2 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
July 7, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KEBERHASILAN suatu negara maupun daerah dalam pengembangan pariwisata tidak terlepas dari peran serta masyarakatnya. Betapapun indah pemandangan satu destinasi tidak akan banyak memuaskan wisatawan, jika pengelolaannya tidak melibatkan masyarakat setempat.

Begitu pula dengan destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan tidak akan membawa manfaat selama masyarakat terabaikan. Selayaknyalah destinasi wisata dan masyarakat menjadi bagian yang tak terpisahkan. Saling melengkap dan saling memberi manfaat.

Meski demikian, ada kalanya masyarakat tidak dapat berperan serta dalam pengelolaan pariwisata karena keterbatasannya. Hal itu terjadi oleh sebab secara individual memang memiliki keterbatasan pengetahuan dan kemampuan untuk masuk dalam industri pariwisata.

Lembaga sosial yang ada di daerah pun tidak memiliki kemampuan mengakses sektor pariwisata. Oleh sebab itu diperlukan program pemberdayaan masyarakat di sektor pariwisata. Tujuannya, agar masyarakat mempunyai kapasitas dan kapabilitas dalam berperan serta dalam pariwisata.

Tujuan lain pemberdayaan adalah agar masyarakat dapat menjadi aktor utama dalam pengelolaan pariwisata di daerah. Masyarakat diharapkan dapat berperan melakukan monitoring pengembangan pariwisata. Melalui pemberdayaan pariwisata akan diperoleh ketahanan masyarakat di segala bidang.

Pijakan

 Pemberdayaan masyarakat di sektor pariwisata sesungguhnya bukan hal baru. Sejak lama beberapa negara juga melakukan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pariwisata. Jepang misalnya, telah melakukan pemberdayaan masyarakat dengan mengoptimalkan lingkungan hidup, kuliner, dan keterbukaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat di sektor pariwisata Jepang di daerah-daerah melibatkan media cetak, penyiaran, dan internet.

Pijakan untuk program pemberdayaan masyarakat di sektor pariwisata biasanya berdasarkan konsep community base tourism. Hal ini dilakukan dari hulu sampai hilir; dari mulai proses penyusunan kebijakan pariwisata hingga operasionalisasinya.

Sesuai hasil Global Tourism Forum dan Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali, 15-16 November 2022, pemulihan ekonomi pasca pandemi perlu didukung oleh pengembangan pariwisata yang berbasis masayarakat setempat, budaya, dan kearifan lokal. Dengan demikian, program pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata.

Titik pusat pemberdayaan masyarakat adalah penguatan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, kelembagaan, dan termasuk pemberdayaan perempuan di sektor pariwisata. Pemberdayaan mencakup bidang sosial, budaya, politik, dan ekonomi.

Pemberdayaan dalam bidang sosial menyasar organisasi pendukung pariwisata. Banyak organisasi sosial yang semestinya terlibat dalam pengelolaan pariwisata di daerah. Akan tetapi peran mereka kurang optimal karena kemampuan mengorganisasi diri masih lemah.

Pengembangan dan pelestarian budaya lokal menjadi perhatian dalam pemberdayaan bidang budaya, agar dalam setiap perencanaan pembangunan pariwisata tidak tercerabut dari akar budaya lokal. Pemberdayaan budaya patut mempertimbangkan kearifan lokal. Meskipun dalam beberapa kasus kadangkala isu-isu  budaya lokal dapat menimbulkan kontroversi dalam pariwisata.

Penetapan tanggal 29 Januari sebagai Hari arak Bali misalnya, ternyata menimbulkan pro dan kontra. Gagasan Gubernur Bali dalam penetapan Hari Arak tersebut boleh jadi bermaksud mengangkat produk dan kearifan lokal. Akan tetapi gagasan tersebut dinilai dapat berdampak pada citra buruk Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Sebaliknya, Arab Saudi yang mewacanakan membuka kasino di Pulau Tiran dan Sanafir di kawasan Laut Merah mendapat respons yang  justru bertolak belakang dengan kearifan lokal, utamanya nilai-nilai Islam masyarakat Arab Saudi. Begitu pula dengan kelonggaran wisatawan menggunakan bikini di pantai Pure Beach, Arab Saudi; seolah mendobrak konservatisme negara tersebut.

Pemberdayaan masayarakat di bidang politik bertujuan agar masyarakat di sekitar destinasi wisata memiliki kemampuan serta dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan pariwisata. Gejolak dan penolakan masyarakat terhadap objek wisata di suatu daerah dapat disebabkan terabaikannya peran serta dalam pengelolaan pariwisata.

Fenomena munculnya seni instalasi bertuliskan Not for Sale di persawahan Tegalalang, Gianyar Bali beberapa waktu yang lalu juga menggambarkan gejolak masyarakat di satu destinasi. Problem mendasarnya adalah kue pariwisata yang tidak dinikmati secara adil, utamanya oleh pemilik sawah yang jadi objek tontonan wisatawan.

Oleh sebab itulah, pemberdayaan di bidang ekonomi menjadi penting untuk dilakukan. Pariwisata bukan hanya milik pengambil kebijakan. Pariwisata juga bukan sekadar menguntungkan investor. Masyarakat setempat punya hak atas peningkatan ekonomi dan kesejahteraan dari pengembangan pariwisata di daerahnya.

Profesionalisme

Sasaran penting lain dari pemberdayaan masyarakat adalah peningkatan profesionalisme lembaga-lembaga yang terlibat dalam pengembangan pariwisata. Lembaga pengelola pariwisata yang profesional akan membuat destinasi wisata berkembang dengan perencanaan, pengelolaan, dan pelayanan yang baik.

Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) merupakan lembaga perekonomian yang memegang peran penting dalam pengembangan pariwisata di daerah. Roda ekonomi di desa akan menggelinding lancar jika UMKM dikelola secara profesional. Sedangkan BumDes berperan sebagai penggerak investasi di daerah.

Kedua lembaga itu perlu diberdayakan agar dapat menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas. Bukan sebatas itu, pemberdayaan UMKM dan BumDes juga bertujuan agar memiliki kekuatan dan daya tawar pengelolaan pariwisata di daerah. Sebab, banyak kasus di mana kedua lembaga itu secara ekonomi tak berdaya ketika investor dari luar daerah justru mengendalikan roda ekonomi sektor pariwisata.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai ujung tombak pariwisata di daerah juga perlu diberdayakan. Proses kelahiran Pokdarwis ikut menentukan sejauh mana peran sertanya dalam pengelolaan pariwisata di suatu daerah.

Tidak sedikit Pokdarwis yang dibentuk atas dasar intervensi kekuasaan di daerah, bukan atas inisiatif masyarakat. Pokdarwis semacam ini akan kehilangan sense of belonging atas potensi wisata yang ada di daerah. Karenanya perlu pemberdayaan Pokdarwis agar lebih profesional dalam mengelola pariwisata di daerah.

Pemberdayaan masyarakat bukan bermaksud menolak segala yang datang dari luar daerah. Pemberdayaan semata bertujuan menegaskan, bahwa masyarakat adalah pemilik autentik pariwisata di daerah. Maka menjadi sah, jika masyarakat ikut merancang dan mengelola kue pariwisata itu.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Wisata Petualangan: Manfaat Ekonomi dan Konservasi
Bule Berulah, Pariwisata Kena Getah
Wisata Museum: Menghapus Stigma Menyeramkan
Tags: Pariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teruntuk Sekaa Gong Kebyar Dewasa dari Paguyuban Seniman Muda Jembrana: “Warna Outfit-mu, Keren Banget, Wi!”

Next Post

Mimesis dan Konstruksi Ekspresif | Pengantar Antologi Puisi ”Pejuang Waktu” Karya I Wayan Jatiyasa

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

by I Wayan Artika
November 1, 2026
0
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

Read moreDetails

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails
Next Post
Mimesis dan Konstruksi Ekspresif | Pengantar Antologi Puisi ”Pejuang Waktu” Karya I Wayan Jatiyasa

Mimesis dan Konstruksi Ekspresif | Pengantar Antologi Puisi ”Pejuang Waktu” Karya I Wayan Jatiyasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co