4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

tatkala by tatkala
January 18, 2026
in Pameran
Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

RIUH ramai terdengar berbeda di salah satu venue Berbagi Ruang & Kopi, Denpasar, Sabtu 17 Januari 2026. Jika biasanya ia dipenuhi oleh teriakan bebas para penonton konser, kali ini terpasang berbagai instalasi kolaboratif dengan corak warna cerah dan meriah. Kesan inilah yang ingin dibuat oleh PKBI Daerah Bali dalam pameran MANUSIA 4.0: Diver(city).

Memupuk harapan untuk kota yang sehat, pameran MANUSIA 4.0: Diver(city) merespon terkait isu interseksionalitas HIV dan kekerasan seksual di tengah keberagaman identitas. Melanjutkan seri pameran MANUSIA sebelumnya, PKBI Daerah Bali menggandeng Gurat Institute sebagai kolaborator dalam mewujudkan visual pameran. Gurat Institute merupakan sebuah kolektif seniman Bali yang berfokus pada program riset, dokumentasi, pengkajian dan pengembangan kebudayaan (visual culture), melalui presentasi gelaran seni rupa dan karya-karya kolaboratif yang melibatkan lintas seniman.

Kurator pameran MANUSIA 4.0, Savitri Sastrawan mengaku senang kembali terlibat sebagai kolaborator, yang menurutnya kali ini terasa sangat berbeda dibanding sebelumnya. “Yang kali ini benar-benar desain sebenarnya, karena bikin peta digital dan game digital. Beda banget dengan pameran sebelumnya yang masih berbasis artwork seperti lukisan atau patung,” ujarnya. Tantangan terbesar, menurut Savitri, adalah mengolah data yang sangat padat menjadi visual yang menarik tanpa membebani pengunjung, sehingga pendekatan desain komunikasi visual dengan warna-warna cerah dipilih agar tetap mudah diakses.

Ia menambahkan, isu-isu sensitif yang sulit dibicarakan di ruang publik justru perlu dikemas secara menarik agar bisa memantik percakapan. Dengan mengajak seniman muda seperti Yessiow dan Kadek Bagaskara yang dikenal dengan visual karya yang cerah dan modern, pameran ini harapannya bisa memantik isu kesehatan dengan cara yang tidak ‘menakutkan’. “Goal-nya dari awal itu menjembatani dan mengenalkan ke publik tentang hal-hal yang selama ini dianggap tidak konvensional supaya bisa jadi prioritas juga di kehidupan kita,” katanya. Savitri berharap pameran ini dapat membuka ruang dialog yang lebih inklusif sekaligus mendorong kesadaran publik terhadap keberagaman dan keadilan sosial.

Menariknya, harapan untuk kota yang sehat ini dibangun bukan di atas angan semata. Berbagai karya yang dipamerkan merupakan bentuk diseminasi publik dari program Indonesia Health Cities with Pride (IHCP) yang telah berjalan pada 2023–2025. “Karena implementasi di 2025 ini kami fokuskan pada pengembangan media sebagai puncak perjalanan IHCP, kami ingin ada sesuatu yang bisa digunakan secara berkelanjutan, bahkan setelah program ini berakhir,” ujar Ni Kadek Sintya Angreni, Program Manager IHCP. Oleh karena itu, bentuk karya yang dipamerkan merupakan product knowledge yang diharapkan bisa dimanfaatkan di masa mendatang.

Ia menjelaskan, perjalanan IHCP kemudian direfleksikan hingga memilih tema Diver(city), yang menekankan pentingnya keberagaman, khususnya dalam isu kesetaraan gender dan HIV. “Harapannya, pameran ini bisa menjadi titik awal untuk memperkenalkan keberagaman secara lebih luas, sehingga masyarakat semakin sadar dan inklusif,” katanya. Lebih jauh, pameran ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya kota yang sehat melalui akses layanan kesehatan yang bebas stigma dan diskriminasi, termasuk bagi komunitas ODHIV dan penyintas kekerasan seksual.

Salah satu fakta yang perlu mendapatkan perhatian bersama adalah hasil penelitian IHCP pada tahun 2024 yang menemukan adanya keengganan remaja untuk datang ke akses layanan kesehatan karena kurangnya akses informasi serta menariknya lembaga layanan. Ketika ditanyakan layanan dan diperlukan, sekitar 63,4% remaja menginginkan layanan konseling, diikuti oleh tes HIV (52,7%) dan tes Infeksi Menular Seksual atau IMS (44,5%). Fakta ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengakses layanan, namun belum banyak lembaga yang dapat menarik sekaligus memberikan informasi lengkap terkait layanan kesehatan terkait.

Namun demikian, temuan lain menunjukkan bahwa stigma berbasis gender masih kuat, di mana 33,6% responden meyakini pemerkosaan lebih sering dilakukan oleh laki-laki karena dianggap memiliki hasrat seksual tinggi. Hal ini menegaskan pentingnya penguatan edukasi yang sensitif gender dalam layanan kesehatan remaja. Data-data ini divisualisasikan ke dalam infografis berbentuk Pulau Bali dan bersanding dengan beberapa karya seperti video Story of Change dari penerima manfaat program, modul fasilitator serta buku tentang interseksionalitas isu dan analisis kebijakan yang diproduksi selama program IHCP dijalankan.

Dalam dinamika berproses di IHCP, peserta pelatihan serta pihak-pihak yang terlibat pun berkontribusi pada karya photovoice yang dipamerkan di MANUSIA 4.0: Diver(city). Terdapat 12 foto sekaligus narasinya yang menceritakan bagaimana upaya mereka dalam membangun kota yang adil, setara, dan sehat, khususnya dalam isu HIV dan kekerasan seksual. Pesertanya pun sangat beragam, mulai dari remaja pelajar hingga pemangku kebijakan di daerahnya masing-masing.

Untuk membuat pameran lebih interaktif, di MANUSIA 4.0 ini, tim juga mengembangkan board game bertemakan alur jaringan rujukan untuk penyintas kekerasan seksual di kampus. Melalui board game ini, pemain diajak berperan sebagai pihak ketiga yang menyaksikan kejadian kekerasan seksual di kampus dan belajar menentukan langkah yang tepat. Permainan ini juga memperkenalkan alur rujukan layanan kesehatan, termasuk bagi penyintas IMS dan Orang dengan HIV, mulai dari kontak pertama di lingkungan pendidikan hingga akses layanan lanjutan.

Sebagai penutup, diskusi panel bertajuk Membuka Akses, Menguatkan Hak: Perjalanan Pemenuhan HKSR bagi ODHIV dan Penyintas Kekerasan Seksual digelar untuk memperkuat kesadaran publik sekaligus menegaskan urgensi peran pemerintah dalam penanganan kekerasan seksual. Panel ini menghadirkan Prof. Dr. Anak Agung Istri Ari Atu Dewi, S.H., M.H. (FH Unud), Dr. Made Sugi Hartono, S.H., M.H., CPM (FHIS Undiksha), serta Ni Wayan Ika Ayu Rayni (IPPI Bali), yang membahas dinamika kebijakan, sistem rujukan, dan praktik layanan dalam pemenuhan HKSR, termasuk hambatan struktural dan praktik baik yang telah berjalan di Indonesia, khususnya di Bali.

Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city) diadakan di Berbagi Ruang & Kopi, Jl. Astasura No.91, Peguyangan Kangin, Denpasar, Bali. Pameran dibuka untuk publik mulai dari tanggal 17-19 Januari 2026 setiap jam 13.00 – 18.00 WITA.  Ada beberapa agenda kecil yang turut meramaikan pameran, salah satunya adalah Ruang Dialektika yang diadakan pada Minggu, 18 Januari 2026 jam 16.00. Pameran ini gratis dan ada beberapa merchandise menarik untuk pengunjung. Oleh karena itu, mari datang dan ramaikan pameran ini! [T]

Reporter/Penulis: Siaran Pers
Editor: Budarsana

Tags: Pameran Seni RupaPKBISeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Desa Kemenuh dalam Catatan Prasasti Bali Kuno

Next Post

‘Sihir Putri Pewarna’: Keberanian Teater Media Tepi Menyalakan Sihir di Panggung Perdana

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

Read moreDetails

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
0
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

Read moreDetails

Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

PAMERAN seni rupa bertajuk Prakriti–Pustaka–Padma 2026 di Museum ARMA, Ubud, menghadirkan ruang apresiasi yang kaya akan keberagaman medium, gagasan, dan...

Read moreDetails

Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

by Adwan SA
July 6, 2026
0
Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

PALEMBANG pada 21 Juni 2026 memang sedang garang-garangnya, seolah tidak menyisakan kulit untuk bersantai dan dibelai lembut oleh kehadirannya. Asmaran...

Read moreDetails

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

Read moreDetails

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
0
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

Read moreDetails
Next Post
‘Sihir Putri Pewarna’: Keberanian Teater Media Tepi Menyalakan Sihir di Panggung Perdana

'Sihir Putri Pewarna': Keberanian Teater Media Tepi Menyalakan Sihir di Panggung Perdana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co