30 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Roman Muka: Membaca, Memaknai, dan Menemukan Kembali Segala Rupa Ekspresi Sandang Nusantara

Jaswanto by Jaswanto
July 18, 2024
in Pameran
Pameran Roman Muka: Membaca, Memaknai, dan Menemukan Kembali Segala Rupa Ekspresi Sandang Nusantara

Salah satu kain yang dipamerkan | Dok. Roman Muka

ROMAN Muka adalah pameran arsip yang menampilkan wastra tradisional yang ragam hiasnya diciptakan dengan teknik-teknik khas yang memberi kesan “hiasan”—walaupun sebenarnya lebih daripada itu. Mulai dari bubuhan perada, sulaman yang dijahit di permukaan kain, hingga cukitan benang yang dikenal dengan songket, maupun pahikung.

Selain wastra, Roman Muka juga menampilkan objek-objek yang berguna untuk berhias; bersolek. Dengan konsep Roman Muka, yang berarti raut wajah, pameran ini mengajak kita untuk membaca dan menemukan kegembiraan dalam segala rupa ekspresi. Pameran ini memacak tema “Embellishments on Textiles and Objects”.

“Tahun lalu kami mengadakan pameran batik-batik bagian pesisir utara Pulau Jawa. Dan tahun ini, setelah saya dan tim memikirkannya, terpantik lah ide untuk mengangkat tema mengenai teknik penambahan hiasan pada tekstil dan objek,” ujar Samuel David, Event Manager sekaligus Kurator Pameran Roman Muka.

Arsip yang dihadirkan di Roman Muka dikurasi langsung dari arsip Pithecanthropus, jenama mode yang terinspirasi dari wastra tradisional Indonesia.

Sekadar informasi, Pithecanthropus adalah rumah mode dan gaya hidup yang terinspirasi oleh wastra tradisional Indonesia. Bermula dari toko oleh-oleh kecil yang didirikan 34 tahun lalu, Pithecanthropus berkomitmen untuk menjelajahi kembali budaya Indonesia melalui pakaian ready-to-wear, perhiasan, dan wastra lawasan.

Menurut Prinka Saraswati, writer dan co-curator Pameran Roman Muka, ini merupakan pameran ketiga dari Pithecanthropus. Pada pameran sebelumnya, Pithecanthropus juga fokus terhadap wastra. Namun, tahun ini, pameran hendak menyoroti lebih dalam mengenai teknik-teknik dalam kain yang tidak hanya berkutat pada pembuatan kain itu sendiri.

“Misal, untuk penenunan, pembatikan, itukan fokus dalam lembaran kainnya. Nah, yang kami fokuskan di sini adalah teknik untuk memberi tambahan atau kesan hiasan. Karena, beberapa produk budaya, seperti songket, manik-manik di kain, atau sulaman, misalnya, itu bukan sekadar hiasan. Dan kami ingin memberi pemaknaan yang lebih terhadap praktik tersebut—yang tidak hanya menganggap itu sebagai sekadar hiasan semata,” ujar Prinka.

Mengenai pertimbangan pemilihan objek pameran, Sam, panggilan akrab Samuel David, menjelaskan bahwa pada awalnya ia dan timnya melakukan pemetaan, riset pustaka, dan bertanya kepada beberapa narasumber mengenai hiasan dalam arsip Pithecanthropus. Pemetaan tersebut bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah hiasan dan apa saja jenisnya.

“Dari pemetaan itulah, secara garis besar, setidaknya ada lima teknik yang saya temukan dalam arsip Pithecanthropus. Pertama teknik songket, perada, pahikung, buna, dan sulam,” jelas Sam.   

Kain songket disebut sebagai kain yang paling bertahta di Palembang. Tetapi tidak hanya di Palembang, ragam teknik songket juga bisa ditemukan di Minangkabau (Sumatera Barat), dan Bali. Dengan gayanya masing-masing, songket di tiap daerah menunjukkan budaya dan identitas khasnya.

Selain songket, sebagaimana telah disampai Sam, Roman Muka juga akan menampilkan kain buna dari Timor. Benar. Selain ikat, Pulau Timor juga dikenal dengan kain buna-nya. Benang disisipkan satu per satu di antara benang lungsi sehingga tampak depan dan belakang terlihat sama—dengan hasil yang menyerupai sulaman.

Ada juga teknik sulaman Minang. Dengan mengombinasikan nilai-nilai dan alam raya Minang, dengan teknik sulam dari India dan Cina, Sumatera Barat berkreasi dengan sulamannya yang hadir dalam kain hingga dekorasi untuk pernikahan.

Lalu ada tapis Lampung, kain yang secara tradisi hanya dipakai oleh perempuan Lampung pada upacara adat. Tapis adalah kain pusaka yang disulam dengan benang perak maupun emas. Dan perada dari Lasem dan Bali. Batik dan kain berlapis emas dari Lasem dan Bali, dikurasi oleh Pithecanthropus dan Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana.

Ya, Roman Muka juga bekerja sama dengan Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, yang menjadi kurator untuk arsip kain dan objek Bali dari arsip koleksinya. Benar. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, periset, desainer, serta pengajar dari prodi Studi Fashion ISI Denpasar itu, turut mengkurasi pojok wastra Bali dengan koleksinya; songket, ider-ider tradisional Bali, hingga perabotan.

Sampai di sini, boleh dibilang, Roman Muka hendak menemukan, membaca, mempelajari, dan memaknai kembali apa yang telah bangsa ini miliki. Dan dalam konteks hari ini, pameran ini hendak menggali relevansi dan keberlanjutan kearifan tersebut. “Mau dibawa ke mana setelah ini?” tanya Sam.

Semua arsip atau benda yang telah dikumpulkan dan semua cerita yang telah didapatkan dari banyak orang itu, hendak dikembalikan kepada publik supaya dapat diakses dan memberi manfaat kepada banyak hal. “Jadi, objek-objek itu tidak hanya jadi benda koleksi pribadi saja, tapi juga dapat diketahui oleh orang-orang yang tidak memiliki benda tersebut,” tutur Sam.

Harapannya, Sam melanjutkan, banyak orang dapat terinspirasi dari pameran ini. Misalnya, orang-orang yang bergerak di bidang kesenian, kebudayaan, antropologi, atau cabang ilmu sosial lainnya, dapat menjadikan arsip-arsip atau benda-benda yang dipamerkan sebagai sumber penciptaan karya.

“Dalam hal desain, misalnya. Mungkin ragam hias yang kami pamerkan dapat menjadi inspirasi desain baru dalam bidang fashion dan bidang lainnya,” Sam menjelaskan. Selain itu, pameran ini juga dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran atau wadah pengetahuan bagi siswa dan mahasiswa atau generasi muda pada umumnya yang barangkali tidak pernah mengetahui perihal ragam benda-benda yang dipamerkan.

Sementara itu, Prinka Saraswati menegaskan bahwa Pithecanthropus secara konstan hadir untuk melakukan misi mereka, yakni menjelajahi ulang budaya Indonesia. “Dan saya rasa, mau besar atau kecil impact-nya itu bukan suatu masalah, si. Sebab kehadiran yang konstan dan stabil itu membantu untuk terus-menerus menebarkan kecintaan dan merawat kebudayaan,” tegas Prinka.  

Pameran Roman Muka akan dibuka pada Sabtu, 20 Juli 2024 pukul 18.00 WITA hingga selesai, dan pameran akan berlangsung hingga 1 September 2024 di Masa Masa, restoran dan ruang hubung kebudayaan di Ketewel, Gianyar, di bawah naungan dua rumah kayu berusia lebih dari 250 tahun yang dipreservasi dari Palembang, Sumatera.

Selain pameran, Roman Muka juga memiliki serangkaian acara, yaitu Curatorial Talk bersama Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana dan Prinka Saraswati pada tanggal 10 Agustus 2024; Pasar Merdeka pada tanggal 17-18 Agustus 2024; dan lokakarya perhiasan manik pada tanggal 31 Agustus 2024 mendatang.[T]

Kontak: Samuel, Event Manager (+62812-8766-0001)

Menyurat yang Silam, Menggurat yang Menjelang | Dari Pameran Foto-Dokumen NU Buleleng dan Benda Sejarah Muslim Bali Utara
Ziarah ke “Marya dan Kebyar” di Pameran Arsip 1928
Pameran “Telu”: Melihat Ragam Ekspresi Budaya di Jalur Rempah Pulau Bali
Citra Kata: Lukisan Puitik I Nyoman Wirata Mentransformasi Sajak-sajak Umbu
Tags: Masa MasaPameran Roman MukaPithecanthropus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menengok Tradisi Munjung ke Setra, “Piknik” di Kuburan ala Orang Buleleng saat Hari Pagerwesi

Next Post

Majejahitan, Meditasi ala Perempuan Bali

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails
Next Post
Majejahitan, Meditasi ala Perempuan Bali

Majejahitan, Meditasi ala Perempuan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 29, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya
Esai

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang
Khas

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co