24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Sihir Putri Pewarna’: Keberanian Teater Media Tepi Menyalakan Sihir di Panggung Perdana

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
in Panggung
‘Sihir Putri Pewarna’: Keberanian Teater Media Tepi Menyalakan Sihir di Panggung Perdana

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

SEMUA bisa saja gagal sore itu. Panggung pertama, pemain pemula, dana terbatas, dan nama yang belum dikenal. Namun pada Sabtu, 17 Januari 2026, Teater Media Tepi justru memilih menyalakan api pertamanya di Aula SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar, di hadapan penonton yang memenuhi tempat duduk hingga baris terakhir.

Hari itu adalah Siwaratri, hari suci bagi umat Hindu. Namun aula sekolah justru penuh. Tiket seharga dua puluh ribu rupiah ludes terjual. Aula dipenuhi siswa, alumni, dan orang tua pemain. Antusiasme terasa jujur, seolah semua ingin menjadi saksi kelahiran sesuatu yang baru.

Pementasan itu berjudul ‘Sihir Putri Pewarna’, sebuah operet fantasi yang dipentaskan oleh Teater Media Tepi ─ unit kegiatan ekstrakurikuler teater yang baru berusia setahun. Bagi mereka, pementasan ini adalah permulaan dan sebuah pertaruhan.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Begitu lampu meredup, panggung menjelma ‘Daratan Rosea’. Tata cahaya bekerja rapi. Kostum tampil berani, penuh warna dan detail. Musik mengalun tanpa tergesa. Penataan panggung menunjukkan keseriusan yang tak lazim untuk ukuran teater sekolah yang baru memulai.

Bagi ukuran pementasan sekolah, pertunjukan ini terasa utuh. Visual, suara, kostum, dan alur cerita saling menopang, bukan saling berebut perhatian. Bahkan bagi penonton yang belum pernah bersentuhan dengan dunia teater, kisah ini tetap bisa diikuti dan dinikmati.

Sayangnya ada satu kekurangan kecil, yakni akses keluar-masuk pemain yang belum fleksibel karena berasal dari bawah panggung, bukan dari belakang. Namun detail teknis itu nyaris tenggelam oleh pementasan yang apik.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Ketika Sutradara Memilih Tak Melihat

Mohammad Hasbi Romadhoni, S.S., pembina sekaligus penulis naskah dan sutradara, mengambil keputusan tak lazim pada hari pementasan. Ia memilih tidak ikut mengatur dan bahkan tidak menyaksikan pertunjukan dari dekat.

“Saya percayakan semuanya pada mereka. Ini semua adalah keberanian anak-anak Teater Media Tepi,” ujarnya.

Keputusan itu tentu bukan tanpa risiko. Proses latihan berjalan panjang dan melelahkan. Terlebih mayoritas pemain belum memiliki pengalaman teater sebelumnya. “Memoles mereka, sangat menguras tenaga dan waktu,” kata Hasbi Romadhoni.

Namun proses panjang itu berakhir manis. Testimoni penonton datang bertubi-tubi. Banyak penonton yang berharap Teater Media Tepi bisa mementaskan operet serupa secara berkelanjutan.

“Sebagai penulis naskah, saya puas. Sebagai pembina, saya bangga. Yang justru saya khawatirkan sekarang adalah ekspektasi penonton yang semakin berat untuk kami pertahankan,” ucap Hasbi Romadhoni sembari tersenyum.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

‘Sihir Putri Pewarna’ berlatar dunia fiksi bernama Rosea, negeri monarki absolut yang membagi masyarakat ke dalam kelas bangsawan dan rakyat biasa. Bangsawan menguasai sihir, rakyat tidak. Dari ketimpangan inilah konflik bermula.

Tokoh utama, Clara Simeri, anak rakyat biasa tanpa sengaja menemukan percikan api dari reaksi kimia sederhana. Api itu bukan sihir magis, melainkan hasil pengetahuan. Dari sinilah istilah ‘sihir buatan’ atau ‘sihir sintetis’ lahir.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Hasbi Romadhoni mengungkapkan, alur cerita sengaja dibuat linear. Konflik jelas, tokoh antagonis tegas. Penonton diajak menyusuri perebutan kuasa, cinta terlarang, hingga kudeta yang berujung tragis.

“Cerita ini saya padatkan. Sebenarnya naskah aslinya jauh lebih panjang. Banyak adegan ingin saya tambahkan, tapi hampir separuh saya pangkas demi menjaga kenyamanan penonton,” tuturnya.

Pemangkasan itu, meski membuatnya ‘kurang srek’ sebagai penulis, justru menjadikan pementasan lebih fokus dan komunikatif. Operet ini tidak hanya tenggelam dalam dialog, tetapi juga bergerak lincah melalui visual dan musik.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Produksi yang Penuh Cerita

Di balik layar, produksi berjalan penuh dinamika. Masalah biaya menjadi tantangan utama. Operet bukan pertunjukan murah. Kostum, properti, musik, dan latihan intensif membutuhkan dana serta komitmen besar. Latihan kerap berlangsung hingga malam hari, bahkan di masa liburan akhir tahun.

“Ada jemaat (anggota) yang mengaku sering diganggu ‘yang tak kasat mata’ saat latihan malam. Akhirnya kami sepakat tidak lagi latihan terlalu malam,” ujarnya sembari tertawa.

Tak hanya itu, masalah klasik lain pun muncul: sulit mengumpulkan seluruh pemain di bulan kedua latihan. Produksi sempat mundur. Desain pedang harus diulang karena tak sesuai referensi ─ yang semula bergaya Eropa justru menyerupai pedang Asia. Bahkan pada hari pementasan, properti sempat rusak karena terburu-buru.

“Lucunya, anak-anak tidak berani menegur saya. Padahal yang merusak properti itu saya sendiri,” ucapnya terkekeh.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi Ahmad Andre Gunawan selaku asisten sutradara, pementasan ini adalah buah dari tempaan panjang.

“Saya senang sekali. Hasil yang saya tempa untuk diri sendiri dan teman-teman berbuah manis. Saya bangga dengan performa mereka,” katanya.

Sementara itu, Ni Kadek Shantika Tirta Dewi selaku pimpinan produksi, mengaku sempat tak percaya bisa sampai di titik ini.

“Sebagai permulaan, saya rasa ini luar biasa. Saya belajar banyak tentang organisasi, persiapan, dan kerja tim. Lebih dari itu, saya merasakan persaudaraan yang kuat,” ujarnya.

Ia pun turut berharap agar Teater Media Tepi bukan sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan rumah yang hangat ─ tempat berbagi pahit dan manis, serta mendapat dukungan lebih luas ke depan.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Hasbi Romadhoni mengungkapkan, pementasan ini bukan garis akhir. Teater Media Tepi telah menyiapkan langkah lanjutan: tampil di HUT sekolah, kembali mengikuti FLS2N jika dana memungkinkan, serta menjalin jejaring dengan kelompok teater lain yang sejak lama ingin berkenalan.

Ia menyadari, ritme produksi teater kerap mengejutkan para jemaat (anggota) Media Tepi. Capek, lelah, sibuk, dimarahi sutradara dan pimpinan produksi adalah bagian dari proses.

“Kalau sudah berani ikut teater, harus siap ditempa. Tapi teater juga tempat belajar yang nyaman,” katanya.

Teater Media Tepi│Foto: Dok. Hasbi Romadhoni

Sore itu, setelah tepuk tangan reda dan lampu kembali menyala, Aula Kesbam perlahan kosong. Namun sesuatu telah tertinggal: keyakinan bahwa api kecil bisa menyala di mana saja, bahkan di panggung sederhana sebuah sekolah kesehatan.

Dan, seperti Clara Simeri yang menemukan api dari tangannya sendiri, Teater Media Tepi membuktikan satu hal, bahwa sihir pertama selalu lahir dari keberanian untuk mencoba. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: operetseni pertunjukanSMK Kesehatan Bali MedikaTeaterteater sekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

Next Post

Pariwisata Vietnam: Mungkinkah Menggeser Indonesia?

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails

Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

by I Nengah Juliawan
April 11, 2026
0
Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

MUSEUM Soenda Ketjil di Singaraja tidak hanya menjadi ruang sunyi yang menyimpan masa lalu, melainkan juga ruang publik yang terus...

Read moreDetails

Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 11, 2026
0
Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

WAYANG sebagai produk masa lalu yang kini diratapi, ditangisi oleh orang-orang karena hampir hilang di tengah hiburan dunia digital. Pertunjukan...

Read moreDetails

Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

by tatkala
April 5, 2026
0
Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

Yayasan Mudra Swari Saraswati dengan bangga kembali menghadirkan Ubud Artisan Market (UAM), curated market yang merayakan kreativitas, komunitas, dan kerajinan...

Read moreDetails

Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

DI Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, kreativitas anak muda kembali menemukan bentuknya dalam karya ogoh-ogoh untuk menyambut Nyepi Caka...

Read moreDetails

Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

by Nyoman Nadiana
March 23, 2026
0
Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

PANGGUNG itu kecil saja. Tapi cukup untuk menampung ekspresi masyarakat Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Di atas panggung kecil...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Pariwisata Vietnam: Mungkinkah Menggeser Indonesia?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co