30 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
in Pameran
Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

Pameran 'Vernal Artistic' di Santrian Art Gallery

Jauh sebelum para undangan itu hadir, karya seni rupa berbagai ukuran sudah terpasang rapi pada dinding tembok putih. Lampu sorot masih mati, dan ruangan masih lengang. Kalau berada lebih dekat, karya seni di atas kanvas itu sudah mengisyaratkan makna mendalam. Sementara di halaman hijau, aneka menu ringan siap menyambut para pengunjung yang hadir. Setelah orang-orang berdatangan, ruang terbuka itupun penuh dengan percakapan seni yang akhirnya resmi menjadi acara seni.

Jumat, 8 Mei 2026, sore menjelang malam itu, adalah suasana pembukaan pameran seni rupa bertajuk “Vernal Artistic” di Santrian Art Gallery Sanur. Pada pameran kali ini, ada empat seniman yang sepakat melakukan pameran bersama di gallery yang masih berada di areal Griya Santrian a Beach Resort & Spa, Sanur itu. Keempat perupa Bali itu adalah Edy Asparanggi, I Gede Sugiada, IB Suryantara, dan Dewa Gede Agung yang menampilkan sebanyak 23 karya seni.

Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana dalam pameran ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery

Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, Rektor ISI Bali, didampingi owner Santrian Art Gallery, Ida Bagus Sidartha Putra kemudian membuka pameran ditandai dengan pengguntingan bunga tepat di depan pintu masuk gallery. Lampu-lampu sorot itu pun menyala membuat ruang gallery menjadi terang, seterang semangat para perupa yang berpameran. Pengunjung kemudian lebih leluasa menyaksikan dan mencoba menafsir pesan dan makna dalam karya itu. Ada pula yang sekadar merasakan keindahan goresan serta warna yang ada.

Kurator I Made Susanta Dwitanaya sebelum pameran menyampaikan, keempat perupa ini, menghadirkan karya yang terakumulasi dari hasil pengendapan gagasan dan eksplorasi diri di laboratorium kreatif. Sekian waktu jeda dari kehadiran mereka di “panggung” pameran telah mereka lalui untuk larut dalam eksplorasi gagasan dan visual, yang hari ini dapat disaksikan bersama hasilnya. Karena itu, Vernal Artistic, pemaknaan atas musim semi kreatifitas keempat perupa.

Tema “Vernal Artistic” adalah musim semi artistik. Musim ketika garis meliuk dinamis, ketika bidang dan ruang menolak stagnan, komposisi terkonfigurasi dinamis, ketika warna menemukan auranya kembali. Para perupa yang dulu menyelami kesunyian itu muncul kembali seperti akar yang menembus batu, tunas yang membelah biji. Mereka melukis bukan untuk menggambarkan tapi untuk menghidupkan, mereka menumpahkan rupa untuk memaknai waktu dan diri yang telah difermentasi oleh kesabaran dan juga pengalaman-pengalaman diri. Setiap torehan garis, sapuan sapuan kuas, komposisi objek dan ruang adalah denyut perkecambahan baru yang bergerak menuju cahaya, seperti tunas tunas musim semi yang menuju cahaya, menumbuhkan batang, cabang, ranting , daun, memekarkan bunga dan buah yang segar.

Pameran ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery

“Vernal Artistic” adalah gerak hidup yang diterjemahkan ke dalam warna. Ia adalah saat ketika kesunyian berfotosintesis menjadi rupa, ketika diam bertransformasi menjadi ritme,ketika yang beku akhirnya meleleh menjadi komposisi yang hidup. Setiap karya di sini seperti tubuh musim semi itu sendiri: menumbuhkan tunas, menegakkan batang, membuka stomata, menyerap cahaya, dan menyalurkannya ke segala arah.

Ia tumbuh dalam keberanian yang pelan tapi pasti, dalam kerendahan hati yang mekar, dalam keyakinan bahwa keindahan sejati tidak lahir dari proses yang instan, melainkan dari proses fermentasi waktu dan momentum. Para perupa kini kembali pada cahaya semangat penciptaan yang disadari dan dihayati sebagai musim semi artistik yang sedang dirasakan oleh ; Putu Edi Asparanggi, I Gede Sugiada “Anduk”, Ida Bagus Suryantara “Cooh”, dan Dewa Gede Agung.

Di kanan pintu masuk gallery ada karya lukis panel berjudul Bhuana Agung Bhuana Alit merupakan karya IB Suryantara. Karya ini merupakan gabungan dari karya-karya kecil dengan arti masing-masing (bhuana alit). Tetapi, setelah digabung disatukan menjadi lebih besar (bhuana agung) yang memiliki makna keseimbangan. Bahan yang digunakan adalah kertas daur ulang yang ditata indah. Pemilihan bahan ini karena konsep pameran yaitu menjaga lingkungan.

Susanta Dwitanaya (kurator) bersama empat perupa dalam Pameran ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery

Sementara karya lain menyajikan berbagai figur yang diangkat berangkat dari eksplorasi ikonografi rupa wayang dihadirkan dalam narasi yang lebih personal, tidak lagi terikat dengan narasi pada epos tertentu yang menjadi ciri khas karya-karya seni lukis Bali. Selain itu, karya Rwa Bhineda. Karya-karya yang disajikan lebih menampilkan pada kekuatan garis dan bentuk khas seni lukis Bali serta teknik pewarnaan sigar warna dieksplorasi sedemikian rupa melalui karya-karya.

Berbagai figur yang berangkat dari eksplorasi ikonografi rupa wayang dihadirkan dalam narasi yang lebih personal, tidak lagi terikat dengan narasi pada epos tertentu yang menjadi ciri khas karya-karya seni lukis Bali. Inilah nilai artistik yang dapat dibaca pada karya-karya mutakhir IB Suryantara.

Putu Edi Asparanggi menyajikan karya yang berjudul “Ngintip Capung”. Karya ini menghadirkan sosok barong dengan penggambaran elemen-elemen ornamen berupa dedaunan yang tak ditampilkan secara stiliristik melain secara naturalistik. Barong ini bukan idenya di dalam pementasan, tetapi barong yang sedang bermain-main dengan capung.

Hal ini juga tampak pada karya berjudul “Bedawang” sosok kura kura raksasa yang dalam mitologi Bali sebagai penyangga bumi. Karya-karya Putu Edi Asparanggi menghadirkan nuansa surealistik dengan pilihan warna-warna yang hangat, berbagai mahkluk mitologis yang berakar dari kebudayaan visual Bali yang dieksplorasi ikonografi visualnya menjadi bahasa yang lebih personal. Aspek dekoratif pada karya-karya budaya rupa Bali coba dihadirkan secara volumetris oleh Edi.

Putu Edi Asmara dengan karya I Cangak

IB Suryantara dengan karya Bhuana Agung Bhuana Alit

Sementara I Gede Sugiada “Anduk” dalam setiap karya-karyanya menampilkan kekhasan warna yang cenderung hangat, pengolahan bentuk serta komposisi yang dinamis tampak pada karya-karya terbaru. Sejak beberapa tahun terakhir karya karya Sugiada memperlihatkan nuansa warna yang lebih bright ketimbang karya-karya pada periode sebelumnya yang cenderung mengeksplore warna yang lebih temaram.

Selain itu karya-karya Sugiada dalam pameran ini juga memperlihatkan komposisi yang lebih dinamis, objek objek yang tersusun dari bentuk bentuk plastis seperti figur tubuh, aneka tumbuhan yang cenderung ornamentik berpadu dengan komposisi bidang-bidang geometris yang tersusun menjadi motif, kombinasi dua karakter bentuk yang kontras antara yang dinamis dan geometris menghadirkan satu pola komposisi yang meski terlihat acak namun tetap terasa harmonis dalam nuansa warna warni yang cenderung hangat.

I Gede Sugiada dengan karyanya

Dewa Gede Agung

Sedangkan Dewa Gede Agung dalam pameran ini menghadirkan eksplorasi visual terbarunya yang berangkat dari pengolahan elemen garis, lalu bergerak menuju pengolahan atas unsur unsur ornamentik. Dewa memberikan pernyataan artistik atas karya-karya dan proses kreatifnya, ia memandang karyanya sebagai metafora dari siklus hidup sebuah tumbuhan yang berangkat dari biji yang tertanam di tanah sebagai gagasan, lalu berkecambah yakni elemen garis, kecambah ini terus bertumbuh secara dinamis, menjadi sulur sulur atau yang dalam istilah Bali disebut “util”.

Dari kesadaran konseptual ini karya-karya dewa berangkat, setiap visual yang hadir adalah hasil dari pergerakan dan dinamika garis yang “menjalar” dan “bertumbuh” terkadang menjadi figur dan objek terkadang menjadi ornamen, dan terkadang bergerak secara esensial menjadi komposisi garis dan bidang bidang abstrak, yang dikombinasikan pula dengan aspek warna maupun monokromatik hitam dan putih. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pameran Seni RupaSantrian Art GallerySeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

Next Post

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

Read moreDetails

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
0
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

Read moreDetails

Enam Perupa Asal Yogyakarta Pamerkan ‘Togetherness’: Berbeda Arah, Warna, Bentuk dan Latar Budaya

by Nyoman Budarsana
March 9, 2026
0
Enam Perupa Asal Yogyakarta Pamerkan ‘Togetherness’: Berbeda Arah, Warna, Bentuk dan Latar Budaya

Enam perupa dari berbagai wilayah di Indonesia menggelar pameran bertajuk “Togetherness” di Artspace, ARTOTEL Sanur Bali. Pameran lukisan dan patung...

Read moreDetails

Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

by tatkala
February 19, 2026
0
Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

Foto-foto karya yang dipertunjukkan Bagus Made Irawan alias Piping dalam pameran Magic in the Waves di Warung Kubukopi, Denpasar, 18-28...

Read moreDetails

“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

by I Gede Made Surya Darma
January 25, 2026
0
“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

Pameran “Wianta & Legacy” resmi dibuka pada tanggal 23 Januari 2026 di Gallery of Art, The Apurva Kempinski Bali, menghadirkan...

Read moreDetails

Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

by tatkala
January 18, 2026
0
Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

RIUH ramai terdengar berbeda di salah satu venue Berbagi Ruang & Kopi, Denpasar, Sabtu 17 Januari 2026. Jika biasanya ia...

Read moreDetails

Menengok Lukisan Bercorak ‘Young Artist Style’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur

by Nyoman Budarsana
January 17, 2026
0
Menengok Lukisan Bercorak ‘Young Artist Style’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur

Wisatawan yang sedang melakukan check in ataupun check out di The 1O1 Bali Oasis Sanur tiba-tiba terhenti sejenak. Mereka bukan...

Read moreDetails

Ayo, Pameran “Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif” Sudah Dibuka di Kencu Ruang Seni, Kuta, Bali

by tatkala
January 5, 2026
0
Ayo, Pameran “Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif” Sudah Dibuka di Kencu Ruang Seni, Kuta, Bali

DI Kencu Ruang Seni di Kuta, Bali, pameran "Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif", sebuah rekonstruksi perjalanan kreatif...

Read moreDetails

Pulang ke Palung: Estetika yang Meraba-raba

by Made Chandra
January 4, 2026
0
Pulang ke Palung: Estetika yang Meraba-raba

---Sebuah catatan reflektif tentang pameran yang meleburkan batas-batas kelokalan MENJELANG satu purnama, sejak kami—para peraba mimpi—dipertemukan oleh sebuah perhelatan kebudayaan...

Read moreDetails

Menelisik Ketimpangan dan Ketergantungan Melalui Pameran “Revolusi Setangkai Jerami”

by I Komang Sucita
December 7, 2025
0
Menelisik Ketimpangan dan Ketergantungan Melalui Pameran “Revolusi Setangkai Jerami”

“Dua serigala terjaga dalam kalut kekhawatiranakan tingkah gembala BELOGyang kian menggiring domba dombaMenuju keterasingan” -- Secarik puisi metafor pembuka KALA...

Read moreDetails
Next Post
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membaca Racauan Arman Dhani
Ulas Buku

Membaca Racauan Arman Dhani

Judul               : 30 Tahun dan Gagal Penulis            : Arman Dhani Tahun terbit    : Februari 2026 Penerbit          : EA Books...

by Wayan Esa Bhaskara
May 30, 2026
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita
Cerpen

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya
Puisi

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha
Esai

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia
Persona

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
Memang Pasar Malam
Esai

Memang Pasar Malam

BUKAN di sebuah kota kabupaten di Jawa. Bukan pula di lapangan alun-alun yang hanya ramai ketika ada perayaan tertentu. Pasar...

by Angga Wijaya
May 30, 2026
Hikayat Tuak
Liputan Khusus

Hikayat Tuak

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...

by Jaswanto
May 30, 2026
Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan
Panggung

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

MALAM baru saja turun di Taman Kuliner Ubud, Kamis, 28 Mei 2026. Di hadapan para tamu undangan, pelaku industri kuliner,...

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional
Budaya

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Kuta dan Peradaban Palegongan: Radikalisme Estetika di Ambang Pesisir

KETIKA dunia menyebut Kuta hari ini, ingatan kolektif yang muncul hampir selalu seragam, pesisir yang riuh, lanskap global pariwisata, komodifikasi...

by I Gusti Made Darma Putra
May 29, 2026
Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia
Panggung

Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

MEMASUKI tahun kesebelas penyelenggaraannya, Ubud Food Festival kembali digelar di Taman Kuliner Ubud dengan mengusung tema “Farmers: Guardians of Land...

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
Mereka Menunggu di Setia Darma 
Tualang

Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co