2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berhati-hati Dengan Rekayasa Genetika

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
January 25, 2026
in Esai
Berhati-hati Dengan Rekayasa Genetika

Tanggal 9 Januari 2026, merupakan pameren seni pertama yang saya kunjungi di tahun 2026. Pameran berlokasi di Dalam Seniman Coffe Renon. Lokasinya berada di Jl Tukad Musi, Denpasar. Tema pameran adalah Monkey Milenial: Pangan Lokal. Menampilkan art toys dan lukisan karya I Komang Adiartha. Pameran ini menghadirkan dua kolaborsi strategis yaitu SATUMONE yang berkecimpung di bidang urban farming dan J3SMOON di bidang seed bank.

Di ruang pameran saya melihat satu karya lukis I Komang Adiartha berjudul Rekayasa Genetika . Ketika saya berdialog dengan beliau mengenai lukisan tersebut,  dia membuat lukisan in untuk menggambarkan kasus dimana keragaman benih lokal terkikis dan ada petani yang diseret ke meja hijau karena mengembangkan bibit secara mandiri. Karya ini berkaitan dengan  kritik J3SMOON atas hilangnya askes terhadap bibit mandiri . Juga berhubungan dengan sorotan J3SMOON atas kriminalisasi inovasi bibit lokal.

Pada tahun 2019, terjadi kasus dimana seorang petani Aceh yang mendapat penghargaan berkat prestasinya mengembangkan benih padi IF8 dijadikan tersangka. Alasannya memperdagangkan benih padi hasil karyanya tanpa sertifikasi oleh dinas pertanian dan perkebunan Aceh. Padahal ia mengembangkan benih padi tersebut dari benih yang diberikan oleh pemerintah daerah Aceh kepada petani. Pasal yang digunakan adalah UU no 19 tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman. Ini merupakan kontradiksi dalam menegakkan kedaulatan pangan karena birokrasi dan hukum jadi penghambat petani dalam mengembangkan benih. Benih adalah sumber utama kedaulatan pangan.1

Mempertanyakan Benih Hibrida

Benih hibrida yang beredar saat ini sebagian besar merupakan hasil rekayasa genetika. Sekitar sepuluh perusahaan agribisnis global menguasai 67% peredaran benih di seluruh dunia. Sejak revolusi hijau tahun 1970-an , ribuan varietas benih padi lokal punah. Pemerintah bahkan harus imbor benih hibrida. Yang berarti menambah beban negara.

Di sinilah pentingnya pusat benih yang disebut seed bank. Dimana petani dapat menyimpan, memelihara, mendistribusian dan memproduksi benih dari oleh dan untuk petani. Ini adalah salah satu infrastruktur kedaulatan pangan. Kedaulatan pangan dimulai dari petani kecil. Bukan dari perusahaan agribisnis besar. Petani adalah pemulia tanaman. Jauh sebelum korporasi ada.2

Di Indonesia, perusahaan agribisnis besar memasok sekitar dua per lima dari total benih hibrida jagung yang beredar. Ini merupakan bentuk monopoli yang menyebabkan petani menanggung ongkos yang mahal untuk produksi jagung. Tidak mengherankan banyak orang enggan jadi petani. Karena selisih bersih pendapatan dan pengeluaran lebih kecil daripada UMR. .

Kasus menyedihkan juga terjadi sebelum tahun 2019. Pada tahun 2005 otoritas menyeret beberapa petani di Kediri dan Nganjuk  ke penjara karena berhasil memproduksi benih. Alasannya PT BISI mengklaim petani tersebut melanggar hak paten milik perusahaan tersebut yang diklaim PT. BISI sebagai pelanggaran terhadap paten yang dimilikinya. 

Inilah resiko sosial benih hibrida. Kasus yang mengejutkan adalah padi supertoys merugikan ratusan petani Purworejo. Padi supertoys gagal panen, rentan hama, biaya produksi tinggi dan harga benih mahal. Benih hibrida menambah resiko ekologi dan ekonomi. Karena benih hibrida seperti padi supertoys rakus pupuk kimia. Benih menentukan sekitar tiga per lima dari keberhasilan dan kegagalan hasil panen.3 

Di Balik Rekayasa Genetika

Teknologi rekayasa genetika yang dipromosikan oleh korporasi besar utamanya untuk laba dan panen  dengan sistem monokultur yang sering gunakan pupuk kimia dan pestisida dalam jumlah besar.

Saat ini hampir setengah dari total benih tanaman yang beredar adalah hasil rekayasa genetika. Benih tersebut antara lain: varietas tinggi panen yang disebut high yielding variety, benih hibrida dan organisme rekayasa genetik atau disebut transgenik.

Varietas tinggi panen merupakan varietas yang berisfat membutuhkan banyak input external yaitu pupuk dan pestisida kimia. Juga rentan dengan penyakit dan hama. Tak jarang petani harus sering membeli benih. Benih hibrida adalah generasi pertama yang diproduksi dari menyilangkan spesies asal yang berbeda genetik. Turunan dari hasil persilangan tersebut seringkali menghasilkan panen yang lebih rendah. Menyebabkan  petani harus membeli benih lagi. Menyebabkan ketergantungan pada produsen benih hibrida tiap musim. Benih hibrida merupakan dasar dari mempatentan benih.

Benih transgenic atau disebut genetic modified organism merupakan benih yang dibuat menggunakan teknik menyambung gen atau recombinasi DNA untuk memasukkan gen dari spesies yang berbeda ke dalam suatu sel tanaman. Teknik bernama gen gun yaitu menembakkan gen  atau memasukkan agrobacterium ke dalam sel tanaman.  Sering kali teknik menambahkan gen resistensi anti biotik digunakan untuk memisahkan sel yang menyerap gen asing dari sel yang menolak gen asing. Tiap organisme transgenic memiliki empat ciri yaitu: gen yang bukan bagian dari tanaman,  gen penyebab kanker tanaman,  gen untuk resistensi anti biotic dan gen virus atau bakteri yang bertindak sebagai promoter.

Tujuan utama memperkenalkan organisme transgenic adalah mempatenkan benih dan mahluk hidup. Ini menjadi sumber control dan  sumber profit melalui pembayaran royalty kepada perusahaan produsen organisme transgenic. Semua ini dimulai dari revolusi hijau dengan asumsi bahwa benih yang petani kecil gunakan selama bergenerasi-generasi dianggap kosong. Padahal benih rekayasa genetika yaitu varietas tinggi panen, hibrida dan transgenic menggunakan banyak input eksternal , hasilnya diragukan dan taka jarang membebani petani kecil.4

Sejak dulu petani telah mengembangkan benih untuk ketahanan, nutrisi, kesehatan dan adaptasi terhadap ekosistem pertanian. Jika memang ingin mengembangan tanaman pangan yang butuh sedikit air , tahan kekeringan dan air asin, mungkin rekayasa genetika dapat dibenarkan. Tapi bukankah Indonesia kaya dengan keragaman tanaman pangan? Mengapa harus berobsesi mengembangkan benih hibrida dan benih transgenic? Mengapa tidak memaksimalkan potensi keragaman tanamana pangan yang sudah berevolusi dengan bentang lahan Indonesia ?

Kedaulatan pangan tak pernah berpisah dari keragaman pangan. Tiap tanaman sudah beradaptasi dengan iklim dan keadaan tanah yang ada. Tanaman gandum dan oat, betapapun canggihnya rekayasa genetika, tidak akan bisa tumbuh di Indonesia. Karena iklimnya yang tidak sesuai. Sedangan padi , umbi-umbian, kentang, jagung, sorghum, dan sagu dapat hidup di Indonesia karena sudah sesuai dengan iklim dan ketinggian wilayah dari permukaan laut. Rekayasa genetika tidak begitu diperlukan untuk tanaman ini.

Sumber:

  1. ABC News. Kades di Aceh Dipolisikan Karena Kembangkan Benih Padi Unggul. ABC News, 30 Juli 2019. https://www.abc.net.au/indonesian/2019-07-30/kades-aceh-dipolisikan-karena-kembangkan-benih-padi-unggul/11364336. Diakses tanggal 23 Januari 2026
  2. Admit Serikat Petani Indonesia. Petani Kecil Harus Merebut Kembali Kedaulatan atas Benih. Serikat Petani Indonesia,  17 Desember 2010. https://spi.or.id/petani-kecil-harus-merebut-kembali-kedaulatan-atas-benih. Diakses tanggal 23 Januari 2026
  3. Admit Serikat Petani Indonesia. Stop Komersialisasi dan Hak Paten atas Benih. Serikat Petani Indonesia, 24 September 2008. https://spi.or.id/stop-komersialisasi-dan-hak-paten-atas-benih. Diakses tanggal 23 Januari 2026
  4. Shiva, Vandana. “Seed Freedom Feed the World, Not Seed Dictatorship.” In book titled Who Really Feed the World ? The Failure of Agribusiness and the Promise of Agroecology, Chapter 6. Berkeley: North Atlantic Books, 2016.

 

Tags: genetikaPameran Seni Ruparekayasa genetikaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Primadona itu Bernama Partinah | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

Next Post

“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co