14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar Desa Wisata dari Bali

Chusmeru by Chusmeru
July 17, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

DESA wisata kini tidak dapat dipandang sebelah mata. Meski jumlah pengunjung tak sebanyak objek wisata yang telah mapan, namun desa wisata berperan penting sebagai penggerak perekonomian di desa.

Banyak contoh keberhasilan pengelolaan desa wisata di beberapa daerah, sehingga masuk dalam kategori desa wisata maju. Sebut saja desa wisata Wukirsari di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa wisata ini menjadi Desa Wisata Maju Terbaik pada tahun 2023. Sedangkan desa wisata Semen, di Kabupaten Blitar Jawa Timur mejadi yang terbaik di tahun 2022.

Ada pula desa wisata Sudaji di Kabupaten Buleleng, Bali yang meraih peringkat kedua sebagai Desa Wisata Maju pada tahun 2022. Desa wisata ini memiliki hutan buatan yang diberi nama Hutan Namaste, di mana terdapat pohon yang menyerupai gua serta tempat meditasi. Salah satu daya tarik kesenian di desa wisata ini adalah Festival Bukakak, simbolisasi atas tanah yang subur dan panen yang melimpah.

Bukan hanya di Jawa dan Bali, desa wisata yang telah maju juga terdapat di Papua Barat. Desa wisata Kampung Ugar, Kabupaten Fakfak, Papua Barat memenangi Juara Harapan Desa Wisata Maju tahun 2022. Desa wisata ini memiliki keunggulan wisata bahari serta lukisan prasejarah di dinding tebing karst atau tebing batuan kapur.

Namun begitu, tidak sedikit pula desa wisata yang kurang dapat berkembang dengan baik. Selain potensinya yang kurang menarik, juga pengembangannya yang kurang optimal. Desa wisata seperti ini biasanya yang masih masuk kategori rintisan.

Belajar dari Bali

Bali sering dijadikan model dalam pengembangan pariwisata di Tanah Air. Hampir setiap kabupaten di Bali memiliki desa wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Hal itu tentu saja karena nama besar Bali yang sudah tersohor ke seantero jagat. Namun bukan semata oleh sebab itu, desa wisata di Bali memang dikembangkan sesuai konsepnya, bukan dibuat karena euphoria desa wisata di Indonesia.

Salah satu desa wisata yang berhasil di Bali adalah Desa Pangsan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Desa wisata Pangsan dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Badung No. 47 pada bulan Oktober 2010. Desa Pangsan memiliki 1 buah penginapan, 2 buah restoran, 2 buah atraksi rafting, 1 jalur trekking, dan 1 jalur cycling ( Ni Gusti Ayu Susrami Dewi dan Luh Gede Leli Kusuma Dewi, 2016 ).

Salah satu sarana penunjang pariwisata Fantasi Ayu Rafting dimiliki oleh investor Korea Selatan yang menjalin kerjasama dengan Koperasi Unit Desa. Sedangkan wisata tracking dan cycling merupakan satu paket wisata yang ditawarkan oleh pihak agen perjalanan yang berada di Denpasar dan bekerja sama dengan Desa Wisata Pangsan melalui kelompok sadar wisatanya.

Potensi wisata yang dimiliki Desa Pangsan cukup banyak, baik wisata alam, budaya, maupun buatan manusia. Desa Pangsan memiliki pemandangan alam yang indah, bentangan areal persawahan, perkebunan, dan tegalan. Potensi budayanya juga menarik, yang terdiri dari tradisi masyarakat, rangkaian upacara Nyepi, dan keberadaan kelompok seni tradisional (sekeha) yang berjumlah 13 kelompok.

Sedangkan potensi buatan manusianya terdiri dari jalur arung jeram, bersepeda, dan jalur tracking. Desa Pangsan juga memiliki kegiatan Pangsan Village Culture Show, yang merupakan pagelaran seni budaya kelompok kesenian dan kelompok PKK. Pagelaran ini bisa disesuaikan waktunya sesuai dengan permintaan wisatawan.

Bali juga memiliki Desa Wisata Taro di Kabupaten Gianyar. Desa wisata Taro merupakan desa tertua di Bali. Budaya dan tradisi lokal masih dipertahankan hingga saat ini. Wisatawan ditawarkan untuk menjadi warga lokal atau warlok dengan menginap di homestay.

Wisatawan disuguhkan beragam destinasi dan aktivitas yang menarik. Salah satunya adalah menginap di homestay yang dekat dengan konservasi Lembu Putih. Hewan ini disakralkan oleh masyarakat setempat (travel.detik.com, 2 Juli 2024).

Wisatawan juga dimanjakan oleh penginapan yang dibangun dengan gaya arsitektur Bali. Nuansa autentik sangat terasa ketika berada di Desa Wisata Taro. Apalagi desa wisata ini juga memiliki sensasi pemandangan sawah yang tenang dan menakjubkan.

Selain itu, Bali memiliki desa wisata yang berada di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Desa Kemenuh merupakan desa yang kaya budayanya. Hal itu tercermin dalam kehidupan berkesenian masyarakatnya serta kerajinan rumah tangga yang bernilai seni.

Sebagaimana diberitakan Bali Travel News, 21 Oktober 2016, Desa Kemenuh mulai banyak bermuculan pasar seni, gallery atau art shop. Kerajinan tangan yang berkembang telah dapat menampung tenaga kerja dan menghidupi perekonomian masyarakat Desa Kemenuh.

Desa Wisata Kemenuh mulai bangkit sejak digulirkannya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) ke desa. Kemenuh  menata kehidupan dan pembangunan fisik. Masyarakat menekuni kerajinan, bahkan membuka usaha kerajinan sendiri di rumah masing-masing. Beberapa program bantuan ekonomi dari pemerintah mulai mengalir.

Desa Kemenuh memiliki kawasan seluas 100 hektar yang dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata. Para tokoh masyarakat, kelian banjar adat, pemilik tanah, organisasi subak, dan aparat desa mencetuskan Kemenuh sebagai Desa Wisata Budaya.

Menurut Blog milik Desa Kemenuh, penetapan sebagai desa wisata budaya merupakan salah satu bentuk penerapan dari konsep desa wisata. Penekanannya adalah pada pengenalan seni budaya sesuai misi yang dibawa, yaitu konservasi, edukasi, dan eksistensi budaya Bali.

Partisipasi

Desa wisata perlu dikembangkan secara sistemik dengan memperhatikan objek dan daya tarik wisata lain yang sudah mapan. Satu desa tidak mungkin dijual ke pasar wisata sendirian lepas dari paket wisata desa dan kabupaten lain.

Partisipasi masyarakat desa dalam pengembangan pariwisata benar-benar diharapkan. Pengembangan desa wisata tidak boleh hanya datang dari sekelompok elit desa atau kelompok bisnis tertentu. Peran masyarakat desa sangat penting dalam proses perencanaan dan pengawasan desa wisata. Bila tidak, maka pengembangan desa wisata akan lepas kendali tanpa arah.  

Konsep desa wisata selayaknya memberi peluang dan peran sebesar-besarnya kepada masyarakat setempat untuk merumuskan konsep desa wisata yang sesuai dengan sistem sosial, budaya, tradisi, norma, dan kepercayaan masyarakat. Jangan sampai identitas sosial budaya tergusur oleh tuntutan wisatawan yang justru bertentangan dengan harapan masyarakat.

Contoh menarik pengembangan desa wisata yang melibatkan partisipasi masyarakat adalah Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. Pariwisata di Desa Penglipuran secara konsisten menerapkan konsep Community Based Tourism (CBT).

Konsep CBT ini memberi peluang kepada masyarakat lokal untuk terlibat dalam pengelolaan pariwisata. Investasi dan tenaga kerja di Desa Wisata Penglipuran seluruhnya berasal dari masyarakat lokal. Dengan demikian masyarakat dapat menjaga keutuhan nilai-nilai budaya setempat.

Masyarakat Desa Penglipuran juga memiliki aturan yang spesifik terkait kepemilikan lahan. Pengelola Desa Wisata Penglipuran Wayan Sumiarsa mengatakan; untuk menjaga keaslian Desa Penglipuran, masyarakat dilarang menjual tanahnya kepada pihak luar. Larangan ini hingga saat ini masih dipatuhi oleh masyarakat (travel.detik.com, 9 Juni 2024)

Prinsipnya, desa wisata adalah destinasi di desa yang dirancang oleh masyarakat desa, dikelola oleh masyarakat, serta keuntungan ekonomisnya dirasakan masyarakat. Perencanaan pengembangan desa wisata oleh masyarakat tentu saja harus melibatkan unsur pemerintah dan stakeholder pariwisata, seperti biro perjalanan, perhotelan, dan pemandu wisata.

Desa wisata diharapkan dapat mendukung penguatan organisasi sosial di desa serta melestarikan seni budaya lokal. Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata pada akhirnya harus secara signifikan meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat desa.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Wisata “Overland”Jelajah Negeri
Ruwetnya Birokrasi Perizinan Event Pariwisata
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pariwisata
Wisata Petualangan: Manfaat Ekonomi dan Konservasi
Tags: balidesa wisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pelatihan Internal Tim SDGs Center Unud: Upaya Mendorong Peran Akademisi Unud dalam Merealisasikan Target SDGs di Indonesia

Next Post

Kedai Bambu Eng, Tempat Makan dan Nongkrong Murah Meriah Sekitar Kampus Tengah Undiksha: Gorengan 500 Rupiah, Kopi 2.000 Rupiah

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

by Angga Wijaya
October 13, 2026
0
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

Read moreDetails

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

Read moreDetails

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
0
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

Read moreDetails

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

Read moreDetails

Wartawan Kehabisan Bensin

by Angga Wijaya
October 12, 2026
0
Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

Read moreDetails

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

Read moreDetails

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails
Next Post
Kedai Bambu Eng, Tempat Makan dan Nongkrong Murah Meriah Sekitar Kampus Tengah Undiksha: Gorengan 500 Rupiah, Kopi 2.000 Rupiah

Kedai Bambu Eng, Tempat Makan dan Nongkrong Murah Meriah Sekitar Kampus Tengah Undiksha: Gorengan 500 Rupiah, Kopi 2.000 Rupiah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co