3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
January 25, 2026
in Pameran
“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

Pameran “Wianta & Legacy” di Gallery of Art, The Apurva Kempinski Bali | Foto: Ferry Prasta

Pameran “Wianta & Legacy” resmi dibuka pada tanggal 23 Januari 2026 di Gallery of Art, The Apurva Kempinski Bali, menghadirkan sebuah peristiwa seni yang melampaui fungsi pameran semata.

Ia bukan hanya menampilkan karya, tetapi merayakan spirit, warisan intelektual, serta denyut kosmik dari salah satu maestro seni rupa Indonesia paling berpengaruh, Made Wianta (1949–2020).

Pembukaan pameran berlangsung dalam suasana sakral dan khusyuk. Asap kemenyan perlahan membumbung, menyebarkan aroma yang menenangkan, berpadu dengan tarian kosmik yang dibawakan oleh seorang penari perempuan. Gerakannya lincah namun terkendali, seolah merespons irama semesta yang tak kasatmata.

Di tengah jamuan wine yang tersaji secara elegan, para penikmat seni baik dari kalangan lokal maupun ekspatriat memenuhi ruang pamer. Alunan musik piano yang mengiringi semakin memperkuat atmosfer pembukaan yang anggun dan kontemplatif, menjadi pengantar yang selaras dengan semesta visual Made Wianta.

Dalam momen penuh makna tersebut, Ibu Intan Kirana, istri almarhum Made Wianta, hadir mewakili sang maestro. Dengan busana yang anggun dan sikap yang teduh, kehadirannya menjadi simbol keberlanjutan ruh kreatif Wianta.

Sambutan disampaikan oleh Burat Wangi, yang hadir mewakili keluarga Made Wianta. Dalam penyampaiannya, dalam pameran kali ini Bapak Wianta menghadirkan sebelas lukisan, ia menegaskan komitmen keluarga dalam merawat, menjaga, dan meneruskan warisan pemikiran serta spirit kreatif almarhum Made Wianta agar tetap hidup dan relevan lintas generasi. Turut hadir pula Sanjiwani, putri bungsu almarhum, yang dengan keramahan menyambut para tamu.

Turut hadir pula Sanjiwani, putri bungsu almarhum, yang dengan keramahan menyambut para tamu.

General Manager (GM) The Apurva Kempinski Vincent Guironnet bersama keluarga Made Wianta | Foto: Ferry prasta

Kehadiran keluarga menegaskan bahwa meskipun sang seniman telah berpulang, energi artistiknya tetap hidup berdenyut dan berbicara melalui karya-karya yang kini dipamerkan.

Charles Octoriano Seran-PR & Marketing Manager. Magister dari University of Cambera Australia, yang lagi Saat ini mendalami ilmu permuseuman serta perkembangan seni rupa kontemporer, memaparkan visi Gallery of Art sebagai jembatan antara seniman Bali dan dunia seni internasional.
Ia menekankan komitmen Kempinski dalam memperkenalkan karya-karya seniman Indonesia ke panggung global melalui pendekatan kuratorial yang serius dan berkelanjutan. Baginya, dukungan terhadap seniman lokal bukan sekadar strategi budaya, melainkan sebuah tanggung jawab moral mengingat kesenian merupakan fondasi utama lahirnya pariwisata Bali.

Sementara itu, Vincent Guironnet, General Manager The Apurva Kempinski Bali, dalam sambutannya menegaskan bahwa pameran ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Kempinski dalam mendukung seni dan kebudayaan Bali. Ia mengingatkan bahwa pariwisata Bali sejak awal tumbuh dari kesenian, dan melalui inisiatif seperti ini, sudah selayaknya pariwisata dikembalikan kepada akar budayanya. “Melalui pameran ini, kami ingin menciptakan ruang yang bermartabat bagi seni bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai fondasi peradaban,” ungkapnya.

Pameran “Wianta & Legacy” di Gallery of Art, The Apurva Kempinski Bali | Foto: Ferry Prasta

Pameran “Wianta & Legacy” merupakan bagian dari program Gallery of Art yang sejalan dengan kampanye budaya “Powerful Indonesia: Spice Route Legacy”.

Galeri ini berfungsi sebagai ruang kuratorial yang menampilkan kehalusan kriya, kedalaman warisan artistik, serta keberagaman ekspresi seni Indonesia. Melalui kolaborasi dengan mitra-mitra yang memiliki visi sejalan, The Apurva Kempinski Bali membangun sebuah ekosistem budaya yang menekankan rasa saling menghormati, inklusivitas, dan perayaan potensi manusia.

Inti pameran ini terletak pada eksplorasi ritme titik dan garis sebuah praktik repetitif yang digunakan Made Wianta sebagai proses meditasi dan pemusatan energi.

Meski periode ini kerap hadir dalam berbagai pameran, seri tersebut belum pernah dipresentasikan secara khusus dalam satu pameran tunggal. Karena itu, “Wianta & Legacy” menjadi kesempatan langka untuk menyelami dunia visual Wianta yang tertata, penuh kesabaran, dan sarat kontemplasi.

Pameran “Wianta & Legacy” di Gallery of Art, The Apurva Kempinski Bali | Foto: Ferry Prasta

Made Wianta dikenal sebagai sosok visioner yang melampaui batas-batas tradisi klasik Bali. Lahir di Tabanan, ia menjadi figur penting dalam mendorong pergeseran seni Bali menuju paradigma modern yang lebih terbuka dan kosmopolitan.

Pengalaman hidup dan berpameran di Brussel, Belgia (1975–1977) memperkaya wawasannya, memungkinkan ia memadukan pengaruh seni Barat termasuk Kubisme dengan filosofi Bali seperti mandala, pangider-ider, sebagai simbul energi alam semesta.

Sepanjang kariernya, Made Wianta tampil di berbagai panggung internasional, termasuk mewakili Indonesia di Venice Biennale 2003 dan berpameran di Mike Weiss Gallery, New York.

Karyanya terdokumentasi dalam berbagai publikasi penting dan terus dibaca sebagai jembatan antara tradisi leluhur dan inovasi modern.

Pameran “Wianta & Legacy” di Gallery of Art, The Apurva Kempinski Bali | Foto: Ferry Prasta

Melalui “Wianta & Legacy”, Gallery of Art tidak hanya mengenang seorang maestro, tetapi juga menegaskan bahwa seni adalah denyut kehidupan itu sendiri sebuah bahasa universal yang melampaui zaman.

Pameran ini menjadi pengingat bahwa Made Wianta tidak sekadar melukis bentuk, melainkan menangkap getaran eksistensi, menjadikan karyanya abadi dalam lanskap seni modern Indonesia dan dunia. [T]

Jimbaran, 24 Januari 2026

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

Tags: di The Apurva Kempinski BalilukisanMade WiantaPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berhati-hati Dengan Rekayasa Genetika

Next Post

‘Mens Rea’: Ketika Kritik Menguji Pengkritiknya Sendiri

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

Read moreDetails

Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

Jauh sebelum para undangan itu hadir, karya seni rupa berbagai ukuran sudah terpasang rapi pada dinding tembok putih. Lampu sorot...

Read moreDetails

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
0
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

Read moreDetails

Enam Perupa Asal Yogyakarta Pamerkan ‘Togetherness’: Berbeda Arah, Warna, Bentuk dan Latar Budaya

by Nyoman Budarsana
March 9, 2026
0
Enam Perupa Asal Yogyakarta Pamerkan ‘Togetherness’: Berbeda Arah, Warna, Bentuk dan Latar Budaya

Enam perupa dari berbagai wilayah di Indonesia menggelar pameran bertajuk “Togetherness” di Artspace, ARTOTEL Sanur Bali. Pameran lukisan dan patung...

Read moreDetails

Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

by tatkala
February 19, 2026
0
Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

Foto-foto karya yang dipertunjukkan Bagus Made Irawan alias Piping dalam pameran Magic in the Waves di Warung Kubukopi, Denpasar, 18-28...

Read moreDetails

Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

by tatkala
January 18, 2026
0
Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

RIUH ramai terdengar berbeda di salah satu venue Berbagi Ruang & Kopi, Denpasar, Sabtu 17 Januari 2026. Jika biasanya ia...

Read moreDetails

Menengok Lukisan Bercorak ‘Young Artist Style’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur

by Nyoman Budarsana
January 17, 2026
0
Menengok Lukisan Bercorak ‘Young Artist Style’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur

Wisatawan yang sedang melakukan check in ataupun check out di The 1O1 Bali Oasis Sanur tiba-tiba terhenti sejenak. Mereka bukan...

Read moreDetails

Ayo, Pameran “Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif” Sudah Dibuka di Kencu Ruang Seni, Kuta, Bali

by tatkala
January 5, 2026
0
Ayo, Pameran “Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif” Sudah Dibuka di Kencu Ruang Seni, Kuta, Bali

DI Kencu Ruang Seni di Kuta, Bali, pameran "Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif", sebuah rekonstruksi perjalanan kreatif...

Read moreDetails

Pulang ke Palung: Estetika yang Meraba-raba

by Made Chandra
January 4, 2026
0
Pulang ke Palung: Estetika yang Meraba-raba

---Sebuah catatan reflektif tentang pameran yang meleburkan batas-batas kelokalan MENJELANG satu purnama, sejak kami—para peraba mimpi—dipertemukan oleh sebuah perhelatan kebudayaan...

Read moreDetails

Menelisik Ketimpangan dan Ketergantungan Melalui Pameran “Revolusi Setangkai Jerami”

by I Komang Sucita
December 7, 2025
0
Menelisik Ketimpangan dan Ketergantungan Melalui Pameran “Revolusi Setangkai Jerami”

“Dua serigala terjaga dalam kalut kekhawatiranakan tingkah gembala BELOGyang kian menggiring domba dombaMenuju keterasingan” -- Secarik puisi metafor pembuka KALA...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

‘Mens Rea’: Ketika Kritik Menguji Pengkritiknya Sendiri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co