13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Sihir Putri Pewarna’: Keberanian Teater Media Tepi Menyalakan Sihir di Panggung Perdana

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
in Panggung
‘Sihir Putri Pewarna’: Keberanian Teater Media Tepi Menyalakan Sihir di Panggung Perdana

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

SEMUA bisa saja gagal sore itu. Panggung pertama, pemain pemula, dana terbatas, dan nama yang belum dikenal. Namun pada Sabtu, 17 Januari 2026, Teater Media Tepi justru memilih menyalakan api pertamanya di Aula SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar, di hadapan penonton yang memenuhi tempat duduk hingga baris terakhir.

Hari itu adalah Siwaratri, hari suci bagi umat Hindu. Namun aula sekolah justru penuh. Tiket seharga dua puluh ribu rupiah ludes terjual. Aula dipenuhi siswa, alumni, dan orang tua pemain. Antusiasme terasa jujur, seolah semua ingin menjadi saksi kelahiran sesuatu yang baru.

Pementasan itu berjudul ‘Sihir Putri Pewarna’, sebuah operet fantasi yang dipentaskan oleh Teater Media Tepi ─ unit kegiatan ekstrakurikuler teater yang baru berusia setahun. Bagi mereka, pementasan ini adalah permulaan dan sebuah pertaruhan.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Begitu lampu meredup, panggung menjelma ‘Daratan Rosea’. Tata cahaya bekerja rapi. Kostum tampil berani, penuh warna dan detail. Musik mengalun tanpa tergesa. Penataan panggung menunjukkan keseriusan yang tak lazim untuk ukuran teater sekolah yang baru memulai.

Bagi ukuran pementasan sekolah, pertunjukan ini terasa utuh. Visual, suara, kostum, dan alur cerita saling menopang, bukan saling berebut perhatian. Bahkan bagi penonton yang belum pernah bersentuhan dengan dunia teater, kisah ini tetap bisa diikuti dan dinikmati.

Sayangnya ada satu kekurangan kecil, yakni akses keluar-masuk pemain yang belum fleksibel karena berasal dari bawah panggung, bukan dari belakang. Namun detail teknis itu nyaris tenggelam oleh pementasan yang apik.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Ketika Sutradara Memilih Tak Melihat

Mohammad Hasbi Romadhoni, S.S., pembina sekaligus penulis naskah dan sutradara, mengambil keputusan tak lazim pada hari pementasan. Ia memilih tidak ikut mengatur dan bahkan tidak menyaksikan pertunjukan dari dekat.

“Saya percayakan semuanya pada mereka. Ini semua adalah keberanian anak-anak Teater Media Tepi,” ujarnya.

Keputusan itu tentu bukan tanpa risiko. Proses latihan berjalan panjang dan melelahkan. Terlebih mayoritas pemain belum memiliki pengalaman teater sebelumnya. “Memoles mereka, sangat menguras tenaga dan waktu,” kata Hasbi Romadhoni.

Namun proses panjang itu berakhir manis. Testimoni penonton datang bertubi-tubi. Banyak penonton yang berharap Teater Media Tepi bisa mementaskan operet serupa secara berkelanjutan.

“Sebagai penulis naskah, saya puas. Sebagai pembina, saya bangga. Yang justru saya khawatirkan sekarang adalah ekspektasi penonton yang semakin berat untuk kami pertahankan,” ucap Hasbi Romadhoni sembari tersenyum.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

‘Sihir Putri Pewarna’ berlatar dunia fiksi bernama Rosea, negeri monarki absolut yang membagi masyarakat ke dalam kelas bangsawan dan rakyat biasa. Bangsawan menguasai sihir, rakyat tidak. Dari ketimpangan inilah konflik bermula.

Tokoh utama, Clara Simeri, anak rakyat biasa tanpa sengaja menemukan percikan api dari reaksi kimia sederhana. Api itu bukan sihir magis, melainkan hasil pengetahuan. Dari sinilah istilah ‘sihir buatan’ atau ‘sihir sintetis’ lahir.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Hasbi Romadhoni mengungkapkan, alur cerita sengaja dibuat linear. Konflik jelas, tokoh antagonis tegas. Penonton diajak menyusuri perebutan kuasa, cinta terlarang, hingga kudeta yang berujung tragis.

“Cerita ini saya padatkan. Sebenarnya naskah aslinya jauh lebih panjang. Banyak adegan ingin saya tambahkan, tapi hampir separuh saya pangkas demi menjaga kenyamanan penonton,” tuturnya.

Pemangkasan itu, meski membuatnya ‘kurang srek’ sebagai penulis, justru menjadikan pementasan lebih fokus dan komunikatif. Operet ini tidak hanya tenggelam dalam dialog, tetapi juga bergerak lincah melalui visual dan musik.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Produksi yang Penuh Cerita

Di balik layar, produksi berjalan penuh dinamika. Masalah biaya menjadi tantangan utama. Operet bukan pertunjukan murah. Kostum, properti, musik, dan latihan intensif membutuhkan dana serta komitmen besar. Latihan kerap berlangsung hingga malam hari, bahkan di masa liburan akhir tahun.

“Ada jemaat (anggota) yang mengaku sering diganggu ‘yang tak kasat mata’ saat latihan malam. Akhirnya kami sepakat tidak lagi latihan terlalu malam,” ujarnya sembari tertawa.

Tak hanya itu, masalah klasik lain pun muncul: sulit mengumpulkan seluruh pemain di bulan kedua latihan. Produksi sempat mundur. Desain pedang harus diulang karena tak sesuai referensi ─ yang semula bergaya Eropa justru menyerupai pedang Asia. Bahkan pada hari pementasan, properti sempat rusak karena terburu-buru.

“Lucunya, anak-anak tidak berani menegur saya. Padahal yang merusak properti itu saya sendiri,” ucapnya terkekeh.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi Ahmad Andre Gunawan selaku asisten sutradara, pementasan ini adalah buah dari tempaan panjang.

“Saya senang sekali. Hasil yang saya tempa untuk diri sendiri dan teman-teman berbuah manis. Saya bangga dengan performa mereka,” katanya.

Sementara itu, Ni Kadek Shantika Tirta Dewi selaku pimpinan produksi, mengaku sempat tak percaya bisa sampai di titik ini.

“Sebagai permulaan, saya rasa ini luar biasa. Saya belajar banyak tentang organisasi, persiapan, dan kerja tim. Lebih dari itu, saya merasakan persaudaraan yang kuat,” ujarnya.

Ia pun turut berharap agar Teater Media Tepi bukan sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan rumah yang hangat ─ tempat berbagi pahit dan manis, serta mendapat dukungan lebih luas ke depan.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Hasbi Romadhoni mengungkapkan, pementasan ini bukan garis akhir. Teater Media Tepi telah menyiapkan langkah lanjutan: tampil di HUT sekolah, kembali mengikuti FLS2N jika dana memungkinkan, serta menjalin jejaring dengan kelompok teater lain yang sejak lama ingin berkenalan.

Ia menyadari, ritme produksi teater kerap mengejutkan para jemaat (anggota) Media Tepi. Capek, lelah, sibuk, dimarahi sutradara dan pimpinan produksi adalah bagian dari proses.

“Kalau sudah berani ikut teater, harus siap ditempa. Tapi teater juga tempat belajar yang nyaman,” katanya.

Teater Media Tepi│Foto: Dok. Hasbi Romadhoni

Sore itu, setelah tepuk tangan reda dan lampu kembali menyala, Aula Kesbam perlahan kosong. Namun sesuatu telah tertinggal: keyakinan bahwa api kecil bisa menyala di mana saja, bahkan di panggung sederhana sebuah sekolah kesehatan.

Dan, seperti Clara Simeri yang menemukan api dari tangannya sendiri, Teater Media Tepi membuktikan satu hal, bahwa sihir pertama selalu lahir dari keberanian untuk mencoba. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: operetseni pertunjukanSMK Kesehatan Bali MedikaTeaterteater sekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

Next Post

Pariwisata Vietnam: Mungkinkah Menggeser Indonesia?

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

Read moreDetails

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

Read moreDetails

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
0
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

Read moreDetails

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
0
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

Read moreDetails

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
0
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

Read moreDetails

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

Read moreDetails

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

Read moreDetails

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 4, 2026
0
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Pariwisata Vietnam: Mungkinkah Menggeser Indonesia?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co