24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film

Chusmeru by Chusmeru
July 31, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PANDEMI Covid-19 telah banyak mengubah perilaku masyarakat di belahan dunia. Selama hampir tiga tahun orang “mengurung diri” di dalam rumah. Menonton film atau video streaming adalah salah satu cara membunuh kejenuhan.

Ketika pandemi telah usai, muncul hasrat orang untuk mengunjungi lokasi syuting film-film yang ditonton saat Covid-19 mengganas. Ada keinginan untuk napak tilas pada tempat-tempat yang menjadi ikon dalam film.

Keinginan orang untuk melakukan perjalanan wisata ke bekas lokasi syuting film biasa disebut set – jetting. Fenomena berwisata yang khas pasca pendemi ini merupakan perpaduan antara wisata, hiburan, dan budaya.

Sesungguhnya, set – jetting bukanlah fenomena baru dalam wisata napak tilas lokasi syuting film. Selandia Baru banyak dikunjungi wisatawan setelah serial film The Lord of the Rings diproduksi pada tahun 2001 hingga 2003. Banyak orang penasaran ingin mengunjungi lokasi syuting film tersebut.

Film Game of Thrones yang diproduksi sejak tahun 2011 juga telah memantik orang untuk melakukan napak tilas perjalanan ke lokasi syuting. Kroasia sebagai salah satu negara yang menjadi tempat syuting film tersebut mengalami peningkatan kunjungan wisatawan secara drastis.

Bukan hanya negara-negara Barat saja yang dilanda set – jetting. Belakangan negara Asia juga banyak diburu wisatawan lantaran film-film yang menyuguhkan panorama dan budaya menarik. Jepang dan Korea Selatan termasuk negara yang banyak diminati wisatawan setelah film dan drama yang diproduksi banyak ditonton di penjuru dunia.

Indonesia juga tak luput dari fenomena wisata napak tilas  film. Beberapa film nasional telah berhasil mengajak para penontonnya untuk berkunjung ke tempat syutingnya. Tercatat film Laskar Pelangi, Denias Senandung di Atas Awan, dan Ada Apa Dengan Cinta yang membuat banyak penonton mengunjungi lokasi syuting. Terakhir yang viral adalah serial film Gadis Kretek.

Motif

Napak tilas wisatawan ke tempat syuting film bukan tanpa alasan. Banyak waktu, tenaga, dan biaya yang harus dikeluarkan wisatawan untuk mengunjungi tempat-tempat yang pernah disaksikan dalam film. Ada tiga alasan atau motif yang mendasarinya.

Pertama, motif kultural. Setelah menyaksikan film, orang ingin mengenal lebih jauh tentang adat, tradisi, dan budaya masyarakat. Film Eat, Pray, Love yang dibintangi artis Julia Roberts mengundang perhatian orang tentang tradisi dan budaya di Bali.

Kedua, set – jetting bertujuan untuk melakukan rekonstruksi historis. Wisatawan ingin menjadi saksi sejarah dari film yang ditontonnya. Film Laskar Pelangi membuat Kepulauan Bangka Belitung menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan.

Pantai Tanjung Tinggi menjadi tempat yang ikonik dalam film Laskar Pelangi. Banyak wisatawan yang ingin menyaksikan secara langsung pantai itu. Ada pula replika Sekolah Laskar Pelangi yang menjadi lokasi syuting. Sekolah Dasar Muhammadiyah ini menjadi saksi sejarah film yang laris manis di pasaran ini.

Rekonstruksi historis juga dilakukan oleh wisatawan yang mengunjungi tempat-tempat syuting serial film Gadis Kretek. Pabrik Gula Tasik Madu di Karanganyar serta Museum Kretek di Kudus, Jawa Tengah dapat menjadi rekonstruksi sejarah bagi wisatawan setelah menonton film Gadis Kretek.

Ketiga, motif rekonstruksi imajinasi. Setelah menonton satu film, orang ingin menjadi bagian dari isi cerita film itu. Mengunjungi lokasi syuting adalah salah satu cara orang untuk berimajinasi tentang sosok pemain dan alur ceritanya.

Menyusuri jalanan di Kota Gede Yogya, menikmati debur ombak di pantai Parangtritis, atau berfoto bersama kekasih di Candi Ratu Boko akan mewujudkan imajinasi wisatawan setelah menonton film Ada Apa Dengan Cinta -2.

Rekonstruksi imajinasi juga banyak dilakukan oleh wisatawan yang mengunjungi Jepang maupun Korea Selatan. Wisatawan bukan hanya menikmati pemandangan maupun kuliner, namun juga berbusana selayaknya para artis dalam film yang ditontonnya.

Dampak

Set – jetting diharapkan dapat menjadi tren baru berwisata,sehingga akan menambah diversifikasi produk wisata di Indonesia. Terlepas dari film apa pun yang diproduksi dan ditonton, set – jetting akan membawa dampak.

Secara positif, wisata napak tilas lokasi syuting akan memacu produktivitas film nasional. Tentu saja ini akan menjadi angin segar bagi para sineas dan pekerja film. Lapangan kerja di sektor industri kreatif perfilman akan semakin terbuka.

Napak tilas film juga akan mengangkat potensi seni, adat, tradisi, dan budaya daerah. Diharapkan akan lahir film-film yang mengangkat tema budaya, alam, maupun sejarah Indonesia. Dengan demikian, film bukan hanya menghibur, namun juga memiliki nilai edukasi.

Dampak positif lain tentu saja set – jetting akan menghasilkan cuan bagi sektor pariwisata di daerah. Ketika suatu daerah menjadi lokasi syuting film yang sukses di pasaran, maka diharapkan akan mendongkrak industri kreatif di daerah. Kunjungan wisatawan akan berdampak ekonomis bagi para pelaku wisata di daerah.

Meski demikian, dampak negatif set – jetting patut diwaspadai. Salah satunya adalah tekanan terhadap lingkungan. Ketika banyak wisatawan yang datang ke suatu desa misalnya, akan berdampak pada kerusakan ekosistem maupun pencemaran lingkungan.

Kasus kerusakan lingkungan akibat set – jetting terjadi di Thailand. Pantai Maya Bay sebagai lokasi syuting film The Beach yang dibintangi Leonardo DiCaprio ramai dikunjungi wisatawan. Terjadi kerusakan terumbu karang di pantai itu. Pemerintah Thailand lantas menutup pantai tersebut selama tiga tahun untuk melakukan konservasi.

Oleh sebab itu, penting dipikirkan langkah antisipasi terhadap dampak negatif tekanan lingkungan. Jangankan film yang sukses, sesuatu yang viral di media sosial pun berpotensi diserbu pengunjung. Rumah Abah Jajang di Cianjur, Jawa Barat yang viral beberapa waktu lalu, kondisi lingkungannya sempat rusak akibat banyak pengunjung yang datang.

Netizen kadang memang serba boleh apa saja.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Pariwisata Bali: Riwayatmu Dulu dan Kini
Belajar Desa Wisata dari Bali
Wisata “Overland”Jelajah Negeri
Wisata Petualangan: Manfaat Ekonomi dan Konservasi
Tags: ilmu pariwisataPariwisataSet-Jetting
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lagu “Change of Heart” Astera ft. Riri The Dare: Lebih Better dari sebelumnya, tapi…

Next Post

Kebaya, Warisan Sandang yang Tak Lekang oleh Zaman

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Kebaya, Warisan Sandang yang Tak Lekang oleh Zaman

Kebaya, Warisan Sandang yang Tak Lekang oleh Zaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co