20 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Roman Muka: Membaca, Memaknai, dan Menemukan Kembali Segala Rupa Ekspresi Sandang Nusantara

Jaswanto by Jaswanto
July 18, 2024
in Pameran
Pameran Roman Muka: Membaca, Memaknai, dan Menemukan Kembali Segala Rupa Ekspresi Sandang Nusantara

Salah satu kain yang dipamerkan | Dok. Roman Muka

ROMAN Muka adalah pameran arsip yang menampilkan wastra tradisional yang ragam hiasnya diciptakan dengan teknik-teknik khas yang memberi kesan “hiasan”—walaupun sebenarnya lebih daripada itu. Mulai dari bubuhan perada, sulaman yang dijahit di permukaan kain, hingga cukitan benang yang dikenal dengan songket, maupun pahikung.

Selain wastra, Roman Muka juga menampilkan objek-objek yang berguna untuk berhias; bersolek. Dengan konsep Roman Muka, yang berarti raut wajah, pameran ini mengajak kita untuk membaca dan menemukan kegembiraan dalam segala rupa ekspresi. Pameran ini memacak tema “Embellishments on Textiles and Objects”.

“Tahun lalu kami mengadakan pameran batik-batik bagian pesisir utara Pulau Jawa. Dan tahun ini, setelah saya dan tim memikirkannya, terpantik lah ide untuk mengangkat tema mengenai teknik penambahan hiasan pada tekstil dan objek,” ujar Samuel David, Event Manager sekaligus Kurator Pameran Roman Muka.

Arsip yang dihadirkan di Roman Muka dikurasi langsung dari arsip Pithecanthropus, jenama mode yang terinspirasi dari wastra tradisional Indonesia.

Sekadar informasi, Pithecanthropus adalah rumah mode dan gaya hidup yang terinspirasi oleh wastra tradisional Indonesia. Bermula dari toko oleh-oleh kecil yang didirikan 34 tahun lalu, Pithecanthropus berkomitmen untuk menjelajahi kembali budaya Indonesia melalui pakaian ready-to-wear, perhiasan, dan wastra lawasan.

Menurut Prinka Saraswati, writer dan co-curator Pameran Roman Muka, ini merupakan pameran ketiga dari Pithecanthropus. Pada pameran sebelumnya, Pithecanthropus juga fokus terhadap wastra. Namun, tahun ini, pameran hendak menyoroti lebih dalam mengenai teknik-teknik dalam kain yang tidak hanya berkutat pada pembuatan kain itu sendiri.

“Misal, untuk penenunan, pembatikan, itukan fokus dalam lembaran kainnya. Nah, yang kami fokuskan di sini adalah teknik untuk memberi tambahan atau kesan hiasan. Karena, beberapa produk budaya, seperti songket, manik-manik di kain, atau sulaman, misalnya, itu bukan sekadar hiasan. Dan kami ingin memberi pemaknaan yang lebih terhadap praktik tersebut—yang tidak hanya menganggap itu sebagai sekadar hiasan semata,” ujar Prinka.

Mengenai pertimbangan pemilihan objek pameran, Sam, panggilan akrab Samuel David, menjelaskan bahwa pada awalnya ia dan timnya melakukan pemetaan, riset pustaka, dan bertanya kepada beberapa narasumber mengenai hiasan dalam arsip Pithecanthropus. Pemetaan tersebut bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah hiasan dan apa saja jenisnya.

“Dari pemetaan itulah, secara garis besar, setidaknya ada lima teknik yang saya temukan dalam arsip Pithecanthropus. Pertama teknik songket, perada, pahikung, buna, dan sulam,” jelas Sam.   

Kain songket disebut sebagai kain yang paling bertahta di Palembang. Tetapi tidak hanya di Palembang, ragam teknik songket juga bisa ditemukan di Minangkabau (Sumatera Barat), dan Bali. Dengan gayanya masing-masing, songket di tiap daerah menunjukkan budaya dan identitas khasnya.

Selain songket, sebagaimana telah disampai Sam, Roman Muka juga akan menampilkan kain buna dari Timor. Benar. Selain ikat, Pulau Timor juga dikenal dengan kain buna-nya. Benang disisipkan satu per satu di antara benang lungsi sehingga tampak depan dan belakang terlihat sama—dengan hasil yang menyerupai sulaman.

Ada juga teknik sulaman Minang. Dengan mengombinasikan nilai-nilai dan alam raya Minang, dengan teknik sulam dari India dan Cina, Sumatera Barat berkreasi dengan sulamannya yang hadir dalam kain hingga dekorasi untuk pernikahan.

Lalu ada tapis Lampung, kain yang secara tradisi hanya dipakai oleh perempuan Lampung pada upacara adat. Tapis adalah kain pusaka yang disulam dengan benang perak maupun emas. Dan perada dari Lasem dan Bali. Batik dan kain berlapis emas dari Lasem dan Bali, dikurasi oleh Pithecanthropus dan Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana.

Ya, Roman Muka juga bekerja sama dengan Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, yang menjadi kurator untuk arsip kain dan objek Bali dari arsip koleksinya. Benar. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, periset, desainer, serta pengajar dari prodi Studi Fashion ISI Denpasar itu, turut mengkurasi pojok wastra Bali dengan koleksinya; songket, ider-ider tradisional Bali, hingga perabotan.

Sampai di sini, boleh dibilang, Roman Muka hendak menemukan, membaca, mempelajari, dan memaknai kembali apa yang telah bangsa ini miliki. Dan dalam konteks hari ini, pameran ini hendak menggali relevansi dan keberlanjutan kearifan tersebut. “Mau dibawa ke mana setelah ini?” tanya Sam.

Semua arsip atau benda yang telah dikumpulkan dan semua cerita yang telah didapatkan dari banyak orang itu, hendak dikembalikan kepada publik supaya dapat diakses dan memberi manfaat kepada banyak hal. “Jadi, objek-objek itu tidak hanya jadi benda koleksi pribadi saja, tapi juga dapat diketahui oleh orang-orang yang tidak memiliki benda tersebut,” tutur Sam.

Harapannya, Sam melanjutkan, banyak orang dapat terinspirasi dari pameran ini. Misalnya, orang-orang yang bergerak di bidang kesenian, kebudayaan, antropologi, atau cabang ilmu sosial lainnya, dapat menjadikan arsip-arsip atau benda-benda yang dipamerkan sebagai sumber penciptaan karya.

“Dalam hal desain, misalnya. Mungkin ragam hias yang kami pamerkan dapat menjadi inspirasi desain baru dalam bidang fashion dan bidang lainnya,” Sam menjelaskan. Selain itu, pameran ini juga dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran atau wadah pengetahuan bagi siswa dan mahasiswa atau generasi muda pada umumnya yang barangkali tidak pernah mengetahui perihal ragam benda-benda yang dipamerkan.

Sementara itu, Prinka Saraswati menegaskan bahwa Pithecanthropus secara konstan hadir untuk melakukan misi mereka, yakni menjelajahi ulang budaya Indonesia. “Dan saya rasa, mau besar atau kecil impact-nya itu bukan suatu masalah, si. Sebab kehadiran yang konstan dan stabil itu membantu untuk terus-menerus menebarkan kecintaan dan merawat kebudayaan,” tegas Prinka.  

Pameran Roman Muka akan dibuka pada Sabtu, 20 Juli 2024 pukul 18.00 WITA hingga selesai, dan pameran akan berlangsung hingga 1 September 2024 di Masa Masa, restoran dan ruang hubung kebudayaan di Ketewel, Gianyar, di bawah naungan dua rumah kayu berusia lebih dari 250 tahun yang dipreservasi dari Palembang, Sumatera.

Selain pameran, Roman Muka juga memiliki serangkaian acara, yaitu Curatorial Talk bersama Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana dan Prinka Saraswati pada tanggal 10 Agustus 2024; Pasar Merdeka pada tanggal 17-18 Agustus 2024; dan lokakarya perhiasan manik pada tanggal 31 Agustus 2024 mendatang.[T]

Kontak: Samuel, Event Manager (+62812-8766-0001)

Menyurat yang Silam, Menggurat yang Menjelang | Dari Pameran Foto-Dokumen NU Buleleng dan Benda Sejarah Muslim Bali Utara
Ziarah ke “Marya dan Kebyar” di Pameran Arsip 1928
Pameran “Telu”: Melihat Ragam Ekspresi Budaya di Jalur Rempah Pulau Bali
Citra Kata: Lukisan Puitik I Nyoman Wirata Mentransformasi Sajak-sajak Umbu
Tags: Masa MasaPameran Roman MukaPithecanthropus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menengok Tradisi Munjung ke Setra, “Piknik” di Kuburan ala Orang Buleleng saat Hari Pagerwesi

Next Post

Majejahitan, Meditasi ala Perempuan Bali

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
0
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

Read moreDetails

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

by tatkala
October 14, 2026
0
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

Read moreDetails

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
0
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

Read moreDetails

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
0
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

Read moreDetails

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
0
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

Read moreDetails

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails
Next Post
Majejahitan, Meditasi ala Perempuan Bali

Majejahitan, Meditasi ala Perempuan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU
Esai

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta
Ulas Rupa

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

by Emi Suy
October 19, 2026
Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental
Olahraga

Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

KETIKA musik mulai diputar, tangan para peserta terangkat di atas kepala. Mereka bertepuk tangan mengikuti irama lagu “Gemu Fa Mi...

by Nyoman Budarsana
October 19, 2026
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata
Esai

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

by Angga Wijaya
October 19, 2026
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra
Esai

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya
Ulas Musik

Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya

ADA masa ketika malam adalah malam. Setelah matahari tenggelam, kehidupan perlahan menurunkan volumenya. Warung mulai menutup pintu, pasar berhenti berisik,...

by Ahmad Sihabudin
October 19, 2026
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media
Esai

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

by Angga Wijaya
October 18, 2026
Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana
Esai

Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

ARTIKEL I Made Sudiana, “Terminologi ‘Selam’ dan ‘Nyelam’ dalam Tradisi Bali” (NusaBali.com. 18/10/2029) mengangkat persoalan yang menarik: bagaimana kata-kata menyimpan...

by IGA Darma Putra
October 18, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co