23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sholawat Badar Diciptakan di Bali?: Sebuah Analisis Pinggiran

Abdul Karim Abraham by Abdul Karim Abraham
June 9, 2024
in Esai
Sholawat Badar Diciptakan di Bali?: Sebuah Analisis Pinggiran

KH Ali Mansur

KIAI Ali Manshur, sang pencipta Sholawat Badar—yang terkenal itu—pernah menetap di Singaraja pada tahun 1954-1956. Di antara tahun itu beliau aktif berdakwah memperkenalkan NU ke masyarakat, ke kampung-kampung, dan ke majelis-majelis.

Belakangan, ada kesaksian dari salah satu sesepuh yang pernah mengikuti pengajian Kiai Ali Mansur di tahun-tahun itu, ia pernah mendengar bait Sholawat Badar yang dilantunkan langsung oleh Kiai Ali di tengah-tengah pengajian.

Sementara dari sejarah “resmi”, Sholawat Badar digubah pada tahun 1960 ketika beliau menetap di Banyuwangi. Lalu, dengan kesaksian itu apakah sholawat yang mendunia itu ditulis di Bali? Berikut kira-kira analisis pinggiran, yang masih diperbincangkan di warung kopi.

Pertama, pindahnya Kiai Ali Mansur ke Bali pada tahun 1954 tidak lepas dari status pegawai negeri di Departemen Agama. Bali yang saat itu masih menjadi bagian dari Provinsi Sunda Kecil, oleh PBNU Kiai Ali Mansur ditunjuk menjadi Ketua Konsul NU (sekarang setingkat PWNU) yang berkududukan di Ibukota Provinsi, yakni di Singaraja.

Tentu bagi Kiai Ali, tidak mudah memperkenalkan NU, apalagi mengajak untuk memilih dan memenangkan NU sebagai Partai Politik yang akan berkontestasi pada Pemilu pertama tahun 1955. Di Bali, untuk kalangan muslim, Masyumi lebih dulu dikenal ketimbang NU yang baru bertransformasi menjadi partai.

Kedua, untuk memopulerkan NU, pada tahun 1954, Rais Aam PBNU KH. Abdul Wahab Chasbullah turun langsung ke Singaraja meyakinkan dan mengajak tokoh sentral umat Islam setempat, seperti KH. Ali Murtadho untuk ikut terlibat dalam membesarkan NU secara organisasi.

Kedatangan Kiai Wahab ke Bali ini disaksikan langsung oleh Guru Affandi, salah satu santri KH. Hasyim Asyari yang berasal dari Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Wawancara dengan Guru Affandi ini kemudian ditulis oleh I Wayan Suardika, mahasiswa Udayana, dalam skripsinya yang berjudul “Sejarah dan Perkembangan NU di Bali” pada tahun 1987.

Pasca kehadiran Kiai Wahab ke Buleleng ini, tak lama berselang turun SK PBNU Nomer 5989/tnf/V/’54 tertanggal 15 Mei 1954 tentang berdirinya NU “Tjabang Singaradja” dengan ditetapkan KH. Ali Murtadho sebagai Rois Syuriah dan R.H Moh Kamil sebagai Ketua Tanfidziah. Dua nama ini juga sesuai dengan catatan pribadi Kiai Ali Mansur dalam Buku Biografi Sang Pencipta Sholawat Badar yang ditulis Saiful Islam (Hal. 44).

Ketiga, sulitnya berkampanye mengenalkan partai yang berbasis agama di Bali yang mayoritas non muslim menjadi tantangan tersendiri bagi Kiai Ali Mansur. Belum lagi saat itu ada dua kekuatan partai yang dominan di Bali, yakni PNI dan PKI yang dikenal dengan basis massa militan dan agresif. Kondisi tersebut memaksa Kiai Ali Mansur datang ke desa-desa untuk berdakwah dan memperkenalkan NU.

Di sinilah, menurut kesaksian salah satu sesepuh bernama Muhammad Zaidi yang saya temui di Desa Pengastulan, Buleleng, pada tahun 2021. Pada saat meranjak remaja Zaidi mengaku pernah mendengar Kiai Ali Mansur, di tengah-tengah pengajian, membacakan sholawat yang belakangan baru diketahui bahwa itu adalah Sholawat Badar. Di Pengastulan, Kiai Ali Mansur sangat populer di kalangan para sepuh, beliau dikenal sebagai “Ustadz Ali, Ketua NU”.

Keempat, melihat kondisi umat Islam yang minoritas di Bali, bisa jadi semangat Sholawat Badar ini merujuk pada para sahabat dalam peperangan badar yang masih sedikit, tapi mampu mengalahkan musuh dengan jumlah besar.

Memenangkan NU pada Pemilu 1955 di Bali merupakan bagian dari perjuangan agama untuk keterwakilan Islam di parlemen di tingkat lokal, maupun di pusat. Dan ini tidak mudah menyosialisasikan NU dengan SDM yang sangat terbatas.

Kelima, selain pengajian dan sholawatan yang digencarkan oleh Kiai Ali Mansur, Partai Nahdlatul Ulama untuk dapil Sunda Kecil yang saat itu meliputi Bali, NTB, danNTT, menarik sejumlah tokoh di berbagai daerah.

Belakangan ditemukan dokumen daftar calon anggota konstituante dapil Sunda Kecil sebanyak 17 nama, 6 diantanya dari Bali: Nomer urut 1 R.M Ali Mansur (Singaraja), nomer 3 R.H Moh. Kamil (Singaraja), nomer 5 S. Ali Bafaqih (Negara), nomer 6 Asmuni (Denpasar), nomer 7 Saifuddin (Negara), dan nomer 16 R Hasim Wijokusumo (Singaraja). Dari hasil Pemilu itu, Kiai Ali Mansur terpilih menjadi anggota Konstituante.

Keenam, penugasan Kiai Ali Mansur ke daerah minoritas Islam, menurut catatan Saiful Islam, merupakan perintah langsung dari Kiai Wahid Hasyim. Sebelum ke Bali pada 1954, Kiai Ali Mansur ditugaskan di Sumbawa pada tahun 1952. Tentu ini bukan hanya sekadar peritah kedinasan kementrian agama saat itu, tapi misi untuk membangkitkan semangat Islam.

Sehingga, spekulasi yang mengatakan Sholawat Badar ini terinpirasi dari pengalamannya selama berada di kantong minoritas muslim menjadi masuk akal. Terlebih, menjelang “pertarungan” ideologi negara yang sedang mencari bentuk melalui kontestasi Pemilu 1955.

Ketujuh, kehadiran putra Kiai Ali Mansur, Kiai Siddiq ke Buleleng pada Ahad (16 Juli 2023) memberikan kesan tersendiri bagi para kader NU di Bali. Selain “mengijazahkan” Sholawat Badar kepada yang hadir, beliau juga menyampaikan di hadapan jamaah tentang “kesohehan” kesaksian sesepuh Buleleng yang mengaku pernah mendengar bait syiir Sholawat Badar pada tahun 1955.

Terkait dengan itu, secara pribadi saya kembali menanyakan kepada Kiai Siddiq sebelum beliau kembali ke Jawa, dan beliau menjawab begini: “Sohih, itu sohih, karena Sholawat Badar itu bagian dari rahasia abah, saya tidak berani menyangkal, bisa jadi sudah ditulis di sini, baru disempurnakan di Banyuwangi tahun enam puluh.”

Terlepas di mana pun ditulis, Sholawat Badar merupakan hasil karya asli Ulama NU yang mendunia. Sebagai Kader NU Bali, tentu saja saya memiliki kesan dan kebanggaan tersendiri, di mana Kiai Ali Mansur yang melegenda itu, pernah menjadi motor penggerak NU di Bali, dan saatnya kini kita yang terus melanjutkan. Wallahuaalam.[T]

Kisah Mualafnya Tujuh KK di Desa Kutuh Bangli
Mengenal H.M. Said Budairy dan Napak Tilasnya di Buleleng-Bali
Mengaku Dekat Gus Dur, Tapi Menjauhi Pemikirannya
Satu Abad NU: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi
Tags: KH Ali MansurNahdlatul UlamaNUSholawat Badar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membincang Etika Komunikasi

Next Post

Puisi-puisi Robbyan Abel Ramdhon | Menunggu Maria

Abdul Karim Abraham

Abdul Karim Abraham

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Buleleng

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Robbyan Abel Ramdhon | Menunggu Maria

Puisi-puisi Robbyan Abel Ramdhon | Menunggu Maria

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co