13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film

Chusmeru by Chusmeru
July 31, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PANDEMI Covid-19 telah banyak mengubah perilaku masyarakat di belahan dunia. Selama hampir tiga tahun orang “mengurung diri” di dalam rumah. Menonton film atau video streaming adalah salah satu cara membunuh kejenuhan.

Ketika pandemi telah usai, muncul hasrat orang untuk mengunjungi lokasi syuting film-film yang ditonton saat Covid-19 mengganas. Ada keinginan untuk napak tilas pada tempat-tempat yang menjadi ikon dalam film.

Keinginan orang untuk melakukan perjalanan wisata ke bekas lokasi syuting film biasa disebut set – jetting. Fenomena berwisata yang khas pasca pendemi ini merupakan perpaduan antara wisata, hiburan, dan budaya.

Sesungguhnya, set – jetting bukanlah fenomena baru dalam wisata napak tilas lokasi syuting film. Selandia Baru banyak dikunjungi wisatawan setelah serial film The Lord of the Rings diproduksi pada tahun 2001 hingga 2003. Banyak orang penasaran ingin mengunjungi lokasi syuting film tersebut.

Film Game of Thrones yang diproduksi sejak tahun 2011 juga telah memantik orang untuk melakukan napak tilas perjalanan ke lokasi syuting. Kroasia sebagai salah satu negara yang menjadi tempat syuting film tersebut mengalami peningkatan kunjungan wisatawan secara drastis.

Bukan hanya negara-negara Barat saja yang dilanda set – jetting. Belakangan negara Asia juga banyak diburu wisatawan lantaran film-film yang menyuguhkan panorama dan budaya menarik. Jepang dan Korea Selatan termasuk negara yang banyak diminati wisatawan setelah film dan drama yang diproduksi banyak ditonton di penjuru dunia.

Indonesia juga tak luput dari fenomena wisata napak tilas  film. Beberapa film nasional telah berhasil mengajak para penontonnya untuk berkunjung ke tempat syutingnya. Tercatat film Laskar Pelangi, Denias Senandung di Atas Awan, dan Ada Apa Dengan Cinta yang membuat banyak penonton mengunjungi lokasi syuting. Terakhir yang viral adalah serial film Gadis Kretek.

Motif

Napak tilas wisatawan ke tempat syuting film bukan tanpa alasan. Banyak waktu, tenaga, dan biaya yang harus dikeluarkan wisatawan untuk mengunjungi tempat-tempat yang pernah disaksikan dalam film. Ada tiga alasan atau motif yang mendasarinya.

Pertama, motif kultural. Setelah menyaksikan film, orang ingin mengenal lebih jauh tentang adat, tradisi, dan budaya masyarakat. Film Eat, Pray, Love yang dibintangi artis Julia Roberts mengundang perhatian orang tentang tradisi dan budaya di Bali.

Kedua, set – jetting bertujuan untuk melakukan rekonstruksi historis. Wisatawan ingin menjadi saksi sejarah dari film yang ditontonnya. Film Laskar Pelangi membuat Kepulauan Bangka Belitung menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan.

Pantai Tanjung Tinggi menjadi tempat yang ikonik dalam film Laskar Pelangi. Banyak wisatawan yang ingin menyaksikan secara langsung pantai itu. Ada pula replika Sekolah Laskar Pelangi yang menjadi lokasi syuting. Sekolah Dasar Muhammadiyah ini menjadi saksi sejarah film yang laris manis di pasaran ini.

Rekonstruksi historis juga dilakukan oleh wisatawan yang mengunjungi tempat-tempat syuting serial film Gadis Kretek. Pabrik Gula Tasik Madu di Karanganyar serta Museum Kretek di Kudus, Jawa Tengah dapat menjadi rekonstruksi sejarah bagi wisatawan setelah menonton film Gadis Kretek.

Ketiga, motif rekonstruksi imajinasi. Setelah menonton satu film, orang ingin menjadi bagian dari isi cerita film itu. Mengunjungi lokasi syuting adalah salah satu cara orang untuk berimajinasi tentang sosok pemain dan alur ceritanya.

Menyusuri jalanan di Kota Gede Yogya, menikmati debur ombak di pantai Parangtritis, atau berfoto bersama kekasih di Candi Ratu Boko akan mewujudkan imajinasi wisatawan setelah menonton film Ada Apa Dengan Cinta -2.

Rekonstruksi imajinasi juga banyak dilakukan oleh wisatawan yang mengunjungi Jepang maupun Korea Selatan. Wisatawan bukan hanya menikmati pemandangan maupun kuliner, namun juga berbusana selayaknya para artis dalam film yang ditontonnya.

Dampak

Set – jetting diharapkan dapat menjadi tren baru berwisata,sehingga akan menambah diversifikasi produk wisata di Indonesia. Terlepas dari film apa pun yang diproduksi dan ditonton, set – jetting akan membawa dampak.

Secara positif, wisata napak tilas lokasi syuting akan memacu produktivitas film nasional. Tentu saja ini akan menjadi angin segar bagi para sineas dan pekerja film. Lapangan kerja di sektor industri kreatif perfilman akan semakin terbuka.

Napak tilas film juga akan mengangkat potensi seni, adat, tradisi, dan budaya daerah. Diharapkan akan lahir film-film yang mengangkat tema budaya, alam, maupun sejarah Indonesia. Dengan demikian, film bukan hanya menghibur, namun juga memiliki nilai edukasi.

Dampak positif lain tentu saja set – jetting akan menghasilkan cuan bagi sektor pariwisata di daerah. Ketika suatu daerah menjadi lokasi syuting film yang sukses di pasaran, maka diharapkan akan mendongkrak industri kreatif di daerah. Kunjungan wisatawan akan berdampak ekonomis bagi para pelaku wisata di daerah.

Meski demikian, dampak negatif set – jetting patut diwaspadai. Salah satunya adalah tekanan terhadap lingkungan. Ketika banyak wisatawan yang datang ke suatu desa misalnya, akan berdampak pada kerusakan ekosistem maupun pencemaran lingkungan.

Kasus kerusakan lingkungan akibat set – jetting terjadi di Thailand. Pantai Maya Bay sebagai lokasi syuting film The Beach yang dibintangi Leonardo DiCaprio ramai dikunjungi wisatawan. Terjadi kerusakan terumbu karang di pantai itu. Pemerintah Thailand lantas menutup pantai tersebut selama tiga tahun untuk melakukan konservasi.

Oleh sebab itu, penting dipikirkan langkah antisipasi terhadap dampak negatif tekanan lingkungan. Jangankan film yang sukses, sesuatu yang viral di media sosial pun berpotensi diserbu pengunjung. Rumah Abah Jajang di Cianjur, Jawa Barat yang viral beberapa waktu lalu, kondisi lingkungannya sempat rusak akibat banyak pengunjung yang datang.

Netizen kadang memang serba boleh apa saja.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Pariwisata Bali: Riwayatmu Dulu dan Kini
Belajar Desa Wisata dari Bali
Wisata “Overland”Jelajah Negeri
Wisata Petualangan: Manfaat Ekonomi dan Konservasi
Tags: ilmu pariwisataPariwisataSet-Jetting
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lagu “Change of Heart” Astera ft. Riri The Dare: Lebih Better dari sebelumnya, tapi…

Next Post

Kebaya, Warisan Sandang yang Tak Lekang oleh Zaman

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Kebaya, Warisan Sandang yang Tak Lekang oleh Zaman

Kebaya, Warisan Sandang yang Tak Lekang oleh Zaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co