3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berhati-hati Dengan Rekayasa Genetika

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
January 25, 2026
in Esai
Berhati-hati Dengan Rekayasa Genetika

Tanggal 9 Januari 2026, merupakan pameren seni pertama yang saya kunjungi di tahun 2026. Pameran berlokasi di Dalam Seniman Coffe Renon. Lokasinya berada di Jl Tukad Musi, Denpasar. Tema pameran adalah Monkey Milenial: Pangan Lokal. Menampilkan art toys dan lukisan karya I Komang Adiartha. Pameran ini menghadirkan dua kolaborsi strategis yaitu SATUMONE yang berkecimpung di bidang urban farming dan J3SMOON di bidang seed bank.

Di ruang pameran saya melihat satu karya lukis I Komang Adiartha berjudul Rekayasa Genetika . Ketika saya berdialog dengan beliau mengenai lukisan tersebut,  dia membuat lukisan in untuk menggambarkan kasus dimana keragaman benih lokal terkikis dan ada petani yang diseret ke meja hijau karena mengembangkan bibit secara mandiri. Karya ini berkaitan dengan  kritik J3SMOON atas hilangnya askes terhadap bibit mandiri . Juga berhubungan dengan sorotan J3SMOON atas kriminalisasi inovasi bibit lokal.

Pada tahun 2019, terjadi kasus dimana seorang petani Aceh yang mendapat penghargaan berkat prestasinya mengembangkan benih padi IF8 dijadikan tersangka. Alasannya memperdagangkan benih padi hasil karyanya tanpa sertifikasi oleh dinas pertanian dan perkebunan Aceh. Padahal ia mengembangkan benih padi tersebut dari benih yang diberikan oleh pemerintah daerah Aceh kepada petani. Pasal yang digunakan adalah UU no 19 tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman. Ini merupakan kontradiksi dalam menegakkan kedaulatan pangan karena birokrasi dan hukum jadi penghambat petani dalam mengembangkan benih. Benih adalah sumber utama kedaulatan pangan.1

Mempertanyakan Benih Hibrida

Benih hibrida yang beredar saat ini sebagian besar merupakan hasil rekayasa genetika. Sekitar sepuluh perusahaan agribisnis global menguasai 67% peredaran benih di seluruh dunia. Sejak revolusi hijau tahun 1970-an , ribuan varietas benih padi lokal punah. Pemerintah bahkan harus imbor benih hibrida. Yang berarti menambah beban negara.

Di sinilah pentingnya pusat benih yang disebut seed bank. Dimana petani dapat menyimpan, memelihara, mendistribusian dan memproduksi benih dari oleh dan untuk petani. Ini adalah salah satu infrastruktur kedaulatan pangan. Kedaulatan pangan dimulai dari petani kecil. Bukan dari perusahaan agribisnis besar. Petani adalah pemulia tanaman. Jauh sebelum korporasi ada.2

Di Indonesia, perusahaan agribisnis besar memasok sekitar dua per lima dari total benih hibrida jagung yang beredar. Ini merupakan bentuk monopoli yang menyebabkan petani menanggung ongkos yang mahal untuk produksi jagung. Tidak mengherankan banyak orang enggan jadi petani. Karena selisih bersih pendapatan dan pengeluaran lebih kecil daripada UMR. .

Kasus menyedihkan juga terjadi sebelum tahun 2019. Pada tahun 2005 otoritas menyeret beberapa petani di Kediri dan Nganjuk  ke penjara karena berhasil memproduksi benih. Alasannya PT BISI mengklaim petani tersebut melanggar hak paten milik perusahaan tersebut yang diklaim PT. BISI sebagai pelanggaran terhadap paten yang dimilikinya. 

Inilah resiko sosial benih hibrida. Kasus yang mengejutkan adalah padi supertoys merugikan ratusan petani Purworejo. Padi supertoys gagal panen, rentan hama, biaya produksi tinggi dan harga benih mahal. Benih hibrida menambah resiko ekologi dan ekonomi. Karena benih hibrida seperti padi supertoys rakus pupuk kimia. Benih menentukan sekitar tiga per lima dari keberhasilan dan kegagalan hasil panen.3 

Di Balik Rekayasa Genetika

Teknologi rekayasa genetika yang dipromosikan oleh korporasi besar utamanya untuk laba dan panen  dengan sistem monokultur yang sering gunakan pupuk kimia dan pestisida dalam jumlah besar.

Saat ini hampir setengah dari total benih tanaman yang beredar adalah hasil rekayasa genetika. Benih tersebut antara lain: varietas tinggi panen yang disebut high yielding variety, benih hibrida dan organisme rekayasa genetik atau disebut transgenik.

Varietas tinggi panen merupakan varietas yang berisfat membutuhkan banyak input external yaitu pupuk dan pestisida kimia. Juga rentan dengan penyakit dan hama. Tak jarang petani harus sering membeli benih. Benih hibrida adalah generasi pertama yang diproduksi dari menyilangkan spesies asal yang berbeda genetik. Turunan dari hasil persilangan tersebut seringkali menghasilkan panen yang lebih rendah. Menyebabkan  petani harus membeli benih lagi. Menyebabkan ketergantungan pada produsen benih hibrida tiap musim. Benih hibrida merupakan dasar dari mempatentan benih.

Benih transgenic atau disebut genetic modified organism merupakan benih yang dibuat menggunakan teknik menyambung gen atau recombinasi DNA untuk memasukkan gen dari spesies yang berbeda ke dalam suatu sel tanaman. Teknik bernama gen gun yaitu menembakkan gen  atau memasukkan agrobacterium ke dalam sel tanaman.  Sering kali teknik menambahkan gen resistensi anti biotik digunakan untuk memisahkan sel yang menyerap gen asing dari sel yang menolak gen asing. Tiap organisme transgenic memiliki empat ciri yaitu: gen yang bukan bagian dari tanaman,  gen penyebab kanker tanaman,  gen untuk resistensi anti biotic dan gen virus atau bakteri yang bertindak sebagai promoter.

Tujuan utama memperkenalkan organisme transgenic adalah mempatenkan benih dan mahluk hidup. Ini menjadi sumber control dan  sumber profit melalui pembayaran royalty kepada perusahaan produsen organisme transgenic. Semua ini dimulai dari revolusi hijau dengan asumsi bahwa benih yang petani kecil gunakan selama bergenerasi-generasi dianggap kosong. Padahal benih rekayasa genetika yaitu varietas tinggi panen, hibrida dan transgenic menggunakan banyak input eksternal , hasilnya diragukan dan taka jarang membebani petani kecil.4

Sejak dulu petani telah mengembangkan benih untuk ketahanan, nutrisi, kesehatan dan adaptasi terhadap ekosistem pertanian. Jika memang ingin mengembangan tanaman pangan yang butuh sedikit air , tahan kekeringan dan air asin, mungkin rekayasa genetika dapat dibenarkan. Tapi bukankah Indonesia kaya dengan keragaman tanaman pangan? Mengapa harus berobsesi mengembangkan benih hibrida dan benih transgenic? Mengapa tidak memaksimalkan potensi keragaman tanamana pangan yang sudah berevolusi dengan bentang lahan Indonesia ?

Kedaulatan pangan tak pernah berpisah dari keragaman pangan. Tiap tanaman sudah beradaptasi dengan iklim dan keadaan tanah yang ada. Tanaman gandum dan oat, betapapun canggihnya rekayasa genetika, tidak akan bisa tumbuh di Indonesia. Karena iklimnya yang tidak sesuai. Sedangan padi , umbi-umbian, kentang, jagung, sorghum, dan sagu dapat hidup di Indonesia karena sudah sesuai dengan iklim dan ketinggian wilayah dari permukaan laut. Rekayasa genetika tidak begitu diperlukan untuk tanaman ini.

Sumber:

  1. ABC News. Kades di Aceh Dipolisikan Karena Kembangkan Benih Padi Unggul. ABC News, 30 Juli 2019. https://www.abc.net.au/indonesian/2019-07-30/kades-aceh-dipolisikan-karena-kembangkan-benih-padi-unggul/11364336. Diakses tanggal 23 Januari 2026
  2. Admit Serikat Petani Indonesia. Petani Kecil Harus Merebut Kembali Kedaulatan atas Benih. Serikat Petani Indonesia,  17 Desember 2010. https://spi.or.id/petani-kecil-harus-merebut-kembali-kedaulatan-atas-benih. Diakses tanggal 23 Januari 2026
  3. Admit Serikat Petani Indonesia. Stop Komersialisasi dan Hak Paten atas Benih. Serikat Petani Indonesia, 24 September 2008. https://spi.or.id/stop-komersialisasi-dan-hak-paten-atas-benih. Diakses tanggal 23 Januari 2026
  4. Shiva, Vandana. “Seed Freedom Feed the World, Not Seed Dictatorship.” In book titled Who Really Feed the World ? The Failure of Agribusiness and the Promise of Agroecology, Chapter 6. Berkeley: North Atlantic Books, 2016.

 

Tags: genetikaPameran Seni Ruparekayasa genetikaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Primadona itu Bernama Partinah | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

Next Post

“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co