13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kebaya, Warisan Sandang yang Tak Lekang oleh Zaman

Winar Ramelan by Winar Ramelan
July 31, 2024
in Esai
Kebaya, Warisan Sandang yang Tak Lekang oleh Zaman

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dari Canva

MASIH sangat kuat di ingatan saya model pakaian yang dikenakan ibu dan nenek di sepanjang hidupnya. Yaitu pakai jarik atau kain batik panjang dengan baju kebaya. Tak lupa rambut tersisir rapi lalu digelung. Kesan yang ditampilkan adalah sederhana dan rapi, namun tetap anggun bahkan memesona. Ketika itu di Jawa tahun 1970-an.

Dulu, busana kebaya dan kain panjang biasa dipakai sehari-hari di rumah, bahkan di acara formal maupun informal. Bedanya, jika untuk acara formal tinggal menambah kerudung atau selendang dan gelung rambutnya pun bisa ditambah dengan sanggul yang lebih besar dari biasanya.

Kini, meski zaman semakin berkembang, bahkan boleh dikatakan jaman modern, kebaya tak lantas hilang. Di tengah fashion sekarang yang kian berkembang pesat dan beragam—yang tak jarang mengadopsi dari Barat—toh kebaya masih dipakai bahkan mendapatkan tempat di hati pecintanya.

Sebab, dengan mengenakan kebaya tidak berarti kuno, bahkan turut melestarikan warisan leluhur sebagai busana tradisional yang menjadi identitas budaya.

Dunia fashion yang terus berkembang, kebaya pun turut berkembang meski tak lepas dari pakemnya. Untuk mendapatkan kesan kekinian tak jarang ditambahkan bordir atau aplikasi bunga-bunga tempel bahkan payet serta mutiara, tentu agar semakin terlihat indah.

Pada acara acara istimewa dan sakral seperti wisuda atau pernikahan, kebaya kerap dikenakan—tentu bukan lagi kebaya biasa seperti ketika dipakai ke pura. Kebaya-kebaya yang dikenakan penuh taburan payet, mutiara, dan swarovski—yaitu potongan-potongan kristal yang dibentuk menyerupai permata agar terkesan lebih mewah yang cocok untuk acara spesial.

Ini sebagai tanda bahwa kebaya memang busana yang bisa dikenakan di berbagai acara. Di Bali sendiri, kebaya tidak hanya dikenakan saat ke pura saja. Di hari Kamis, purnama, tilem, serta hari-hari besar agama, para siswa dan PNS diwajibkan mengenakan busana adat.

Dalam konteks tersebut, bagi yang wanita, tentu kebaya yang dikenakan kadang dilengkapi dengan kain panjang, entah itu dari batik, tenun endek, atau songket, serta selendang yang melilit pinggang. Artinya, sejak dari dini anak-anak diajari melestarikan busana tradisional dengan tujuan menjaga dan meneruskan warisan leluhur.

UNESCO pun mengakui jika kebaya adalah warisan budaya tak benda dari Indonesia agar tak lagi ada negara lain yang mengakui bahwa kebaya sebagai bagian dari budaya negaranya. Dan dalam sejarahnya, kebaya telah ada dari abad 15-16 M dan di kenakan oleh wanita di sebagian Asia Tenggara, terutama di Indonesia.

Segala cara ditempuh agar kebaya tetap lestari. Selain sebagai busana tradisional sekaligus busana adat, terutama di Bali. Tepat 9 Mei 2023, Ibu Iriana Joko Widodo turut serta dalam Parade Berkebaya Adat Bali di Taman Budaya Art Centre Denpasar yang diikuti oleh 14 ribu perempuan berkebaya.

Kebaya tidak melulu dipadupadankan dengan kain panjang atau sarung seperti zaman dulu. Saat ini banyak terlihat kebaya dipadupadankan dengan rok, celana, bahkan dengan celana jens pun tetap terlihat oke—kesan anggun dan modisnya dapat.

Kebaya juga tidak melulu berlengan panjang lurus. Dengan lengan tiga perempat atau lengan pendek tetap terkesan cantik. Ada banyak variasi dan jenisnya, baik dari potongan atau bahan untuk model kebaya.

Tetapi tetap harus disesuaikan pada saat acara apa kebaya akan dipakai, agar tetap percaya diri saat mengenakan kebaya. Meski tak bisa dimungkiri bahwa kebaya bisa dikenakan di acara apa pun.

Saat ini ada banyak komunitas perempuan dengan menyematkan nama kebaya, karena mereka sangat peduli akan kelestarian budaya adiluhung ini dan mengenalkan lebih luas lagi akan keberadaan kebaya yang sarat makna dan kiprah perempuan dalam komunitas tersebut yang memang dari berbagai profesi yang bisa memberikan sumbangsih atas lestarinya kebaya.

Hingga ditetapkanlah Hari Kebaya Nasional yang diperingati tiap tanggal 24 Juli, dan tahun ini mengambil tema “Lestarikan Budaya Dengan Bangga Berkebaya”.

Tak jarang mode pakaian mengalami perputaran atau perubahan bentuk maupun gaya. Tak jarang pula ada model pakaian yang tak lagi dikenakan alias menghilang. Tetapi kebaya rasanya tak lekang oleh zaman. Ia tetap ada dan tetap tak ketinggalan zaman dan tetap pantas dikenakan di berbagai acara.

Jadi, tak ada salahnya jika para wanita mulai terbiasa mengenakan busana kebaya, tak ada istilah kuno atau ketinggalan zaman. Sekarang ini ada banyak kebaya modern sebagai pilihan, misalnya untuk acara resmi bisa pakai model Sabrina, untuk sehari-hari biar nyaman bisa pakai yang biasa dengan lengan berbagai ukuran, tinggal milih apa yang dirasa pas dan nyaman.[T]

Pameran Roman Muka: Membaca, Memaknai, dan Menemukan Kembali Segala Rupa Ekspresi Sandang Nusantara
Ikhtiar Putu Putri Ani dalam Membangkitkan Kain Songket Leluhur Desa Beratan, Sempat Rugi 300 Juta
Tags: balijawaKebaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film

Next Post

Pidato Kebudayaan Goenawan Mohamad di ISI Denpasar tentang Airlangga,  “Bangkit Manusia Mulia”

Winar Ramelan

Winar Ramelan

Lahir di Malang 05 Juni, kini tinggal di Denpasar. Menulis kumpulan puisi tunggal dengan judul Narasi Sepasang Kaos Kaki. Puisinya dimuat di berbagai media lokal dan nasional

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Pidato Kebudayaan Goenawan Mohamad di ISI Denpasar tentang Airlangga,  “Bangkit Manusia Mulia”

Pidato Kebudayaan Goenawan Mohamad di ISI Denpasar tentang Airlangga,  “Bangkit Manusia Mulia”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co