24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2024, Panggung Kebebasan Itu Telah Dibuka

Jaswanto by Jaswanto
August 3, 2024
in Panggung
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2024, Panggung Kebebasan Itu Telah Dibuka

Rason saat pentas di panggung Padi UVJF 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

CAHAYA sore yang keemasan jatuh di sebuah panggung kecil yang ditata dengan sangat artistik. Bambu-bambu dianyam, disambung-disatukan, dan menjelma menjadi semacam seni instalasi yang seolah hendak menyuarakan sesuatu—entah apa. Yang jelas panggung itu diberi nama: Padi.

Sesaat setelah orang-orang duduk di kursi malas yang empuk, melenakan, dan beberapa duduk di kursi plastik, pula lesehan di tikar di depan panggung—dengan suguhan sebotol bir dingin, tentu saja—seorang anak umur 12 tahun, dengan kepercayaan diri yang mengesankan, duduk di hadapan mereka sambil menata gitar di pangkuannya. Tiga orang yang jauh lebih tua darinya mengekor dan bersiap dengan alat musik masing-masing. Anak kecil itu bernama Rason Wardjojo. Ia memulai Sthala Ubud Village Jazz Festival 2024 dengan permainan gitar yang memukau.

Sore itu, Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF), panggung kebebasan itu, resmi digelar di Sthala A Tribute Portfolio Hotel, Ubud, Gianyar, Jumat (2/8/2024). Dan tak hanya Rason, beberapa musisi jazz Tanah Air dan luar negeri, sebelum dan sesudah acara seremoni, juga menunjukkan kebolehannya di tiga panggung yang telah disiapkan: Panggung Padi, Giri, dan Subak.

Dian Pratiwi saat pentas di panggung Giri UVJF 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Musisi Asal Spanyol, Rodrigo Parejo tampil di panggung Giri UVJF 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Ketiga panggung dengan sekuen konsep yang unik dan asyik itu dirancang dan dialirkan oleh Klick Swantara dan Diana Surya, dua arsitek muda dari Achimetriz, Bali, yang selalu menawarkan suasana baru dalam setiap karyanya.

“Kami sengaja membuat beberapa perbedaan sekuen dari lorong pintu masuk, hingga gerai-gerai yang ada di festival ini. Kami merancangnya agar pengunjung mempunyai pengalaman yang baru saat memasuki arena festival ini dibanding tahun lalu,” ujar Klick Swantara di sela-sela kesibukannya.

Sepertinya panggung-panggung tersebut dibikin bukan hanya atas dasar estetika semata, tapi juga mempertimbangkan fungsi utamanya sebagai singgasana bagi para musisi jazz. Bahkan Klick mengaku merasakan jiwa dan ruhnya berada di salah satu panggung yang ia rancang—sehingga mencipta rasa nyaman dan boleh jadi juga mewakili repertoar yang dibawakan setiap musisi.

Memang, tidak bisa dimungkiri bahwa venue Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2024 tahun ini sungguh mengesankan. Selain estetika panggung dan beberapa seni instalasi di beberapa sudut, pemandangan sungai dan bunyi-bunyian yang dihasilkannya juga menambah kesejukan mata di sela-sela telinga yang mendengar simfoni jazz.

Uwe Plath saat pentas di panggung Giri UVJF 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Noe Clerc dari Prancis tampil di panggung Subak UVJF 2024 | Foto: tatkala.co/Son

Adien Fazmail Quinteto menutup hari pertama UVJF 2024 di panggung Padi | Foto: tatkala.co/Son

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2024 dibuka dengan penuh suka cita. Ada beberapa pidato di atas panggung yang disampaikan Lasta Arimbawa, general manager Sthala A Tribute Portfolio Hotel, yang mengatakan bahwa festival ini sesuai dengan spirit Sthala. Selain itu, dari pagelaran ini Sthala juga mendapat banyak keuntungan tidak langsung.

Heru Djatmiko, perwakilan team UVJF 2024, menegaskan kembali bahwa UVJF tetap mempertahankan idealisme dengan tidak menampilkan genre musik lain. Sedangkan Anom Darsana dan Yuri Mahatma, Co-Founder UVJF, menggandeng Aram Rustamyants dari New Centropezn Quartet untuk menandatangani kerja sama antara UVJF dengan Rostov Festival, Rusia.

Festival jazz yang menampilkan seratus persen musik jazz ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, I Wayan Gede Sedana Putra, yang kemudian disusul dengan pertunjukan tari kontemporer dari Tanzer Dance Company.

“Kami Dinas Pariwisata Gianyar mendukung penuh Sthala Ubud Village Jazz Festival,” ungkap Sedana Putra.

Penampilan Tanzer Dancer Company di pembukaan UVJF 2024 | Foto: tatkala.co/Son

Sebelum dan setelah acara seremoni tersebut, sebagaimana telah disinggung di atas, para musisi jazz menampilkan beberapa reportoar, di antaranya adalah Rason; Benny Irawan Trio; Uwe Plath Quartet (Jerman) with Dian Pratiwi; New Centropezn with Horns (Rusia); Jazz Centrum; Noe Clerc Trio (Perancis); Rodrigo Pajero Quartet (Spanyol); Andien Fazmail Quinteto.

“Musik jazz, dengan segala keteraturannya, memberikan saya kebebasan dalam mengekspresikan diri,” ucap Dian Pratiwi, penyanyi jazz yang mengisi panggung Giri Sthala Ubud Village Jazz Festival 2024.

Sampai di sini, bacalah kalimat John Fordham dalam Jazz berikut: “Ketika penulis F. Scott Fitzgerald menyatakan datangnya Abad Jazz pada tahun ‘20-an, ia maksudkan kata “jazz” untuk menjabarkan suatu sikap. Anda tidak usah tahu musiknya untuk memahami rasanya ….”

Tentu Fitzgerald menyatakan pendapatnya, sebagaimana dituliskan Seno dalam “Jazz, Parfum, dan Insiden” (2017), dalam konteks pembebasan sebuah sub-kultur dari rasa rendah diri, yakni sub-kultur budak-budak hitam dari Amerika keturunan Afrika.

Panggung Padi UVJF 2024 | Foto: tatkala.co/Son

Namun, yang penting dari pernyataannya itu, tulis Seno lagi—kita tidak usah menjadi ahli musik untuk menyukai jazz. Sehingga, tidak penting jazz itu apa, yang penting kita dengar saja musiknya. Rasa yang ditularkannya. Emosi yang diteriakkannya. Jeritan yang dilengkingkannya. Raungan yang menggemuruh memuntahkan kepahitan.

Itulah uniknya jazz bagi Seno. Ia seperti hiburan, tapi hiburan yang pahit, sendu, mengungkit-ungkit rasa duka. Selalu ada luka dalam jazz, selalu ada keperihan. Seperti selalu lekat rintihan itu—rintihan dari ladang-ladang kapas maupun daerah lampu merah. Dan di Sthala Ubud Village Jazz Festival, kita dapat—meminjam bahasa Seno—“mendengar rasa, dalam bahasa suara”.[T]

Reporter: Jaswanto
Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Siap-siap, Ubud Village Jazz Festival 2024 Segera Dimulai
Ubud Village Jazz Festival: Seratus Persen Panggung untuk Musik Jazz
Malam Puncak Ubud Village Jazz Festival 2023: Musik Jazz Adalah Bahasa Universal
Ubud Village Jazz Festival 2024 akan Dihias 110 Karya Lampion dari Iluh Bali untuk Yayasan Kanker Anak
Tags: jazzUbudUbud Village Jazz Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merenungi Ajian “Tri Samaya” Lewat Film “Sekawan Limo”

Next Post

“Dark Tourism”: Menyibak Hikmah dari Kegelapan

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

“Dark Tourism”: Menyibak Hikmah dari Kegelapan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co