslim menjadi masuk akal. Terlebih, menjelang “pertarungan” ideologi negara yang sedang mencari bentuk melalui kontestasi Pemilu 1955.

Ketujuh, kehadiran putra Kiai Ali Mansur, Kiai Siddiq ke Buleleng pada Ahad (16 Juli 2023) memberikan kesan tersendiri bagi para kader NU di Bali. Selain “mengijazahkan” Sholawat Badar kepada yang hadir, beliau juga menyampaikan di hadapan jamaah tentang “kesohehan” kesaksian sesepuh Buleleng yang mengaku pernah mendengar bait syiir Sholawat Badar pada tahun 1955.

Terkait dengan itu, secara pribadi saya kembali menanyakan kepada Kiai Siddiq sebelum beliau kembali ke Jawa, dan beliau menjawab begini: “Sohih, itu sohih, karena Sholawat Badar itu bagian dari rahasia abah, saya tidak berani menyangkal, bisa jadi sudah ditulis di sini, baru disempurnakan di Banyuwangi tahun enam puluh.”

Terlepas di mana pun ditulis, Sholawat Badar merupakan hasil karya asli Ulama NU yang mendunia. Sebagai Kader NU Bali, tentu saja saya memiliki kesan dan kebanggaan tersendiri, di mana Kiai Ali Mansur yang melegenda itu, pernah menjadi motor penggerak NU di Bali, dan saatnya kini kita yang terus melanjutkan. Wallahuaalam.[T]

Kisah Mualafnya Tujuh KK di Desa Kutuh Bangli
Mengenal H.M. Said Budairy dan Napak Tilasnya di Buleleng-Bali
Mengaku Dekat Gus Dur, Tapi Menjauhi Pemikirannya
Satu Abad NU: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi
Tags: KH Ali MansurNahdlatul UlamaNUSholawat Badar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membincang Etika Komunikasi

Next Post

Puisi-puisi Robbyan Abel Ramdhon | Menunggu Maria

Abdul Karim Abraham

Abdul Karim Abraham

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Buleleng

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Robbyan Abel Ramdhon | Menunggu Maria

Puisi-puisi Robbyan Abel Ramdhon | Menunggu Maria

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co