2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lagu “Change of Heart” Astera ft. Riri The Dare: Lebih Better dari sebelumnya, tapi…

Agus Noval Rivaldi by Agus Noval Rivaldi
July 31, 2024
in Ulas Musik
Lagu “Change of Heart” Astera ft. Riri The Dare: Lebih Better dari sebelumnya, tapi…

Astera dan Riri The Dare | Foto: Dok. Astera

ASTERA, band indie pop yang baru saja merilis single kolaborasinya bersama Riri dari The Dare. Band yang terbentuk pada tahun 2018 ini sebelumnya sudah pernah merilis sebuah album berjudul “Better Days”. Dalam nomor Change of Heart pada album Better Days adalah salah satu lagu yang mereka sebut sebagai “lagu kunci” milik Astera.

Sebelum projek bersama dengan Riri The Dare, mereka sudah berkolaborasi untuk mengeksplorasi lagu-lagu milik mereka. Pada kolaborasi sebelumnya mereka mengajak Soulfood unit R&B asal Bali untuk menginterpretasi bersama lagu mereka berjudul “Higher”—masih pada album Better Days.

Band yang banyak dipengaruhi grup musik seperti Hippo Campus, Two Door Cinema Club, atau band pop semacam The 1975 dan LANY ini, memiliki nuansa dan karakteristik musikal yang ceria dan penuh warna.

Dengan nuansa musik yang catchy membuat siapa pun yang mendengar dan menyaksikannya secara langsung dapat secara spontan untuk ikut menari. Tidak terkecuali juga karena liriknya yang mudah dimengerti dan banyak menyampaikan pesan kebaikan.

Mendengarkan tiap lagu Astera kita harus siap menerima melodi dan nuansa manis yang terus bisa kita nikmati dari awal hingga akhir. Pernah suatu waktu, ketika saya menyaksikan Astera pertama kali dengan pakaian serba hitam—tentu dengan artwork ala band-band metal, saya merasa salah kostum untuk menyaksikan band ini. Ingin rasanya pulang untuk mengganti pakaian yang penuh warna, lalu kembali menyaksikan mereka dengan euforia yang lebih ceria.

Change of Heart sendiri ditulis langsung oleh personil Astera, Raden Bagus dan Rio—yang sekaligus vokalis dalam band ini. Lagu ini menceritakan tentang perubahan hati seseorang ketika mengalami fase terburuknya dalam menjalani kehidupan.

Dalam fase tersebut, Rio percaya bahwa selalu ada seseorang yang memberikan semangat, motivasi, dan mendorong seseorang agar segera keluar dari zona terburuknya. Lagu ini dianggap sebagai sebuah ucapan terima kasih untuk orang yang sudah selalu ada dalam fase terburuk setiap orang.

Dibungkus dengan nada-nada musikal yang sederhana pada album Better Days membuat kita dengan mudah menerima maksud pada lagu ini. Dan membuat kita kembali ceria menjalani suatu hal.

Dengan karakteristik yang catchy dan ceria khas Astera, kehadiran Riri dari The Dare sebagai kolaborator menambah kesan yang makin lebih dari sebelumnya. Versi alternatif Change of Heart ini, menyajikan hasil modifikasi dari kedua kolaborator di dalamnya, semisal pada struktur vocal verse, menambahkan warna suara feminim khas miliki Riri dari The Dare.

Astera dan Riri The Dare | Foto: Dok. Astera

Dan penguatan harmoni di bagian chorus serta menambah elemen instrumen pada beberapa bagian penting, menghasilkan nuansa musik yang cenderung indie-pop. Cukup menjanjikan dan segar untuk para pendengar setia Astera, dibandingkan pada Change of Heart sebelumnya.

Hal tersebut juga termasuk penambahan pesan penting yang ingin disampaikan Astera kepada pendengar dalam bentuk monolog pada pertengahan lagu. Poin ini juga cukup sangat memberikan kemudahan kita untuk membedakan kedua versi lagu Change of Heart—versi sebelumnya dan versi alternatifnya.

Sedikit Kecacatan

Ketika saya wawancarai secara singkat lewat pesan Whatsapp untuk menanyakan lebih mendalam soal lagu ini, dengan senang hati Rio membagi ceritanya. Saya mulai bertanya dengan, “Apa maksud di balik narasi menginterpretasi ulang kembali karya mereka sebelumnya?”

“Harapannya sih agar lagu-lagu di album Better Days lebih unik dan pesannya tersampaikan dengan maksimal. Terlebih kami jadi berkoneksi lebih serius dengan kolaboratornya,” jawab Rio.

“Lalu untuk menentukan dan mengajak sebuah kolaborator itu gimana? Ada kriteria khusus?” saya mengerjar.

“Penentuan kolaborator sih tentu pemicu utamanya adalah membuat lagu-lagu di Batter Days jadi unik dan berbeda. Untuk kriteria spesifiknya sih, tidak ada. Pokoknya kami lihat bisa memberikan warna berbeda tetapi tetap bisa kawin sama musik kami, itu aja sih,” Rio memberi penjelasan.

“Ada kendala gak sih selama proses rekaman? Kan Riri jauh dan beda pulau, ya?”

“Awalnya kami ada niat untuk rekaman di Lombok, tapi pas kebetulan Riri sendiri ada kegiatan ke Bali. Saat kedatangan dia langsung recording vocal di Rock The Beat studio, Kesiman. Tapi kalau record aransemen musik, kami independen di Bali,” tutup Rio.

Dari percakapan pendek itu kemudian saya menangkap bahwa sebelumnya Astera dan Riri memang sudah punya kedekatan, baik secara pertemuan dan bahasa musik. Sehingga hal itu tidak terlalu susah untuk mereka jalankan dalam kolaboratif ini.

Mungkin malah banyak kemungkinan baru yang Astera temukan pada proses ini. Salah satunya adalah, ego sentris harus dibuang jauh-jauh untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Astera dan Riri The Dare | Foto: Dok. Astera

Hampir setiap hari saya memutar kedua lagu Change of Heart ini, guna menemukan titik yang mungkin dianggap sebagai upaya memberikan sedikit tanggapan terhadap lagu ini. Atau hanya sekadar aksi reaksi kecil usai mendengarkan ini secara berulang.

Dalam perjalanan saya usai pulang kampung menuju Denpasar dari Singaraja, ada momen saya terus mendengarkan lagu itu—terus berulang. Perjalanan menuju Denpasar memakan waktu kurang lebih 2 jam 30 menit atau 150 menit. Jika lagu mereka masing-masing memiliki durasi kurang lebih 4 menit, artinya saya sudah mendengarkan kurang lebih 37 kali lagu mereka secara bergantian.

Saya merasa cepat untuk langsung hafal bagaimana perbedaan nuansa kedua lagu Change of Heart, terutama melodi gitar yang cukup dominan pada versi alternatif, suara feminim khas Riri dan teks yang dibaca secara monolog.

Pembagian lirik yang adil secara porsi juga tidak membuat lagu pada versi alternatif ini jadi timpang sebelah. Tentu dengan adanya karakter Riri menjadikan lagu ini makin kuat. Hanya saja, menurut saya, ada satu hal yang kurang enak untuk didengar, yaitu pembacaan teks monolog yang terkesan menggelikan. Tapi, sekali lagi, ini menurut saya, sangat sah jika teman-teman sekalian memiliki pandangan lain.

Saya hampir terkecoh, monolog yang ditulis oleh Chandra sekaligus anggota band Astera dan dibacakan oleh orang lain membuat saya mengira itu adalah suara Rio, sang vokalis. Saya mengira itu pyur suara Rio, karena memang sangat mirip.

Awalnya sudah sangat geli mendengar suara monolog yang dibuat begitu melankolis. Saya membayangkan seorang Rio, berlutut di depan saya untuk mengucapkan terima kasih dengan sangat manis. Sungguh menggelikan, merinding jika dibayangkan.

Tapi, setelah saya memastikan ulang dan menanyakan langsung kepada Rio, bahwa benar itu sama sekali bukan suara Rio. Meski begitu saya rasa ada sebuah sedikit kecacatan jika semisal teks monolog itu dibacakan oleh orang lain, dalam konteks membicarakan karya ini di luar kolaborator. Artinya, masih ada kolaborator lain selain Riri dari The Dare.

Padahal, saya membayangkan Change of Heart ini akan lebih manis dan pas, jikalau Riri yang langsung membacakan teksnya, tentu dengan versinya. Dan atau jika tetap ingin ada dialog semacam itu di tengah lagu, akan lebih menarik juga misalnya dibuatkan semacam dialog pendek antara Rio dan Riri, untuk menegaskan isi dari lagu tersebut.

Butuh Pemaknaan Lebih

Kemudian untuk memperluas proyeksi saya terhadap karya kolaboratif ini, saya menghubungi langsung Riri dari The Dare, untuk sekadar bertanya singkat soal proses kreatif lagu ini.

Sebelumnya saya mengetahui Riri selain anggota The Dare, dia adalah wanita ceria yang saya follow di akun media sosial Twitter yang kini berganti menjadi X. Wanita ceria, penuh tawa dan canda dengan pendekatan yang sangat Gen Z sekali. Orang-orang sering memanggilnya, bunda.

Percakapan pembuka basa-basi busuk sekaligus memperkenalkan diri dengan siapa dan mau apa saya menghubunginya saya lakukan dengan sangat spontan. “Uhuuuy!”.

“Mungkin supaya gak terlalu lama buang-buang waktu Kak Riri, boleh saya langsung bertanya. Ada gak sih kendala untuk masuk ke karakter musik Astera pada projek Change of Heart versi alternatif ini?” saya langsung saja bertanya.

“Langsung dijawab, ya. Banyak banget sih, karena memang karakternya beda banget dari lagu yang biasa aku nyanyikan. Dan kolaborasi bareng Astera ini, adalah lagu pertama yang aku nyanyikan di luar The Dare,” ujar Riri dari The Dare.

“Kalau secara teknis?”

Astera dan Riri The Dare | Foto: Dok. Astera

“Kalau teknisnya sih, lebih ke range nada aja, karena Astera range nadanya itu cowok banget. So far, nyaman dan seru sih,” tutupnya.

Dari tadi ketika saya membayangkan sebuah nama “Astera”, saya membayangkan band tersebut adalah band yang lekat dengan penggemarnya yang penuh oleh wanita. Karena karakteristik yang saya bayangkan begitu manis dan feminim, sehingga sangat cocok untuk kaum hawa ini berdansa manis.

Tapi setelah mendengar dan tahu langsung dari pernyataan Riri bahwa baginya Astera adalah musik yang cowok banget, saya mulai berpikir ulang soal pemaknaan musik terhadap sebuah gender.

Sepertinya saya harus mendengarkan berulang-ulang lagu Change of Heart karya kolaboratif ini untuk memaknai lagi lebih dalam ke mana karya ini bisa dibedah secara luas. Tapi, jika teman-teman pendengar memiliki interpretasi yang berbeda dengan saya, itulah musik.

Kita bisa mengartikannya ke mana saja. Bahkan bisa tidak memiliki arti sekalipun, tergantung bagaimana kita melakukan pembacaan terhadap sebuah karya. Mungkin saat pembacaan monolog, volume akan saya hilangkan agar tidak membayangkan adegan Rio berlutut di depan saya itu kembali terbayangkan.

Satu karya kolaboratif yang sangat patut didengarkan belakangan ini untuk menghiasi hari menuju “Better Days”.

Karya ini adalah proyek Astera untuk menuju kampanye mereka, “Better Days With Us”. Dalam proses penggarapannya didukung oleh berbagai pihak. Elmo Ramadhan menjabat sebagai mixing dan mastering engineer.

Nama-nama seperti Fendy Rizky, Noriz Kiki, dan Aji Nurcahyo dari Taman Bermain Nosstress membantu proses perekaman audio drum. Sektor vokal direkam bersama Dadang Pranoto dan Kristian Dharma dari Pohon Tua Creatorium, hingga mantan personil mereka Raden Bagus turut hadir untuk penggarapan Artwork.

Dari sini kita bisa melihat juga bahwa Raden Bagus tidak sepenuhnya keluar dan masih terlibat di Astera, buktinya eksistensi dan keberadaannya masih ada. Sangat patut untuk dinantikan setelah ini, akan ada cerita baru apa lagi. LFG Astera![T]

BACA artikel lain dari penulis AGUS NOVAL RIVALDI

Menghidupkan dan Merayakan Puisi lewat Musik dalam “Tapssu: Tribute to Jokpin”
Empat Detik Sebelum Tidur dan Obrolan di Belakang Panggung Tentang Lagu dan Singaraja
“Kepus Pungsed” dan Penciptaan Ruang Presentasi | Catatan Seorang Penonton
Keresahan, Regenerasi dan Ruang | Catatan “Rock Tour” Pertama di Danke Café Singaraja
Tags: Asteramusikmusik balimusik indieThe Dare
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Integrasi Dharma Pawayangan dan Kreativitas Dalang: Manifestasi Seni Yang Sakral dan Mendalam

Next Post

“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film

Agus Noval Rivaldi

Agus Noval Rivaldi

Adalah penulis yang suka menulis budaya dan musik dari tahun 2018. Tulisannya bisa dibaca di media seperti: Pop Hari Ini, Jurnal Musik, Tatkala dan Sudut Kantin Project. Beberapa tulisannya juga dimuat dalam bentuk zine dan dipublish oleh beberapa kolektif lokal di Bali.

Related Posts

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
0
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

Read moreDetails

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
0
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

Read moreDetails

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

by I Made Kartawan
August 16, 2026
0
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

Read moreDetails

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

by Mahesa Putra
August 13, 2026
0
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

Read moreDetails

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
0
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

Read moreDetails

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
0
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

Read moreDetails

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

by Mahesa Putra
August 2, 2026
0
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

Read moreDetails

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
0
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

Read moreDetails

Ketika Waktu Berpindah Tangan

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
0
Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

Read moreDetails

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
0
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co