11 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
in Pameran
Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

Pameran 'Vernal Artistic' di Santrian Art Gallery

Jauh sebelum para undangan itu hadir, karya seni rupa berbagai ukuran sudah terpasang rapi pada dinding tembok putih. Lampu sorot masih mati, dan ruangan masih lengang. Kalau berada lebih dekat, karya seni di atas kanvas itu sudah mengisyaratkan makna mendalam. Sementara di halaman hijau, aneka menu ringan siap menyambut para pengunjung yang hadir. Setelah orang-orang berdatangan, ruang terbuka itupun penuh dengan percakapan seni yang akhirnya resmi menjadi acara seni.

Jumat, 8 Mei 2026, sore menjelang malam itu, adalah suasana pembukaan pameran seni rupa bertajuk “Vernal Artistic” di Santrian Art Gallery Sanur. Pada pameran kali ini, ada empat seniman yang sepakat melakukan pameran bersama di gallery yang masih berada di areal Griya Santrian a Beach Resort & Spa, Sanur itu. Keempat perupa Bali itu adalah Edy Asparanggi, I Gede Sugiada, IB Suryantara, dan Dewa Gede Agung yang menampilkan sebanyak 23 karya seni.

Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana dalam pameran ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery

Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, Rektor ISI Bali, didampingi owner Santrian Art Gallery, Ida Bagus Sidartha Putra kemudian membuka pameran ditandai dengan pengguntingan bunga tepat di depan pintu masuk gallery. Lampu-lampu sorot itu pun menyala membuat ruang gallery menjadi terang, seterang semangat para perupa yang berpameran. Pengunjung kemudian lebih leluasa menyaksikan dan mencoba menafsir pesan dan makna dalam karya itu. Ada pula yang sekadar merasakan keindahan goresan serta warna yang ada.

Kurator I Made Susanta Dwitanaya sebelum pameran menyampaikan, keempat perupa ini, menghadirkan karya yang terakumulasi dari hasil pengendapan gagasan dan eksplorasi diri di laboratorium kreatif. Sekian waktu jeda dari kehadiran mereka di “panggung” pameran telah mereka lalui untuk larut dalam eksplorasi gagasan dan visual, yang hari ini dapat disaksikan bersama hasilnya. Karena itu, Vernal Artistic, pemaknaan atas musim semi kreatifitas keempat perupa.

Tema “Vernal Artistic” adalah musim semi artistik. Musim ketika garis meliuk dinamis, ketika bidang dan ruang menolak stagnan, komposisi terkonfigurasi dinamis, ketika warna menemukan auranya kembali. Para perupa yang dulu menyelami kesunyian itu muncul kembali seperti akar yang menembus batu, tunas yang membelah biji. Mereka melukis bukan untuk menggambarkan tapi untuk menghidupkan, mereka menumpahkan rupa untuk memaknai waktu dan diri yang telah difermentasi oleh kesabaran dan juga pengalaman-pengalaman diri. Setiap torehan garis, sapuan sapuan kuas, komposisi objek dan ruang adalah denyut perkecambahan baru yang bergerak menuju cahaya, seperti tunas tunas musim semi yang menuju cahaya, menumbuhkan batang, cabang, ranting , daun, memekarkan bunga dan buah yang segar.

Pameran ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery

“Vernal Artistic” adalah gerak hidup yang diterjemahkan ke dalam warna. Ia adalah saat ketika kesunyian berfotosintesis menjadi rupa, ketika diam bertransformasi menjadi ritme,ketika yang beku akhirnya meleleh menjadi komposisi yang hidup. Setiap karya di sini seperti tubuh musim semi itu sendiri: menumbuhkan tunas, menegakkan batang, membuka stomata, menyerap cahaya, dan menyalurkannya ke segala arah.

Ia tumbuh dalam keberanian yang pelan tapi pasti, dalam kerendahan hati yang mekar, dalam keyakinan bahwa keindahan sejati tidak lahir dari proses yang instan, melainkan dari proses fermentasi waktu dan momentum. Para perupa kini kembali pada cahaya semangat penciptaan yang disadari dan dihayati sebagai musim semi artistik yang sedang dirasakan oleh ; Putu Edi Asparanggi, I Gede Sugiada “Anduk”, Ida Bagus Suryantara “Cooh”, dan Dewa Gede Agung.

Di kanan pintu masuk gallery ada karya lukis panel berjudul Bhuana Agung Bhuana Alit merupakan karya IB Suryantara. Karya ini merupakan gabungan dari karya-karya kecil dengan arti masing-masing (bhuana alit). Tetapi, setelah digabung disatukan menjadi lebih besar (bhuana agung) yang memiliki makna keseimbangan. Bahan yang digunakan adalah kertas daur ulang yang ditata indah. Pemilihan bahan ini karena konsep pameran yaitu menjaga lingkungan.

Susanta Dwitanaya (kurator) bersama empat perupa dalam Pameran ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery

Sementara karya lain menyajikan berbagai figur yang diangkat berangkat dari eksplorasi ikonografi rupa wayang dihadirkan dalam narasi yang lebih personal, tidak lagi terikat dengan narasi pada epos tertentu yang menjadi ciri khas karya-karya seni lukis Bali. Selain itu, karya Rwa Bhineda. Karya-karya yang disajikan lebih menampilkan pada kekuatan garis dan bentuk khas seni lukis Bali serta teknik pewarnaan sigar warna dieksplorasi sedemikian rupa melalui karya-karya.

Berbagai figur yang berangkat dari eksplorasi ikonografi rupa wayang dihadirkan dalam narasi yang lebih personal, tidak lagi terikat dengan narasi pada epos tertentu yang menjadi ciri khas karya-karya seni lukis Bali. Inilah nilai artistik yang dapat dibaca pada karya-karya mutakhir IB Suryantara.

Putu Edi Asparanggi menyajikan karya yang berjudul “Ngintip Capung”. Karya ini menghadirkan sosok barong dengan penggambaran elemen-elemen ornamen berupa dedaunan yang tak ditampilkan secara stiliristik melain secara naturalistik. Barong ini bukan idenya di dalam pementasan, tetapi barong yang sedang bermain-main dengan capung.

Hal ini juga tampak pada karya berjudul “Bedawang” sosok kura kura raksasa yang dalam mitologi Bali sebagai penyangga bumi. Karya-karya Putu Edi Asparanggi menghadirkan nuansa surealistik dengan pilihan warna-warna yang hangat, berbagai mahkluk mitologis yang berakar dari kebudayaan visual Bali yang dieksplorasi ikonografi visualnya menjadi bahasa yang lebih personal. Aspek dekoratif pada karya-karya budaya rupa Bali coba dihadirkan secara volumetris oleh Edi.

Putu Edi Asmara dengan karya I Cangak

IB Suryantara dengan karya Bhuana Agung Bhuana Alit

Sementara I Gede Sugiada “Anduk” dalam setiap karya-karyanya menampilkan kekhasan warna yang cenderung hangat, pengolahan bentuk serta komposisi yang dinamis tampak pada karya-karya terbaru. Sejak beberapa tahun terakhir karya karya Sugiada memperlihatkan nuansa warna yang lebih bright ketimbang karya-karya pada periode sebelumnya yang cenderung mengeksplore warna yang lebih temaram.

Selain itu karya-karya Sugiada dalam pameran ini juga memperlihatkan komposisi yang lebih dinamis, objek objek yang tersusun dari bentuk bentuk plastis seperti figur tubuh, aneka tumbuhan yang cenderung ornamentik berpadu dengan komposisi bidang-bidang geometris yang tersusun menjadi motif, kombinasi dua karakter bentuk yang kontras antara yang dinamis dan geometris menghadirkan satu pola komposisi yang meski terlihat acak namun tetap terasa harmonis dalam nuansa warna warni yang cenderung hangat.

I Gede Sugiada dengan karyanya

Dewa Gede Agung

Sedangkan Dewa Gede Agung dalam pameran ini menghadirkan eksplorasi visual terbarunya yang berangkat dari pengolahan elemen garis, lalu bergerak menuju pengolahan atas unsur unsur ornamentik. Dewa memberikan pernyataan artistik atas karya-karya dan proses kreatifnya, ia memandang karyanya sebagai metafora dari siklus hidup sebuah tumbuhan yang berangkat dari biji yang tertanam di tanah sebagai gagasan, lalu berkecambah yakni elemen garis, kecambah ini terus bertumbuh secara dinamis, menjadi sulur sulur atau yang dalam istilah Bali disebut “util”.

Dari kesadaran konseptual ini karya-karya dewa berangkat, setiap visual yang hadir adalah hasil dari pergerakan dan dinamika garis yang “menjalar” dan “bertumbuh” terkadang menjadi figur dan objek terkadang menjadi ornamen, dan terkadang bergerak secara esensial menjadi komposisi garis dan bidang bidang abstrak, yang dikombinasikan pula dengan aspek warna maupun monokromatik hitam dan putih. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pameran Seni RupaSantrian Art GallerySeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

Next Post

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

Read moreDetails

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
0
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

Read moreDetails

Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

PAMERAN seni rupa bertajuk Prakriti–Pustaka–Padma 2026 di Museum ARMA, Ubud, menghadirkan ruang apresiasi yang kaya akan keberagaman medium, gagasan, dan...

Read moreDetails
Next Post
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas
Pendidikan

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

SEBANYAK 490 mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali memulai kehidupan kampus melalui Malam Kreativitas Kampus dan Pembukaan Pengenalan...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”
Pop

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Tubuh yang Saya Suruh Begadang
Esai

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

by Angga Wijaya
September 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co