26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kontribusi MICE dalam Ekosistem Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
August 12, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SALAH satu masalah dalam industri pariwisata Indonesia adalah lama tinggal (length of stay) dan pengeluaran (spending money) wisatawan. Destinasi wisata populer yang banyak dikunjungi wisatawan tidak memberi jaminan terhadap tingginya lama tinggal wisatawan.

Pengeluaran wisatawan, baik domestik maupun mancanegara juga masih belum optimal. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, pengeluaran wisatawan mancanegara di Indonesia sebesar 21,53 juta. Sedangkan wisatawan domestik 2,43 juta per perjalanan. Angka tersebut masih bisa ditingkatkan apabila Indonesia mampu menyiapkan produk wisata yang lebih baik.

Mengandalkan objek dan daya tarik wisata sebagai produk wisata tidaklah cukup. Perlu upaya lain untuk meningkatkan angka kunjungan wisata. Salah satu produk wisata yang saat ini bisa diandalkan adalah Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE).

MICE merupakan kegiatan yang berorientasi pada pertemuan, insentif, konvensi dan pameran. Kontribusi Mice dalam pariwisata tidak diragukan lagi. Baik secara ekonomis maupun promosi wisata. MICE juga memberi peluang lapangan kerja di sektor pariwisata.

Bentuk kegiatan MICE dapat beragam. Untuk Meeting, bisa berupa seminar, rapat bisnis, dan konferensi. Insentif merupakan perjalanan spesial untuk tujuan liburan, menghadiri sebuah pesta besar, maupun menonton konser musik.

Konvensi hampir mirip dengan seminar maupun konferensi. Namun peserta konvensi bisa lebih banyak. Konvensi sebuah partai politik untuk membahas kepemimpinan nasional misalnya, bisa dihadiri ribuan orang.

Sedangkan Exhibition atau pameran adalah kegiatan untuk memamerkan hasil produk, layanan, maupun karya individu. Pameran dagang sering dilakukan dengan mengundang banyak pengunjung. Begitu pun pameran lukisan dari pelukis ternama di suatu hotel juga sering menjadi daya tarik wisata.

MICE memberi kontribusi yang signifikan dalam ekosistem pariwisata Tanah Air. Menurut catatan Kemenparekraf (2024), MICE menyumbang 30 persen dalam industri pariwisata. Meskipun secara kuantitas jumlahnya tidak terlalu banyak, namun pengeluaran wisatawan MICE di atas rata-rata wisatawan pelesiran.

Layanan Pendukung

Kesuksesan penyelenggaraan MICE ditentukan oleh beberapa faktor yang mendukung. Setiap peserta pertemuan, seminar, atau konferensi akan mempertimbangkan berbagai layanan pendukung yang membuat nyaman ketika mengikuti kegiatan tersebut.

Faktor utama yang biasanya menjadi pertimbangan adalah lokasi diadakannya MICE. Daya tarik lokasi bisa berkaitan dengan kota atau daerah tempat penyelenggaraan MICE, letak geografisnya, maupun kondisi tempat itu.

Indonesia banyak memiliki lokasi yang representatif untuk menjadi destinasi MICE. Bali misalnya; merupakan daerah yang paling siap menjadi destinasi MICE, baik untuk level nasional maupun internasional. Indonesia sukses menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada tahun 2022. Begitu pula dengan World Water Forum (WWF) yang diselenggarakan di Bali, Mei 2024.

Selain Bali, Indonesia memiliki beberapa daerah yang layak untuk menjadi destinasi MICE. Sebut saja Jakarta, Surabaya, Yogya, Bandung, Labuhan Bajo, Lombok, dan Padang. Labuhan Bajo menjadi salah satu destinasi MICE saat menjadi tempat berlangsungnya KTT ASEAN ke-42 tahun 2023 lalu.

Layanan pendukung lain dalam MICE adalah fasilitas yang tersedia. Fasilitas berkaitan dengan ruangan serta kapasitas jumlah peserta pertemuan, dan transportasi yang disediakan. Indonesia memiliki infrastruktur dan fasilitas yang bertaraf internasional di beberapa daerah.

Makanan dan minuman merupakan layanan pendukung yang penting pula. Banyak kegiatan MICE yang memiliki daya tarik peserta lantaran menu makanan yang disediakan. Welcoming Dinner bagi peserta WWF di Garuda Wisnu Kencana Bali, menyuguhkan menu makanan khas Nusantara dengan diiringi alunan musik Sape, khas Suku Dayak, Kalimantan Timur.

Akomodasi acapkali menjadi pertimbangan peserta MICE. Hotel dan kamar yang nyaman membuat peserta merasa betah berlama-lama mengikuti satu kegiatan. Indonesia memiliki hotel berstandar bintang empat dan lima yang layak untuk menginap bagi peserta seminar, konferensi, maupun menyaksikan pertunjukan konser musik.

Keuntungan

Berbicara tentang keuntungan MICE, hampir semua subsektor dalam pariwisata menikmatinya. Secara ekonomis, MICE menyumbang devisa bagi negara. Secara sosial, MICE menciptakan lapangan kerja yang banyak. Sedangkan secara budaya, MICE mendukung tumbuhnya industri kreatif.

Kontribusi MICE dalam ekosistem pariwisata adalah menyumbang kunjungan wisatawan dalam jumlah besar. Kegiatan konferensi yang bertaraf internasional dapat menghadirkan ribuan peserta. Begitu pula event musik maupun olah raga tingkat dunia, akan disaksikan oleh ribuan pengunjung.

Lama tinggal wisatawan MICE juga cukup panjang. Apalagi bila kegiatan MICE disertai dengan paket kunjungan ke destinasi wisata favorit. Konferensi yang berlangsung selama tiga atau lima hari bisa bertambah menjadi satu minggu jika ada tambahan paket wisata.

Jumlah uang yang dibelanjakan wisatawan MICE tidak sedikit. Mengingat mereka adalah wisatawan yang datang untuk satu kepentingan yang memang memerlukan biaya tinggi. Sehingga wisatawan MICE ini berpotensi untuk menikmati wisata belanja.

Keuntungan penting dari wisata MICE adalah promosi pariwisata dalam pasar wisata dunia. Kegiatan MICE yang diikuti oleh orang dari berbagai belahan dunia akan menjadi ajang promosi, apalagi bila event itu diliput oleh berbagai media asing.

Secara substansial, wisata MICE akan menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Lewat MICE, Indonesia dapat memperkokoh diplomasi dengan negara lain serta mempromosikan beragam warisan budaya. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Wisata Mistis: Mengungkap yang Ada dan Tiada
Mengenal Pedesaan lewat Wisata “Live in”
“Dark Tourism”: Menyibak Hikmah dari Kegelapan
“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film
Pariwisata Bali: Riwayatmu Dulu dan Kini
Tags: Pariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pondok Baca Sebagai Pondok Sastra

Next Post

Gumi Delod Ceking dan Dadu yang Terbalik

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
Gumi Delod Ceking dan Dadu yang Terbalik

Gumi Delod Ceking dan Dadu yang Terbalik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co