24 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar Desa Wisata dari Bali

Chusmeru by Chusmeru
July 17, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

DESA wisata kini tidak dapat dipandang sebelah mata. Meski jumlah pengunjung tak sebanyak objek wisata yang telah mapan, namun desa wisata berperan penting sebagai penggerak perekonomian di desa.

Banyak contoh keberhasilan pengelolaan desa wisata di beberapa daerah, sehingga masuk dalam kategori desa wisata maju. Sebut saja desa wisata Wukirsari di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa wisata ini menjadi Desa Wisata Maju Terbaik pada tahun 2023. Sedangkan desa wisata Semen, di Kabupaten Blitar Jawa Timur mejadi yang terbaik di tahun 2022.

Ada pula desa wisata Sudaji di Kabupaten Buleleng, Bali yang meraih peringkat kedua sebagai Desa Wisata Maju pada tahun 2022. Desa wisata ini memiliki hutan buatan yang diberi nama Hutan Namaste, di mana terdapat pohon yang menyerupai gua serta tempat meditasi. Salah satu daya tarik kesenian di desa wisata ini adalah Festival Bukakak, simbolisasi atas tanah yang subur dan panen yang melimpah.

Bukan hanya di Jawa dan Bali, desa wisata yang telah maju juga terdapat di Papua Barat. Desa wisata Kampung Ugar, Kabupaten Fakfak, Papua Barat memenangi Juara Harapan Desa Wisata Maju tahun 2022. Desa wisata ini memiliki keunggulan wisata bahari serta lukisan prasejarah di dinding tebing karst atau tebing batuan kapur.

Namun begitu, tidak sedikit pula desa wisata yang kurang dapat berkembang dengan baik. Selain potensinya yang kurang menarik, juga pengembangannya yang kurang optimal. Desa wisata seperti ini biasanya yang masih masuk kategori rintisan.

Belajar dari Bali

Bali sering dijadikan model dalam pengembangan pariwisata di Tanah Air. Hampir setiap kabupaten di Bali memiliki desa wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Hal itu tentu saja karena nama besar Bali yang sudah tersohor ke seantero jagat. Namun bukan semata oleh sebab itu, desa wisata di Bali memang dikembangkan sesuai konsepnya, bukan dibuat karena euphoria desa wisata di Indonesia.

Salah satu desa wisata yang berhasil di Bali adalah Desa Pangsan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Desa wisata Pangsan dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Badung No. 47 pada bulan Oktober 2010. Desa Pangsan memiliki 1 buah penginapan, 2 buah restoran, 2 buah atraksi rafting, 1 jalur trekking, dan 1 jalur cycling ( Ni Gusti Ayu Susrami Dewi dan Luh Gede Leli Kusuma Dewi, 2016 ).

Salah satu sarana penunjang pariwisata Fantasi Ayu Rafting dimiliki oleh investor Korea Selatan yang menjalin kerjasama dengan Koperasi Unit Desa. Sedangkan wisata tracking dan cycling merupakan satu paket wisata yang ditawarkan oleh pihak agen perjalanan yang berada di Denpasar dan bekerja sama dengan Desa Wisata Pangsan melalui kelompok sadar wisatanya.

Potensi wisata yang dimiliki Desa Pangsan cukup banyak, baik wisata alam, budaya, maupun buatan manusia. Desa Pangsan memiliki pemandangan alam yang indah, bentangan areal persawahan, perkebunan, dan tegalan. Potensi budayanya juga menarik, yang terdiri dari tradisi masyarakat, rangkaian upacara Nyepi, dan keberadaan kelompok seni tradisional (sekeha) yang berjumlah 13 kelompok.

Sedangkan potensi buatan manusianya terdiri dari jalur arung jeram, bersepeda, dan jalur tracking. Desa Pangsan juga memiliki kegiatan Pangsan Village Culture Show, yang merupakan pagelaran seni budaya kelompok kesenian dan kelompok PKK. Pagelaran ini bisa disesuaikan waktunya sesuai dengan permintaan wisatawan.

Bali juga memiliki Desa Wisata Taro di Kabupaten Gianyar. Desa wisata Taro merupakan desa tertua di Bali. Budaya dan tradisi lokal masih dipertahankan hingga saat ini. Wisatawan ditawarkan untuk menjadi warga lokal atau warlok dengan menginap di homestay.

Wisatawan disuguhkan beragam destinasi dan aktivitas yang menarik. Salah satunya adalah menginap di homestay yang dekat dengan konservasi Lembu Putih. Hewan ini disakralkan oleh masyarakat setempat (travel.detik.com, 2 Juli 2024).

Wisatawan juga dimanjakan oleh penginapan yang dibangun dengan gaya arsitektur Bali. Nuansa autentik sangat terasa ketika berada di Desa Wisata Taro. Apalagi desa wisata ini juga memiliki sensasi pemandangan sawah yang tenang dan menakjubkan.

Selain itu, Bali memiliki desa wisata yang berada di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Desa Kemenuh merupakan desa yang kaya budayanya. Hal itu tercermin dalam kehidupan berkesenian masyarakatnya serta kerajinan rumah tangga yang bernilai seni.

Sebagaimana diberitakan Bali Travel News, 21 Oktober 2016, Desa Kemenuh mulai banyak bermuculan pasar seni, gallery atau art shop. Kerajinan tangan yang berkembang telah dapat menampung tenaga kerja dan menghidupi perekonomian masyarakat Desa Kemenuh.

Desa Wisata Kemenuh mulai bangkit sejak digulirkannya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) ke desa. Kemenuh  menata kehidupan dan pembangunan fisik. Masyarakat menekuni kerajinan, bahkan membuka usaha kerajinan sendiri di rumah masing-masing. Beberapa program bantuan ekonomi dari pemerintah mulai mengalir.

Desa Kemenuh memiliki kawasan seluas 100 hektar yang dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata. Para tokoh masyarakat, kelian banjar adat, pemilik tanah, organisasi subak, dan aparat desa mencetuskan Kemenuh sebagai Desa Wisata Budaya.

Menurut Blog milik Desa Kemenuh, penetapan sebagai desa wisata budaya merupakan salah satu bentuk penerapan dari konsep desa wisata. Penekanannya adalah pada pengenalan seni budaya sesuai misi yang dibawa, yaitu konservasi, edukasi, dan eksistensi budaya Bali.

Partisipasi

Desa wisata perlu dikembangkan secara sistemik dengan memperhatikan objek dan daya tarik wisata lain yang sudah mapan. Satu desa tidak mungkin dijual ke pasar wisata sendirian lepas dari paket wisata desa dan kabupaten lain.

Partisipasi masyarakat desa dalam pengembangan pariwisata benar-benar diharapkan. Pengembangan desa wisata tidak boleh hanya datang dari sekelompok elit desa atau kelompok bisnis tertentu. Peran masyarakat desa sangat penting dalam proses perencanaan dan pengawasan desa wisata. Bila tidak, maka pengembangan desa wisata akan lepas kendali tanpa arah.  

Konsep desa wisata selayaknya memberi peluang dan peran sebesar-besarnya kepada masyarakat setempat untuk merumuskan konsep desa wisata yang sesuai dengan sistem sosial, budaya, tradisi, norma, dan kepercayaan masyarakat. Jangan sampai identitas sosial budaya tergusur oleh tuntutan wisatawan yang justru bertentangan dengan harapan masyarakat.

Contoh menarik pengembangan desa wisata yang melibatkan partisipasi masyarakat adalah Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. Pariwisata di Desa Penglipuran secara konsisten menerapkan konsep Community Based Tourism (CBT).

Konsep CBT ini memberi peluang kepada masyarakat lokal untuk terlibat dalam pengelolaan pariwisata. Investasi dan tenaga kerja di Desa Wisata Penglipuran seluruhnya berasal dari masyarakat lokal. Dengan demikian masyarakat dapat menjaga keutuhan nilai-nilai budaya setempat.

Masyarakat Desa Penglipuran juga memiliki aturan yang spesifik terkait kepemilikan lahan. Pengelola Desa Wisata Penglipuran Wayan Sumiarsa mengatakan; untuk menjaga keaslian Desa Penglipuran, masyarakat dilarang menjual tanahnya kepada pihak luar. Larangan ini hingga saat ini masih dipatuhi oleh masyarakat (travel.detik.com, 9 Juni 2024)

Prinsipnya, desa wisata adalah destinasi di desa yang dirancang oleh masyarakat desa, dikelola oleh masyarakat, serta keuntungan ekonomisnya dirasakan masyarakat. Perencanaan pengembangan desa wisata oleh masyarakat tentu saja harus melibatkan unsur pemerintah dan stakeholder pariwisata, seperti biro perjalanan, perhotelan, dan pemandu wisata.

Desa wisata diharapkan dapat mendukung penguatan organisasi sosial di desa serta melestarikan seni budaya lokal. Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata pada akhirnya harus secara signifikan meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat desa.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Wisata “Overland”Jelajah Negeri
Ruwetnya Birokrasi Perizinan Event Pariwisata
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pariwisata
Wisata Petualangan: Manfaat Ekonomi dan Konservasi
Tags: balidesa wisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pelatihan Internal Tim SDGs Center Unud: Upaya Mendorong Peran Akademisi Unud dalam Merealisasikan Target SDGs di Indonesia

Next Post

Kedai Bambu Eng, Tempat Makan dan Nongkrong Murah Meriah Sekitar Kampus Tengah Undiksha: Gorengan 500 Rupiah, Kopi 2.000 Rupiah

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails
Next Post
Kedai Bambu Eng, Tempat Makan dan Nongkrong Murah Meriah Sekitar Kampus Tengah Undiksha: Gorengan 500 Rupiah, Kopi 2.000 Rupiah

Kedai Bambu Eng, Tempat Makan dan Nongkrong Murah Meriah Sekitar Kampus Tengah Undiksha: Gorengan 500 Rupiah, Kopi 2.000 Rupiah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co